From Sydney With Love

From Sydney With Love
Tugas untuk Bradley 2


__ADS_3

"Kenapa lokasinya seperti lokasi rumah ku ya?" Tanya Linda.


"Iya benar, nanti rumah mu dan kantor ini semuanya akan menjadi masjid, karena memang ini lokasi paling strategis untuk di jangkau oleh semuanya" ucap Mister Grahan.


"Jadi pembangunan Masjid akan jadi yanh terakhir dong, setelah semuanya bangunan selesai di buat? Ucap Linda lagi.


"Benar, karena jika Masjid terlalu jauh juga kurang tepat nantinya" ucap Mister Grahan menjawab dengan ramah.


"Oke tidak masalah, lalu spesifikasi dan biayanya apakah sudah ada juga, karena lebih baik aku keluarkan sekaligus saja" ucap Linda dengan ramah.


"Inj spesifikasi dan perinciannya, bisa kita lihat sebelah kiri perincian biaya awal untuk renovasi dan sebelah kanan untuk pembangunan baru, kekurangannya hanya satu miliar rupiah saja" ucap Mister Grahan dengan ramah.


"Oke, lalu bagaimana dengan Kakek Prayoga dan Farrell apakah setuju dengan hal ini?" Tanya Linda.


"Kami siap dan setuju, semuanya sudah matang dan bisa langsung dikerjakan, kami akan menambah pekerja sebanyak lima ratus orang untuk pembangunan pergudangan agar selesai bersamaan semuanya" ucap Kakek Prayoga dengan bersemangat.


"Oke, jika begitu semuanya sudah selesai, Mily silahkan transferkan ke rekening milik Farrell senilai yang diperlukan dan juga sekalian hitung dan transferkan keperluan untuk Bradley, kali suami mu jalan jalan keluar negeri dengan biaya kantor saja" ucap Linda dengan ramah.


"Baik Miss nanti saya selesaikan semuanya" ucap Mily.


"Loh kan memang tugas kantor, masa biaya sendiri" ucap Bradley sambil tersenyum lebar.


"Nah itu tahu, jadi tidak ada kelayapan, tidak ada touring motor dan Offroad selama disana ya" ucap Linda.


"Yaaaaah, tahu gitu pakai biaya sendiri saja aku perginya" ucap Bradley sambil tertawa ringan namun dipelototi oleh Mily.


"Iya iya, aku hanya bercanda saja" ucap Bradley lagi sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal sama sekali.


"Farrell maaf, itu rumah sementara untuk para pekerja apa tidak bisa lebih bagus sedikit, aku kasihan sama mereka tinggal di bedengan seperti itu" ucap Linda dengan ramah.


"Maaf tapi memang biasanya seperti itu untuk para pekerja hanya bedengan sementara saja" jawab Farrell.


"Coba kau gunakan uang perusahaan untuk membeli box kontainer saja, setidaknya mereka akan lebih nyaman jika menggunakan box kontainer , toh kedepannya bisa di gunakan untuk project lainnya, jika mereka bisa beristirahat dengan nyaman maka kerja mereka juga akan nyaman bukan, tapi jika istirahat mereka kurang dan tidak nyaman maka alhasil mereka bekerja juga tidak akan beres bukan" ucap Linda dengan ramah.

__ADS_1


"Baik, kebetulan ada rekanan ku yang menjual box kontainer siap pakai dan sudah di modifikasi menjadi kamar kamar, nanti akan aku suruh antarkan ke lokasi bedeng para pekerja" ucap Farrell.


"Iya biar bagaimana juga mereka adalah pekerja kita, jadi jangan sampai mereka tidak betah bekerja, penuhi kebutuhan hidup mereka dengan maksimal ya, aku lebih  baik untung sedikit tapi mereka nyaman bekerja dari pada untung banyak namun ada yang tersakiti" ucap Linda.


"Baik" ucap Farrell sambil tersenyum hangat.


"Kakek Prayoga bagaimana apakah kakek setuju?" Tanya Linda.


"Saya sangat sangat setuju untuk menggunakan Box Kontainer itu, saya dulu juga pekerja kasar seperti mereka dan saya juga merasakan penderitaan mereka itu" ucap Kakek Prayoga dengan ramah.


"Jika demikian pertemuan ini selesai sampai disini saja ya, jika ada hal lain yang perlu di bahas mengenai pembangunan maka kalian selesai saja" ucap Linda sambil berdiri dan melangkah keluar dari ruang rapat itu bersama Mily.


"Farrell apa pendapatmu?" Tanya Bradley.


"Mengenai apa?" Ucap Farrell yang balik bertanya.


"Bisnis kita lah, masa soal Linda." Ucap Bradley.


"Trus soal Linda bagaimana …. Aduh" ucap Bradley yang terputus karena di jitak oleh Mister Grahan.


"Jam kerja ya kerja, jika di luar silahkan urusan pribadi" ucap Mister Grahan 


"Ayah oh ayah" ucap Bradley sambil mengusap ngusap kepalanya.


"Sudah ssudah sekarang kita bubar, masih banyak yang harus kita kerjakan, dan Farrell lebih baik lagi kau segerkan itu box kkontainer jangan sampai Linda menegur mu lagi, karena jika dua teguran yang sama maka dia tidak akan pernah percaya lagi dengan mu" ucap Mister Alexander.


"Iya, aku pastikan jika malam ini sudah sampai dan siap pakai kok" ucap Farrell sambil mengambil ponselnya lalu menghubungi rekanan kerjanya.


"Bro, satu box kontainer bisa muat berapa orang jika untuk asrama" ucap Farrell melalui panggilan telepon itu.


"Enam sampai delapan dengan kamar mandi di dalam, perlu berapa?" Ucap rekanan Farrell itu.


"Kirim 200 buah saja, nanti aku kirimkan lokasinya, jangan lupa kirimkan nota nya ya" ucap Farrell.

__ADS_1


"Oke, jika hanya 200 buah sudah siap, untuk asrama saja kan, apa mau yang sekalian kantor" ucap rekanan Farrell itu.


"Yang sepuluh kantor, dan seratus sembilan puluh asrama" ucap Farrell.


"Oke beres" jawab rekanan Farrell sambil kemudian panggilan telepon itu di putuskan oleh Farrell.


Farrell langsung mengirimkan lokasi untuk pengiriman ke rekanannya dan dia tidak lama kemudian mendapatkan nota pembelian yang langsung dia kirimkan ke bagian keuangan perusahaannya.


"Sudah beres paling lambat jam tujuh malam ini datang Box Kontainernya, aku permisi sebentar mau menemui mandor mandor proyek agar mereka berhenti bekerja dulu dan membongkar semua bedeng itu" ucap Farrell sambil berdiri.


"Iya kau pergilah dan bereskan semuanya, ini semua untuk kebaikan kita juga kok" ucap Kakek Prayoga dengan ramah.


"Iya Kek, Mister Grahan dan Mister Alexander saya permisi dulu, Bradley ayo ikut dengan ku" ucap Farrell.


…..


"Miss, sudahlah jangan di lihatin terus itu buket coklatnya, nanti lumer loh coklatnya" ucap Mily menggoda Linda.


"Kau ini tidak bisa lihat aku senang ya" ucap Linda.


"Ntar juga ada buket lainnya kok" ucap Mily sambil tersenyum lebar.


"Sok Tahu kau" ucap Linda sambil duduk di kursi kerjanya.


"Iya lah, lha wong dulu Bradley memberikan yang sama kepadaku, aku yakin ini ide Bradley" jawab Mily sambil tertawa ringan.


"Apa Bradley memberikan jam tangan seperti ini kepada mu" ucap Linda sambil memperlihatkan jam tangannya ke Mily.


"Widiiiiih kereeeeen banget, koleksi anda jadi lengkap dong" ucap Mily dengan mata berbinar binar.


"Iya, jam ini hadiah pertama dari Farrell untukku" ucap Linda.


"Trus kurang apalagi? Harta anda sudah memilikinya, malah sudah masuk lima terkaya, calon juga sudah ada tinggal di jadikan saja bukan." Ucap Mily sambil bersandar di kursinya.

__ADS_1


__ADS_2