From Sydney With Love

From Sydney With Love
Pertemuan Warga 3


__ADS_3

"Bapak dan ibu silahkan untuk mengutarakan apa yang bapak dan ibu pikirkan, saya yakin jika banyak sekali yang ingin bapak ibu sampaikan kepada saya bukan" ucap Linda dengan sangat sopan dan ramah.


"Linda, jadi rumah kami akan di bongkar dan di bangun jadi seperti di video itu, kami mana punya uang untuk memiliki rumah sebagus itu, kami kan hampir semuanya bekerja di perkenankan milikmu" ucap seorang pria sepuh.


"Jadi begini, yang ingin saya sampaikan mengenai pembangunan desa ini agar bapak dan ibu dan semuanya tidak salah paham kepada saya,


Pertama mengenai perkantoran yang saya hendak buat adalah semata mata agar saya bisa bekerja dekat dengan rumah dan masih di desa ini, nantinya jika ada anak bapak ibu yang ingin bekerja maka akan mendapatkan pelatihan khusus dari bawahan saya sehingga mereka bisa terlatih sehingga cocok untuk bekerja di perusahaan saya karena prioritas pertama saya adalah penduduk desa kita ini.


Kedua mengenai rumah baru bapak dan ibu seperti yang kita lihat di video itu semua tidaklah gratis karena saya menukarnya dengan rumah dan tanah yang saat ini bapak ibu tempati jadi kita akan saling tukar kunci dan di rumah baru nanti juga akan langsung sertifikat hak milik atas nama bapak atau ibu, kenapa sebesar itu alasannya adalah jika ada anak bapak ibu yang menikah maka masih bisa tinggal di rumah itu karena selain besar kamarnya juga banyak.


Ketiga, area jual beli semuanya saya berikan gratis dan akan di bangun sesuai dengan jumlah kepala keluarga disini tentunya jadi antara jumlah rumah dan jumlah tempat usaha adalah sama, siapa yang boleh berusaha disana tentunya bapak ibu, saya akan melarang dan akan mengambil kembali apa yang sudah saya berikan jika ternyata bapak ibu menjual atau menyewakan rumah atau tempat usaha itu.


Kita akan membuat surat perjanjian dimana isinya adalah bapak dan ibu termasuk keturunan bapak ibu dilarang menjual dan menyewakan aset bangunan yang saya berikan.


Apakah ada lagi yang ingin di tanyakan, atau mungkin ingin menolak rencana pembangunan ini" ucap Linda menjelaskan dengan sangat ramah.

__ADS_1


"Linda, maaf tapi kau tahu saya hidup sendiri, dan rumah sebesar itu saya tidak akan akan mampu untuk mengurusnya, saya memberikan izin untukmu membangun ulang desa ini selain karena memang kau membangun di tanahmu sendiri juga karena ini untuk kebaikan penduduk desa di masa yang akan datang namun satu hal yang aku inginkan, tolong bangunkan untuk saya rumah yang kecil saja" ucap seorang pria sepuh yang merupakan tokoh warga dan memang dia hidup seorang diri.


"Tentu saja, itu tadi hanya rencana keinginan ku saja, jika memang rumah itu terlalu besar maka aku akan membuatnya lebih kecil dan pastinya sangat nyaman, apakah ada lagi masukan dan saran atau keinginan" ucap Linda sambil melihat ponselnya karena dia dari tadi merekam pembicaraan pembicaraan dengan penduduk desa.


"Linda itu benar kami senang mempunyai rumah yang mewah namun itu terlalu besar bagaimana jika rumahnya kecil saja dan tanahnya tetap seluas itu agar selalu menjadi tanah keluarga kami, dan jika anak kami menikah maka bisa membuat rumah yang sama di area tanah kami itu saja" ucap seorang ibu ibu yang berusia empat puluh tahunan.


"Benar Linda, rumah sebesar itu kami akan sangat kelelahan untuk mengurusnya" ucap seorang ibu ibu lainnya.


"Linda saya juga sama, saya senang dengan pembangunan desa ini tapi saya lebih setuju jika rumahnya kecil saja namun nyaman digunakan, dan kolam renang masing masing rumah sepertinya tidak perlu mendingan kami beternak ayam atau ikan saja buat di jual" ucap seorang ibu ibu lainnya.


"Linda, maaf saya mau tanya jika kami mendapatkan tempat usaha maka siapa yang berkebun nantinya dan mengurus perkebunan mu" ucap seorang bapak bapak.


"Baik, saya jawab dulu ya, untuk rumah maka akan di perkecil ukuran nya jadi masing masing akan saya bangunkan rumah dua lantai dengan empat kamar tidur dengan sebuah taman di depan rumah dan akan ada lahan kosong di bagian belakang rumah yang dapat di gunakan untuk bertani atau beternak.


Namun sepertinya untuk beternak kurang pas jika di area rumah bagaimana jika saya membangun area peternakan saja yang letaknya tidak dekat dengan area rumah, masing masing saya berikan seribu meter untuk peternakan, jadi tanah kosong di halaman belakang rumah bisa untuk anak anak bapak dan ibu jika ingin membangun rumah nantinya,

__ADS_1


Dan saya tidak memaksa siapapun untuk bekerja kepada saya untuk menjaga dan mengurus saya, bapak dan ibu semuanya memiliki kemerdekaan untuk tetap mengurus kebun saya atau memilih beternak atau memilih berdagang atau tiga tiga nya, bagaimana apakah ada lagi yang ingin disampaikan atau ada keinginan lainnya, saya berikan waktu setengah jam untuk bapak dan ibu berbincang dengan keluarga bapak ibu" ucap Linda dengan ramah sambil berdiri lalu duduk kembali di kursinya membiarkan semua warga desa untuk berbincang terlebih dulu dengan keluarga mereka.


"Mister Grahan aku akan mengambil laptop dan bisakah anda dalam waktu sebentar saja membuat desain rumah yang di inginkan oleh para penduduk desa" ucap Linda dengan sangat ramah.


"Linda saya sudah mempersiapkannya, dan sudah ada di ponsel saya beberapa video lima dimensi dari opsi opsi rumah warga, sengaja saya persiapkan mengantisipasi terjadinya hal seperti ini, jadi biarkan saya untuk memperlihatkannya kepada para penduduk" ucap Mister Grahan dengan sangat ramah.


"Syukurlah, anda memang yang terbaik dan bisa aku andalkan selamanya" ucap Linda pelan namun terdengar oleh mister Grahan.


Mister Grahan hanya tersenyum dan langsung berdiri lalu meletakkan kembali projector portable milik Linda di atas meja yang sebelumnya dan langsung menghubungkan dengan ponselnya lagi.


"Bapak ibu maafkan saya mengganggu waktu bapak dan ibu kembali, saya akan memperlihatkan beberapa video rumah namun hanya satu nantinya yang mendapatkan suara terbanyak yang akan di bangun" ucap Mister Grahan sambil memutar video yang sudah disiapkan yaitu video beberapa desain rumah minimalis modern.


Semua penduduk desa tampak kembali melihat ke dinding yang kembali menayangkan rekaman video dan mereka sangat antusias untuk melihat model model rumah yang di tayangkan di video tersebut.


Mister Grahan sengaja tidak bersuara melainkan hanya memutar rekaman video itu saja karena ada dua puluh model rumah minimalis modern yang dia desain untuk penduduk desa itu.

__ADS_1


__ADS_2