
Tepat jam 06.00 Wib Linda keluar dari kamarnya dengan sudah menggunakan pakaian kerja yang baru, karena di situ semuanya tersedia seperti di rumahnya dan langsung menuju dapur untuk membuat sarapan untuk dirinya namun yang dia lihat adalah Mily yang sibuk membuatkan sandwich untuknya.
"Mily, pagi sekali kau sudah disini" ucap Linda sambil duduk di meja makan.
"Iya Miss, suamiku tadi jam empat pagi sudah berangkat ke canada jadi aku tidak bisa tidur lagi ya sudah aku ke sini saja, oh ya itu coklat panas anda" ucap Mily sambil melihat ke arah Linda.
"Iya terima kasih, ada apa suami mu ke Canada, perasaan sering sekali dia kesana?" Tanya Linda dengan ramah.
"Oooh itu karena dia memiliki usaha disana, jadi dia enam bulan sekali kesana" jawab Mily sambil membawa dua piring yang berisi sandwich untuknya dan juga untuk Linda.
"Terima kasih, lalu Usaha apa dia disana?" Tanya Linda sambil menerima piring yang berisi sandwich itu.
"Dia punya beberapa showroom mobil saja di Canada" jawab Mily sambil duduk di depan Linda.
Mereka berdua menikmati sarapan mereka dan tidak ada seorang pun yang berbicara selama mereka menikmati makanan itu.
"Aku bingung sama kau Mily, kenapa kau waktu aku tawarkan menjadi direktur utama perusahaan ku ini menolaknya bahkan kau malah menyodorkan nama Michelle" ucap Linda yang sudah menghabiskan sandwichnya.
"Miss, aku kerja di bersama anda sudah nyaman, bukankah aku sekarang saja di atas para direksi dan komisaris, lagi pula anda kan tahu sendiri aku kerja hanya untuk mengisi waktu, jadi bisa menemani sahabat baikku bekerja itu sudah lebih baik untuk ku" jawab Mily sambil mengambil piring yang sudah kosong lalu mencucinya.
"Mily oh Mily sejak kau jadi adik kelas ku sampai sekarang tidak pernah berubah" ucap Linda.
"Miss Linda, kau atasan ku dan juga sahabat karib ku, sudahlah jangan minta aku memimpin perusahaan lagi ya, dan juga aku tidak ingin berada di atas suami ku dalam hal pendapatan keuangan dan posisi pekerjaan" ucap Mily sambil tertawa ringan dan masih mencuci piring piring yang kotor.
"Untuk sekarang aku iya kan saja dulu namun tawaran ku akan terus berlaku untuk mu" ucap Linda sambil kemudian meminum habis coklat nya.
__ADS_1
"Miss, anda kapan akan kembali ke Indonesia biar saya siapkan tiketnya" ucap Mily sambil mengambil cangkir bekas coklat panas Linda.
"Nanti malam saja, jadi. Sampai Jakarta agak pagi dan aku bisa sampai desa ku siangnya" ucap Linda.
"Okays, aku kira mau bareng bersama dengan Farrell" ucap Mily.
"Kenapa kau bicara seperti itu?" Tanya Linda.
"Anda tahu kemarin di ruang rapat pandangan matanya menunjukkan jika dia sangat menyukai anda loh" goda mily.
"Aku belum mau dekat dengan laki laki, setidaknya sampai aku bisa mewujudkan semua keinginan ayah ku" Jawab Linda
"Sebentar lagi kan keinginan ayah anda untuk membuka perusahaan di Bandung terwujud jadi anda sudah mengabulkan keinginan ayah anda" ucap Mily.
"Ya kita lihat saja nanti jika memang dia jodoh ku ya siapa tahu tapi aku tidak ingin dan tidak akan berharap banyak, biarkan saja semuanya mengalir seperti air" ucap Linda sambil berdiri dan melangkah menuju ruangan kantornya.
Sementara itu Farrell juga sudah siap untuk menuju kantor Linda dan saat ini dia tengah menikmati sarapannya di restoran hotel.
"Semoga semua yang ku lakukan ini bisa berbuah manis untuk perusahaan ku dan juga untuk masa depan ku, dan semoga saja ini menjadi awal kedekatan ku dengan Linda" ucap Farrell dalam hatinya sambil berdiri dan meninggalkan restoran hotel.
Farrell langsung menaiki taksi menuju ke kantor Linda dan jika sesuai perhitungan maka dia akan sampai jam 07.40 wib karena jarak antara hotel dan kantor Linda tidak sampai dua kilometer
Linda saat ini sedang membereskan kantornya untuk menyiapkan barang barang yang hendak dia paketkan, dia sengaja hendak mengirim via paket agar tidak menyusahkan anak buahnya nanti.
Tidak banyak yang akan Linda kirim melalui paket hanya beberapa album photo kenangan bersama dengan ayah ibunya dan beberapa pernak pernik kecil peninggalan ayah ibunya, karena barang barang lainnya sudah di kirimkan lebih dulu dan untuk berkas berkas asli perusahaan akan di bawa langsung oleh Mily.
__ADS_1
Linda dan Mily asyik dengan packing barang barang itu tanpa mengetahui jika jam sudah menunjukkan pukul 07.50 wib.
Drrrrrrrt
Ponsel Mily yang disimpan di meja bergetar dan langsung di ambil oleh Mily yang ternyata panggilan telepon dari mister Alexander.
"Mily, Tuan Farrell sudah datang sepuluh menit yang lalu dan tolong sampaikan ke Miss Linda jika pertemuan hari ini akan di mulai kurang dari sepuluh menit" ucap Mister Alexander melalui panggilan telepon itu.
"Oke baik, terima kasih sudah mengingatkan, kami akan segera kesana" ucap Mily sambil memutuskan panggilan telepon itu.
"Miss maaf namun sudah pukul 07.53 wib dan Tuan Farrell sudah sampai sepuluh menit yang lalu" ucap Mily ke Linda yang sedang berjalan untuk duduk di kursi meja kerja nya.
"Wah tidak terasa ya, ya sudah ayo kita ke bawah lagi pula nanti tinggal kau kirimkan saja melalui paket" ucap Linda yang tidak jadi duduk melainkan hanya mengambil ponselnya saja.
Linda dan Mily langsung berjalan ke lift dan langsung menuju ke ruang rapat di lantai dua puluh empat lalu masuk ke ruang rapat.
Semua orang yang sudah ada di ruang rapat langsung berdiri saat Linda masuk untuk menghormati orang nomor satu di kantor itu.
Linda dan Mily pun langsung duduk di kursi mereka dan semuanya kembali duduk di kursinya masing masing.
"Terima kasih semuanya sudah hadir maaf jika saya terlambat, jadi apakah berkas bangunan apartemen dan juga surat suratnya sudah ada" ucap Linda memulai pembicaraan mereka.
"Sudah semua Miss, sudah ada di saya dan mengenai harga juga sudah sepakat, untuk berkas asli menyusul saja biar nanti saya dan Grahan yang ikut ke Bandung bersama Tuan Farrell, saya juga akan mengajak satu orang Tim legal kita agar semua surat surat bisa di balik namakan ke kita" ucap Mister Alexander dengan sangat sopan.
"Baguslah jika demikian, lalu Jane apakah kontrak jual beli sudah di siapkan?" Tanya Linda sambil melihat ke arah Jane.
__ADS_1
Jane kemudian berdiri dan memberikan beberapa berkas kontrak jual beli untuk di pelajari oleh Linda dan linda langsung membacanya dengan teliti.
"Silahkan di pelajari dahulu seandainya ada yang kurang berkenan maka akan kita revisi dan mengenai harga juga sudah ada kesepakatan bukan" ucap Linda sambil memberikan kontrak jual beli tersebut ke Farrell.