From Sydney With Love

From Sydney With Love
Kangen dengan Sydney


__ADS_3

“Linda, ibu sudah mendengar semuanya dari Mily dan ibu ingin tahu apa rencana mu selanjutnya.” Ucap Miss Elvira.


“Ibu,  Linda tidak ada rencana apa apa, jika memang Farrell jodoh ku maka aku akan menerimanya, namun jika dia ternyata jodoh orang ya sudah, Linda tidak mau melawan takdir.” Ucap Linda.


“Linda boleh ribuan wanita menyukai Farrell namun kan hatinya mungkin hanya untuk mu.” Ucap Miss Lissa.


“Iya Bu,. Mungkin, oh ya Nek, Linda tadi memesan lukisan untuk di rumah Nenek dan rumah Linda, lukisan kakek nenek dan linda juga Ayah dan Ibu juga.” Ucap Linda mengalihkan pembicaraan itu.


“LInda, kita kan tidak punya photo berlima.” Ucap Nenek Evi.


“Iya Nek, makanya di jadikan lukisan aja, nanti deh jika sudah jadi nenek melihatnya pasti suka deh, Linda juga membeli beberapa lukisan tentang Sydney karena entah kenapa Linda sangat merindukan Sydney.” Ucap Linda.


“Linda jika memang kau kangen dengan Sydney maka pergilah, nenek dan kakek kan sudah ada yang menemani.” Ucap Nenek Evi yang tahu jika Linda ingin menenangkan dirinya dengan pulang ke Sydney.


“Iya Nek, nanti mungkin Linda akan ke Sydney dulu untuk beberapa hari saja kok, Linda kangen dengan ayah ibu dan ingin menginap di rumah ayah dan ibu.” Ucap Linda.


“Linda kapan kau mau berangkat.” Ucap Miss Lissa.


“Belum tahu Bu.” Ucap Linda.


“LInda, jika kau pulang tolong lihatin rumah ibu ya sekalian.” Ucap Miss Elvira.


“Iya dong Bu itu sudah pasti akan Linda lakukan, rumah ibu berdua pasti Linda datangi kok.” Ucap Linda.


“Linda, jika menurut Ibu, sebaiknya kau mencari tahu tentang wanita wanita itu, bisa jadikan tidak ada hubungan apapun dengan Farrellnya.” Ucap Miss Elvira.


“Iya Bu, nanti Linda cari tahu, tapi Farrell tadi mengirimkan pesan singkat katanya tidak ingin ikut makan malam bersama dan sepertinya dia menemui wanita itu.” Ucap Linda.


“Sebaiknya kau juga ikut kesana dan melihatnya langsung jadi tahu apa yang sebenarnya mereka lakukan di sana.” Ucap Miss Lissa.


“Linda juga berencana seperti itu Bu, nanti setelah Linda mengantar pulang Ibu dan Nenek, Linda akan kesana untuk melihatnya.” Ucap Linda.

__ADS_1


“Linda dari pada kamu bolak balik, jadi kami naik taksi saja tidak apa apa.” Ucap Nenek Evi.


“Nek, Linda mau berganti pakaian dan mau ganti mobil juga, soalnya mobil yang sekarang kita pakai, kan Farrell sudah tahu.” Ucap Linda.


“Linda apakah Farrell tidak mengetahui semua mobilmu itu.” Ucap Miss Elvira.


:Tidak Bu, dia tidak pernah ke garasi yang di belakang rumah, dia hanya tahu yang di garasi depan saja, kan mobil dan motor yang ada di garasi belakang kebanyakan Linda tutup jadi Ayah pun tidak tahu semuanya.” Ucap Linda.


“Iya, Ibu juga tidak tahu semuanya.” Ucap Miss Lissa.


“Apalagi Nenek soalnya kebanyakan mobil dan motor mu itu.” Ucap Nenek Evi.


“Hal yang membuat Linda kaget adalah karena Farrell mempunyai banyak teman wanita yang seolah olah di gantung tanpa kepastian, bukankah jika dia memang tidak menyukai wanita itu dia bisa tegas menolaknya.” Ucap Linda.


“Linda kita hidup di lingkungan yang semuanya serba pasti ya mungkin Farrell memang tidak berniat menggantung namun dia hanya menjadikan wanita wanita itu sebagai sahabatnya saja.” Ucap Miss Lissa.


“Iya Bu, Mungkin Linda terlalu fokus bekerja ya jadi tidak terbiasa dengan hal ini, kita di Sydney membiasakan diri dari dulu untuk hanya berhubungan sesuai dengan kapasitas kita, berteman dan bekerja memang hal yang biasa untuk kita namun hal seperti ini masih baru untuk Linda.” Ucap Linda.


Wanita Pelayan itu kemudian meletakan Jus Jus yang dibawanya di atas meja lalu kembali keluar dari ruangan itu.


“Miss, semua tagihan sudah aku selesaikan ya, ini pakai ini.” Ucap Mily memberikan kembali kartu debit milik Linda yang tadi di berikan ke Miss Lissa.


“Iya.” Ucap Linda sambil menerima kartu debit itu dan menyimpan kembali kartu debitnya ke dalam dompetnya.


“Miss, lihat ini.” Ucap Mily sambil memberikan ponselnya ke Linda.


Linda kemudian menerima ponsel itu dan lihat rekaman video singkat di ponsel Mily, dan di sana dia melihat jika Farrell tadi duduk bersama seorang wanita lalu pergi berdua sambil bergandengan tangan.


“Kau tidak menyapanya.” Ucap Linda sambil mengembalikan ponsel Mily.


“Tidak, lha wong aku melihatnya sebentar saja, lihat saja dia duduk langsung pergi, jadi restoran ini hanya sebagai tempat janjian saja.” Ucap Mily.

__ADS_1


Linda kemudian mengambil Ponselnya dan langsung menghubungi Mister ALexander melalui panggilan telepon.


“Linda ada apa?.” Tanya Mister ALexander sekaligus membuka percakapan telepon itu.


“Ayah apa pertemuan hari ini sudah selesai.” Ucap Linda.


“Tadi hanya sebentar saja, jam sebelas siang juga sudah beres semua, dan jalan utama akan dilebarkan seluas enam meter jadi truk truk besar sudah bisa masuk nantinya, terus ayah juga sudah mendapatkan persetujuan untuk membuat rumah rumah ibadah di desa impian.” Ucap Mister Alexander.


“Ayah, jam berapa Farrell pergi tadi.” Ucap Linda.


“Tadi selesai makan siang dia sudah pergi, katanya ada urusan yang harus dia selesaikan, ayah tidak tahu urusan apa karena tidak mau tahu urusan pribadinya, apakah ada masalah.” Ucap Mister Alexander.


“Tidak Ayah, aku hanya ingin tahu saja.” Ucap Linda.


“Oke jika begitu Ayah lanjut kerja lagi ya, ayah sama Grahan sedang membuat perencanaan pembangunan rumah rumah ibadah agar lebih matang lagi, karena baru desain kasar saja tadi yang kami buat.” Ucap Mister Alexander.


“Iya Ayah, Bye.” Ucap Linda.


“Bye Linda.” Ucap Mister Alexander dan panggilan telepon itu pun kemudian di akhiri oleh LInda.


“Linda apa ada masalah.” Ucap Miss Lissa.


“Tidak Bu, hanya Mily tadi melihat Farrell bertemu dengan seorang wanita di restoran ini dan mereka langsung pergi sambil bergandengan tangan layaknya kekasih.” Ucap Linda.


“Mily Benarkan hal itu, kenapa kau tidak menegur Farrell.” Ucap Miss Lissa.


“Ibu semuanya terjadi sangat cepat dan mereka tampak terburu buru juga.” Ucap Mily.


“Mily kirimkan video itu kepadaku.” Ucap Linda.


“Sedang mengirim Miss, disini internetnya lambat soalnya dan tadi aku menggunakan settingan terbaik saat merekam jadi ukuran file nya banyak.” Ucap Mily.

__ADS_1


“Mungkin itu saudaranya yang baru bertemu, kan kita belum mengenal semua saudara perempuan Farrell.” Ucap Miss Elvira


__ADS_2