From Sydney With Love

From Sydney With Love
Menambah Aset Pribadi


__ADS_3

"Ini kek, belanja buat makan makan bersama nanti siang di rumah kakek, emang nenek belum bilang jika Mister Alexander dan Mister Grahan akan datang bersama dengan rekanan bisnisku" ucap Linda sambil membuka pintu belakang mobilnya untuk menurunkan belanjaannya.


"Nenek sudah bilang, namun kenapa kau membeli sebanyak ini" ucap kakek muchtar sambil membantu membawakan belanjaan Linda ke dalam rumahnya.


"Kakek jika lebih kan bisa di simpan di kulkak kakek, dan soal ikan jambal roti tadinya aku mau beli lebih banyak karena aku tahu kakek suka sekali bukan, tapi adanya hanya segitu saja, besok besok deh aku ke pasar lagi memborongnya untuk kakek" ucap Linda sambil terus berjalan dengan membawa banyak barang.


"Cucuku oh cucuku kau ini terlalu memanjakan kami" ucap kakek Muchtar sambil membantu membawakan beberapa kantong plastik besar.


Sampai tiga balikan mereka mengambil semua belanjaan tersebut dan kini keduanya sudah duduk di teras rumah itu.


"Kakek, Linda sengaja selalu membeli banyak barang untuk kakek dan nenek, karena biar bagaimana pun juga sudah menjadi kewajiban Linda untuk memenuhi kebutuhan hidup kalian" ucap Linda dengan sangat hormat.


"Cucuku terima kasih ya, di hari tua ini kakek sangat senang dengan kehadiran mu disini bersama kami, tapi bagaimana dengan bisnis mu apakah tidak apa apa selalu kau tinggalkan" ucap Kakek muchtar dengan penuh rasa kasih sayang.


"Kakek, Linda minta doanya, Linda akan membangun perusahaan baru di kota Bandung dan jika sudah berjalan seperti di Sydney maka Linda akan bisa santai dan punya banyak waktu lagi untuk kalian" ucap Linda sambil melihat kedatangan neneknya yang membawa banyak sayuran yang masih segar segar.


"Iya cucuku" ucap kakek muchtar.


Linda kemudian membantu membawakan sayuran yang di bawa pulang oleh neneknya itu dan dia membawanya langsung ke dapur.


"Linda Nenek tadi pagi sudah meminta bantuan tetangga untuk membersihkan halaman rumahmu agar tidak berantakan, apakah bagian dalamnya mau di bersihkan juga? Jika ya biar nenek sampaikan, biar mereka balik lagi ke rumah mu" Ucap Nenek Evi sambil membersihkan sayuran yang tadi dia petik dari kebun.

__ADS_1


"Dalam sudah bersih Nek, tadi Linda sudah bersihkan kok" jawab Linda sambil membantu membersihkan sayuran sayuran itu.


"Baguslah jika sudah beres, jangan sampai tamu mu datang, rumah mu masih berantakan, jangan sampai membuat malu dirimu sendiri ya, oh ya ada kebun seluas satu hektar mau di jual apa kau mau beli lagi" ucap Nenek Evi.


"Boleh Nek, sebelah mana kebun yang kemarenan aku beli" ucap Linda.


"Di sebelahnya, pemiliknya juga sama, sepertinya dia mau pindah ke kota, bahkan rumahnya juga mau dijual jika kau mau beli untuk memperluas rumahmu kan rumah kalian bersebelahan, katanya tadi dia ke rumahmu namun kau tidak ada jadi dia kesini tadi bilang sama nenek" ucap Nenek Evi.


"Ooooh pak Acun, ya sudah takutnya dia lagi perlu uang, Linda kesana dulu sebentar ya Nek" ucap Linda dengan sangat ramah.


"Iya pergilah, soal masakan kau tidak perlu khawatir, nenek sudah minta tetangga kita untuk membantu nenek, jadi kau kesana saja" ucap Nenek Linda.


"Iya Nek, makasih, Nek berapa orang yang akan membantu memasak" ucap Linda sambil mengambil tasnya.


"Oke deh Nek, Linda pamit ya, nanti Linda ke sini pas dzuhur ya Nek" ucap Linda yang di balas anggukan kepala oleh nenek Evi.


Linda kemudian keluar dari dalam rumah kakek neneknya dan ternyata kakeknya sudah tidak ada di teras sehingga di langsung masuk mobilnya dan pulang ke rumahnya.


Linda langsung memasukan mobilnya ke garasi rumahnya dan melangkah menuju rumah Pak Acun yang ada sebelah kiri rumahnya.


"Assalamu'alaikum, tadi kata nenek bapak ke rumah saya ya Pak" ucap Linda yang menjumpai Pak Acun di teras rumah sedang hendak bepergian.

__ADS_1


"Waalaikumsalam, Linda iya ini juga saya hendak ke rumah mu lagi, barusan aku lihat mobilmu eh kamu keburu kesini, ayo masuk" ucap Pak Acun dengan sangat ramah sambil kemudian membuka pintu rumahnya.


Linda kemudian mengikuti Pak Acun dan langsung duduk di sofa yang ada di ruang tamu pak acun dengan sopan sambil menyimpan tasnya di sampingnya.


"Linda, anak saya kan sudah akan melahirkan jadi saya dan istri akan pindah, kebetulan ada rumah dekat rumah anak saya yang di jual, nah karena hal itu jadi saya akan menjual semua aset yang saya miliki di desa ini, dari pada saya menjualnya ke orang lain lebih baik saya menjualnya ke Linda saja bukan" ucap Pak Acun bersamaan dengan Bu Acun datang membawa air teh hangat.


"Linda silahkan di minum dulu, mumpung masih hangat" ucap Bu Acun dengan ramah.


"Ibu Terima kasih, dan Pak Acun berapa yang bapak minta untuk kebun dan rumah bapak ini" ucap Linda dengan ramah.


"Linda yang saya hendak jual, satu hektar kebun yang di samping kebun mu, dua puluh hektar kebun di kiri dan kanan jalan desa, dan juga rumah ini adapun yang saya tawarkan senilai empat miliar rupiah, semuanya juga sudah bersertifikat hak milik kok" ucap Pak Acun sambil memberikan beberapa serikat ke Linda.


"Pak, jika begitu saya transfer saja ya, uang tunai saya tidak cukup jika empat miliar rupiah dan jika harus ke Bank juga kita sudah kesiangan" ucap Linda sambil memeriksa sertifikat sertifikat kepemilikan tanah dan rumah itu.


"Linda, semua pajak juga sudah saya bayar kok jadi tidak perlu khawatir, saya juga tidak keberatan jika Nak Linda mau mentransfernya" ucap Pak Acun dengan wajah berseri demikian juga dengan Bu Acun yang tampak berseri.


Linda hanya tersenyum dan terus memeriksa sertifikat sertifikat kepemilikan tanah dan rumah itu dengan teliti karena dia tidak ingin ada kecurangan.


Linda yang sudah mengecek keaslian sertifikat sertifikat kepemilikan itu kemudian menyimpan kembali semua sertifikat itu di atas meja lalu meminum air teh yang dibawakan oleh Bu Acun tadi.


"Pak, saya sudah mempelajari sertifikat sertifikat ini dan sebentar saya cek dulu, seharusnya wifi rumah saya sampai ke sini" ucap Linda dengan ramah sambil mengambil ponselnya dan ternyata wifi rumahnya tidak sampai ke rumah pak Acun.

__ADS_1


"Wah Pak Bu, ternyata tidak sampai sini wifi rumah saya nya, kita ke rumah saya ya, sambil membuat kwitansi pembelian nya, kebetulan di rumah saya ada materai tempelnya." Ucap Linda sambil tersenyum ramah dan menyimpan kembali ponselnya ke dalam tasnya.


__ADS_2