
"Sudah jangan dengarkan mereka, desain nya nanti aku kirimkan melalui email, dan yang jelas semua bentuk bangunan sama aku tidak ingin ada perbedaan apapun dalam bangunan jika furniture ya silahkan saja" ucap Linda sambil melihat jam tangannya dan seharusnya sebentar lagi adzan ashar.
"Baik nanti saya kirimkan alamat email saya" ucap Farrell dengan sangat sopan.
"Sebentar lagi akan masuk waktu shalat ashar jadi saya bersama dengan kakek dan nenek akan turun lebih dulu, jika kalian semua akan disini dulu tidak apa apa, nanti selesai shalat ashar berjamaah di masjid aku akan kesini lagi" ucap Linda dengan ramah.
"Kami juga akan ikut shalat berjamaah di masjid, ayo Farrell" ucap kakek Prayoga.
"Linda kami berdua disini dulu saja ya, udaranya sangat enak sayangnya kenapa kau tidak membuat gazebo disini" ucap Mister Alexander.
"Ada rumah pohon di sana jika kalian berdua mau bersantai" ucap Linda sambil menunjuk ke salah satu pohon besar di sebelah kanan nya.
"Kenapa, kita dari tadi tidak melihatnya, ayo Grahan kita kesana saja" ucap Mister Alexander sambil melangkah menuju ke pohon besar yang ada rumah pohon yang sangat besar dan memang ini biasa buat linda bersantai.
Linda dan yang lainnya langsung turun menuju ke rumah kakek neneknya sedang kan Farrell bersama dengan kakeknya dan kakek muchtar langsung menuju masjid, karena Linda dan neneknya hendak mengambil mukena mereka dan mukena untuk nenek Wati.
Adzan Ashar berkumandang tepat saat Linda dan kedua neneknya itu sampai kembali ke masjid, semuanya shalat ashar berjamaah kecuali Mister Alexander dan Mister Grahan yang non muslim.
"Linda, saya mendengar dari Farrell jika Mister Grahan dan Mister Alexander akan tetap disini jadi kami bertiga akan pamit pulang terlebih dulu, kami janji akan sering ke sini nantinya" ucap Kakek Prayoga dengan sangat sopan setelah mereka selesai shalat ashar berjamaah dan masih di halaman masjid.
"Baik jika demikian mari saya antar ke rumah saya" ucap Linda dengan ramah dan mereka semua langsung berjalan menuju rumah Linda bersama dengan kakek dan nenek Linda juga yang ingin ikut mengantar kepergian mereka bertiga.
__ADS_1
Sesampainya di rumah Linda mereka langsung menuju mobil mereka dan ternyata sopir kakek Prayoga sudah memutar balikkan mobil mereka.
"Kau pulang saja bawa mobil belakang biar Farrell saja yang menyupiri kami" ucap kakek Prayoga ke sopirnya.
"Kakek aku nggak ikut pulang, aku masih harus menunggu orang yang akan survei lokasi menara BTS agar sinyal ponsel di Desa ini bisa ada" ucap Farrell dengan sangat hormat.
"Ya sudah jika begitu, Linda, kakek muchtar dan Nenek Evi kami berdua pamit ya" ucap Kakek Prayoga dengan sangat sopan sambil bersalaman dengan Linda dan juga kakek neneknya demikian juga dengan nenek Wati.
Kakek Prayoga dan Nenek Wati langsung menaiki mobil mereka dan langsung meninggalkan rumah Linda untuk kembali ke rumah mereka.
"Kakek dan nenek juga akan pulang, kami berdua mau beristirahat, Farrell senang bertemu dengan mu" ucap Kakek Muchtar dengan ramah sambil kemudian meninggalkan Linda dan Farrell berduaan di halaman rumah Linda dan nenek Evi juga sama langsung mengikuti Kakek Muchtar.
"Farrell jika kau mau istirahat bisa di paviliun tamu saja ya yang sebelah sana" ucap Linda sambil menunjuk ke bangunan yang terpisah dan ada lima bangunan terpisah yang di jadikan Paviliun tamu.
"Ya sudah pergilah, aku ingin beristirahat dulu soalnya jangan lupa kirimkan alamat email mu kepada ku" ucap Linda dengan ramah sambil berjalan menuju teras rumahnya.
Farrell hanya tersenyum dan langsung mengirimkan pesan singkat ke Linda yang berisi alamat emailnya lalu melangkah kembali ke atas bukit itu untuk menemui Mister Alexander dan Mister Grahan sambil menunggu orang orang dari pihak menara BTS itu.
Banyak penduduk desa yang melihat Farrell dan banyak yang mengira jika Farrell adalah calon suami dari Linda, namun banyak juga yang mengira jika Farrell hanyalah anak buah Linda.
"Farrell kemana kakek nenekmu?" Tanya mister Alexander saat Farrell sampai di rumah kayu itu.
__ADS_1
"Mereka sudah pulang dan aku masih menunggu orang orang yang akan survei untuk lokasi pemasangan menara BTS di desa ini" ucap Farrell dengan ramah.
"Farrell apakah Linda sudah mengirimkan emailnya kepada mu" ucap Mister Grahan.
"Belum, sebentar lagi mungkin" ucap Farrell sambil mengeluarkan ponselnya dan berbarengan dengan masuknya email desain rumah yang Linda inginkan.
"Ini dia masuk emailnya, sebentar saya coba lihat terlebih dulu" ucap Farrell sambil membuka email tersebut dan dia melihat jika ada beberapa File di email tersebut namun ternyata bukan hanya dia yang mendapatkan email tersebut melainkan Mister Alexander dan Mister Grahan juga mendapatkannya.
Mereka semua melihat video gambar 5 dimensi rumah yang di inginkan oleh linda di ponsel mereka masing masing.
Karena di rumah kayu itu ternyata mereka mendapatkan sinyal ponsel meskipun hanya dua bar namun cukup untuk mereka.
"Jadi rumah yang Linda inginkan adalah perpaduan antara rumahnya, rumah orang tuanya dan rumah kami berdua, Linda oh Linda aku paham maksud mu membuat desain ini agar kamu dan kami bisa selalu ingat kepada kedua orang tuamu" ucap Mister Alexander setelah melihat video 5 dimensi rumah yang Linda inginkan.
"Farrell segera hitung biayanya dan kabari ke Linda agar pembangunan bisa segera kau mulai" ucap Mister Grahan dengan ramah.
"Sebentar saya kirimkan email ini ke anak buah saya dulu agar angkanya bisa akurat" ucap Farrell sambil mengirimkan email dari Linda ke anak buahnya yang merupakan seorang arsitek kepercayaannya.
"Farrell ingat satu hal, Linda tidak suka jika bertele tele dan terlalu lama menunda nunda pekerjaan, jadi jika kau ingin di nilai baik olehnya sebaiknya kau push anak buah mu, dan ingat juga Linda sangat paham dengan konstruksi jadi jangan sampai mengecewakannya" ucap Mister Grahan.
Mendengar hal itu Farrell langsung menghubungi anak buahnya karena memang dia ingin mengambil hati Linda dan membuat Linda terkesan kepada nya.
__ADS_1
"Segera hitung pembangunan enam rumah seperti itu dan juga jalan nya serta fasilitas pendukungnya juga, panjang jalan kurang lebih satu kilometer dengan lebar sepuluh meter, aku minta di kerjakan maksimal satu jam, ingat gunakan bahan material terbaik" ucap Farrell melalui panggilan telepon itu dan tidak lama kemudian dia menyimpan kembali ponselnya di saku celananya.
"Nah itu baru seorang CEO, kau memang harus begitu, kau harus bisa tegas dan memberikan deadline jika kau ingin berhasil" ucap Mister Alexander dengan ramah.