
"Anda memperlakukan kami semua sebagai saudara kandung, makanya kami juga sangat kehilangan anda" ucap Mily sambil terus mengemudikan Lamborghini Aventador itu dengan perlahan karena jalanan mulai padat.
"Ya semoga saja kelak aku bisa lebih sering ke sini" uca Linda sambil menghapus air matanya dengan tissue.
"Miss mereka semua selama lima tahun ini bekerja keras karena ingin anda bangga sama mereka loh, dan banyak dari mereka yang berharap bisa di ajak ke Bandung" ucap Mily.
"Mily semoga saja usaha kita nanti di Bandung bisa berkembang jadi aku bisa membawa mereka sebagian, karena paling hanya dua puluh persen saja dari jumlah karyawan yang bisa aku ajak serta" ucap Linda yang sudah kembali mengontrol emosinya.
"Miss, anda jangan khawatir dengan mereka semua karena saya sebelumnya sudah menyampaikan kepada Michelle jika boleh berkunjung ke Indonesia di hari libur dan boleh membawa lima orang per kunjungannya secara bergantian dan hal ini di sambut baik oleh mereka jadi meskipun mereka tidak di pindahkan ke Bandung mereka tetap semangat kok bekerjanya" ucap Mily sambil menambah sedikit kecepatan mobil.
"Mily biar bagaimana pun juga Sydney adalah kota dimana aku di besarkan dan inilah kenapa aku tidak menjual rumah ku, ya ampun aku lupa!" Ucap Linda sambil menepuk jidatnya sendiri.
"Miss apa yang anda lupakan biar saya hubungi orang kantor untuk membawakan ke bandara" ucap Mily sambil melihat ke Linda.
"Aku lupa mengunjungi rumah orang tua ku, aku lupa mengecek kondisinya saat ini" ucap Linda.
"Miss apakah anda ingin kesana sekarang, kita bisa mampir sebentar" ucap Mily yang tidak ingin membuat Linda kecewa.
"Iya kita kesana sebentar saja, setidaknya aku sudah melihat rumah itu" ucap Linda pelan namun tetap terdengar oleh Mily.
__ADS_1
"Baik Miss" ucap Mily sambil berbelok ke kiri untuk mengambil jalan pintas menuju rumah kedua orang tua Linda.
Mily menjalankan mobilnya secepat mungkin dan Linda tidak berkomentar apapun karena dia sudah mengetahui bagaimana cara Mily dalam mengemudi.
Rumah orang tua Linda memang searah dengan bandara namun mereka terlewat lima ratus meter dari jalanan yang menuju kesana dan berkat kemampuan mengemudi Mily hanya sepuluh menit berlalu dan mereka kini sudah berhenti di depan sebuah rumah besar dan megah di perumahan elite.
"Miss ini Kuncinya dan anda bisa disini selama satu jam paling lama" ucap Mily sambil menyerahkan sebuah kunci rumah yang dia ambil dari dalam tasnya.
"Terima kasih Mily, aku hanya sebentar saja kok" ucap Linda sambil menerima kunci tersebut lalu turun dari dalam mobilnya dan berjalan menuju pintu rumah itu.
Mily langsung mematikan mesin Lamborghini Aventador itu dan dia kemudian turun dari dalam mobil untuk menemani Linda.
Linda langsung membuka pintu rumah dan masuk kedalam rumah masa kecil nya itu dengan perlahan di ikuti oleh Mily lalu dia menuju ke kamar kedua orang tuanya.
"Ayah Ibu, meski pun aku tidak mengetahui dimana kalian berada saat ini, namun aku hanya bisa berdoa agar kalian berdua di terima di sisi Allah SWT, ayah ibu maafkan aku yang belum sempat membuat kalian bangga, maafkan aku yang selalu menyusahkan kalian semasa kalian hidup, maafkan aku juga yang tidak bisa menguburkan jasad kalian berdua, ayah ibu kalian selalu di hatiku sampai kapan pun juga, ayah ibu aku sekarang sudah tinggal di desa kalian dan sudah membangun rumah juga di sana dekat dengan kakek dan nenek sesuai keinginan kalian, dan ayah satu lagi keinginan mu aku coba penuhi untuk membuat perusahaan di kota Bandung agar dekat dengan kakek dan nenek, ayah ibu aku merindukan kalian berdua sesungguhnya aku sangat kesepian tanpa kalian berdua" ucap Linda berbicara sendiri sambil menangis dan menatap photo kedua orang tuanya.
Mily yang ada di luar kamar itu mendengar semua yang di ucapkan yang di ucapkan oleh Linda dan dia dapat memahami kesedihan dan kesepian yang linda alami saat ini.
Mily memilih menunggu di luar kamar itu dan membiarkan Linda menangis di kamar kedua orang tuanya sampai lima belas menit berlalu dan Linda sudah keluar dari dalam kamar kedua orang tuanya sambil membawa sebuah kotak kayu kecil di kedua tangannya.
__ADS_1
"Mily ayo kita ke bandara, dan Mily terima kasih sudah merawat rumah ini, dan tolong pastikan agar rumah ini tetap terawat seperti ini, jangan ada satupun yang berubah" ucap Linda sambil berdiri di depan Mily.
"Baik Miss, saya akan memastikan hal ini dengan baik, mari jika hendak melanjutkan perjalanan ke bandara" ucap Mily dengan ramah sambil tersenyum hangat ke Linda.
Mereka berdua kemudian keluar dari dalam rumah itu dan kini Mily yang mengunci pintu rumah itu karena kedua tangan linda tidak lepas dari kotak kayu yang dia bawa.
Mereka pun kemudian masuk kedalam mobil mereka dengan mily kembali mengemudi.
Di dalam mobil Linda membuka kotak kayu itu dan ternyata isinya ada perhiasan emas berlian yang sangat mahal harganya.
"Ini semua perhiasan ibuku sejak dia bersama ayahku dulu ibu pernah memberikan perhiasan perhiasan ini kepadaku namun aku menolaknya karena kau tahu sendiri aku kurang suka memakai perhiasan apapun kecuali jam tangan dan anting, tapi kini tidak ada alasan apapun bagiku menolak perhiasan ini, setidaknya perhiasan perhiasan ini akan menjadi pengingat akan ibu dan ayah ku" ucap Linda sambil mencopot anting berliannya dan menggantinya dengan anting berlian yang diambilnya dari dalam kotak kayu itu.
Tidak ada perhiasan lain yang Linda kenakan selain anting berlian milik ibunya itu.
"Mily, antingku ini untuk mu saja namun ingat jangan sampai kau jual ya, karena jika kau jual maka bisa membeli dua Lamborghini Aventador" ucap Linda sambil memberikan anting miliknya pribadi yang sebelumnya dia kenakan dan memang seharga satu Lamborghini Aventador satu nya sehingga jika sepasang akan dapat dia Lamborghini Aventador.
Mily menerimanya dan langsung melihat sepasang anting berlian itu lalu memasukkan ke dalam tas nya karena dia sedang mengemudi.
"Miss terima kasih dan aku akan selalu menjaganya dengan baik" ucap Mily dengan wajah penuh tanda bahagia bahkan dari suaranya juga terdengar kebahagiaannya.
__ADS_1
"Iya Mily, namun ingat pesanku ya jangan kau jual apalagi kau hilangkan" ucap Linda sambil memasukkan kotak kayu kecil itu ke dalam Tas nya.
"Tentu saja Miss aku akan memakainya setiap hari kok, jadi aman tidak akan hilang" ucap Mily sambil tersenyum lebar.