From Sydney With Love

From Sydney With Love
Pulang ke Indonesia 2


__ADS_3

"Maaf tapi saya tidak mengetahuinya, dan dapatkah anda memberi tahu saya agar saya juga bisa belajar" ucap Farrell.


"Linda sering lupa jika dia pemilik tunggal perusahaan, dia terlalu ringan tangan membantu pegawainya dan apakah anda tahu kenapa perusahaan kami ini tidak menjual saham kami" ucap mister Alexander.


"Wah hal ini malah saya baru mengetahuinya apakah saya juga boleh mengetahui alasannya" ucap Farrell dengan sangat penasaran karena sebelumnya dia berpikir jika Linda adalah pemain saham makanya Linda membeli saham saham perusahaannya.


"Karena Linda tidak ingin ada orang baru yang membuat karyawannya tidak nyaman, anda tahu selama dua puluh tahun perusahaan kami tidak pernah memecat satu orang pun dan tidak ada satu orang pun yang mengundurkan diri, kami yang menjabat sebagai komisaris dan direksi ini hanyalah kedudukan hadiah darinya saja karena kedekatan kami saja, bukan karena saham seperti perusahaan lain atau karena masa kerja dan kinerja namun kami tidak diam saja kami membuktikan diri bahwa kami bisa benar benar menjadi keluarga nya, jadi Tuan Farrell anda bisa mencontohnya untuk diri anda sendiri, Linda sudah sangat percaya dengan anda dan saya harap anda paham maksud saya" ucap Mister Alexander dengan sangat ramah.


"Linda ingin saya menjadi seorang pemimpin yang sukses seperti dirinya" ucap Farrell.


"Benar" ucap Mister Alexander dan Mister Grahan dengan kompak sambil tersenyum hangat ke Farrell.


"Semoga saja saya tidak mengecewakan keinginan Linda" ucap Farrell berbarengan dengan sampainya mereka di bandara dan mereka berempat langsung turun dari dalam mobil lalu melangkah memasuki bandara.


Waktu terus berlalu dengan cepat dan kini sudah jam lima belas dan Linda sudah terbangun dari tidurnya, bahkan Linda sudah membersihkan badannya serta menggunakan pakaian baru dengan celana jeans panjang berwarna biru dan kaus polo berwarna putih.


"Miss saya kira masih beristirahat ternyata malah sudah siap, saya sudah menyiapkan makan siang anda di ruang makan" ucap Mily sambil berdiri di depan pintu kamar Linda karena bersamaan dengan Linda membuka pintu kamarnya.


"Mily kau tahu saja jika aku lapar" ucap Linda sambil melangkah keluar dari dalam kamarnya itu menuju ke ruang makan di ikuti oleh Mily.


"Miss aku tadi ke restoran masakan Indonesia itu dan membelikan ini untuk anda, namun aku tidak tahu rasanya karena aku juga belum pernah mencobanya" ucap Mily sambil duduk di kursi meja makan bersamaan dengan Linda.


Linda melihat jika yang di beli oleh Mily adalah masakan padang karena ada rendang dan juga semua yang menjadi menu makanan di rumah makan Padang di beli oleh Mily dengan masing masing dua.

__ADS_1


"Mily ini masakan Padang, dan kenapa kau membeli semuanya" ucap Linda sambil melihat semua makanan di depannya.


"Miss aku tidak tahu mana yang anda suka, jadi saya bilang saja masing masing dua dan saya di tanya apakah pakai nasi saya jawab saja iya, trus dia bilang sambal hijau atau merah saya jawab saja dua duanya, begitu Miss" ucap Mily sambil tersenyum lebar.


"Ya sudah jika kau nanti suka masakan seperti ini kau akan sangat puas di Bandung, apalagi jika kau merasakan masakan khas Bandung atau masakan khas lainnya, pasti kau tidak berhenti makan" ucap Linda sambil kemudian meminum sedikit air mineral karena sejak bangun tidur belum sama sekali meminum air.


"Benarkah lalu apakah semahal disini harganya" ucap Mily dengan wajah polosnya.


"Mungkin satu porsi disini bisa jadi empat atau lima porsi jika di Bandung" ucap Linda.


"Wahhhhh aku dan suami ku akan puas makan jika demikian" ucap Mily sambil tersenyum lebar memperlihatkan deretan giginya kembali.


"Mily ayo kita makan ini sampai habis" ucap Linda sambil mendekatkan piring berisi nasi dan mulai mengambil lauknya.


Mereka berdua makan dengan lahap dan tidak ada seorang pun yang berbicara melainkan hanya sibuk mengunyah dan menambah lauknya saja.


"Mily lima belas menit lagi saja kita berangkatnya, aku benar benar kenyang" ucap Linda sambil duduk di meja makan.


"Saya kira saya saja yang kekenyangan ternyata miss Linda juga toh ikut kekenyangan" ucap Mily sambil duduk dan bersandar di kursinya.


"Jadi bagaimana Mily apakah kau suka dengan masakan Padang itu" ucap Linda.


"Iya Miss, rasanya sangat memanjakan lidah saya, dan sambal hijau itu sangat segar saya sangat suka, apalagi dengan rendang sangat kaya dengan rasa" ucap Mily sambil tersenyum lebar.

__ADS_1


"Syukurlah jika kau suka, nanti di Bandung kau harus coba masakan Sunda ya, seperti nasi liwet ikan jambal roti dan karedok leunca" ucap Linda.


"Miss makanan apa itu, apakah sangat enak?" Tanya Mily dengan wajah penuh tanda tanya.


"Menurut ku iya, bahkan harga ikan jambal roti lebih mahal dari harga daging sapi loh, apalagi yang khas pantai Pangandaran" ucap Linda yang bermaksud membuat Mily sangat penasaran.


"Wah saya harus mencobanya jika anda merekomendasikan makanan itu sudah pasti enak jadi ini akan menjadi target perut saya di kota Bandung nantinya" ucap Mily.


"Mily, ayo kita berangkat, sudah mau jam empat sore dan aku tidak mau ketinggalan pesawat ku" ucap Linda sambil berdiri dan membawa tas kecilnya.


"Iya Miss, oh ya pakai Lamborghini Aventador milik miss saya ya, soalnya mobil saya bensinnya sudah sedikit jika kita isi dulu akan memakan waktu" ucap Mily sambil berjalan di samping Linda.


"Iya dan ini remote nya" ucap Linda dengan ramah sambil memberikan remote mobil Lamborghini Aventador miliknya ke Mily.


Mily menerimanya dan kemudian mereka pun masuk ke dalam lift untuk mencapai lantai satu atau lantai lobby utama.


Mereka berdua keluar dari dalam lift dan melihat semua karyawan memenuhi area lobby bahkan sampai keluar dari dalam lobby, mereka semuanya mengantarkan kepergian Linda karena tahu mungkin Linda akan sangat lama kembali ke Sydneynya.


Linda hanya tersenyum melihat mereka semua dan terus berjalan bersama Mily menuju mobilnya.


Mereka berdua memasuki Lamborghini Aventador itu dan langsung perlahan keluar dari area gedung itu.


Tampak sejauh satu kilometer para karyawan perusahaan Linda berdiri di kiri dan kanan jalan mengantar kepergian Linda.

__ADS_1


Linda hanya tersenyum melihat hal ini dan ini kedua kalinya para karyawannya melakukan hal ini, yang pertama adalah lima tahun lalu dan yang kedua adalah hari ini.


"Hal inilah yang membuat ku berat meninggalkan Sydney" ucap Linda dengan suara yang berat dan air matanya yang sudah menetes dari sejak keluar lift di kantornya.


__ADS_2