From Sydney With Love

From Sydney With Love
Pertemuan Warga 1


__ADS_3

"Aku sengaja karena aku belum mengenalnya dengan baik, jadi sementara biarkan saja seperti ini, cukup Farrell saja orang luar yang memiliki kontak ponselku" ucap Linda.


"Ya sudah jika itu mau mu, kau memang tidak ada berubahnya sama sekali semua urusan kerjaan kau lemparkan ke kami kami" ucap Mister Alexander.


"Ya kalau nga mau juga nga apa apa, Ibu coba bagaimana ini" ucap Linda merajuk.


"Suamiku kalau bukan kau siapa lagi yang membantu anak kita ini, sudah jangan di bahas lagi" ucap Miss Lissa.


"Hadeeeeeh kalian ini" ucap Mister Alexander sambil menarik nafas dalam dalam dan membuat Mister Grahan tertawa terbahak bahak.


"Kau juga sama, ingat bantu anak kita ini, awas saja jika kau malas malasan" ucap Miss Elvira dan Mister Grahan hanya bisa menarik nafas dalam dalam.


Tepat jam sepuluh pagi dua puluh menit mereka sampai kembali di rumah Linda dan semuanya memilih untuk beristirahat, Linda tidur sendiri di rumahnya sedangkan Mister Alexander maupun mister Grahan bersama istri mereka di paviliun tamu satu dan dua yang membuat mereka lebih lama adalah karena mereka mampir di apartemen untuk mengambil barang barang milik Mister Alexander dan juga Mister Grahan.


Linda yang kelelahan bangun tepat pas adzan Dzuhur karena memang dia sudah terbiasa untuk ikut shalat berjamaah di masjid desa nya, sehingga dia langsung bergegas ke rumah kakek neneknya untuk berangkat menuju masjid bersama sama seperti yang dia lakukan selama lima tahun terakhir ini.


Dan selesai shalat Dzuhur berjamaah Linda kembali ke rumahnya untuk mengabari ayah dan ibu angkatnya untuk makan siang bersama di rumah neneknya dikarenakan dia tidak membawa ponselnya jika shalat berjamaah di masjid.


"Ibu ternyata sudah bangun, apakah ayah juga sudah" ucap Linda dengan sangat sopan yang menjumpai kedua ibu angkatnya sedang mengobrol di teras Paviliun tamu nomor satu.

__ADS_1


"Linda mereka sudah bangun juga, ada apa kau kesini apa kau mau ajak kami makan siang, karena suami kami membangunkan kami penyampaiannya adalah makan di rumah ibu dan bapak" ucap Miss Lissa.


"Iya benar Bu, kakek dan nenek sudah menunggu kita semua untuk makan siang bersama" ucap Linda sambil tersenyum ramah.


"Ya sudah, suami ayo kita ke rumah bapak dan ibu jangan biarkan mereka menunggu terlalu lama" ucap Miss Elvira saat mister Grahan dan Mister Alexander menjumpai mereka.


"Ayo kita kesana, aku juga sudah sangat lapar" ucap mister Alexander sambil menutup pintu rumahnya dan melangkah meninggalkan mereka semua.


"Lihatlah jika soal makanan enak pasti dia cepat' ucap Miss Lissa.


Mereka kemudian berjalan menuju rumah kakek dan nenek Linda sambil menikmati pemandangan desa.


"Linda, para penduduk sudah kakek sampaikan untuk ke rumah mu namun karena kau disini sebaiknya mereka kesini saja bagaimana" ucap Kakek Muchtar dengan penuh rasa kasih sayang ke Linda dan saat ini mereka semua sedang bersantai bersama di teras rumah kakek muchtar.


"Kakek disini dan disana sama saja, aku hanya ingin mengetahui pendapat mereka saja mengenai pembangunan yang akan aku lakukan di desa ini, jika mereka semua setuju maka aku akan membangunnya namun jika tidak maka ya aku batalkan saja" ucap Linda sambil tersenyum ramah.


"Baiklah tunggu sebentar kakek akan memberi tahu salah satu tetangga kita menyampaikannya ke yang lainnya" ucap Kakek Muchtar sambil berdiri dan bersiap berjalan namun Mister Alexander dan Mister Grahan juga ikut berdiri.


'kalian berdua mau kemana?" Ucap Miss Elvira

__ADS_1


"Kami mau menemani ayah, sudah kalian para wanita di sini saja ya" ucap Mister Alexander sambil berjalan menyusul kakek Muchtar dan juga Mister Grahan.


"Linda apakah kau benar benar mau merubah desa ini" ucap Miss Lissa sambil tersenyum ramah.


"Iya Ibu, desa ini akan aku rubah menjadi desa idaman semua orang, selain rumah rumah dan perkantoran yang akan aku buat, aku juga berencana menghijaukan desa ini agar kita semua bisa hidup lebih nyaman lagi, ibu bisa lihat sendiri dari tahun ke tahun bukannya makin sejuk namun semakin panas cuacanya, oleh karena itu aku akan membuat desa ini dan semua area disini serba hijau" ucap Linda sambil kemudian tersenyum lebar memperlihatkan deretan giginya yang putih dan rapi.


"Linda ibu sangat setuju dengan keputusan mu membangun ulang desa ini, karena dulu ayah dan ibu kandung mu juga sempat membicarakan hal ini dengan kami berempat namun takdir merubahnya dan kamulah yang mewujudkan keinginan mereka itu, namun pesan ibu jangan sampai gara gara pembangunan mu akan membawa dampak yang buruk untuk desa ini seperti kriminalitas, hal ini tentunya harus kau pertimbangan juga bukan" ucap Miss Elvira berbicara dengan nada yang sangat ramah.


"Iya Ibu, oleh karena itu kedepannya aku akan mendirikan banyak pos keamanan di desa kita ini, dan tentunya aku akan lebih memperhatikan keinginan dari warga desa Bu" ucap Linda dengan sangat ramah dan nampak jika Mister Grahan berjalan sendirian kembali ke menjumpai mereka.


"Suamiku apakah ada sesuatu yang terjadi" ucap Miss Elvira.


"Tidak hanya saja ayah tidak jadi mengumpulkan penduduk desa disini namun di balai warga yang letaknya di dekat masjid" ucap Mister Grahan yang duduk dan mengambil sebotol air mineral lalu meminumnya perlahan.


"Ya sudah aku akan kesana namun sebelumnya aku akan ke rumahku dulu untuk mengambil projector portable ku untuk memperlihatkan video lima dimensi yang kemarin" ucap Linda sambil tersenyum hangat ke mereka semua.


"Linda nanti pakai ponselku saja, ada video terbaru soalnya dimana semua rumah di desa ini sama dengan rumah di atas bukit, dan ada perubahan jalan dan letak rumah penduduk desa agar selama pembangunan Penduduk desa tetap bisa menempati rumah mereka baru setelah rumah baru selesai maka rumah lama mereka akan kita rubuhkan." Ucap Mister Grahan sambil tersenyum ramah ke Linda.


"Oke, sebentar aku ambilkan dulu projector portable ku, meskipun cahaya terang masih jelas terlihat kok" ucap Linda sambil bergegas kembali ke rumahnya dan di rumahnya dia mengambil ponselnya dan juga projector portable miliknya yang bentuknya sangat kecil namun bisa menampilkan gambar sampai ukuran 6x10m dan tidak membutuhkan aliran listrik karena sudah memiliki baterai didalamnya layaknya sebuah ponsel.

__ADS_1


Linda yang sudah mengambil ponsel dan projector portable itu langsung kembali ke rumah kakek neneknya dan mereka berangkat bersama sama ke balai warga yang memang letaknya masih di area masjid dan balai warga ini juga hadiah dari Linda setahun yang lalu bersamaan dengan pembangunan masjid desa.


__ADS_2