From Sydney With Love

From Sydney With Love
Kedatangan Farrell dkk


__ADS_3

Pak Amir pun tampak berseri seri menerima notes dan pena tersebut lalu menulis nomor rekeningnya di notes tersebut dan memberikannya ke Linda kembali.


"Sebentar ya Pak Bu, saya transferkan terlebih dulu dananya, jadi sepakat ya semuanya hanya satu triliun saja" ucap Linda dengan ramah sambil memegang ponselnya.


"Benar sepakat satu triliun rupiah" ucap Pak Amir dengan sangat bergembira.


Linda hanya tersenyum saja dan dia menggunakan ponselnya untuk mentransfer senilai satu triliun rupiah dari rekening banknya ke rekening bank milik Pak Amir lalu mencetak bukti transaksi tersebut karena dia memang bisa mengakses printer nya melalui ponsel dengan jaringan wifi rumahnya.


"Dananya sudah saya transferkan senilai satu triliun rupiah dan sebentar saya ambilkan dulu bukti transaksi nya" ucap Linda dengan ramah sambil berdiri dan melangkah menuju ruang kerjanya.


Linda langsung mengambil bukti transaksi yang sudah terprint itu lalu kembali ke ruang tamunya.


"Pak Amir ini bukti transfernya dan ini ada lima lembar kwitansi silahkan bapak isi dan tanda tangani yang dua lembar sedangkan yang tiga lembar cukup tanda tangan bapak saja, dan di lembar ke satu dan kedua itu saya minta ibu ikut tanda tangan ya" ucap Linda sambil memberikan bukti transfer dan lima lembar kwitansi yang sudah di tempel materai ke Pak Amir.


Pak Amir memeriksanya dan langsung mengisi kwitansi kwitansi itu lalu menanda tanganinya dan istrinya ikut menandatangani dua lembar yang tertulis lalu menyerahkannya kembali kepada Linda.


"Linda terima kasih ya, kau bahkan tidak menawarnya sama sekali" ucap Pak Amir sambil memberikan lima lembar kwitansi tersebut.


"Pak Amir dan Ibu, saya tahu jika kalian berat untuk menjual aset yang kalian kumpulkan selama ini, jadi saya sengaja tidak menawarnya, dan sebentar lagi musim panen bagaimana dengan hasil panennya" ucap Linda dengan sangat ramah.


"Linda, hasil panennya untuk mu saja, dan jika boleh saya minta tiga hari untuk mengosongkan rumah saya, sedangkan untuk empat rumah lainnya sudah kosong dan kuncinya juga sudah ada di tas itu" ucap Pak Amir.

__ADS_1


"Pak Amir, tidak perlu terburu buru kok, nanti jika sudah selesai beberes nya kuncinya bisa di antarkan saja ke sini atau jika saya tidak di rumah bisa di titipkan saja ke kakek atau nenek saya ya" ucap Linda dengan sangat ramah.


"Baik jika demikian kami permisi, sekali lagi terima kasih" ucap Pak Amir.


Mereka bertiga kemudian meninggalkan rumah Linda dan Linda hanya mengantar mereka sampai ke teras saja lalu dia kembali kedalam dan menyimpan tas yang berisikan berkas kepemilikan aset barunya ke dalam brankasnya yang ada di ruang kerjanya dan brangkas besinya itu memiliki ukuran yang cukup besar.


Adzan Dzuhur terdengar dan Linda langsung melihat ponselnya yang berbunyi karena ada pesan masuk.


Pesan masuk itu dikirim oleh Farrell yang menginformasikan jika mereka sudah dalam perjalanan menuju rumahnya dan akan sampai dalam waktu satu jam.


Linda pun membalas pesan tersebut lalu meninggalkan rumahnya menuju ke rumah kakek neneknya untuk berangkat ke masjid bersama sama sama.


Dan kembali lagi terlihat jika kakek neneknya sudah menunggunya di teras rumah mereka.


Mereka bertiga pun langsung menuju masjid dan melaksanakan shalat Dzuhur berjamaah, dulunya masjid itu sepi jika Dzuhur dan Ashar namun sejak warga desa bekerja di kebun milik Linda, Linda membuat peraturan baru agar mereka ikut shalat berjamaah lima waktu dan tidak fokus di kebun saja sesuai dengan anjuran dari kakek neneknya.


Selesai menjalankan ibadah shalat Dzuhur berjamaah Linda langsung kembali ke rumahnya menunggu kedatangan dari Farrell dan juga yang lainnya.


Dan benar saja tidak lama kemudian dua mobil memasuki halaman rumah Linda dan langsung di sambut oleh Linda dengan ramah.


"Ayo semuanya silahkan masuk ke dalam" ucap Linda dengan ramah setelah semuanya turun dari dalam mobil mereka.

__ADS_1


Mereka semua langsung mengikuti Linda dan semuanya duduk di sofa ruang tamu.


"Linda, perkenalkan ini kakek dan nenek saya, kebetulan nenek juga ingin ikut kesini jadi saya tidak berani menolaknya" ucap Farrell dengan sangat sopan.


"Nama saya Prayoga dan ini istri saya Wati senang bisa mengenal mu Linda" ucap kakek Prayoga dengan sangat Ramah dan sopan.


"Linda rumahmu ini sangat besar dan sangat modern, dengan siapa kau tinggal disini" ucap Nenek Wati sambil melihat sekelilingnya.


"Senang bisa mengenal kalian berdua juga, saya tinggal sendiri di rumah ini, karena kakek nenek saya tidak ingin meninggalkan rumah mereka yang ada di dekat sini" ucap Linda dengan ramah.


"Linda terkait kepemilikan saham anda yang sebesar lima puluh persen di semua perusahaan kami, ini saya serahkan semua bukti bukti kepemilikan sahamnya dan juga laporan keuangan tiga bulan terakhir" ucap Kakek Prayoga sambil memberikan sebuah tas kerja ke linda yang tadi di bawa masuk oleh Farrell.


"Iya terima kasih saya akan mempelajarinya nanti" ucap Linda sambil menerima tas kerja yang berisi berkas tersebut lalu menaruhnya di dekat kakinya.


"Silahkan diminum maaf disini hanya ada isi saja" ucap Linda kembali.


"Linda terima kasih, dan mengenai kepemilikan saham anda ini maka nanti saya akan siapkan ruangan khusus untuk anda di kantor kantor kita, lalu apakah anda ada sesuatu yang di inginkan secara khusus mungkin mobil dengan jenis tertentu untuk operasional anda" ucap Kakek Prayoga.


"Itu semua tidak perlu, saya sudah sampaikan ke Farrell jika saya tidak akan ikut mengutak atik perusahaan perusahaan yang sahamnya saya beli, silahkan saja di urus seperti biasanya dan di kembangkan dengan maksimal, namun saya akan ikut campur jika sampai ada perusahaan yang merugi, jadi tidak perlu ada ruangan khusus untuk saya, mengenai kendaraan itu juga tidak perlu, karena saya sudah memiliki kendaraan saya sendiri" ucap Linda dengan sangat ramah.


"Jika memang demikian ya sudah saya akan mengikuti keputusan anda saja, anda sungguh berbeda dari pemegang saham sebelumnya yang banyak menuntut dan mengatur perusahaan, saya akan memastikan jika perusahaan akan lebih berjaya lagi kedepannya" ucap Kakek Prayoga dengan sangat sopan.

__ADS_1


"Farrell ingat pesan saya, fokuslah mulai sekarang dan kembangkan apa yang ada berhentilah memulai bisnis bisnis baru yang tidak kau kuasai" ucap Linda dengan sangat ramah.


"Iya Linda, saya akan selalu mengingat pesan anda, terima kasih atas semua bantuan yang diberikan kepada saya dan saya juga sudah banyak mendapatkan masukan dari mister Alexander dan Mister Grahan untuk pengembangan bisnis kita kedepannya" ucap Farrell dengan sangat sopan dan ramah.


__ADS_2