From Sydney With Love

From Sydney With Love
Tiba di Sydney


__ADS_3

"Tidak Farrell, tidak ada yang ingin aku beli" ucap Linda dengan ramah sambil tersenyum hangat ke Farrell.


"Maaf tapi aku tidak ingin berhutang denganmu" ucap Linda dalam hatinya sambil terus melangkah di samping Farrell.


"Linda seandainya kau tahu aku hanya ingin memberikan kesan yang baik kepadamu" ucap Farrell dalam hatinya sambil melirik Linda yang berjalan di sampingnya.


Mereka berdua menaiki pesawat dan benar apa yang dikatakan oleh Farrel mereka duduk bersebelahan di kursi masing masing tentunya.


Linda hanya diam demikian juga Farrell mereka hanya saling melirik satu sama lain.


"Farrell maaf aku belum siap untuk dekat dengan laki laki" ucap Linda pelan namun terdengar oleh Farrell.


Farrell langsung berdiri dan mendatangi Linda.


"Linda, maafkan aku jika aku membuat mu salah sangka kepada ku, aku hanya merasa nyaman saja jika sedang bersama mu" ucap Farrell pelan sambil melihat Linda dengan sangat ramah.


"Iya, maafkan aku juga" ucap Linda dengan ramah.


"Aku yang salah, karena membuat mu tidak nyaman, baiklah kita berteman kembali ya" ucap Farrell sambil memandangi wajah Linda.


"Iya dan sebaiknya kau segera duduk kembali sebelum pramugari mendatangi kita" ucap Linda dengan ramah sambil menunjuk pramugari yang berjalan ke arah mereka.


"Oke" ucap Farrell sambil tersenyum hangat dan kembali berjalan ke kursinya lalu duduk kembali.


Penerbangan ke Sydney itu di isi dengan tidur oleh Linda karena dia kecapaian saat menyetir mobil sendiri dari desa kakek neneknya itu sedangkan Farrell mengisinya dengan memandangi wajah Linda yang sedang tertidur pulas.


Pesawat itu mendarat dengan selamat di Sydney dan mereka pun langsung turun dari pesawat itu.


"Linda, ayo kita ambil barang barang kita" ucap Farrell dengan ramah sambil berjalan bersama Linda.


"Farrell ini kota ku jadi aku tidak membawa apapun selain tas kecilku ini, oke kita berpisah disini ya karena aku harus segera pergi" ucap Linda dengan ramah sambil berhenti di depan pintu keluar.


"Linda jika kau memerlukan sesuatu dari ku, maka jangan sungkan ya, jika perlu apa apa kabari saja nomor ku tetap aktif kok selama aku di sini, dan aku di sini selama satu minggu" ucap Farrell dengan ramah sambil berharap bisa bertemu lagi dengan Linda.

__ADS_1


"Iya" ucap Linda dengan ramah sambil berjalan ke pintu keluar lalu mencari sekretarisnya yang datang menjemputnya.


"Itu dia" ucap Linda sambil mendekati sekretarisnya yang sudah berdiri di samping mobilnya.


"Nona Linda silahkan" ucap sekretaris Linda sambil membukakan pintu penumpang depan mobil yang dibawanya.


Linda langsung masuk ke dalam mobilnya dan dia memang terbiasa duduk di kursi penumpang depan kecuali ada orang lain yang ikut.


"Mily, apakah semuanya sudah kau siapkan"ucap Linda setelah Mily sekretarisnya menjalankan mobilnya itu.


"Nona Linda semuanya sudah beres dan para komisaris dan direksi juga sudah menyetujuinya, mereka semua setuju kita memindahkan kantor pusat ke Bandung Indonesia" ucap Mily sekretarisnya yang asli Sydney namun sangat fasih berbahasa Indonesia.


"Mily, perusahaan yang kita beli itu apakah bergerak di bidang yang sama dan apakah pemiliknya setuju untuk menjual semua surat surat perijinan mereka juga" ucap Linda sambil memperhatikan jalanan.


"Nona Linda, semuanya sudah saya pastikan, dan CEO perusahaan yang kita beli juga informasinya satu penerbangan dengan anda harusnya" ucap Mily sambil terus mengendalikan laju mobilnya.


"Ya semoga saja memang tidak ada kendala, lalu apakah kalian sudah mengajukan izin kerja di Indonesia" ucap Linda dengan ramah.


"Ya jika batal maka aku kasih kalian liburan di desaku" ucap Linda dengan ramah.


"Nona Linda, jika perusahaan pusat berada di Indonesia lalu bagaimana dengan perusahaan kita disini?" Tanya Mily.


"Tentu saja masih berjalan bukankah project project kita disini sangat bagus dan sudah ada kontrak berjalan" Ucap Linda dengan ramah


"Benar Nona, projects kita di Australia sangat bagus" ucap Mily dengan ramah.


"Mily kita langsung kantor saja karena aku harus melihat semua berkas perusahaan itu" ucap Linda.


"Nona Linda semuanya sudah saya bawakan ke rumah anda" ucap Mily sambil tersenyum hangat.


"Oke jika begitu kita ke rumahku saja dulu" ucap Linda dengan ramah.


"Nona Linda, properti properti anda di sini bagaimana" ucap Mily sambil melihat ke Linda.

__ADS_1


"Biarkan saja yang penting masih terawat jadi aku masih bisa pulang ke Sydney" ucap Linda.


"Yes" ucap Mily setengah berteriak.


"Mily jika kamu berteriak lagi maka aku akan naik taksi saja" ucap Linda mencadai Mily.


"Maaf Miss Linda, saya hanya senang saja karena jika anda masih memiliki properti di sini maka itu berarti anda bisa mengajak saya ke sini bukan jadi saya tidak harus pulang ke sini sendiri dari Indonesia" ucap Mily sambil tersenyum lebar memperlihatkan deretan giginya.


"Ya tentu saja jika kamu dan yang lain bekerja dengan giat maka aku menjamin tiket pulang pergi kalian semua" ucap Linda sambil tersenyum ramah ke Mily.


"Yes Miss Linda we will" ucap Mily sambil menambah kecepatan mobilnya.


"Mily lalu siapa yang kau rekomendasikan untuk memimpin perusahaan kita di Sydney ini" ucap Linda yang terlihat sangat serius.


"Miss, kami setuju dengan Michelle karena Michelle tidak bisa ikut ke Indonesia, orang tua nya sudah sangat tua dan dia tidak ingin meninggalkan orang tuanya" ucap Mily.


"Michelle, oke aku setuju jika dia memimpin cabang kita yang di sini" ucap Linda.


"Miss selama lima tahun ini hampir semua kontrak dimenangkan oleh Michelle dan itulah kenapa kami sangat yakin dia bisa memimpin" ucap Mily.


"Besok setelah pertemuan dengan CEO itu kita adakan rapat internal, dan jam berapa kau mengatur pertemuan nya" ucap Linda.


"Saya mengaturnya jam delapan pagi di kantor kita dan dia sudah menyetujuinya" ucap Mily.


"Okay, besok jam enam kau jemput aku dan jangan terlambat" ucap Linda sambil melihat ke arah Mily.


"Miss saya akan datang jam enam pagi besok" ucap Mily sambil memarkirkan mobilnya di depan sebuah rumah mewah yang ada di dalam perumahan elite.


"Mily, mana kunci rumahku" ucap Linda dengan ramah sambil menjulurkan tangan kanannya.


"Michelle ada di dalam miss, dia tadi bilang akan membersihkan rumah anda agar tidak ada yang berdebu" ucap Mily sambil mematikan mobilnya.


Linda turun dari mobil itu dan langsung berjalan menuju pintu rumahnya di ikuti oleh Mily yang telah mengunci mobilnya.

__ADS_1


__ADS_2