From Sydney With Love

From Sydney With Love
Ayah Angkat


__ADS_3

"Pak Farrell maaf apakah kita akan mengerjakan sendiri projects ini atau akan membaginya dengan sub kontraktor" ucap seorang pria berusia empat puluh tahunan dengan sangat hormat.


"Mulai sekarang semua kita kerjakan sendiri sebagai bukti profesionalisme kita, tidak ada lagi lempar lempar projects dan saya sendiri yang akan memimpin projects ini, lalu saya ingin menyampaikan sekali lagi, jika anda semua tidak siap untuk bekerja ekstra untuk perusahaan maka saya akan menerima surat pengunduran diri kalian atau saya akan mengeluarkan surat pemecatan untuk kalian, kalian semua agar memahami perusahaan kita ini memang besar namun mana projects yang murni kita kerjakan apakah ada? Kalian harap ingat dengan projects apartemen itu, mangkrak selama satu tahun dan untungnya saja Bu Linda membelinya jika tidak berapa banyak uang yang kita habiskan, dan coba kalian ingat dengan baik kita yang merasa desain kita itu sangat baik namun apa, ternyata bangunan apartemen nya sangat kecil dan lebih cocok di sebut rumah susun" ucap Farrell dengan sangat berwibawa dan terlihat semuanya kini menundukkan kepalanya karena mereka menyadari jika selama ini mereka belum berbuat banyak untuk perusahaan.


"Farrell coba sini kakek lihat spesifikasi dan desainnya" ucap Kakek Prayoga.


"Ini Kek, namun sebaiknya saya copy terlebih dulu agar kita semua bisa membagi team untuk pekerjaan ini" ucap Farrell sambil menyerahkan berkas spesifikasi dan desain desa impian ke kakeknya.


"Kau copy ini menjadi sepuluh copy lalu bawa kembali kesini" ucap kakek Muchtar ke sekretaris pribadinya.


"Siap Pak" ucap sekretarisnya tersebut.


"Sebentar saya ingin menjemput beberapa orang yang dikirim oleh Bu Linda untuk membantu kita" ucap Farrell sambil berdiri lalu keluar dari dalam ruang rapat dan langsung menuju ke ruang kerjanya di lantai lima dimana disana sepuluh orang yang dikirim oleh Linda bekerja.


Kembali ke Linda saat ini dia sudah tertidur dengan pulasnya tanpa mengetahui jika Farrell sedang melakukan rapat di perusahaannya.


Waktu berlalu dengan cepat dan tepat jam empat pagi Linda terbangun karena memang sudah terbiasa untuk melaksanakan shalat subuh berjamaah di masjid jadi dia langsung membersihkan badannya dan melangkah keluar menuju rumah kakek neneknya.


"Selamat Pagi Kakek dan Nenek, kenapa kakek dan nenek sepertinya masih mengantuk? Apa semalam belum beristirahat?" Ucap Linda yang menemui kakek neneknya di teras rumah mereka.


"Linda kakek dan nenek semalaman belajar ponsell ini" ucap Kakek Muchtar sambil tertawa ringan.


"Ya ampun, ya sudah sekarang kita shalat subuh berjamaah saja dulu, nanti selesai shalat subuh saya yang memasak sarapan, kakek dan nenek beristirahat ya" ucap Linda sambil kemudian masuk mengambil mukena nya dan kembali ke teras rumah kakek neneknya lagi.


"Iya sekarang kita ke masjid yuk, sepertinya semua penduduk juga sama dengan kami" ucap Nenek Evi sambil berjalan mendahului Linda dan Kakek Muchtar menuju masjid.

__ADS_1


Linda kemudian menutup pintu rumah dan bersama kakek Muchtar langsung menyusul Nenek Evi ke Masjid.


Jam 06.00 wib mereka bertiga sampai kembali di rumah kakek neneknya dan menjumpai jika kedua ibu angkatnya sudah duduk di kursi teras menyambut kedatangan mereka bertiga.


"Ibu sudah bangun ternyata" ucap Linda sambil tersenyum ramah.


"Iya, kan ibu sudah bilang jika ibu berdua yang akan memasak makanan untuk sarapan kita semua" ucap Miss Lissa dengan penuh kasih sayang.


"Lissa, Elvira lain kali langsung masuk saja rumah kan tidak pernah kami kunci" ucap Nenek Evi dengan ramah sambil membuka pintu rumahnya yang memang tidak terkunci lalu memasukinya.


"Ibu, kami tidak terbiasa jika langsung masuk jika belum di beri izin, meskipun ini rumah ibu" ucap Miss Elvira sambil mengikuti mereka bertiga memasuki rumah itu.


Mereka bertiga kemudian masuk dapur sedangkan kakek Muchtar dan Nenek Evi memilih untuk beristirahat di kamar mereka karena semalaman mereka tidak tidur melainkan memainkan ponsel baru mereka.


"Linda kau istirahat saja, kami berdua saja yang memasak sarapannya ya" ucap Miss Elvira sambil tersenyum hangat ke Linda.


"Iya tapi ingat kembalilah jam tujuh pagi ya kita sarapan bersama" ucap Miss Lissa.


"Iya Ibu" ucap Linda sambil tersenyum lalu melangkah meninggalkan mereka berdua di dapur dan langsung kembali ke rumahnya.


Linda sesampainya di rumahnya langsung mengambil kunci kelima rumah yang dia beli dari pak Amir lalu kembali keluar dan menjumpai kedua ayah angkatnya ada di teras rumahnya.


"Linda kau mau kemana?" Tanya Mister Grahan.


"Aku mau ke desa sebelah, mau melihat rumah yang akan digunakan oleh Farrell dan yang lainnya selama projects pembangunan desa" ucap Linda dengan ramah.

__ADS_1


"Apakah kami bisa ikut" ucap Mister Alexander dengan bersemangat.


"Ayah ayah ku, kalian bosan ya di rumah terus, ya sudah sebentar aku ambilkan mobilnya dulu" ucap Linda sambil tersenyum hangat ke mereka berdua.


"Linda akhirnya kau mau memanggil kami ayah" ucap mister Grahan sambil tersenyum bahagia.


"Iya kami sangat senang mendengarnya" ucap Mister Alexander dengan wajah ceria.


"Iya, sebentar aku ambil mobilnya dulu, apa ayah mau naik motor saja?" Ucap Linda sambil tersenyum hangat ke mereka berdua.


"Linda kami masih kuat naik motor, tadi kami lihat di garasi belakang ada motor Harley dan honda Goldwyn apa boleh kami pakai itu" ucap Mister Alexander sambil tersenyum hangat ke Linda.


"Tentu saja boleh, semua kendaraan disini pakai saja, jangan sungkan, kecuali mobil Range Rover Evoque nya ya karena banyak barang pribadiku" ucap Linda sambil tersenyum hangat.


"Linda kami ambil motornya dulu ya, ibumu pasti senang kami bonceng seperti dulu" ucap Mister Grahan sambil melangkah meninggalkan mereka berdua.


"Kau ini jiwa mudamu jika lihat Harley langsung saja begitu" ucap Mister Alexander sambil menyusul Mister Grahan.


Linda hanya menggelengkan kepalanya saja melihat kedua ayah angkatnya itu.


"Aku sudah memutuskan memanggil kalian berdua ayah, aku tidak mau membuat kalian berdua kecewa kepada ku" ucap Linda sambil melangkah mengikuti mereka berdua ke garasi belakang.


"Linda Harley Davidson Cruiser ini ya yang aku pakai" ucap Mister Alexander.


"Iya ayah Grahan pakai saja, ayah Alexander ini ada Harley Davidson Touring jika ayah mau, tapi jika ayah mau pakai yang Goldwyn ya silahkan" ucap Linda sambil membuka penutup motor Harley Davidson Touring miliknya.

__ADS_1


"Linda ayah itu saja, lalu kau mau pakai motor yang mana?" Ucap Mister Alexander sambil mendekati Linda dan langsung menaiki motor Harley Davidson Touring itu.


__ADS_2