
"Ayah aku ini saja lebih cocok untukku" Ucap Linda sambil membuka penutup motor Harley Davidson Buell miliknya.
"Linda apakah Sportster dan V-rod juga kamu miliki?" Ucap Mister Grahan.
"Ayah Grahan, aku punya kok" ucap Linda sambil membuka dua penutup motor dan terlihat Harley Davidson V-rod dan Sportster yang sangat gagah terparkir.
"Kau ini sangat memperhatikan kami ternyata" ucap Mister Alexander.
"Jadi ayah mau pakai yang mana ya terserah ayah saja kan semuanya di sini boleh ayah pakai" ucap Linda sambil tersenyum hangat sambil membukakan beberapa penutup motor Ducati miliknya.
"Ayah ini saja" ucap Mister Grahan dan Mister Alexander kompak yang sudah diatas motor Harley Davidson Touring dan Cruiser pilihan mereka sebelumnya.
Mereka bertiga kemudian mengeluarkan motor motor mereka dan memanaskannya lalu langsung meninggalkan rumah Linda tersebut dengan Linda di paling depan.
Seperti biasa Linda hanya menjalankan motornya pelan selama di desa dan kedua ayah angkatnya itu mengikutinya di belakangnya.
Tidak membutuhkan waktu lama mereka bertiga sampai di tujuan mereka dan mereka langsung memarkirkan motor motor mereka di depan rumah yang paling tengah dari lima rumah itu.
"Linda rumah rumah ini kondisinya masih sangat bagus dan sepertinya baru di renovasi" ucap Mister Grahan.
"Iya Ayah Grahan, jika begini tidak malu aku meminjamkannya ke Farrell untuk dia tempati" ucap Linda sambil mengambil ponselnya karena memang berbunyi dan ternyata Farrell yang menghubunginya.
"Farrell ada apa pagi pagi sudah menghubungi ku" ucap Linda melalui panggilan telepon itu.
"Linda, aku sudah di jalan menuju desa mu, aku sengaja berangkat lebih awal agar mereka yang hendak merobohkan rumah di sebelah rumahmu tidak tersasar" ucap Farrell.
"Oh ya, aku dan kedua ayahku sedang di desa sebelah sebelum desa ku yang jalannya bisa menuju ke perkebunan teh" ucap Linda.
__ADS_1
"Aku tahu, lihatlah kebelakang, aku sudah di depan motor kalian" ucap Farrell.
Linda membalikan badannya dan melihat Farrel sedang berdiri di samping motor Harley Davidson Buell miliknya.
Linda kemudian berjalan mendekati Farrell.
"Kau ini jarak segini saja pakai telepon" ucap Linda yang sudah berdiri di depan Farrell.
"Iya, kan biar surprise" ucap Farrell sambil tertawa ringan.
"Ayo, rumah ini nantinya kau yang akan tempati selama proses pembangunan dan yang sebelah kiri kanannya bisa untuk kantor sementara mu juga tempat tinggal sementara anak buahmu" ucap Linda sambil tersenyum hangat ke Farrell.
"Linda kau sudah menyiapkan semuanya ternyata, terima kasih ya dan ini aku bawakan untuk mu" ucap Farrell sambil tersenyum hangat dan memberikan sebuah goody bag ke Linda.
"Farrell apa ini?" Ucap Linda sambil menerima goody bag itu tanpa menyadari jika kedua ayah angkatnya mengawasinya dari teras rumah itu yang menunggu kedatangannya untuk membukakan pintu rumah itu.
"Linda, itu sebuah jam tangan semoga kau menyukainya, aku membelinya waktu aku ke Washington DC beberapa bulan lalu" ucap Farrell sambil tersenyum hangat.
Farrell dengan sigap mengambil jam tangan tersebut dan memasangkannya di tangan Linda yang memang tidak sedang menggunakan jam tangan.
"Linda kotak kayu itu berserat emas murni dan sangaja aku pesan khusus, aku membeli ini untuk wanita spesial di hatiku" ucap Farrell sambil tersenyum hangat ke linda dengan tangan masih memegang tangan Linda.
"Farrell terima kasih, aku menyukainya dan akan aku pakai terus" ucap Linda dengan sangat bahagia meskipun dia memiliki banyak jam tangan merk Tiffany and co namun memang belum memiliki type art deco 2-hand.
"Syukurlah jika kau menyukainya, sini aku simpan dulu kotak kayunya di mobil, bukakah kau membawa motor kesini" ucap Farrell sambil tersenyum hangat dan melepaskan pegangan tangannya.
Linda hanya tersenyum dan memberikan kembali goody bag tersebut yang langsung diterima oleh Farrell lalu di simpannya di dalam mobilnya.
__ADS_1
"Farrell ayo kita lihat rumahnya, kedua ayah angkat ku sudah menunggu dari tadi" ucap Linda sambil tersenyum hangat dan melangkah menemui Mister Grahan dan Mister Alexander.
Farrell kemudian mengikutinya dengan berjalan di samping kanannya.
"Kalian berdua jika sudah bertemu pasti lupa dengan dunia" ucap Mister Grahan.
"Ayah Grahan ada ada saja, lihatlah jam tangan ini hadiah pertama dari Farrell" ucap Linda sambil tersenyum lebar memperlihatkan jam tangan barunya.
"Tiffany and co art deco 2-hand" ucap Mister Alexander.
"Iya ayah, kebetulan aku memang belum memiliki type ini, Farrell hebat juga bisa tahu jika aku menyukai jam tangan Tiffany and co" ucap Linda sambil tersenyum lebar.
"Linda sekarang bisa kau buka pintunya agar kita bisa melihat bagian dalamnya" ucap Mister Grahan sambil tersenyum hangat.
"Iya ayah maaf" ucap Linda sambil mengeluarkan beberapa anak kunci dari saku celananya lalu mencobanya satu persatu dan ternyata yang ketiga yang tepat untuk pintu itu.
Mereka semua memasuki bagian dalam rumah terbesar itu dan melihat jika memang bagian dalamnya juga sangat rapi dan bersih namun kosong karena sudah di bawa oleh pemilik sebelumnya.
"Farrell ini untuk tempat tinggal mu sementara selama projects pembangunan desa impian namun kau harus menyiapkan sendiri keperluan mu, sedangkan rumah kiri dan kanannya bisa untuk kantor sementara mu juga tempat tinggal karyawan mu" ucap Linda sambil memberikan kunci kunci rumah itu ke Farrell dan langsung di terima oleh Farrell.
"Linda terima kasih ya, aku tadinya kepikiran untuk menyewa beberapa rumah karena projects paling cepat delapan bulan lamanya" ucap Farrell sambil tersenyum hangat ke Linda.
"Farrell rumah ini akan sepi jika kau hanya tinggal sendiri sebaiknya kau mengajak kakek nenek mu saja disini, rumah ini cukup nyaman untuk di tempati sementara" ucap Mister Alexander.
"Iya Mister Alexander, kakek dan nenek juga sedang dalam perjalanan kesini kok, paling beberapa menit lagi juga mereka sampai" ucap Farrell sambil tersenyum ramah.
"Jika begitu sebaiknya kita menunggu di luar saja, jangan sampai kakek nenek mu mencari cari kita" ucap Linda sambil tersenyum hangat.
__ADS_1
"Iya, itu benar kalian berdua tunggu di teras saja kami akan melihat lihat bagian dalamnya" ucap Mister Grahan sambil melangkah menuju anak tangga ke lantai dua di ikuti oleh mister Alexander.
Linda hanya tersenyum saja dan melangkah menuju teras kembali di ikuti oleh Farrell lalu duduk di anak tangga kecil di depan teras rumah itu menghadap ke arah jalan demikian juga Farrell yang duduk disampingnya.