From Sydney With Love

From Sydney With Love
Keamanan Desa


__ADS_3

"Stop Gombal dan ayo kita tidur" Tulis Linda membalas pesan singkat tersebut.


Linda kemudian mematikan ponselnya lalu menyimpannya karena dia tahu jika selalu membalasnya maka dia tidak bisa beristirahat.


"Love you Farrell" ucap Linda berbicara sendiri sambil tersenyum senyum sendirian mengingat malam yang indah yang telah dialaminya.


Waktu berlalu dengan cepat dan seperti biasa jam empat pagi dia terbangun lalu membersihkan badannya.


Adzan subuh berkumandang dari masjid desa, dan Linda pun langsung keluar dari dalam rumahnya namun sebuah kejutan mengagetkannya.


Farrell duduk di kursi teras rumahnya dan tersenyum bahagia melihatnya.


"Selamat Pagi Putri Cantik, Yuck kita berangkat Shalat Subuh berjamaah bersama" ucap Farrell dengan senyuman khasnya sambil berdiri.


"Farrell kau ini mengagetkan ku saja, ayo kita ke masjid" ucap Linda sambil mengunci pintu rumahnya.


Farrell berusaha memegang tangan Linda untuk berjalan bergandengan tangan namun Linda menolaknya.


"Farrell aku sudah wudhu dan jangan seperti ini jika di desa ini ya" ucap Linda dengan ramah, sambil tetap berjalan menuju rumah kakek neneknya.


"Maaf ya" ucap Farrell sambil tersenyum hangat  dan berjalan di samping Linda.


Suasana desa pagi itu sangat indah dengan kicauan burung burung, karena memang Linda melarang adanya penangkapan burung di desa itu.


"Wah kalian berdua nampak sangat serasi" ucap Nenek Evi yang berjalan bersama dengan kakek Muchtar menemui Linda dan Farrell di depan rumahnya.


"Kakek Nenek yuck ke masjid" ucap Linda mengalihkan pembicaraan sambil menerima mukenanya.


"Melihat kalian berdua kakek jadi ingat waktu kakek muda, setiap mau shalat menjemput nenek mu" ucap kakek Muchtar dengan ramah sambil melangkah menuju masjid berdampingan dengan Nenek Evi.

__ADS_1


"Iya dan kakek mu ini dulu selalu menunggu Nenek di depan rumah nenek" ucap Nenek Evi.


Linda dan Farrell tidak langsung menjawabnya melainkan saling pandang satu sama lainnya.


"Semoga kita bisa segera menikah dan bahagia sampai tua seperti kakek dan nenek" ucap Farrell pelan namun terdengar oleh Linda dan juga oleh kakek dan neneknya Linda itu.


"Aamiin Ya Rabbal Alamin" ucap Kakek dan Neneknya Linda sedangkan Linda pura pura tidak mendengarnya.


Mereka kemudian masuk ke dalam masjid dan berpisah disana karena Linda dan neneknya masuk ke area wanita.


Seperti biasa selesai shalat subuh berjamaah warga desa langsung melaksanakan dzikir dan doa bersama.


Linda dan Farrell pun kembali ke rumah kakek neneknya untuk sarapan bersama dan seperti hari hari sebelumnya yang memasak adalah kedua ibu angkatnya Linda.


"Farrell coba kau jemput kakek nenek mu, biar sarapan bersama kita" ucap Kakek Muchtar dengan ramah dan saat ini mereka sedang duduk di ruang tamu.


"Maaf Kakek Muchtar tapi Kakek dan nenek saya sedang pulang ke Bandung karena pagi ini ada rapat di kantor" ucap Farrell dengan ramah.


"Iya Nek Nanti Farrell pasti ajak kesini kok" ucap Farrell sambil tersenyum hangat ke semuanya.


"Apa rencana kalian berdua hari ini" ucap kakek Muchtar sambil melihat Linda.


"Kek, Linda ama ibu mau belanja kebutuhan rumah, oh ya Nenek ikut juga ya sama kita, sudah lama kita tidak belanja bersama" ucap Linda dengan ramah.


"Iya Nenek ikut jika Lisa dan Elvira ikut" jawab Nenek Evi sambil tersenyum ramah.


"Kakek mau ikut juga ngak?" Tanya Linda sambil melihat kakeknya itu.


"Kakek hari ini sama Farrell dan yang lainnya mau bertemu dengan pemerintah daerah dan provinsi karena mau membahas pelebaran jalan utama, agar kedepannya jalan lebih lebar" ucap Kakek Muchtar dengan ramah.

__ADS_1


"Itu benar Linda, karena jalan utama memang sudah seharusnya di lebarkan, dan jika memang tidak ada anggaran maka kita akan melebarkan jalan di area tanah mu saja dulu, sebagai pancingan" ucap Farrell sambil tersenyum hangat ke Linda.


"Iya atur saja bagaimana baiknya, aku serahkan semuanya kepada mu, ayah Grahan di hitung saja keperluan pelebaran jalan utama itu, jika memang untuk kepentingan kita ya kita saya yang bangun, dan jika memang bisa di buat jalan pintas di atas tanahku maka itu lebih baik" ucap Linda.


"Iya nanti kita lihat hasil pertemuannya saja dulu ya, jika memang kita perlu membangun sendiri maka kita buat jalan pintas saja, semalam ayah sudah melihat topografi nya kok dan sudah ada gambarannya" ucap Misteri Grahan dengan ramah.


"Mily disiapkan saja dananya ya" ucap Linda sambil melihat Mily.


"Sudah Miss, sudah siap semua kok" ucap Mily sambil tersenyum hangat ke Linda.


"Suamimu apa kabarnya?" Tanya Linda.


"Dia baru sampai di Tokyo Jepang, karena memang tujuan pertama kesana, kan pabrikan mobil jepang paling banyak di gunakan di indonesia ini" ucap Mily


"Lalu kapan mulai operasionalnya" ucap Linda sambil melihat Farrell.


"Paling cepat tiga bulan, paling lama lima bulan untuk pasaran Indonesia, sedangkan untuk pasaran luar negeri dalam satu bulan akan selesai, karena di luar negeri kan kita sudah memiliki pergudangan dan pemasarannya sedangkan di Indonesia ini kan menunggu pergudangan kita selesai di bangun" ucap Farrell.


"Akan banyak gangguan nantinya karena kita akan mengganggu para pengusaha sparepart imitasi, lalu apakah sudah kau pikirkan hal ini" ucap Linda dengan ramah sambil tersenyum hangat ke Farrell.


"Satu minggu lagi pembangunan Pos Pos Keamanan desa impian akan selesai dan tenaga keamanan akan mulai bekerja, jadi kita amankan terlebih dahulu aset kita, sedangkan untuk keamanan bisnis kau tidak perlu khawatir karena para pemain sparepart imitasi rata rata teman ku dan sudah aku sampaikan ke mereka semua mengenai bidang usaha baru kita ini, mereka mau kok bisnis dengan sehat karena memang pangsa pasar kita kan berbeda" ucap Farrell menjelaskan.


"Ya, kita memang harus mendahulukan segi keamanan untuk desa kita ini, dengan banyaknya aset dan yang bekerja disini maka segi keamanan harus menjadi faktor utama untuk desa impian" ucap Mister Alexander sambil tersenyum hangat ke semuanya.


"Kalian ini asyik sekali, ayo kita sarapan dulu, makanannya sudah siap kok, hari ini semuanya menu indonesia ya" ucap Miss Elvira sambil tersenyum hangat ke semuanya.


Mereka semua langsung berdiri dan melangkah ke meja makan lalu duduk di kursi yang biasa mereka duduki.


Hidangan hidangan lezat terlihat di atas meja makan itu, yang semuanya di masak oleh Miss Lisa dan Miss Elvira.

__ADS_1


Tidak ada seorang pun yang berbicara saat menyantap hidangan lezat itu, semuanya asyik dengan makanan mereka dengan tenang meskipun beberapa kali Farrell terlihat mencuri pandang ke Linda.


__ADS_2