From Sydney With Love

From Sydney With Love
Ikut Campur di Perusahaan Farrell


__ADS_3

Farrell langsung melihat ponselnya dan melihat sinyalnya sudah penuh meskipun belum tersambung dengan wifi milik Linda.


Farrell melihat email yang dikirimkan oleh Linda dan membacanya dengan sangat teliti lalu mengirimkan email tersebut ke anak buahnya namun pesan balasannya membuatnya terlihat emosi sehingga dia langsung menghubungi anak buahnya itu.


"Aku tidak peduli kau di jalan atau di atas genteng, segera kau selesaikan dengan baik atau kau tidak perlu lagi datang ke kantor" ucap Farrell melalui panggilan telepon dan langsung menyimpan kembali ponselnya.


"Farrell ada apa kenapa kau terlihat seperti sedang marah" ucap Linda dengan ramah sambil melihat Farrell.


"Karyawan ku, aku suruh kerja malah bilang sudah perjalanan pulang" ucap Farrell sambil menghela nafas panjang.


"Ya sudah sebaiknya kita ke masjid saja dulu, sebentar lagi adzan Maghrib" ucap Linda dengan ramah sambil tersenyum hangat ke Farrell.


"Iya ayo kita ke masjid saja, Pak Felix apakah anda akan ikut" ucap Farrell dengan ramah.


"Iya pak, mari kita ke masjid" ucap Pak Felix.


"Kami disini saja" ucap Mister Alexander dengan ramah dan di angguki kepala oleh Linda.


Linda di ikuti oleh Farrell dan Felix kemudian berangkat ke masjid namun seperti biasa Linda mampir ke rumah kakek neneknya untuk berangkat bersama sama.


"Linda sudah lebih berubah ya sejak hidup di desa ini, dia jadi rajin beribadah" ucap Mister Grahan.


"Benar dan aku sangat suka perubahannya ini" ucap Mister Alexander.


"Kasian Farrell punya anak buah yang hanya ingin uangnya saja tapi kinerjanya nol besar, aku sudah curiga sejak melihat bangunan apartemen yang sangat sempit itu" ucap Mister Grahan.

__ADS_1


"Kau benar lagi, semoga saja dia bisa berubah seiring dia mengenal Linda, dan lihatlah Linda dia sudah sangat bersabar untuk farrell, dan aku tahu jika projects pembangunan desa ini sebenarnya untuk keberhasilan farrell namun farrell sepertinya belum menyadari hal ini" ucap Mister Alexander.


"Kau salah, farrell sudah sangat sadar akan hal ini namun dia tidak memiliki karyawan yang berkualitas seperti karyawan kita" ucap mister Grahan.


"Kita hanya bisa melihat saja apakah Farrell bisa merubah dirinya dan membuktikan kepercayaan Linda kepadanya tidak salah sasaran, karena kita sama sama tahu jika Linda tidak suka jika kesempatan yang dia berikan di abaikan" ucap Mister Alexander sambil bersandar santai di kursi teras itu.


"Ngomong ngomong udara kenapa semakin dingin ya, mana semua pakaian kita ada di apartemen lagi" ucap Mister Grahan.


"Iya aku juga merasakannya, apa sebelum ke bandara kita mampir ke apartemen ya untuk mengambil barang barang kita, lagi pula aku sangat tidak nyaman tinggal di sana, jika saja belum ada pembeli sudah aku rubuhkan itu apartemen" ucap Mister Alexander.


"Nanti kita rubuhkan saja trus kita bangun baru, seratus pembeli itu juga aku yakin mau karena dengan harga sama mendapatkan apartemen yang lebih mewah dan besar" ucap Mister Grahan.


"Iya tenang saja, semuanya sudah di urus oleh tim Legal kita, dan besok sepuluh anak buahku akan datang juga untuk mengurus apartemen itu" ucap Mister Alexander sambil tersenyum.


"Ini sudah jadi, lihatlah perkantoran kita" ucap mister Grahan sambil memutar laptop agar bisa di lihat oleh mister Alexander.


"Linda akan sangat setuju dengan perkantoran ini, dan berapa biayanya, awas jangan sampai dia marah" ucap Mister Alexander sambil menggeser laptop itu lagi.


"Semuanya hanya lima triliun saja, karena semua perlengkapan kantor akan aku ambil langsung dari china jadi bisa lebih murah, pembangunannya hanya tiga triliun dan dua triliun untuk perlengkapan kantor, lama pembangunan maksimal delapan bulan saja jika kita memiliki banyak tenaga kerja, ya mundur mundur satu tahun lah, jadi berbarengan jadinya dengan perumahan kita dan di kompleks perkantoran ini juga bagian belakangnya kan sudah ada mini apartemen untuk karyawan karyawan kita jadi penghematan biaya sudah sangat banyak" ucap mister Grahan menjelaskan.


"Apa menurutmu Linda akan menyerahkan projects ini ke Farrell juga?" Tanya Mister Alexander.


"Aku tidak yakin dengan hal ini, karena projects perumahan di atas bukit juga mentah, tim arsitek Farrell hanya bekerja apa adanya, tidak hanya menjalankan perintah tapi lebih semaunya mereka saja" ucap Mister Grahan.


"Ya kita lihat saja nanti, sepertinya Linda juga akan segera kembali, toh shalat Isya juga sudah selesai" ucap Mister Alexander sambil tersenyum.

__ADS_1


Sepuluh menit lagi berlalu dan tepat jam delapan malam mereka berdua sudah kembali karena Felix sudah berpamitan untuk mengawasi langsung pekerjaan pembangunan menara BTS.


Linda dan Farrell langsung duduk di kursi mereka sebelumnya dan terlihat jika wajah Farrell terlihat sangat lelah.


"Farrell coba kau hubungi anak buahmu dan tanya apa alasannya kenapa dia belum menyelesaikan tugas yang kau berikan" ucap Linda dengan sangat ramah.


"Iya baik, padahal seharusnya dia yang menghubungi ku" ucap Farrell sambil mengambil ponselnya lalu melakukan panggilan telepon ke arsitek kepercayaannya.


"Jadi sudah sejauh mana, bukankah aku minta jam delapan tepat sudah selesai" ucap Farrell.


"Maaf Bos, aku baru sampai rumah sebentar lagi aku kerjakan" ucap Anak buahnya.


"Sudah terlambat, besok kau tidak perlu lagi bekerja, aku memutuskan kontrak dengan mu dan bawa semua anak buahmu dari kantor ku, aku tidak ingin melihat kalian lagi" ucap Farrell.


"Bos, Anda tidak bisa seperti ini, jalanan sangat macet harusnya anda memahaminya" ucap Anak buahnya membela diri.


"Sudah selesai, ingat aku tidak ingin melihat kalian lagi, di kasih kepercayaan bukannya bekerja dengan benar malah mengatur saya" ucap Farrell sambil memutuskan panggilan telepon itu lalu menyimpan kembali ponselnya.


"Linda maafkan saya, namun saya tidak berhasil dengan deadline yang di berikan" ucap Farrell dengan sangat hormat.


"Farrell nilai kontrak ini senilai lebih dari lima triliun dan anak buah mu sudah sepantasnya kau pecat, ya sudah karena kau tidak berhasil dan seperti ucapan ku sebelumnya jika perusahaan mendapatkan kerugian maka aku akan turun tangan sendiri, Mister Grahan dan Mister Alexander panggil masing masing sepuluh anak buah kalian untuk bekerja di bawah Farrell, Farrell apa kau keberatan aku bertindak seperti ini" ucap Linda dengan sangat ramah.


"Tidak, anda memiliki kuasa untuk ini di perusahaan, dan ini juga untuk kepentingan perusahaan" ucap Farrell dengan sangat hormat.


"Baik, besok pagi mereka akan berangkat dari Sydney dan Farrell kemana aku harus mengirim mereka, aku tidak tahu dimana kantor perusahaan jasa konstruksi mu." Ucap Mister Alexander dengan ramah.

__ADS_1


"Sebentar saya kirimkan alamatnya dan besok biar saya saja langsung yang menempatkan mereka" ucap Farrell sambil mengambil ponselnya dan mengirim pesan singkat ke mister Alexander.


__ADS_2