From Sydney With Love

From Sydney With Love
Ponsel untuk warga desa 5


__ADS_3

"Iya Linda kakek percaya dengan mu dan apa yang kau lakukan selama ini, semoga rezeki mu selalu bertambah ya" ucap Kakek Muchtar dengan penuh kasih sayang dan tersenyum hangat ke Linda.


"Sudah sudah, sekarang sudah adzan Maghrib jadi sebaiknya kita bersiap untuk pergi ke Masjid" ucap Nenek Evi sambil membereskan sayuran yang telah selesai mereka potong.


Linda dan kakek neneknya pun langsung berangkat ke Masjid bersama sama untuk melaksanakan shalat Maghrib berjamaah.


Seperti biasa selesai shalat Magrib dilanjutkan dengan pengajian sampai masuk waktu Shalat Isya dan selesai Shalat Isya kakek Muchtar selaku kepala desa mengumumkan agar seluruh warga jam delapan nanti berkumpul di balai warga desa untuk menerima telepon seluler hadiah dari Linda.


Penduduk desa itu sangat senang mendengarnya dan banyak dari mereka langsung ke balai warga namun tidak dengan Linda dan kakek neneknya yang memilih untuk pulang.


Linda dan neneknya sesampainya di rumah mereka langsung memasak karena selain waktu yang mepet untuk pertemuan warga, baik mister Alexander beserta istrinya maupun mister Grahan beserta istrinya dan Pak Felix sudah sampai di rumah kakek neneknya itu.


Tidak lama untuk Linda dan neneknya memasak karena memang semua bahan sudah mereka siapkan sebelumnya dan mereka semua menikmati makan malam mereka yang seperti biasa Mister Alexander dan Mister Grahan sampai nambah tiga kali namun kali ini sudah di siapkan oleh Linda dan neneknya.


"Ahhh Kenyaaaaaaaaaaaaang masakan ibu emang yang paling enak selain masakan istri ku tentunya" ucap Mister Grahan.


"Kau benar Grahan masakan ibu memang paling nikmat" ucap Mister Alexander.


"Perasaan yang kalian makan sampai nambah itu aku yang masak bukan nenek, ibu seperti ada yang salah dengan lidah mereka" ucap Linda sambil tertawa ringan.


"Ibu dan Linda besok biar kami berdua saja yang memasak, jika kalian berdua yang masak terus bisa bisa Alexander makin buncit perutnya" ucap miss Lissa.


"Nah benar itu lihatlah perut mereka berdua sudah sangat buncit seperti mau melahirkan saja" ucap Miss Elvira.


"Sudah sudah, aku dan dan Pak Felix mau ke balai warga, Linda apakah Farrell sudah sampai sana" ucap Mister Alexander.


"Entahlah, sebentar aku lihat ponselku dulu dari sebelum magrib aku silent soalnya" ucap Linda sambil berdiri dan mengambil ponselnya yang dia letakkan di dapur dari sebelum magrib saat membantu neneknya memotong sayuran.


Dan ternyata ada satu panggilan tidak terjawab dari Farrell lima belas menit yang lalu dan Linda langsung menghubungi Farrell sambil berjalan ke ruang makan kembali menemui yang lainnya.

__ADS_1


"Farrell maaf ponsel ku aku silent" ucap Linda.


"Linda aku sudah di balai warga dan warga desa juga sudah semuanya hadir dan anak buah buah Pak Felix juga sudah ada namun aku belum memulai acaranya, apakah kamu akan kesini" ucap Farrell.


"Farrell mister Alexander dan Pak Felix yang akan kesana, nanti jika sudah kita ketemu di rumah ku saja ya" ucap Linda dengan ramah dan semuanya kini melihatnya.


"Oke Linda, aku selesaikan dulu ini ya baru ke rumahmu" ucap Farrell dan Linda langsung memutuskan panggilan telepon itu lalu menyimpan ponselnya di atas meja makan.


"Kalian semua kenapa melihat ku seperti itu" ucap Linda sambil melihat mereka semua.


"Linda kau kenapa kalau berbicara dengan Farrell sangat ramah?, Apakah kau menyukainya?" Ucap Miss Elvira.


"Ibu ini ada ada saja kan aku berbicara ke siapapun juga seperti itu" ucap Linda yang di balas gelengan kepala oleh semuanya.


"Sudah sudah, sekarang Farrell dan anak buah Pak Felix sudah di balai warga jadi siapa yang mau menemani mereka" ucap Linda mengalihkan pembicaraan.


"Biar saya saja Bu yang ke sana" ucap Pak Felix.


"Aku ikut" ucap mister Grahan


"Linda kakek juga akan ke sana, biar bagaimana mereka tetap warga kakek" ucap Kakek Muchtar.


"Iya kek, makasih ya" ucap Linda sambil tersenyum hangat.


Mereka berempat langsung berdiri dan melangkah menuju balai warga untuk menemani Farrell membagikan ponsel ponsel itu.


"Linda, apakah benar kau menyukai Farrell?" Ucap Miss Lissa.


"Iya Bu namun belum waktunya untuk percintaan" ucap Linda.

__ADS_1


"Linda apa yang kau tunggu?" Ucap Miss Elvira.


"Ibu, aku hanya ingin Farrell benar benar menjadi sosok yang bertanggung jawab saja dan bisa mengurus bisnisnya dengan baik, karena sejak saya kenal dia sedikit ceroboh" ucap Linda.


"Linda jangan terlalu keras ya terhadap Farrell nya" ucap Nenek Evi.


"Iya Nek, Linda ingin semuanya berjalan dengan normal saja kok, meskipun Linda tidak tahu jika Farrell menyukai Linda atau tidak" ucap Linda.


"Kakek dan nenek nya Farrell waktu datang menyampaikan ke Nenek jika Farrell sangat menyukai mu, jadi jangan sampai tindakan mu malah menjauhkan dia dari mu ya" ucap Nenek Evi.


"Iya Nek, jika memang dia jodoh ku ya dia tidak akan pergi bukan" ucap Linda sambil tertawa ringan.


"Kau ini benar benar" ucap Nenek Evi sambil menggelengkan kepalanya.


Linda tidak lagi menjawabnya melainkan langsung berdiri dan mengambil semua piring kotor lalu membawanya ke dapur untuk dia cuci.


Sementara itu Farrell sudah bertemu dengan kakek Muchtar dan yang lainnya di balai warga dan anak buahnya juga sudah mulai mempresentasikan ponsel produk mereka ke penduduk desa itu agar semuanya memahaminya karena selama ini penduduk desa belum pernah menggunakan ponsel akibat tidak adanya sinyal di desa mereka sehingga mereka malas untuk memiliki ponsel.


"Farrell apakah notanya sudah kau kirimkan ke Linda agar bisa dia segera transferkan biaya pembelian ponsel ponsel ini" ucap Mister Alexander.


"Nanti saja saat bertemu aku berikan langsung ke Linda" ucap Farrell dengan sangat sopan.


"Nota ku juga belum aku berikan jadi nanti sekalian saja dan angkanya juga nol rupiah kok jika untuk simcardnya karena aku menggunakan program CSR untuk masyarakat terpencil" ucap pak Felix.


"Baguslah jika memang ada program seperti itu jadi konsumen akan semakin banyak" ucap Mister Grahan.


"Sayangnya di perusahaan ku tidak ada program seperti itu" ucap Farrell sambil tersenyum ramah.


"Dan jika ada maka sama saja kau ingin membuat bangkrut perusahaan" ucap Mister Alexander.

__ADS_1


"Iya makanya saya nga membuatnya, oh ya, karyawan anda hebat sejak datang mereka langsung bekerja dan saya benar benar jadi belajar dari mereka" ucap Farrell.


"Iya mereka nanti yang akan membantu mu untuk mega projects yang akan Linda berikan kepadamu jadi sebaiknya karyawan mu yang lain mulai belajar dari mereka, karena meskipun hanya sepuluh orang, mereka mampu untuk membangun banyak gedung bertingkat" ucap Mister Grahan.


__ADS_2