
"Baik saya akan berhubungan dengan mister Alexander untuk masalah harga dan sepertinya besok jam delapan pagi kita sudah bisa menandatangani kontrak jual beli ini" ucap Farrell.
"Baik, senang bertemu dengan anda, sampai jumpa besok pagi" ucap Linda dengan ramah sambil berdiri dan menyodorkan tangan kanannya untuk berjabat tangan dengan Farrell dan Farrell dengan sigap langsung berdiri lalu berjabat tangan dengan Linda.
Linda dan Mily kemudian keluar dari dalam ruang rapat khusus itu dan langsung kembali ke lantai dua puluh lima.
Di ruang kerjanya Linda langsung melihat rekaman cctv ruang rapat khusus di lantai dua puluh empat itu karena memang dia memiliki akses untuk melihat rekaman cctv semua ruangan yang ada di gedung miliknya itu.
"Miss, saya sudah mengecek data Tuan Farrell dan dia juga masih single loh Miss sama seperti anda, tadi saya lihat sepertinya dia sangat terkejut karena melihat anda yang memimpin pertemuan itu" ucap Mily dengan ramah sambil tersenyum hangat ke Linda tanpa mengetahui jika Linda sedang melihat Farrell melalui rekaman cctv.
"Mungkin dia kaget mekaniknya tiba tiba menjadi seorang CEO" ucap Mily lagi karena melihat jika Linda masih sibuk dengan laptopnya.
"Ya mungkin saja, lalu mana berkasnya dia jika kau sudah menyelidiki siapa dia" ucap Linda dengan pandangan tetap ke layar laptopnya.
"Sebentar saya ambilkan di ruangan saya" ucap Mily sambil bergegas berdiri lalu melangkah menuju lift untuk ke ruang kerjanya yang ada di lantai dua puluh empat.
"Kau tampak tampan Farrell dengan pakaian resmi seperti itu" ucap Linda dalam hatinya sambil tersenyum hangat melihat Farrell melalui laptopnya.
Lima menit berlalu dan Mily terlihat sudah kembali berbarengan dengan keluarnya Farrell dari ruang rapat khusus itu.
__ADS_1
"Miss ini berkasnya" ucap Mily sambil menyimpan sebuah map yang berisi berkas hasil penyelidikan data pribadi farrell dan ini memang biasa mereka lakukan terhadap semua calon klien mereka.
Ini semua mereka lakukan agar bisa mengetahui dengan jelas siapa lawan mereka dan juga untuk mengantisipasi adanya permainan dalam bisnis yang mereka jalani.
"Iya terima kasih" ucap Linda sambil mengambil berkas itu lalu membacanya dengan teliti semua hal yang berkaitan dengan Farrell.
Dengan teliti Linda membaca dan mempelajari berkas data diri Farrell dan ternyata benar dari berkas yang di dapatkan olehnya itu diketahui jika Farrell adalah anak tunggal dan dari kecil sudah merupakan anak yatim piatu.
Ibu Farrell meninggal dunia setelah melahirkan Farrell dan ayahnya meninggal dunia satu tahun setelahnya, Farrell sejak itu di urus oleh kakek neneknya yang merupakan pengusaha.
"Benar benar pekerja keras ternyata Farrell ini" ucap Linda yang melihat jika Farrell ternyata memiliki usaha hampir di semua kota di Indonesia.
"Mily karena Farrell sudah Pulang maka tolong sampaikan agar mereka semua kesini" ucap Linda sambil menyimpan data diri Farrell di tas kerjanya agar dapat dia baca lagi nantinya.
"Baik Miss Linda, sebentar saya panggil mereka dulu" ucap Mily sambil tersenyum hangat dan melangkah meninggalkan Ruang kerja Linda.
"Kehidupan ku ternyata masih lebih baik dari Farrell, aku sampai dewasa bisa bersama kedua orang tua ku dan Farrell bahkan tidak pernah mengenal kedua orang tuanya, tapi aku salut sama dia, bisa mendapatkan nilai nilai terbaik dalam pendidikannya, tapi kenapa dia menjual asetnya?" Ucap Linda berbicara sendiri sambil melangkah menuju ruang rapat pribadinya yang ada di depan ruang kerjanya itu.
Linda langsung masuk dan duduk di ruang rapat miliknya dan menunggu orang orang kepercayaannya datang.
__ADS_1
Sepuluh menit berlalu dan satu persatu mulai berdatangan di awali oleh Mily yang langsung duduk di depan sebelah kanannya setelah memberikan salam kepada Linda.
"Baik, karena semuanya sudah ada di sini maka aku akan menyampaikan beberapa hal,
Pertama. Sesuai dengan apa yang aku sampaikan semalam jika aku hanya akan membawa lima orang saja untuk di perusahaan baru yang akan kita buka di kota Bandung.
Kedua. Kalian akan berangkat setelah surat surat perusahaan baru kita selesai semua. Aku berharap agar kalian segera mengurus surat surat perusahaan dan juga Visa kalian, ingat aku ingin semuanya Legal dan tidak ada permasalahan apapun.
Ketiga. Dikarenakan kita sudah mendapatkan lampu hijau dari Farrell untuk membeli bagunan apartemen yang sedang dia kerjakan maka ini berarti bidang usaha kita yang baru dan aku harap kalian bisa menyesuaikan diri, jangan lupa urus juga semua surat suratnya.
Keempat, aku berikan waktu tiga bulan untuk kalian dapat menyelesaikan semuanya.
Apakah ada masukan dan hal yang ingin di tanyakan kepada ku." Ucap Linda dengan ramah namun terdengar tegas.
"Miss Linda, kami sudah memutuskan siapa yang akan ikut ke kota Bandung Indonesia, yaitu saya, mr. Grahan, Jane, Laura dan Elena kami berlima juga akan membawa keluarga kami agar dapat fokus bekerja di sana akan tetapi keluarga kami akan berangkat nanti jika semuanya sudah beres.
Mengenai surat surat Izin perusahaan dan surat surat ijin kami tadi saya sudah memerintahkan kepada tim legal kita mengurusnya dan akan selesai dalam waktu satu Bulan, kami menargetkan proses recruitment karyawan baru dalam waktu satu atau dua minggu, Miss Linda tidak perlu khawatir karena kami akan mengurus semuanya sampai selesai dan semua progres akan kami laporkan ke Miss Linda melalui Mily tentunya" ucap Mister Alexander yang selalu profesional dengan menyebut kata Miss jika di kantor berbeda jika di luar kantor yang hanya memanggil nama Linda saja karena Linda memang sudah seperti anaknya sendiri dikarenakan selain Linda sudah di kenalnya sejak kecil Mister Alexander dan Mister Grahan tidak memiliki anak jadi mereka menganggap Linda sebagai anak mereka.
"Bagus jika demikian, kita tidak perlu terburu buru dalam launching perusahaan baru kita, kita harus lebih kokoh terlebih dulu jangan sampai kita terlihat oleh pihak lain jika kita perusahaan yang benar benar baru, saya harap ini menjadi awal yang baik untuk pengembangan perusahaan kita ini" ucap Linda dengan ramah.
__ADS_1
"Itu benar karena kami berencana launching perusahaan pada bulan ke enam paling cepat meskipun kita sudah memiliki banyak projects di Indonesia namun tidak akan kita ambil alih sebelum semua tenaga kerja perusahaan kita di Indonesia itu menjadi ahli di bidangnya, dan mengenai rekrutmen kami akan seperti di sini kami akan memperkerjakan sepuluh persen tenaga berpengalaman dan sembilan puluh persen first graduate, nanti kami berlima akan terjun langsung dalam rekrutmen dan juga dalam pelatihannya" ucap Mister Grahan.