From Sydney With Love

From Sydney With Love
Kantor Sydney 6


__ADS_3

"Linda, sebentar saya terima panggilan telepon ini dulu" ucap Farrell dengan sangat sopan dan di balas anggukan kepala oleh Linda sedangkan Mily sibuk dengan ponselnya.


"Bos Farrell ada satu orang yang membeli lima puluh persen saham supermarket kita, dan ini secara tidak langsung memutus ketiga pemilik saham sebelumnya karena ini berarti saham mereka yang terjual, apakah anda sudah mengetahui hal ini" ucap karyawan Farrell melalui panggilan telepon itu.


"Benarkah, lima puluh persen saham mereka kini berpindah ke satu nama saja, lalu bagaimana dengan ketiga orang itu apakah mereka sudah tahu masalah ini" ucap Farrell


"Sudah Bos, saya tahunya dari mereka juga dan mereka menyampaikan jika sore ini akan membereskan ruangan kerja mereka" ucap Karyawan Farrell kembali.


"Baguslah jika demikian, setidaknya satu beban berkurang" ucap Farrell melalui ponselnya.


"Baik Bos, itu saja yang saya sampaikan jika ada apa apa lagi saya akan kabari ke Bos" ucap Karyawan Farrell itu dan Farrell langsung mematikan panggilan telepon itu namun belum dia simpan ponselnya berdering kembali dan langsung di terima olehnya.


"Pagi kek, saya masih di Australia dan pesawat saya nanti jam dua belas siang ini namun saya tidak langsung pulang karena harus menyerahkan berkas berkas perusahaan yang asli seperti yang semalam saya sampaikan" ucap Farrell melalui panggilan telepon itu.


"Farrell apa kau tahu jika kini supermarket menjadi milik orang lain, lima puluh persen saham ke tiga musuhku sudah terjual barusan saja" ucap Kakeknya Farrell melalui panggilan telepon itu.


"Kek, saya tahu, dan saya saat ini sedang bersama pembelinya, pembeli gedung dan apartemen serta lima puluh saham supermarket adalah sama yaitu Miss Linda" ucap Farrell dengan sangat sopan melalui panggilan teleponnya.


"Farrell sampaikan ke miss Linda jika kita harus mengadakan rapat terkait saham ini dalam waktu dekat, karena secara tidak langsung dia adalah pemilik supermarket supermarket kita" ucap Kakeknya Farrell melalui panggilan telepon itu.

__ADS_1


"Miss Linda maaf kakek saya meminta kita bertemu bersama untuk mengadakan rapat terkait kepemilikan saham anda, kira kira anda ada waktu kapan" ucap Farrell sambil tetap menempelkan ponsel ke telinganya.


"Lusa saja tapi di Bandung ya jangan di Jakarta karena aku malas jika harus bermacet macetan di Jakarta" ucap Linda dengan ramah dan terlihat jika Farrel mengangguk anggukkan kepalanya pertanda dia mengerti.


"Kek, kata miss Linda lusa saja karena Miss Linda baru nanti malam pulang ke Bandung nya dan pertemuannya di Bandung saja kek" ucap Farrell melalui panggilan telepon itu.


"Farrell aku juga sudah mendengarnya, baiklah lusa kita ketemu di kantor ku saja untuk jam nya terserah Miss Linda saja" ucap Kakeknya Farrell sambil memutuskan panggilan telepon itu.


Farrell langsung menyimpan ponselnya kembali di atas meja dan menarik nafas dalam dalam.


"Farrell apakah ada masalah?" Tanya Linda.


"Sudah kau jangan khawatir aku tidak akan mengutak Atik apapun di perusahaan mu itu, jalankan saja dengan sebaik mungkin dan kembangkan sebisa mu, aku juga tidak mau di pusingkan dengan pengembangan usaha supermarket namun jika ada Mall yang hendak di jual kabari saja kepadaku" ucap Linda dengan ramah sambil tersenyum hangat ke Farrell.


"Iya Terima kasih, nanti saya akan kabari jika memang ada Mall yang hendak di jual kepadamu" ucap Farrell dengan sangat ramah.


"Tuan Farrell jika ada lagi saham perusahaan anda yang lebih banyak di miliki pihak luar sebaiknya sampaikan sekarang saja, biar Miss Linda mengambil alihnya saja, jadi beban anda akan berkurang jauh pastinya, dan Tuan Farrell jangan khawatir jika Miss Linda sudah menyampaikan tidak ikut campur internal perusahaan maka dia benar benar tidak akan mencampurinya" ucap Mily dengan ramah sambil tersenyum hangat ke Farrell.


"Farrell aku bukan mau mengambil alih semua perusahaan mu, namun aku sejak pertama melihat mu seperti melihat orang yang tertekan, kau memiliki harta namun tidak terlihat senang sama sekali, benar apa yang Mily katakan, jika memang ada salah satu perusahaan mu yang sahamnya lebih banyak di luar seperti perusahaan supermarket mu maka sebaiknya kau ceritakan saja kepada kami, selama perusahaan itu masih menguntungkan maka aku tidak akan mencampurinya namun jika ternyata merugi maka aku akan ikut campur tangan langsung, bagaimana menurut mu apakah kau tertarik dengan tawaran ku" ucap Linda dengan ramah sambil kemudian meminum sedikit coklat nya yang kini sudah tidak panas lagi.

__ADS_1


"Jika ada maka silahkan di tuliskan saja" ucap Mily dengan ramah sambil memberikan sebuah pena dan juga buku notesnya.


"Jika aku menolaknya maka hilang kesempatan ku menyingkirkan benalu benalu itu, dan kesempatan seperti ini juga tidak datang dua kali, baiklah mungkin memang seperti ini jalannya wanita yang aku sukai menjadi bos ku sendiri" ucap Farrell dalam hatinya sambil mengambil pena dan menuliskan beberapa perusahaan miliknya yang sahamnya lebih banyak dimiliki oleh pihak luar.


"Ini sepuluh perusahaan ku yang lima puluh persen sahamnya juga di miliki orang lain" ucap Farrell dengan ramah sambil mengembalikan pena dan notes tersebut ke Mily.


Melihat ada sepuluh perusahaan Mily langsung melihat ke arah Linda dengan wajah bingung.


"Mily inikan ide mu jadi segera kerjakan saja, sudah ambil alih saja semuanya, lumayan buat uang tiket mu" ucap Linda sambil tersenyum hangat ke Mily.


"Baik Miss, sebentar Tuan Farrell" ucap Mily sambil beralih ke kursi tamu meja kerja Linda dan langsung menggunakan laptop milik Linda.


"Sepertinya kekayaan yang selama ini aku banggakan tidak seperempat dari kekayaan pribadi Linda, dengan mudahnya dia membeli saham saham ini yang nilainya sangat besar seperti membeli kerupuk saja, bahkan membeli dua properti ku yang bernilai triliunan saja dia sangat mudah" ucap Farrell dalam hatinya sambil meminum sedikit kopinya.


"Farrell jangan kopinya terus kau minum, coba juga kue nya, enak loh" ucap Linda sambil kemudian mengambil sepotong kue lalu memakannya perlahan.


"Iya" ucap Farrell sambil mengambil sepotong kue lalu memakannya juga perlahan dan benar apa yang dikatakan oleh Linda, kue itu sangat nikmat rasanya.


Farrell dan Linda hanya menikmati kue kue itu sampai piring kue itu kosong demikian juga dengan cangkir mereka.

__ADS_1


"Farrell kau tidak perlu khawatir karena apa yang sudah aku ucapkan tidak akan aku langgar, aku hanya akan ikut campur jika sampai perusahaan perusahaan itu merugi, sepenuhnya dalam kuasa mu jadi mau kau kembangkan seperti apapun juga aku tidak akan memprotesmu dan jika bisa janganlah memperbanyak perusahaan namun kembangkanlah yang ada seperti perusahaan ku ini, kami fokus dalam bidang kami dan alhasil kau bisa melihatnya sendiri kami memiliki gedung dua puluh lima lantai ini sendiri" ucap Linda dengan ramah sambil melihat kedatangan Mily kembali duduk di sampingmya dengan riang.


__ADS_2