
"Apa kau tahu berapa lama ayah Grahan membuat itu" ucap Linda sambil tersenyum hangat ke Farrell.
"Satu Minggu kah?" Ucap Farrell sambil mengangkat kedua bahunya.
"Satu Jam, ayah angkat hanya membutuhkan waktu satu jam saja untuk menyelesaikan spesifikasi dan desain itu dan tiga puluh menit untuk membuat video lima dimensi yang kau tonton kemarin" ucap Linda sambil tersenyum
"Sungguh profesional" ucap Farrell yang terdengar sangat kagum.
"Dan ayah angkat tidak membutuhkan survei lokasi seperti kalian di Indonesia ini, dia hanya menggunakan laptop dan internet saja, lalu apakah arsitek mu masih kau gunakan" ucap Linda.
"Tidak aku sudah memecatnya, aku juga sudah banyak memecat benalu di perusahaan kita, dan linda apakah kau bisa melakukan apa yang dilakukan oleh mister Grahan" ucap Farrell.
"Farrell aku bisa melakukan apa yang anak buahku lakukan dengan lebih baik dan oleh karena itu mereka bekerja dengan lebih hati hati mengejar kesempurnaan karena kesalahan sekecil apapun aku pasti mengetahuinya, jadi saran ku kau juga harus mulai belajar lagi ya, kita sebagai pemimpin perusahaan jika tidak mau di bodohi oleh pekerja kita maka kita harus lebih bisa dari mereka" ucap Linda sambil tersenyum ramah ke Farrell.
"Linda terima kasih sudah membuka wawasanku, lalu apa yang tidak bisa kau lakukan saat ini" ucap Farrell.
"Saat ini aku tidak bisa menjadi kekasih mu karena kau belum membuktikan kesungguhan mu dan juga belum bisa menunjukan kemampuan mu sebagai seorang pemimpin perusahaan, jadi buktikan ya jika kau memang ingin menjadi kekasih ku" ucap Linda sambil tersenyum lebar dan memandang mata Farrell.
"Aku menyukai dan mencintai mu namun kau harus berusaha untuk itu ya" ucap Linda dalam hatinya.
"Linda, aku akan membuktikan jika kehadiran mu membawa perubahan yang berarti dalam hidupku, dan aku akan berusaha keras untuk menjadikan mu istriku" ucap Farrell bersamaan dengan adzan Dzuhur berkumandang di masjid desa yang letaknya sangat dekat dengan mereka.
"Oke" ucap Linda sambil menggerakkan tangan kanannya membentuk huruf O.
"Dan Farrell semua rumah di desa sebelah hari ini sah menjadi milikku semuanya namun ada beberapa rumah yang masih di isi oleh penduduk desa sana karena mereka harus mengosongkan dan mempersiapkan rumah baru mereka, jadi bisa digunakan untuk tempat tinggal orang orang yang bekerja selama proses pembangunan desa impian" ucap Linda sambil tersenyum hangat.
__ADS_1
"Linda, ini sangat sempurna, tapi apa yang akan kau bangun di desa sebelah?" Tanya Farrell.
"Entahlah aku belum memikirkannya sama sekali, nanti di rumah aku berikan kuncinya ya, soalnya masih menumpuk di tumpukan berkas kepemilikan rumah jadi aku harus membereskannya terlebih dulu" ucap Linda.
"Iya tidak apa apa lagi pula kan masih beberapa hari sampai semua pekerja masuk, yang jelas nanti sore kantor sementara sudah aku buat di sebelah kiri rumah yang menjadi rumah tinggalku dan sebelah kananku untuk tim independen nya saja" ucap Farrell
"Iya kau saja yang mengaturnya, tapi ingat di rawat rumahnya, meskipun suatu hari nanti akan aku bongkar namun ku suka keindahan dan kebersihan, termasuk dalam proyek, aku akan sangat marah jika ada sesuatu yang berantakan loh" ucap Linda.
"Iya Linda, jangan khawatir dengan hal itu, aku akan memastikan semuanya tetap rapi kok" ucap Farrell sambil tersenyum ramah ke Linda.
"Baguslah jika demikian, trus bagaimana dengan surat surat izin pembangunan apakah sudah kau urus, aku tidak ingin ada teguran apapun dari pihak pemerintahan nantinya" ucap Linda sambil tersenyum hangat ke Farrell.
"Linda, itu sedang di urus harusnya siang ini beres semua kok, nanti abis makan siang aku akan mengeceknya lagi dan memastikannya agar semuanya berjalan sesuai dengan rencana kita, dan sebaiknya ibu ibu di desa ini mulai mempersiapkan diri untuk membuka warung deh, dengan tenaga kerja yang banyak maka akan lebih baik jika ibu ibu desa ini saja yang menjual makanan dan minuman" ucap Farrell
"Iya nanti aku sampaikan ke kakek dan akan aku siapkan juga modal untuk mereka semoga saja banyak yang berminat untuk berjualan" ucap Linda.
"Aku suka semuanya yang para wanita suka tidak ada hal yang spesial" jawab Linda sambil tersenyum hangat juga.
Dan jawaban Linda ini terlihat membuat Farrell jadi bingung harus menyampaikan apa lagi.
"Lalu apa hobi mu?" Tanya Linda yang melihat jika Farrell hanya diam saja.
"Aku menyukai alam, kebetulan hobi ku ke off-road baik pakai mobil maupun motor trail" ucap Farrell
"Kau suka off-road tapi tidak mengerti mobil sama sekali? Kau ini aneh." Ucap Linda sambil tertawa ringan.
__ADS_1
"Biasanya aku jika off-road membawa mekanik jika ada kendala ya mekanik ku yang membantu ku" ucap Farrell sambil tertawa ringan juga.
"Kau terlalu mengandalkan uang mu Farrell, bukan keahlian mu, saran ku jika kau menyukai kendaraan maka pahami kendaraan itu, minimal kau mengerti basic nya, ayolah jangan kalah sama aku yang wanita ini" ucap Linda sambil tersenyum hangat ke Farrell.
"Iya, selama ini memang aku terlalu menikmati kekayaan yang kakek nenek berikan kepadaku, sehingga aku terlalu manja untuk mengotori tangan ku ini, lalu apa hobimu?" ucap Farrell
"Hobi ku sama seperti mu namun sedikit berbeda, aku suka off-road sendirian menikmati hutan dan memang aku lebih suka sendiri kemana mana karena kadang kesunyian alam lah yang membuat pikiran kita jadi fresh, sudah gitu jika sendirian tidak di kejar waktu, kapan saja mau berhenti dan menikmati alam bisa, dulu di Australia aku sering ke pegunungan sendirian dan alhasil aku tidak kaget dengan kehidupan di desa seperti ini" jawab Linda dengan ramah.
"Apakah di dekat sini ada rute untuk off-road, jika ada mungkin kita bisa off-road bersama" ucap Farrell.
"Ada aku memang berencana untuk mengajak kedua ayah angkat ku untuk ke hutan dalam waktu dekat ini agar mereka tidak bosan namun tidak menggunakan mobil off-road melainkan menggunakan motor" ucap Linda.
"Apakah aku boleh ikut" ucap Farrell dengan sangat bersemangat.
"Tergantung" ucap Linda.
"Tergantung apa?" Tanya Farrell.
"Tergantung kedua ayah angkat ku mau tidak kau ikut dengan kami" ucap Linda sambil tersenyum hangat ke Farrell.
"Aku yakin mereka berdua mengizinkan ku ikut" ucap Farrell dengan percaya diri.
"Kenapa kau sangat yakin" ucap Linda.
"Karena mereka kan calon ayah ku juga" ucap Farrell sambil tersenyum lebar memperlihatkan deretan giginya yang putih bersih dan sehat.
__ADS_1
"Kau ini ada ada saja, aku kan belum tentu mau jadi istri mu, jadi pacar mu saja aku belum kepikiran" ucap Linda sambil tersenyum hangat ke Farrell.
"Padahal aku sebenarnya ingin kau melamar ku loh farrell ku" ucap Linda dalam hatinya.