
Baru separuh perjalanan, Faiha meminta Abiseka untuk berhenti dan menurunkannya. Ia akan melanjutkan perjalanannya dengan menaiki ojek online. Karena sejak berangkat tadi Abiseka tampak bad mood.Selalu menatap tak suka pada Faiha. Hal itu tentu saja membuat gadis itu merasa tak enak hati.
"Maaf, tolong berhenti Tuan. Saya akan turun di sini.saja."
"Kenapa?" Menepi dan mematikan mesin mobilnya.
"Tidak apa-apa. Biar saya melanjutkan perjalanan dengan kendaraan umum saja. Tuan sangat lelah, terima kasih.Permisi."
"Ya sudah. Terserah."
Setelah Faiha turun, Abiseka pun kembalj melajukan kendaraannya meninggalkan Faiha yang berdiri di atas trotoar.
"Fiuhh...Syukurlah akhirnya terbebas juga.Pesen ojek online dulu, jam segini kira-kira cepat dapat ngak ya. Mana sepi lagi. Aduh, gerimis." Faiha segera berlari dan mencari tempat berteduh.
Sudah hampir satu jam Faiha menunggu dan belum juga mendapatkan ojek online nya. Waktu sudah menunjukkan pukul 22.00 dan Faiha mulai merasa resah ditambah lagi hujan yang juga semakin derasnya.
"Aduh sialnya, coba tadi aku ngak minta di turunin ya. Habis males banget lihat wajahnya yang menyebalkan itu dah gitu kalau ngomong mulutnya sadis."
Dengan menahan rasa dingin, meakipun ia telah berteduh di emperan sebuah toko namun, tetap saja.tubuhnya basah karena ketampyasan air hujan.
"Hihh...dingin."
Di saat pikirannya semakin kalut, tiba-tiba dari kejauhan ada cahaya sorot lampu sebuah mobil membuat silau penglihatannya. Berbagai piikiran negatif pun bermunculan di otaknya. Bagaimana jika itu adalah orang yang mempunyai niat jahat.
Seketika Faiha melangkahkan kakinya menerobos hujan yang lumayan deras menjauh dari mobil yang terus bergerak mendekat.
Tin "
__ADS_1
"Kok, dia nglakson sih." Faiha semakin mempercepat langkahnya hingga mobil itu pun menambah kecepatannya, sontak Faiha begitu terkejut ketika mobil itu berhenti tapat di sampingnya, sang pengemudi keluar lalu bergegas menghampirinya.
"Hei–Mbak, sedang apa di tempat sepi seperti ini sendirian?Ayo, masuklah ke mobilku nanti kamu bisa sakit karena kehujanan!" Laki-laki berpostur tinggi besar itu mencekal lengan Faiha yang memberontak ingin kabur karena mengira orang itu akan berbuat jahat padanya.
"Tidak–lepaskan saya, awas...jangan kurang ajar ya.Rasakan in–" Faiha berbalik menghadap laki-laki tersebut dan mengambil ancang-ancang ingin menendang bagian bawah. Tiba-tiba ia terperangah ketika melihat sosok rupawan yang wajahnya begitu dekat dengannya.
"Kamu–yang waktu itu,kan?di gedung Jayendra Group.
masih ingat?"
"Emm– ah, iya saya ingat. Maaf Tuan yang waktu itu saya sedang terburu-buru jadi tidak sengaja menabrak Tuan..."
Faiha memperhatikan wajah laki-laki itu dan ia mengingatnya.
"Andre Mendoza. Panggil saja aku Andre. Oh, ayo masuklah dulu Nona.Kamu sudah basah kuyup nanti bisa sakit." Membimbing Faiha agar segera masuk kedalam mobil, ia duduk di kursi depan.
Faiha pun menurut dan duduk di kursi penumpang depan. Faiha melihat sepertinya laki-laki itu orang baik, ramah dan sopan.Lagi pula dalam keadaan urgen juga jadi, mau tidak mau terpaksalah Faiha menerima pertolongan dari laki-laki yang tidak.di kenalnya.
"Tidak, terima kasih Tuan. Untuk anda pakai saja. Baju anda juga basah. Tidak apa-apa, saya sudah.terbiasa."
Faiha menyerahkan kembali Jas tersebut pada Andre. Karena ia merasa.tak enak, karena dia saja bajunya juga dalam keadaan basah
"Bukannya aku tidak mau memakainya tapi, rasanya mataku tidak nyaman melihat itu–" Andre melirik kearah bagian tubuh atas Faiha yang bajunya basah,bahkan tercetak jelas sesuatu yang menonjol.di sana.
Gadis itu mengikuti arah pandang laki-laki tersebut san betapa terkejut dan bercampir malu menyadari jika, bagian dadanya tampak jelas terlihat bra berwarna cream yang di kenakannya. Refleks ia pun segera menutupi dua aset berharganya dengan menggunakan Jas yang barusan ia serahkan.Meskipun tubuhnya kecil mungiil namun, bagian itu cukup padat berisi sehingga membuat laki-laki normal manapun pasti akan tergoda dan tak tahan untuk memandangnya.
"Akhh–Maaf, kalau begitu saya jadi pinjam Jas anda ya,Tuan." Faiha kembali merebut paksa Jas tersebut lalu mengenakannya untuk menutupi dadanya.
__ADS_1
Andre menyunggingkan senyumnya melihat tingkah polos gadis imut itu yang sungguh menggemaskan.
"Iya pakailah, kan sudah aku tawarkan tadi Nona...Apa boleh aku tahu namamu.Aku sudah memperkenalkan diri dan sekarang giliran anda,bukan." Menoleh.dan tersenyum manis membuat Faiha meleleh seketika.
"Nama saya Faiha Arsyana, Tuan. Dan saya salah satu karyawan di Perusahaan Jayendra Group."
"Wow–kok kebetulan sekali ya. Jadi, sekarang kita sudah berteman baik kan. Kapan-kapan kalau aku datang berkeunjung ke Jayendra Group kamu jangan tidak mengenalku,ok."
"Boss mu adalah sahabatku, Abiseka Jayendra." Lanjutnya
"Jadi dia temannya si boss.Tapi dia sangat berbeda dengan laki-laki dingin itu.Tuan andre lebih hangat dan sangat ramah. senyumnya itu bikin...ah, gantengnya." Faiha senyum-senyum sendiri tanpa sadar kalau Andre terus memperhatikannya.
"Hello—Nona Faiha, janji ya."
"Janji apa ya, Tuan Andre."
"Janji kalau kita akan berteman baik. Lebih dari sekedar teman juga boleh, aku ngak akan menolak gadis semanis kamu." Mengedipkan matanya genit.
"Lebih dari teman? Maksudnya pacar,gitu."
"Tepat sekali. Bagaimana, apa kamu tidak tertarik dengan tawaran dari cowok setampan aku ini?"
Menautkan kedua alisnya lalu, berkata..."Yang satu terlalu cold eh, yang ini malah terlalu hot."
"Apa? Kamu bilang aku hot, kok kamu tahu sih."
"Narsis..."
__ADS_1
Bersambung
Hai-hai, saya kembali lagi dengan cerita terbaru semoga kalian suka ya. Jangan lupa like dan komennya . Terima kasih.