
Baru saja mama Malika akan memasuki lift, tiba-tiba ada suara seseorang yang menyapanya.
"Tante Malika?"
Mama Malika pun sontak menoleh dan melihat sosok pria tampan tinggi menjulang tengah berdiri di belakangnya. Mama Malika pun tersenyum padanya.
"Ferdy, kamu ingin bertemu Andre juga?kebetulan sekali, ayo...kita barengan saja."
Akhirnya mereka masuk kedalam lift bersama menuju ke lantai 10 tempat di mana ruangan Andre berada. Di.dalam lift mereka sambil mengobrol santai.
"Tante ada urusan juga sampai mendatangi Andre langsung?"
"Oh, sebenarnya sih enggak juga. Tante kan sekalian mau bertemu Faiha, menantu kesayangan tante."
"Maksud tante, Faiha sedang berada disini juga...untuk apa?" Ferdy yang sepertinya lupa perihal Faiha yang hanya berpura-pura menjadi karyawan Andre.
"Loh, memangnya kamu belum tahu ya kalau Faiha itu kan memang bekerja di Mendoza Group dan disinilah awal pertemuan Abi dan Faiha. Jodoh memang ngak jauh-jauh ya datangnya. Mama Malika terlihat begitu sumringah menceritakan tentang anak dan menantunya.
"Oh ya, Tan. Apa hubungan Abi dan Faiha sudah ada kemajuan. Belum lama katanya mereka baru pulang dari berbulan madu,kan?"
"He'em, apa kamu tahu. Misi tante berhasil loh."
"Misi? Misi apa Tan?Bikin penasaran aja nih, apa ini soal mereka?" Ferdy semakin tertarik dengan obrolan random mama Malika
"Misi percintaan Abiseka dan Faiha lah, biar cepat jadi baby." Mama Malika terkekeh geli membayangkan efek dari ramuan jamu spesialnya,pastilah terjadi pertempuran sengit diantara keduanya.
"Wah, maksud tante–" Ferdy sepertinya sudah paham apa yang dimaksud mama Malika.
"Ya ampun, Tante kok nekat sekali sih? Trus, si Abi pasti marah deh." Tak habis pikir dengan ke absurd-an wanita paruh baya tersebut.
"Ngapain pake marah, justru mereka jadi ketagihan bikin anak...mmpmt, pokoknya misi tante sukses, sekarang tinggal menunggu hasilnya."
"Syukurlah Tante, Ferdy ikut senang. Jadi, pernikahan mereka sudah berjalan sebagaimana mestinya. Normal seperti pasangan istri lainnya.Berarti perjanjiannya sudah di batalkan ya?"
"Maksudmu apa, Fer? Hubungan mereka baik-baik saja, kok. Apa ada sesuatu yang tante tidak tahu? sepertinya ada yang tidak beres ini?barusan kamu bilang perjanjian...perjanjian apa itu?"
"Upss–mulut gue ini ya, suka keceplosan. Mati gue!" Ferdy berguman lalu menutup mulutnya dengan telapak tangan. Ia sungguh menyesal telah menanggapi obrolan ibu dari sahabatnya itu yang terkenal wah itu.
__ADS_1
Ting
"Mari tante, kita sudah sampai di lantai 10. Kita ke ruangan Andre!"
"Tunggu dulu–!"
"Aish, mati gue...Andre, tolongin gue!"
"Ayo, ikut tante! Kalian berdua harus menjelaskan sesuatu padaku!" Menarik tangan Ferdy menuju ke ruangan Andre.
Sekretaris Andre mempersilahkan Mama Malika dan Ferdy masuk karena Andre sudah menunggu mereka.
"Selamat siang tante, apa kabar?"
Andre menyambut kedatangan ibu dari sahabatnya yang sudah dianggapnya seperti ibunya sendiri. Dan mempersilahkan kedua tamunya untuk duduk di sofa. Saat Andre melihat raut wajah Ferdy yang tampak tegang dan pucat pasi. Andre pun tak segan menanyakannya langsung.
"Lo kenapa Fer, muka lo pucat banget.Sakit?"
Bukannya menjawab, Ferdy malah memberikan kode dengan melirik ke arah mama Malika. Dan Andre pun mengerti kalau pasti telah terjadi sesuatu. Apa si Ferdy telah berulah lagi, kali ini apa yang di lakukannya.
"Ada apa?" Andre berucap tanpa mengeluarkan suara mengarah pada Ferdy.Mereka berbicara saling mengkode.
"Ekhem-–Sudah, tidak perlu saling kasak kusuk kalian berdua. Sekarang siapa yang mau menjelaskan semuanya pada tante?" Menatap tajam Andre dan Ferdy.
"Oh, tidak ada apa-apa kok, tan. Si Ferdy memang tadi ngomong apa sama tante? Jangan suka ngadi ngadi lo,Fer. Tante Malika jadi salah paham, kan tu."
Andre mencoba mengelak agar mama Malika tak memperpanjang soal itu lagi. Namun, sayang takkan semudah itu membohongi wanita paruh baya yang sangat cerdas seperti mama Malika.
"Sudah, tidak usah beesandiwara lagi kalian.Sekarang ayo, cepat ceritakan...Andre...ah, Lebih bagus Ferdy saja, kamu yang pastinya akan berkata jujur. Silahkan Ferdy!"
Ferdy jadi serba salah, di satu sisi ia harus setia kawan dan di sisi yang lain ada seorang wanita yang begitu di hormatinya, bahkan sudah dianggapnya seperti ibu sendiri. Bahkan mama Malika sudah mengenal Andre dan Ferdy sejak mereka masih ingusan. Bagai memakan buah simalakama. Dilema melanda kedua lelaki tampan itu.
"Ayo, tunggu apa lagi.Kenapa kalian malah saling berpandangan sudah seperti adegan film romantis saja."
"Sudahlah Fer, gue juga dah pasrah. Lo sih selalu aja gitu, ngak bisa jaga rahasia sama sekali.Bocor lo. Dah, biar gue yang jelasin." Akhirnya Andre memutuskan, ia yang akan menceritakan semuanya pada mama Malika.
"Jadi begini tante, ..." Andre menceritakan dari awal Abiseka mengenal Faiha hingga sampai perjanjian pernikahan kontrak antar keduanya. Untuk masalah hutang piutang antara Faiha dan Abiseka, Andre sama sekali tidak mengetahuinya.Itu urusan internal diantara mereka berdua.
__ADS_1
Andre juga memberitahu jika Faiha masih bekerja di Jayendra Group sebagai OG karena gadis itu tetap ingin membayar hutangnya pada Abiseka. Ia tidak ingin dicap sebagai perempuan matrealistis hanya karena sudah menikah dengan pria kaya.
Dan sepertinya kini hubungan Abiseka dan Faiha sudah ada kemajuan, mereka telah salkng jatuh cinta dan pernikahan sandiwara mereka telah berakhir.Kini mereka menjadi pasangan suami istri yang sesungguhnya.
"Itu saja tante yang Andre ketahui dan bisa aku ceritakan. Selebihnya tante tanyakan langsung pada Abiseka dan Faiha."
Mama Malika tertegun sejenak, kemudian wanita itu bangkit dari duduknya begitu pun Andre dan Ferdy sontak ikut berdiri.
"Tante mau kemana?" Tanya Andre.
"Mau menyelesaikan urusan dengan Abiseka dan Faiha? siapa lagi."
"Tante ngak akan berbuat macam-maacam kan, pada Faiha? Dia tidak bersalah apa-apa, tan. Tolong jangan sakiti dia." Andre takut jika mama Malika akan melimpahkan kesalahan hanya pada gadis sebaik Faiha.
"Terserah tante lah, punya hak apa kamu mengatur apa yang boleh dan tidak boleh tante lakukan. Itu bukan urusan kalian semua termasuk Abi si anak pembohong itu. Tante permisi, terima kasih atas informasinya."
Mama Malika pun melenggang pergi tanpa menoleh lagi pada kedua pria dewasa.yang hanya melongo melihat kepergiannya tanpa bisa berbuat apapun untuk membantu Abiseka dan Faiha yang pastinya akan berada dalam masalah besar.Mama Malika tak akan segan untuk menghukum siapa pun yang telah membohongi nya, apalagi seluruh anggota keluarga Jayendra.
"Terus bagaimana nasib mereka selanjutnya?Gue jadi merasa bersalah telah ikut berkomplot membohongi orang tua Abi. Lo juga sih Fer, kebiasaan lo yang suka ember bikin tambah masalah.Lah, kenapa juga gue ikutan membongkar semua kebohongan si Abi,ruwet urusannya kalau sudah menyangkut mama Malika."
Menepuk jidatnya, Andre menyesali karena telah ikut berkhianat dengan membocorkan rahasia perjanjian Abiseka dan Faiha.
"Sudahlah Ndre, kita ambil hikmahnya aja. Kalau tidak terbongkar sekarang suatu hari nanti juga pasti akan ketahuan juga, kan. Tante Malika itu cerdik dan pintar. Apa pun tak akan bisa lepas dari pengawasannya. Abi nya aja yang bodoh, kenapa mesti melakukan nikah kontrak. Habislah dia nanti sama mamanya sendiri. Kita ambil hikmahnya saja. Semoga dengan ini semua akan berakhir baik-baik saja. Bukankah tante Malika begitu menyayangi Faiha.Kita tunggu saja kelanjutannya dan jika di butuhkan kita bantu mereka."
Ferdy berbicara cukup bijak menanggapi apa yang telah terjadi. Dia tidak sadar kalau semua itu berawal dari mulutnya yang suka ember itu.
"Hemm–Karepmu lah, Fer. Gue ikut alurnya si othor aja."
Sementara itu sepanjang perjalanan menuju ke Jayendra Group. Mama Malika berpikir keras apa yang harus dilakukannya untuk menghukum anak dan menantunya itu. Bisa-bisanya ia bisa kecolongan di bohongi sampai segitunya. Yup, mama Malika telah membuat keputusan dengan cara apa untuk memberi hukuman pada mereka. Memberi efek jera karena telah mempermainkan sebuah pernikahan yang sakral.
"Lihat saja kalian, telah berani bermain-main dengan mama Malika." Tersenyum menyeringai penuh dengan tipu muslihat.
Bersambung
Eng ing eng, mama Malika in action.Mari kita tunggu ke ambyarran Abiseka dan Faiha dan duo sahabat yang sangat setia kawan itu?
Sekedar informasi. Bahwa novel ini akan update setiap dini hari atau pagi. Karena kesibukkan emak2 di siang hari dengan 2 bocil. Jadi, hanya malam hari waktu senggang untuk bisa mengetiknya. Oke, selamat membaca.
__ADS_1
Terima kasih yang masih setia mengikuti kisah Abiseka dan Faiha.