Gadis 147 cm

Gadis 147 cm
18.Sandiwara lanjutan


__ADS_3

"Siapa nama atasan anda itu? Bisa tolong sebutkan namanya?jangan mengada-ada ya mbak, apa mungkin pak presedir mengenal perempuan–"


"Nona Faiha—"


Baru saja Faiha ingin membalas perkataan nyinyir dari sang resepaionis, tiba-tiba di belakangnya terdengar suara seseorang yang menyapanya.Sontak Faiha pun menoleh dan menatap seorang laki-laki muda yang sama sekali tak di kenalnya.


"Iya,saya–ada apa ya, pak?"


Seorang laki-laki muda sekitaran umur 25 tahuan,tampak tersenyum ramah. Posturnya yang tinggi dan berwajah tampan sejenak membuat Faiha terpana.Kenapa belakangan ini cowok-cowok ganteng bermunculan di sekitarnya?


"Saya Doni Asisten pak Presedir.Mari nona saya antar ke ruangan Mr.Mendoza.Beliau sebentar lagi akan segera tiba."


"Oh, tidak usah.Saya menunggu di sini saja,terima kasih."


Faiha merasa tak enak jika,harus menunggu di ruangan Andre yang notaben-nya adalah pimpinan di perusahaan tersebut. Siapalah dirinya yang hanya.seorang OG, ia merasa tidak pantas.


"Maaf,nona Faiha. Pak Presedir sendiri yang memerintahkan saya untuk mengantar anda ke ruangan beliau. Mari nona, saya tidak bisa melanggar perintah Pak Presedir."


"Baiklah–." Akhirnya Faiha pun mengiyakan lalu mengikuti langkah Doni menuju ke lift khusus para petinggi.


Mereka telah sampai di depan ruangan Presedir dan seorang wanita muda sekretaris Andre menyambut Faiha dengan ramah.Namun, entah mengapa Faiha merasa cara wanita itu menatap seakan tengah menilai dirinya. Mungkin karena tampilan Faiha yang seserhana bahkan terkesan biasa saja. Ah, kenapa mereka selalu melihat orang hanya dari tampilan luarnya saja. Faiha merasa tak nyaman.


"Sandra, nona Faiha ini adalah tamu pribadi Mr.Mendoza. Bersikaplah yang sopan." Doni menyadari akan sikap Sandra yang seakan memandang rendah Faiha dan Doni tak suka itu.


"I–iya Pak, maafkan saya. Mari nona, silahkan masuk." Sandra seketika takut di tatap dengan begitu tajam oleh Doni sang Asisten big boss.Wanita itu segera merubah sikapnya terhadap Faiha.


"Hmm–awas, janganmacam-macam kamu Sandra kalau masih ingin bekerja di perusahaan ini."


Sebelum masuk Doni kembali memperingatkan sekretaris itu. Dan Sandra tertunduk malu dan takut di pecat.Masalah Andre boss yang begitu tegas dan selalu profesional dalam ruang lingkup kantor serta jika, menyangkut masalah pekerjaan.


"Nona Faiha. Silahkan duduk. Tidak berapa lama lagi Mr.Mendoza akan tiba,saya akan tinggal nona sebentar ada pekerjaan yang harus saya kerjakan.Permisi Nona."


"Iya, silahkan Pak." Mengangguk


Sudah hampir lima belas menit Faiha menunggu dengan resah.Rasanya Faiha sudah tidak sabar dan ingin keluar dari ruangan itu. Ia akan menunggu di lobby saja. Baru saja ia bangkit dari sofa hendak beranjak pergi.


Pintu ruangan tersebut seketika terbuka dan munculah sosok yang tengah ia tunggu-tunggu sejak tadi. Laki-laki itu tersenyum, wajah tampannya selalu membuat Faiha terpana apa lagi mata ambernya bagaikan menghipnotis pandangannya.


"Selamat pagi Nona Faiha.Maaf lama menunggu. Mau kemana? Ayo,duduklah.Santai saja nona.Saya orangnya todak menggigit,kok." Yersenyum lebar dengan memamerkan deretan.gigi putihnya.


Dari gerak-geriknya, kelihatannya Faiha tampak tak nyaman. Itu bisa terlihat dari posisi duduknya yang tak tenang kaki kanannya terus bergerak-gerak seperti orang yang sedang risau. Andre merasa harus menenangkannya, laki-laki itu beranjak dari kursi kebesarannya dan menghampiri gadis yang masih menunduk entah sedang melihat apa di lantai itu.


"Ada apa?"


"Nona Faiha?"

__ADS_1


"Eh–anu, saya tidak kenapa-napa kok, Tuan." Jawabnya gugup.


Andre menyungggingkan senyum manisnya dan itu berhasil mengembalikan Faiha dari alam sadarnya karena sejak tadi gadis itu seperti tengah melamunkan sesuatu.


"Apa nona sedang mencemaskan sesuatu hal,.apakah boleh aku tahu itu pun jika, nona tidak berkeberatan." Andre berpindah posisi duduknya lebih dekat pada Faiha membuat gadis itu terkesiap semakin kikuk.


"Saya hanya ingin tahu,kenapa Tuan mau membantu Tuan Abiseka dalam sandiwara ini. Maksud saya apa.Tuan juga di bayar olehnya."


"Ups–aku ngomong apa sih barusan? Aduh, kalau Tuan Andre marah dan mengadu pada si kanebo garing bagaimana ini. Mana mungkkn kan Tuan Andre...haduh, mati aku." Faiha baru sadar akan.apa yang di ucapkannya pada Andre dan hal itu cukup membuatnya semakin kalut. Itu sama saja ia memandang rendah seorang Andre Mendoza sang Ceo.


Di luar dugaan, laki-laki tampan itu malah tertawa renyah sambil terus menatap Faiha yang terlihat lucu dengan wajah cengo-nya,mulut yang menganga dan mata bulatnya bagai tak berkedip menatap Andre.


"Oh–nona Faiha, kamu membuatku yak bisa menahan tawa. Kenapa kamu begitu menggemaskan,sih.Aku tidak habis pikir sama si Abi yang tak bisa melihat sisi dirimu yang sangat manis seperti ini. Apa dia tidak normal, ya." Andre kembali terbahak sedangkan Faiha wajahnya semakin merona malu pria setampan Andre memujinya.


"Anda tidak marah, Tuan.saya bukan bermaksud untuk memandang rendah anda.Tentu saja tidak mungkin Tuan Abiseka...yah pokoknya begitu lah.Maaf ya, Tuan Andre."


"Oke, no problem.Sebaentar."


"Sandra, tokong buatkan tiga minuman beserta camilan antar ke ruanganku!"


"Maaf ya nona Faiha.Saya tinggal untuk memeriksa berkas-berkas. Buatlah dirimu senyaman mungkin, tidak perlu sungkan."


Suasana hening, Andre melanjutkan pekerjaannya sesekali ia melirik ke arah Faiha yang juga tengah sibuk dengan ponselnya.


Tok"


"Masuk!"


"Letakkan di sana saja!"Sandra menyuruh OB tersebut.agar menarunya di atas meja tamu. Tatapan sinisnya tak lepas dari Faiha.


Tak berapa lama setelah Sandra dan OB keluar terdengar dering ponsel milik Andre.Gegas ia pun mengangat panggilan tersebut yang ternyata dari Abiseka.


Drrrtt"


"Ya, ada apa, Bi?"


"Apa tu cewek sudah datang ke kantor lo?"


"Hmm–sudah.Kenapa?kangen apa gimana.Apa takut nanti dia bakal pindah kelain hati, hati gue misalnya." Terkekeh geli senang menggoda sahabatnya yang super dingin dan kaku itu.


"Si**an lo, Dre.Siapa juga yang mau sama cewek kaki pendek macem dia.Kayak ngak ada yang lain aja.gue cuma khawatir pas nyokap datang ke tempat lo tu cewek belum ada.Gitu–."


"O—begitu.gue kira lo kangen dan takut calon istri tercinta bakal di gaet cowok lain. Jadi, beneran nih ngak bakal tertarik sama dia (Faiha maksudnya)?"


Andre melirik Faiha dan ketika gadis itu tak sengaja melihat ke arah Andre, laki-laki itu mengedipkan sebelah matanya genit. Sontak Faiha jadi salah tingkah lalu mengalihkan pandangannya.

__ADS_1


"Iya,sorry aja.Kan dah gue bilang kalau dia tuh bukan tipe ideal gue. Hanya sebatas sandiwara."


"Sandiwara lanjutan ya? Jadi suatu saat nanti kalian bakal berpisah walaupun telah menikah?"


"Hmm–dah ah, ngomong apa sih lo.Ngelantur aja.Nanti kalo mama dateng lo harus lakukan sesuai apa yang telah kita rencanakan, oke.pokoknya jangan sampai terbonhkar rahasia kita bertiga."


"Okelah, boss Abiseka Jayendra.Titah yang mulia akan hamba laksanakan.Bye–"


Klekk.


"Apa itu tadi dari Tuan Abiseka?" Faiha bertanya karena penasaran. Entah apa yang di bicarakan oleh kedua pria tampan tersebut karena ia menebak kalau itu ada sangkut pautnya dengan dirinya.


"Iya, kenapa? Apa nona Faiha—"


Tok"


"Masuk!"


"Maaf Mr. Ada seorang wanita ingin bertemu dengan anda.Namanya Nyonya Malika Jayendra."


"Persilahkan beliau untuk masuk!"


"Baik, Mr."


"Assalamuallaikum. Hai, cantinya mama.Sudah lama menunggu ya.Maaf mama agak telat tadi ada yang harus di urus sebentar."


Nyoya malika langsung berhambur memeluk dan mencium Faiha sang calon mantu kesayangannya.Tak menghiraukan sang tuan rumah.


"Iya, tidak apa-apa Ma."


"Ehemm—"


"Eh, ada Andre. Sorry ya ganteng. Tante lupa kalau ada kamu juga disini.Ngak kelihatan,sih." Nyonya Malika tersenyum tanpa dosa.


"Ya ampun, Tante.Masak segede ini Andre sama sekali ngak kelihatan.Ck ck...nasibku." Memasang wajah lesu.


"Gimana? Boleh kan tante bawa Faiha sekarang?"


"Memangnya mau di ajak kemana sih, Tan.kok kayaknya penting banget."


"Mau ke butik.Membuat gaun pengantin untuk persiapan pernikahan mereka nanti."


"Eh–."


Bersambung

__ADS_1


Hai-hai, saya kembali lagi dengan cerita terbaru semoga kalian suka ya. Jangan lupa like dan komennya . Terima kasih.


__ADS_2