
"Apa—menikah beneran" Jawab Faiha cengo.
"Yup, menikah resmi secara agama dan hukum. Menjadi ngonya Abiseka Jayendra. Kamu pasti sangat bahagia, bukan?"
"Siapa juga yang bangga menjadi istri anda,Tuan Abiseka Jayendra.Justru bagiku itu bagaikan musibah yang tak terelakkan. Saya menghormati Ma‐Nyonya Malika, Nyonya Retno dan Tuan Aryan. Cuma itu yang jadi bahan pertimbangan saya menerima pernikahan ini."
"Apa kau bilang?musibah?sombong sekali kamu,ya. Kamu kira kamu itu siapa.Hanya gadis miskin yang bahkan tidak menarik sama sekali.aku tidak tahu apa yang di lihat keluargaku dari dirimu."
Faiha mengeraskan rahangnya,bahkan kedua tangannya mengepal kuat tanda bahwa ia sangat geram dengan kata-kata penghinaan yang terlontar dari bibir laki-laki arogan itu.
Manik mata mereka saling bersiborok dengan hati yang sama-sama panas, bahkan Abiseka merangsek maju mengikis jarak diantara mereka. Tiba-tiba saja Faiha mendorong tubuh kekar Abiseka dan refleks tangan Abiseka menarik lengan Faiha hingga tubuh mungilnya terhuyung mendarat tepat di dada bidang Abiseka.Dan terjadilah adegan romantis ala-ala film india. Seketika wajah keduanya merona malu. Bahkan kini wajah mereka begitu dekat, membuat bulu kuduk Faiha meremang.
FAIHA ARSYANA (Si imut dan menggemaskan )
Mereka tak menyadari jika, sejak tadi ada empat pasang mata yang tengah mengintip mereka dari dalam rumah.
"Ehemm—apa yang sedang kalian lakukan?" Tiba-tiba acara intip-mengintip mereka terganggu oleh kehadiran papa Aryan yang menginterupsi kegiatan mereka.
"Ish–papa ini bikin kaget saja.Tuh lihat anakmu, katanya ngak suka tapi sudah main peluk-peluk saja."
ABISEKA JAYENDRA (Si Kanebo Garing)
Nyonya Malika segera beranjak dan menghampiri putra dan sang calon menantu yang masih asik saling pandang-pandangan, wanita paru baya itu khawatir kalau pasangan tersebut akan melakukan sesuatu yang belum boleh di lakukan.Kan bisa dosa, begitulah pikiran para orang tua zaman old.
"Eh eh—apa yang mau kalian lakukan?"
"Ma-ma–enggak kok,ma. Kami ngak ngapa-ngapain.Tadi mata Faiha katanya kelilipan jadi, Abi mau meniupnya. Iya kan, sayang." menangkup kedua belah pipi Faiha lalu berpura-pura meniup sebelah kanan mata Faiha.
"Benar apa yang di katakan oleh Abi, sayang. Dia tidak melakukan sesuatu kan padamu?" Masih menaruh curiga terutama pada sang putra.
Karena sudah tidak bisa lagi berkelit akhirnya Faiha mengangguk.Meskipun di dalam hati ia begitu dongkol pada laki-laki yang selalu mencari memanfaatkan keadaan itu.
__ADS_1
"Iya ma, benar kami tidak melakukan sesuatu yang melanggar norma agama,kok. Kan, kami belum sah menjadi suami istri."
"Kenapa aku malah berkata seperti itu,sih. Itu artinya aku menerima pernikahan ini dan pria menyebalkan itu." Faiha merutuki kata-kata yang terucap dari mulutnya sendiri. Padahal sangat bertolak belakang dengan kata hatinya.
Sidang dadakan Faiha vs Abiseka akhirnya berakhir damai dan semuanya setuju bahwa kurang dari empat hari lagi keluarga Jayendra akan datang untuk melamar Faiha secara resmi. Namun, yang masih mengganjal di hati Faiha adalah keadaan keluarganya yang sederhana bahkan jauh tidak sebanding dengan keluarga Jayendra yang kaya raya.
Meskipun mama Malika, papa Aryan dan eyang Retno tidak mempermasalahkan akan hal itu. Ya, karena mereka telah menerima Faiha sebagai menantu tidak memandang dari bibit,bebet dan bobotnya. Bagi keluarga Jayendra Faiha adalah gadis yang baik dan sangat pantas untuk mendampingi Abiseka.
"Kamu kenapa lagi,sayang? Apa masih ada yang mengganggu pikiranmu.Ceritakanlah pada mama,hm!"
Sejak perbincangan yang cukup serius saat di ruang keluarga, wajah Faiha tampak murung. gadis itu merasa malu dan minder bagakmana reaksi mereka ketika nanti datang ke rumahnya yang sangat-sangat sederhana. Bahkan mungkin ruang tamu di rumahnya tidak lebih besar dari kamar-kamar di kediaman Jayendra.
"Saya tidak enak jika nanti Tuan Abiseka beserta keluarga datang ke rumah saya dan jadi merasa malu dan terhina. Rumah kami mungkkn sangat tidak layak bagi keluarga Jayendra."
"Stt–bicara apa sih kamu, nak. Kami kan sudah bilang kalau apapun keadaanmu, kami akan tetap menerima kamu untuk menjadi istri Abiseka. Dan bagi kami, kamu adalah pilihan yang tepat sebagai menantu di keluarga ini. Jadi, jangan pernah berpikir macam-macam, apa lagi berniat untuk membatalkanya."
"Oh, ya satu lagi. Kenapa kamu masih memanggil Abiseka dengan sebutan Tuan? Apa karena kamu adalah karyawan dari Andre sehingga kamu juga memanggil Abi dengan sebutan Tuan juga?"
Faiha mengangguk, ia tidak punya keberanian untuk mengatakan yang sebenarnya bahwa.dirinya bulanlah karyawan dari Andre. Salah satu kebohongan yang belum terbongkar. Entah apa yang akan terjadi jika mama Malika,papa Aryan dan eyang Retno tahu kalau Faiha hanyalah seorang OG di Jayendra Group.
"Panggil mas Abi, gitu dong biar mesra! Ok."
"Mas Abi–" Ah, sumpah.Faiha benar-benar tidak merasa nyaman dengan panggilan tersebut.
"Ekhemm–sudah selesaikah sesi curhatannya?" Abiseka menghampiri kedua wanita cantik yang terlihat begitu dekat. Abiseka bahkan tak habis pikir mengapa gadis yang menurutnya tidak memiliki kelebiha apa pun bisa mengambil hati seluruh anggota keluarganya.
"Kamu,Bi. iya sudah. Baiklah sayang, ini sudah waktunya kamu pulang,kan. Mama tidak mau nanti bulek kamu cemas. Besok, mama akan mengunjungimu ke tempat kerjamu ya. Nanti mama akan meminta izin langsung pada Andre."
"APAA?"
Faiha dan Abiseka kompak berteriak dengan ekspresi uang sama membuat mama Malika dan yang lainnya.sampai menoleh dan memperhatikan keduanya.
"Ciee–kompak ni ye. Mama Malika menggoda Faiha dan Abiseka.
"Mengapa reaksi kalian terkesan mencurigakan? Apa ada sesuatu yang kami tidak tahu,hm?"
__ADS_1
"Ah–tidak kok,ma. Iya kan,sayang? baiklah, mama boleh mengunjungi Faiha di tempatnya bekerja. Tapi, Abi tidak menjamin loh ya jika, Andre bisa mengizinkan Faiha untuk pergi dengan mama." Dengan santainya Abiseka mengatakan kebohongan yang berikutnya pada keluarganya. Malah Faiha yang ketar ketir.Ia takut mereka akan kecewa bila mengetahui kebenarannya.
"I‐iya ma, besok Faiha tunggu kedatangan mama."
"Kipiye meneh iki,jal. Berarti besok aku harus berakting lagi dong." Tubuh Faiha lunglai seketika.
Abiseka mengantar Faiha pulang, di sepanjang perjalanan Faiha terus menerus mendapatkan wejangan tepatnya perintah-perintah yang harus di lakukan oleh gadis itu. Mereka menepi sebentar untuk menelpon Andre dan merrka sepakat bahwa besok Faiha akan berangkat ke Mendoza Energy.
Keesokan harinya Faiha sudah sampai di gedung Mendoza Energy. Perusahaan yang bergerak.di bidang migas milik Andre Mendoza. Ya, Andre merupakan.salah satu pengusaha muda yang cukup sukses dan di segani di kalangan para pengusaha.
"Ini aku harus kemana ya? Apa aku telpon Tuan andre saja. Tapi, kayaknya ngak sopan deh. Siapa juga aku yang dengan berani menelponnya secara pribadi.Lebih baik aku tanya resepsionis saja.deh, takut keburu mama Malika datang."
ANDRE MENDOZA ( Si bule juragan minyak) 😁
"Permisi, mbak.Selamat pagi."
"Selamat pagi.Apa ada yang bisa saya bantu?"
"Emm– begini mbak, apa saya bisa.bertemu dengan Yuan Andre Mendoza?"
Sang resepsionis bukannya menjawab malah menatap Faiha dengan penuh tanda tanya dan keraguan. Karena di lihat dari gaya berpakainan Faiha yang sangat biasa sudah di pastikan kalau gadis tersebut bukanlah dari kalangan kelas atas. Apa mungkin boss mereka mengenalnya. Itulah yang ada di pikirannya.
"Apa anda sudah membuat janji dengan beliau?"
"oh, i–itu.sebenarnya saya eh, bukan. Tapi, atasan saya yang sudah membuay janjinya untuk saya." Faiha agak sedikit grogi taku salah ucap.
"Siapa nama atasan anda itu? Bisa tolkng sebutkan namanya?jangan mengada-ada ya mbak, apa mungkin pak presedir mengenal perempuan–"
"Nona Faiha—"
Bersambung
Maaf ya, Alurnya masih lambat merayap. Belum ada konflik.
__ADS_1
Hai-hai, saya kembali lagi dengan cerita terbaru semoga kalian suka ya. Jangan lupa like dan komennya . Terima kasih.