Gadis 147 cm

Gadis 147 cm
74. Pertemuan 3 sahabat


__ADS_3

Tepat pukul setengah tiga sore, ketiga sahabat karib berkumpul ditempat yang biasa mereka datangi.


"Ada apa nih, tetiba ngajak ngumpul?" Abiseka yang pertama bertanya.


Ferdy menatap kedua sahabatnya itu dan menggelengkan kepala." Gue ngak ngerti sama jalan pikiran kalian, sudahlah jangan macam-macam. Apalagi kalau sampai Faiha tahu bisa gawat terutama lo, Bi." Menunjuk kearah Abiseka.


"Tunggu-tunggu, maksudnya ini apa sih? Lo belum menjelaskan akar permasalahannya sudah main tuduh aja. Ada apa sebenarnya, katakan!"


Andre yang tadinya duduk bersender menegakkan tubuhnya dan mulai serius mendengarkan pecakapan keduanya.


"Zivanya–ya, gue tahu dari dia. Dan lo juga Ndre...apa maksud lo mengatakan kalau Hani adalah kekasih lo dan si Ziva dengan persepsinya sendiri mengira kalau lo memiliki sugar baby dan Hani lah gadis yang dimaksud Zivanya."


"WHAT? Beneran Ndre,kenapa lo sampai berkata seperti itu sama Zivanya lagi?sebenarnya ada apa...apa yang mendasari sampai lo bisa berbuat demikian. Hani, gue ngak tahu bagaimana kalau sampai terdengar ke telinga Faiha."


Sontak Abiseka begitu terkejut dan tak menyangka kalau niatnya yang hanya ingin mengerjai kedua sahabatnya itu malah bertambah kacau seperti ini.


"Nah, sekarang apa yang akan kalian lakukan, hah? Gue tadinya ngak mau ikut campur tapi, gue masih memandang persahabatan kita. Sepertinya Zivanya belum menyerah untuk mengejar lo Ndre dan dia bilang masih tidak percaya tentang Hani. Gue takut dia akan menyakiti Hani gadis belia yang belum mengerti apa-apa. Lo juga Bi, kalau bercanda dan mau mengerjai kita tuh dipikir dulu, ini malah adik lo sendiri yang dijadiin umpan ke pria-pria dewasa seperti kita-kita ini." Ferdy berbicara panjang lebar tak putus-putus menyalahkan kedua sahabatnya.


Andre dan Abiseka terdiam, apa yang dikatakan Ferdy benar. Kejadian ini berawal dari dirinya dan keisengannya untuk mengerjai kedua sahabatnya yang tak kunjung mendapatkan jodohnya. Di luar perkiraannya ternyata malah menjadi bumerang untuknya. Parahnya lagi ia menarik Hani sang adik ipar masuk kedalam permainan mereka.Kini Abiseka bingung bagaimana harus menghentikan Zivanya agar wanita itu tidak mengetahui tentang Hani.


"Lalu apa yang harus kita lakukan untuk menghentikan Zivanya? Terus terang ya guys, untuk saat ini gue ngak bisa ngehandle masalah ini. Itu...Faiha sedang sangat membutuhkan perhatian lebih dari gue, karena istri gue sedang hamil muda." Akhirnya Abiseka memberitahukan berita membahagiakan tersebut pada kedua sahabatnya.


"Wah–selamat ya, Bi.Ngak nyangka gue ternyata lo tokcer juga ya." Ferdy memberi selamat dan menepuk pundak Abiseka. Begitu pun Andre juga mengucapkan selamat pada Abiseka yang akan segera berubah status menjadi seorang ayah.


"Selamat ya, Bi. Semoga kehamilan Faiha lancar, sehat dan selamat sampai kelahiran nanti." Andre menjabat tangan Abiseka.


"Terima kasih guys, semoga kalian secepatnya juga bisa menyusul dan mendapatkan jodoh yang terbaik." Abiseka mendo'akan balik untuk Ferdy dan Andre.


"Iya, ngak apa-apa Bi. Urus istri lo aja dulu, katanya wanita yang baru hamil muda itu sangat merepotkan ada saja keinginannya dan wajib dituruti.Bersiaplah bro dan kuatkan kesabaran lo." Ferdy memberi nasihat namun terkesan menakut-nakutinya.


Mengeplak bahu Ferdy dan selanjutnya mereka tertawa terbahak-bahak bersama. Terutama Ferdy yang sudah bisa membayangkan bagaimana repotnya Abiseka dalam menghadapi istrinya yang tengah hamil muda itu.

__ADS_1


"Ndre, gini aja. Tugas lo adalah menjaga Hani jangan sampai betemu muka dengan Zivanya. Sedangkan gue akan mengawasi gerak gerik Zivanya.Gue punya feeling kalau dia sedang merencanakan sesuatu yang tidak baik.


"Oke–ngak masalah. Tapi, gue ngak janji bisa fokus menjaga Hani langsung dan kalian jangan khawatir gue akan memerintahkan anak buah gue untuk menjaga Hani." Karena kesibukkannya Andre tak berjanji bisa menjaga Hani."


"Hem, begitu juga ngak masalah. Yang penting Zivanya jangan sampai menyentuh Hani. Kalian tahu sendiri kan gimana Zivanya...nekat dan tak mau mengalah dan dikalahkan oleh siapa pun." Abiseka mengangguk setuju.


"Oke, jadi kita sepakat akan saling membantu jika terjadi seauatu yang tidak diharapkan. Terutama elo, Bi yang menjadi pencetus semua masalah ini." Ferdy lagi-lagi menyalahkan Abiseka. Memang itulah yang sebenarnya.


"Iya iya, gue yang salah dan sekali lagi gue minta maaf. Sudah selesai kan pembahasan kita kali ini? Kalau begitu gue pamit duluan mau pulang, Faiha sedang menunggu gue dirumah." Abiseka bangkit dari duduknya hendak beranjak pergi.


Andre dan Ferdy mengangguk dan mempersilahkan Abiseka untuk pulang. "Iya, pulang gih cepetan...bilang aja elo yang ngak kuat berjauhan sama Faiha, Bi Abi. Dasar bucin." Ferdy menggelengkan kepalanya.


Kediaman Jayendra.


Jeep Wrangler Rubicon yang dikendarai Abiseka memasuki pintu gerbang dan berhenti di pelataran halaman depan rumah. Dengan tergesa-gesa Abiseka sampai berlari memasuki pintu depan lalu, ketika sampai di ruang tengah ia tak mendapati Sang istri hanya ada Mama Malika dan Papa Aryan yang tengah bersantai sambil menonton televisi.


"Ma–Faiha dimana?" Abiseka celingak celinguk mencari keberadaan Istrinya.


Abiseka yang menyadari kesalahannya meminta maaf." Iya, maaf. Assalamu'allaikum, Pa, Ma...Faiha dimana ya?"


"Ada dikamar sedang istirahat. Katanya kepalanya masih pusing. Biasalah kalau namanya juga hamil muda " Mama Malika yang menyahut.


"Oke, kalau begitu aku langsung kekamar ya ma,pa." Abiseka gegas melanhkah menuju kearah anak tangga. Namun, papa Aryan memanggilnya kembali.


"Tunggu–kesini sebentar, son.Buru-buru amat...sabar-sabar!" Papa Aryan menggelengkan kepala melihat kebucinan sang putra.


Dengan malas-malasan ia pun berbalik badan lalu menghampiri kedua orang tuanya." Iya pa, ada apa?"


"Selamat ya son, sebentar lagi kamu akan bergelar seorang papa dan menjadikan kami seorang kakek dan nenek." Papa Aryan memeluk sang putra dengan rasa bahagia.


"Terima kasih Pa, Ma...Abi juga sangat bahagia dan ngak menyangka akan secepat ini diberikan kepercayaan oleh tuhan untuk memiliki anak, di kasih langsung dua baby lagi." Abiseka sangat bersyukur.

__ADS_1


Mama Malika pun tak lupa mengucapkan selamat pada sang putra." Mama juga sangat bersyukur akhirnya do'a mama selama ini akhirnya dikabulkan Allah SWT. Selamat ya nak. Jaga menantu dan calon cucu mama baik-baik!" Memeluk putra semata wayangnya dengan penuh rasa haru.


"Sudah-sudah ah, ma, pa.Aku jadi pingin nangis." Mengusap air matanya.Abi keatas, kasihan istri dan baby-baby ku pasti sudah kangen sama daddy nya." Mulai kambuh kelebay-an si bucin Abiseka.


"Bi, jangan macam-macam sama menantu mama ya! Ingat istrimu itu sedang hamil muda." Mama Malika memperingatkan sang putra yang sedang dalam mode kebucinan yang pastinya ingin selalu lengket pada istrinya.


Sesampainya didalam kamar Abiseka melihat Faiha tengah tertidur pulas. Abiseka tak langsung menghampirinya, ia masuk kekamar mandi untuk membersihkan diri terlebih dahulu sebelum menyentuh sang istri.


Setelah bersih dan wangi, baru ia menghampiri sang istri. Ikut merebahkan diri disebelah Faiha memeluk erat menyalurkan kehangatan diantara mereka. "Selamat malam sayang...cup!"


"Bagaimana? sudah kamu dapatkan informasi tentang gadis itu?" Zivanya tengah berbicara dengan orang suruhannya. Mereka saat ini berada disebuah cafe.


"Beres boss, ini dia hasilnya. Gadis itu bernama Hani Setyorini salah satu siswi di SMA xxxx kelas. XII. Lalu, apa tugas saya selanjutnya?"


"Untuk saat ini cukup. Biar aku yang akan melakulannya sendiri. Ini bayaranmu, nanti akan aku kabari jika ada tugas baru." Zivanya menyerahkan sebuah amplop berwarna coklat pada pesuruhnya.


"Baik, boss.kalau begitu saya permisi."


Mendoza Energy.


Andre baru saja selesai meeting dan kembali ke ruangannya. Tak berapa lama terdengar suara dering pada ponselnya. Ia pun bergegas menjawab panggilan tersebut.


"Ya, ada apa Tom?"


"Lapor boss, saya saat ini sedang berada lokasi sekolah non Hani. Dan sekarang didepan gerbang sekolah ada mobil nona Zivanya sepertinya ia tengah menunggu nona Hani, boss. Lalu, apa yang harus saya lakukan selanjutnya." Orang suruhan Andre yang bernama Tomi adalah orang terbaik yang sangat di percayai Andre.


"Kamu tetap disana! Aku akan kesana sekarang juga. Awasi Zivanya jangan sampai ia mendekati Hani."


Setelah panggilan terputus, Andre pun segere melesat pergi menuju ke sekolah Hani. "Sh***,dasar cewek bar-bar."


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2