Gadis 147 cm

Gadis 147 cm
21. Si Usil Abiseka


__ADS_3

"M-minggu depan ya?" Sontak Faiha terkejut tak menyangka akan secepat itu. Abiseka yang tepat duduk di sebelahnya refleks menoleh dan membisikkan sesuatu ketelinga Faiha.


"Kenapa? Apa kamu ingin lebih di percepat? Boleh saja, aku tidak akan menolaknya kok, sayangku."


"PLAKK–"


"Aduh–sakit tahu, dasar cewek–"


Faiha refleks mengeplak paha Abiseka dengan cukup keras karena geram dengan ucapan ambigu calon suaminya itu. Ringisan kesakitan Abiseka membuat semua orang menoleh pada mereka menatap penuh tanda tanya.


"Kamu kenapa, Bi?" Nyonya Malika bertanya pada sang putra.


"Ini ma, Faiha sudah ngak sabar ingin segera sah.Katanya kok lama sekali nunggu sampai seminggu." Abiseka tersenyum mengejek pada Faiha.


Mendengar hal itu mama Malika begitu senang bahkan semua yang hadir ikut tersenyum.


"Benarkah itu,sayang?ok, bagaimana kalau kesepakatan kita di rubah dan acara hari H nya di percepat menjadi empat hari lagi. Sepertinya itu bukan ide yang buruk, benar kan Pa?"


"Eh–bukan begitu, Ma.Faiha tadi ngak ngomong gitu sama.Tu–Mas Abi.Dia nya saja yang mengada-ada.Jangan di majukan ya, Ma.Seminggu juga ngak apa-apa,kok."


Faiha jadi semakin ketar ketir jika pernikahannya benar-benar di percepat, jangankan seminggu , satu bulanpun ia takkan siap. Apa lagi menjadi istri dari laki-laki sombong seperti Abiseka Jayendra yang sungguh menyebalkan.


"Apa lihat-lihat,huh?dasar usil." Faiha memasang wajah galak ketika mereka saling beradu pandang.


"Kenapa sih,sayang.Jangan ngambek dong nanti sudah jelek malah bertambah jelek tu lihat di cermin wajahmu yang seperti ondel-ondel itu!" Abiseka terbahak sedangkan tangannya mencubit gemas pipi chubby Faiha. Seketika gadis itu pun cemberut wajahnya terlihat sangat lucu.


Suasana jadi semakin riuh sorai karena tingkah pasangan sang calon pengantin yang sungguh menggemaskan. Keluarga Jayendra undur diri dan mereka akan di pertemukan kembali pada hari H. Karena setelah ini Faiha akan di pingit mengikuti adat istiadat suku Jawa.

__ADS_1


Malam harinya, Abiseka mendapatkan telepon dari Andre. Sahabatnya itu mengajaknya untuk bertemu di sebuah cafe tempat biasa mereka nongkrong bareng.


"Nah ini dia yang kita tunggu-tunggu, Tuan Abiseka Jayendra calon mempelai pria tertampan se-jakarta raya." Andre tersenyum sumringah mengedipkan matanya menggoda Abiseka.


"Eh–Apa? Menikah, beneran itu Bi?" Salah satu sahabat mereka yang bernama Ferdy baru saja pulang setelah beberapa tahun menetap di Barcelona.


"Ferdy!apa kabar bro?" Bukannya menjawab, Abiseka malah berhambur memeluk sang sahabat tak lupa bertos ria seperti kebiasaan mereka ketika bertemu.


Kini mereka bertiga tengah asik mengobrol ringan sampai serius. Nah, Ferdy yang memang begitu penasaran dengan cerita Andre yang mengatakan bahwa Abiseka sudah memiliki calon pendamping dan bahkan akan segera melangsungkan pernikahan, bertanya langsung.


"Bi, lo tadi belum jawab pertanyaan gue,kan.Beneran nih, seorang Abiseka Jayendra laki-laki sedingin kutub es telah jatuh pada pesona seorang wanita.Siapa gadis yang tidak beruntung itu?" Tertawa cekikikan sedangkan Andre tersenyum menahan tawa.


"An*** lo, lo kira gue pembawa sial apa. Justru tu cewek yang begitu beruntung dan gue yang ketiban sial bakal nikah sama dia."


"WHAT–apa lo bilang? Lo cuma bercanda kan,Bi. Maksudnya apa dari perkataan lo barusan?" Ferdy yang memang belum tahu perihal permasalahannya jadi bingung dan tak mengerti.


Perbincangan serius mereka terhenti karena pelayan datang mengantarkan pesanan mereka.


"Terima kasih." Andre yang menjawab.


"Ngobrolnya nanti di sambung lagi. Ayo, sekarang kita makan dulu!' Andre yang memang lebih ngemong di antara dua sahabatnya segera mengalihkan dengan mengajak untuk mnyantap makanan yang sudah terhidang di atas meja.


Mereka bertiga bersahabat sejak duduk di bangku sekolah menengah pertama. Selepas sma, kemudian Ferdy melanjutkan kuliahnya ke Barcelona hingga bekerja dan menetap di sana. Sedangkan Andre menggantikan ayahnya sebagai pimpinan di Mendoza Energy melanjutkan bisnis keluarganya.


Begitu pun Abiseka.Namun, Abiseka juga mendirikan kerajaan bisnisnya sendiri. Untuk Jayendra Group sang Ayah masih aktif sebagai owner dan Abiseka menjabat sebagai pimpinan di perusahaan tersebut.


"Oke, sekarang lo harus cerita sejelas-jelasnya! by the way, lo tahu Ndre soal ini?" Andre mengangguk dan mengerdikkan bahunya.

__ADS_1


Akhirnya Abiseka pun menyerah dan menceritakan soal rencana pernikahannya. Tapi, ia tidak mengatakan semua kebenarannya. Tidak ingin Ferdy mengetahuinya karena Sahabatnya yang satu itu berbeda dengan Andre yang bisa menjaga ucapannya. Bisa-bisa nanti si Ferdy keceplosan ketika berbicara dengan salah satu anggota keluarganya terutama sang mama. Sebab, Ferdy cukup dekat dengan mama malika.


"Jadi, lo janji ya Fer jangan sampai ngebocorin ke mama. Lo tahu sendiri gimana sifat mama bisa habis gue." Peringatnya pada sahabatnya yang satu itu.


"Nanti dulu, ini lo takut gue ngebocorin cerita lo bagian yang mana?" Tanya Ferdy masih belum paham rahasia apa yang di maksud oleh Abiseka.


Abiseka menepuk keningnya dan berdecak sebal. " Ya itu, soal calon istri gue yang cuma jadi OG di kantor gue sendiri, paham kan lo sekarang. Soalnya kalau sampe mama tahu pasti yang bakal kena semprot bukan gue aja tapi juga Andre. Ya kan, Ndre?"


"Tahu ah, gue ngak mau ikutan terlalu jauh sama permainan lo,Bi. Pokoknya kalau kedepan ada apa-apa gue ngak mau ikut-ikutan kecuali, Faiha mendapat imbasnya dari apa yang lo lakukan.Lo tu cuma mikirin kesenangan diri sendiri tanpa memikirkan nasib orang lain.Apa lagi orang itu akan menjadi pendamping lo kelak."


"Maksud lo? Fix ini, jangan-jangan lo memang bener suka ya sama cewek kuntet dan jutek itu?" Abiseka mulai terpancing emosi, ia merasa tersinggung oleh ucapan Andre yang seakan menyalahkannya.


Keduanya saling menatap tajam. Nampaknya Perang dingin akan segera di mulai. Ferdy yang sedari tadi memperhatikan dan menyimak pembicaraan keduanya segera berpindah duduk menengahi keduanya sebelum terjadi baku hantam.


"Tunggu–tunggu guys, apa-apaan ini. Kalian bukan anak kecil lagi. Kita ini pria-pria dewasa yang bisa menyelesaikan permasalahan dengan kepala dingin, bukan.Ayo, tenangkan diri kalian!"


"ck–kalian ini, hanya karena satu wanita jadi ruwet seperti ini. Gue jadi penasaran , seperti apa sih calon istrinya si Abi. Sampai si Andre bela-belain sampe segitunya. Bener lo, Ndre suka juga sama calonnya Abi. Ngomong-ngomong siapa tadi namanya?" Ferdy pun jadi ikut penasaran dengan sosok Faiha sampai membuat kedua sahabatnya saling bersitegang.


"Namanya Faiha." Andre yang menjawab sedangkan Abiseka masih mengatur rasa emosinya.


"Oh–namanya Faiha. Cantik ya,Ndre? Kalau tidak ngak mungkin sampai kalian saling rebutan kayak gini."


"Boleh dong, Bi kenalin ke gue si Faiha itu. Besok gue ke kantor lo ya–ya."


"NGAK BOLEH!"


"Kompak banget sih lo berdua."

__ADS_1


Bersambung


Hai-hai, saya kembali lagi dengan cerita terbaru semoga kalian suka ya. Jangan lupa like dan komennya . Terima kasih.


__ADS_2