
Usai prosesi Ijab Qobul kemudian di lanjut dengan acara sungkeman kepada kedua orang tua.Setelahnya ke dua mempelai menerima ucapan selamat dari sanak saudara dan para sahabat dekat yang hadir.
"Selamat ya,bro. Ngak nyangka lo duluan yang mengakhiri petualangan kita." Itu adalah Ferdy yang berbicara asal ucap terdengar ambigu bagi siapa pun yang mendengarnya tak terkecuali Faiha yang berdiri berdampingan dengan suami barunya.
Gadis itu mengernyit bingung dan merasa aneh mendengar pembicaraan yang terkesan ambigu itu.Ia sontak saja jadi merasa....entahlah."
PLAKK
"Aduh, Bi apa-apaan sih.Kenapa gue di keplak, salah gue apa?" Ferdy mengusap-usap bahunya yang terasa panas akibat tangan Abiseka yang mendarat dengan begitu keras.
Abiseka melotot tajam pada sahabatnya yang satu itu.Sambil matanya melirik ke sampingnya tepat sang iatri berada.
"Lo jangan asal ngebanyol dong, Fer. Nanti istri gue bisa salah tanggap. Bisa panjang urusannya.Tuh lihat mukanya sudah di tekuk kayak gitu."
Kejahilan Abiseka di mulai kembali, ia menunjuk tepat di depan wajah Faiha yang otomatis membuat gadis itu kesal dan dongkol atas perbuatan laki-laki yang baru saja sah menjadi suaminya.
"Ish–siapa juga yang marah sama situ. Enggak penting–"
"Tuh Bi, gara-gara omongan lo yang ngak di saring, istri cantik lo jadi beneran ngambek,kan. Awas lo nanti malam ngak bisa unboxing. Nganggur-nganggur deh lo di malam pertama. Hahaha."
Ferdy terbahak-bahak mengejek Abiseka yang seketika berubah pias.Apa si Abiseka benar-benar mengharapkan akan terjadinya malam pertempuran untuk pertama kalinya. Imposibble.
Berbeda dengan Faiha, gadis itu tersipu malu dengan wajah merona karena mendapat pujian dari seorang pria tampan yang bahkan belum di kenalnya.Ia pun baru tahu kalau Ferdi merupakan salah satu sahabat dari sang suami.
"Kamu kenapa? Ge'er–senang di puji sama Ferdy. Ck...ngak usah ngehalu."
Faiha langsung melirik tajam dan membuang muka.Menghina sekali suami barunya itu.Memang kenyataannya dia cantik, imut dan menggemaskan,kok. Tanyakan pada Andre sudah pasti laki-laki itu akan meng-iyakan.
"Nah itu, kita belum berkenalan, kan.Perkenalkan namaku Ferdy wirakusuma si ganteng yang bersahaja. Sahabat dari suami tampanmu ini." mengulurkan tangan mengajak untuk berjabat tangan.
"Faiha Arsyana.Senang berkenalan dengan anda,Tuan Ferdy yang ganteng." Tersenyum semanis-manisnya.
Faiha pun membalas jabatan tangan Ferdy dan tersenyum ramah. Entah mengapa membuat Abiseka tak suka. Dan Ferdy menyadari perubahan mimik wajah sahabatnya itu. Apakah seorang Abiseka Jayendra bisa merasakan kecemburuan pada istri mungilnya.
"Jangan sok akrab dan tebar pesona!Mingkem...awas gigimu nanti kering." Abiseka menyindir Faiha yang senyam senyum kegenitan pada Ferdy.
__ADS_1
"Biarin, dari pada Tu–eh, mas kayak kanebo garing.Weekkk." Faiha menjulurkan lidahnya mengejek Abiseka.
Ferdy yang menyaksikan ke absurd-an pasangan suami istri baru itu tak dapat menahan tawanya. Lakii-laki itu pun terpingkal-pingkal sampai perutnya terasa keras.
"Kalian ini memang pasangan ter-wow saat ini.hahaha–"
"Ehemm–."
Tawa Ferdy seketika terhenti begitu pun pasangan pengantin baru yang tengah adu mulut. Bukan adu mulut cap cup cap cup. Itu loh.
Pria bule bertubuh tinggi dan kekar sudah berdiri di antara mereka. Andre baru menghampiri mereka karena tadi ia di ajak mengobrol oleh Tuan Aryan membicarakan masalah bisnis.
"Sepertinya asik sekali, sampai ngak ngajak-ngajak.Selamat ya, Bi, nona Faiha. Semoga berbahagia." Andre menyalami dan memberi ucapan selamat pada pasangan baru tersebut.
"Nona Faiha hari ini begitu cantik."
"Terima kasih, Tuan Andre"
Tatapan Andre pada Faiha terlihat berbeda dan Abiseka memperhatikannya. Andre tak menyadari Abiseka yang melihat tak suka pada keduanya yang begitu akrab.
"Ehemm–."
"Kalian berdua kena gangguan tenggorokkan?" Ferdy sengaja menyindir Andre dan Abiseka. sepertinya kedua sahabatnya itu sedang dalam mode tak akur. Walaupun tidak di perlihatkan secara langsung tapi, jelas terbaca dari cara mereka saling beradu pandang dan hanya terfokus pada satu orang, siapa lagi kalau bukan Faiha yang jadi alasannya.
"Apaan sih, Fer. Ngak ada apa-apa juga." Jawab Andre.
"Ada apa ini? Dari jauh mama lihat kalian serius sekali. Ferdy apa kabar kamu, akhirnya ingat Indonesia juga." Nyonya Malika menyapa Ferdy menepuk punggungnya.
"Eh, Tante. Alhamdulillah baik sehat wal'afiat. Tante, gimana sih caranya Abi dapat istri secantik dan seimut Faiha.Mau juga dong,tan.Bisa ngak carikan satu saja buat aku." Mengedip-ngedipkan matanya kearah Faiha, sontak mendapatkan plototan maut dari si pemilik gadis itu.
Bukannya takut, si Ferdy malah terkekeh geli senang menggoda Abiseka yang tengah cemburu.
"Aduh tante, anaknya marah tuh takut aku. Fai,nanti malam jangan di kasih ya. Biar tahu rasa dia."
"Fer, jangan gitu. Nanti tanduknya keluar bisa.bahaya,loh. Fai, langsung tinggal tidur saja atau kamu kasih obat tidur tu si Abi." Ngekk...Andre malah ikut-ikutan memanas-manasi Abiseka yang sudah menahan emosi ingin membungkam mulut ember kedua sahabatnya itu.
__ADS_1
Habis sudah kesabaran seorang Abiseka Jayendra.Dengan sigap ia langsung menerjang keduanya. Lengan kanannya mengunci leher Andre dan yang kanan Ferdy. "Rasakan ini kalian ya!"
"Ampun-ampun, Bi. Iya iya kami akan diam." Dan Abiseka melepaskannya.
"Kalian ini sudah tua, masih seperti anak sd saja. Faiha sayang, ayo ikut mama! Kamu sejak tadi belum makan siang,kan?" Nyonya Malika menggandeng tangan Faiha meninggalkan ketiga pria tampan yang hanya bisa melongo karena sang bidadari di bawa pergi oleh ibu peri Mallika.
"Yah–kok, malah di bawa pergi sih tante Malika. Ngak asik ah, Ndre kita makan juga yuk, cacing-cacing di perut gue dah berdemo,nih!" Menarik tangan Andre dan kini tinggalah Abiseka sendirian.
"Woy–ikut, malah ninggalin lagi.Gue juga kan lapar." Menyusul langkah Andre dan Ferdy.
Waktu telah menunjukkan pukul 14.30 WIB. Para tamu yang hadir satu persatu telah berpamitan tak terkecuali Andre dan Ferdy.
"Tante, om, eyang. Kami juga pamit ya."
"Iya, nanti malam hharus datang loh.Awas kalau sampai tidak muncul batang hidung kalian. Nanti tante sunatin lagi, mau?" Nyonya Malika bergurau menggoda kedua bujangan tampan itu.
"Jangan dong, tante. Kita kan belum kawin...eh,menikah kayak Abi" Ferdy memprotes dengan memasang mimik memelas.
"Makannya buruan cari, masa' kalian kalah sama si kanebo garing."
"Mama, apa-apaan sih?" Abiseka cemberut lalu, ketika melihat Faiha matanya langsung melotot dan menarik sudut bibirnya seakan tengah mengancam gadis itu.
"Awas kamu ya,tunggu hukuman dariku!" Begitulah rencana jahatnya untuk sang istri.
"Kanebo garing? Apa lagi itu tante, lucu banget sih." Ferdy yang memang belum tahu julukan baru yang di sematkan Faiha untuk Abiseka terkekeh geli sambil menunjuk-nunjuk pada Abiseka yang wajahnya semakin merah padam.
"Sudah-sudah, kasihan si Abi. Nanti dia ngambek bisa berabe.Yuk, kita pamit ya semua." Andre segera menarik tangan Ferdy sebelum si kanebo garing mengamuk.
Semua anggota keluarga telah menuju ke kamar masing-masing, masih di hotel tersebut. Nyonya Malika menyerahkan key card untuk kedua pasangan pengantin baru.
"Ini, sebaiknya kalian juga segera beristirahat. Abi, awas kalau kamu ya, Faiha jangan kamu apa-apakan. Sabar dulu sampai resepsi selesai baru terserah kalian."
Faiha bergidik ngeri mendengar omongan mama Malika. Maksudnya, Abiseka akan melakukan itu pada dirinya? Sungguh menakutkan.Ingin sekali ia memprotes dan menolak namun, apa daya ia tak berani pada sang ibu mertua yang baik hati itu. Akhirnya Faiha hanya bisa pasrah dan menurut. Ia mengikuti langkah Abiseka menuju ke kamar pengantin mereka.
Bersambung
__ADS_1
Hai-hai, saya kembali lagi dengan cerita terbaru semoga kalian suka ya. Jangan lupa like dan komennya . Terima kasih.