
Abiseka menoleh dan menatap jengah sosok pria tampan yang selalu saja membuat kekisruhan akibat dari bibirnya yang ember. Siapa lagi kalau bukan si Ferdy salah satu dari dua sahabat karibnya.
"Hei–gue tadi tanya siapa si daun muda itu? Jangan bilang diam-diam lo bermain api lagi ya, nanti kalau bini lo tahu gimana? Apalagi kalau sampai tante Malika mengetahuinya juga...hi, mengerikan bro." Ferdy mengersikkan bahunya berekspresi ketakutan membayangkan kemurkaan mama Malika.
"Main api main api, sembarangan lo kalau ngomong. Awas aja lo ya bicara macam-macam sama Faiha apalagi sama mama, gue sunatin du kali baru rasa lo...ngak bisa kawin, rasain." Abiseka memperingatkan Ferdy si mulut bocor dan sedikit menakut-nakutinya.
"An***–bercanda lo ngak lucu banget,Bi." Kesalnya. Lalu, dengan santainya ia duduk manis di sofa sambil memainkan ponselnya.
Abiseka pun menghampirinya dan ikut duduk. Hening sejenak sampai terdengar dering ponsel milik Abiseka dan gegas menjawab panggilan tersebut. Tertera nama my lovely wife dilayar dan sontak senyumpun merekah di wajah tampannya.
"Halo sayangku manisku cintaku, kangen ya sama mas? Sabar ya, sebentar lagi mas akan datang dan kita bisa–"
Ferdy yang mendengar rayuan gombal Abiseka berdecak sebal. "Ck...dasar mantan perjaka tua, mentang-mentang dapat daun muda tingkahnya jadi lebay."
"Iya, ada apa tiba-tiba telpon mas? Apa sayang menginginkan sesuatu atau dedek bayi kangen minta dijenguk sama papa Abi?"
"Idih–mas ngomong apa sih? Merinding tahu dengernya...siapa juga yang minta apa dan apa itu tadi, dedek minta dijenguk? Dedeknya siapa? Ya ampun, kan semalam aku sudah bilang jangan terlalu berharap nanti kalau belum jadi mas juga yang akan kecewa. Sudah ah, jangan bicara ngadi-ngadi kayak gitu!"
Sedetik kemudian Ferdy tertawa terpingkal-pingkal karena ia dengan jelas dapat mendengar pembicaraan pasangan suami istri tersebut. Sebab Abiseka me loudspeaker nya dan tentu saja siapapun bisa mendengarnya.
"Hahaha–an*** sakit perut gue! Bi, bener-bener halu lo...orang bini belum tekdung di suruh minta macam-macam. Ngakak sumpah."
"Diem lo, Fer! Komen aja lo!" Abiseka mendelik menatap Ferdy.
"Mas, itu suara siapa yang sedang tertawa? seperti kenal deh–"
"Oh, itu...bukan siapa-siapa kok. Cuma ada orang kurang kerjaan yang nyasar ke kantor mas." Abiseka menjulurkan lidahnya mengejek Ferdy.
Bukk
Ferdy melempar bantal sofa tepat ke arah Abiseka yang tengah mengejeknya dan Abiseka dapat menepisnya dengan menggunakan tangannya.
"Enggak kena, weee...nih, gue kembaliin!" Melembar balik bantal itu kearah Ferdy dan langsung ditangkapnya.
__ADS_1
Walaupun mereka telah dewasa akan tetapi jika saling bertemu ya seperti itulah kelakuan keduanya apalagi jika ditambah Andre yang diam-diam menghanyutkan maka, sudah dipastikan akan terjadi kehebohan yang terkadang mengundang gelak tawa.
"Mas, itu mas Ferdy ya?" Faiha mengenali suara Ferdy.
"Iya sayang, itu si Ferdy. Hei...jangan panggil dia mas, enak saja. Panggil dia om atau simbah seperti Andre yang dipanggil om sama Hani." Abiseka kembali tergelak dan tak tahan untuk tertawa.
"Ni bocah, makin tengil aja ya...sembarangan Faiha disuruh manggil gue simbah apalagi om memangnya gue udah tua apa, wajah baby face sama body sexy gini coba?" Ferdy tak terima di panggil dengan sebutan itu, dia berpikir kalau dia tidaklah setua itu bahkan tubuhnya tak kalah dengan para mahasiswa.
"Ngoceh aja lo, Fer...diem, gue lagi ngomong sama sayanhku! Ssttt...mingkem dulu ya, om!" Abiseka menempelkan jari telunjuknya di bibirnya memberi kode agar Ferdy tidak mengeluarkan suaranya yang bagai ember pecah itu.
"Mas Abi juga jangan begitu sama kak Ferdy! Dia kan sahabat mas dan benar kok, kalau kak Ferdy itu tidak kelihatan tua-tua amat. Tapi, dewasa dan cool...ganteng lagi."
"Sayang–barusan kamu sedang memuji si Ferdy ya? Mas ngak suka ah–" Wajah Abiseka langsung merengut tak terima jika istrinya memuji laki-laki lain dan ternyata memang yang dipuji oleh Faiha adalah sosok pria tampan.dan berkharisma yaitu Ferdy Wirakusuma.
Sedangkan Ferdy tengah bersusah payah menahan tawanya melihat Abiseka si kanebo garing bisa segemoi itu. Terlihat menggelikan dan lucu sekali, sungguh tak pernah disangka bahwa Abiseka bisa berubah 180 derajat.
"Sudah mas ahh, jangan manja! Ini sebenarnya aku telepon mau memberitahu mas kalau mama Malika datang ke rumah dan membawa banyak makanan dan yang paling aneh adalah sikapnya yang berubah manis dan seakan memanjakanku, sebenarnya ada apa lagi ini? Jangan bilang ini kerjaan mas lagi, ya...apa yang telah mas katakan pada mama?" Faiha mencecar Abiseka agar mau mengatakan tentang apa yang terjadi atas perubahan mama Malika.
"Ekhemm–itu, sebenarnya mas yang bilang ke mama kalau kamu sedang hamil dan mama sangat bahagia mendenganya.Habis aku kesal karena perbuatan mama kita jadi tiinggal terpisah, kan aku tidak sanggup kalau harus jauh darimu, sayang."
" Wuih–dasar bucin, memang Faiha itu imut dan menggemaskan bikin ngangenin." Tentu saja Ferdy hanya mengatakannya didalam hati jika tidak ia pasti akan mendapatkan auman macan kumbang yang mengamuk karena kecemburuannya.
"Tuh, benar kan dugaanku. Mas ngak kapok-kapok ya bikin masalah.Ya sudah, pokoknya sekarang juga mas ke sini...aku bingung mau jawab apa, mama selalu menanyakan kehamilanku saja. Kan bingung, belum juga tahu aku hamil atau enggaknya. Cepat...aku tunggu!"
"Sayang, sudah jangan cemas! Iya iya...mas akan datang sekarang juga. Sabar dan berdo'alah jika kamu memang benar-benar hamil.Mas tutup ya, sayang. Jangan ngambek lagi, oke!"
"Da–Assalamuallaikum, istriku."
"Wa'allaikumsalam. Suamiku."
"Asik–mesranya, bikin iri saja kalian."
"Makannya kawin...kawin, betah banget jadi jones!?" Menyindir Ferdy.
__ADS_1
"Sembarangan aja lo kalau ngomong. Gue maunya nikah dulu baru kawin.Dah lah...yuk kita berangkat, nanti dek Faiha ngambek loh!" Ferdy ikut beranjak dari tempat duduknya dan bersiap untuk ikut bersama Abiseka ke rumah bulek Lastri. Dan Abiseka tak bisa melarangnya.
Di tengah perjalanan tiba-tiba Ferdy ingat sesuatu yang tadi ingin ditanyakannya pada Abiseka, tentang daun muda yang tadi dibicarakan Abiseka saat bertelpon dengan seseorang.
"Bi, lo belum jawab loh pertanyaan gue soal daun muda.Sebenarnya siapa sih si daun muda itu? Boleh dong gue dikenalin sama si daun muda itu. Memangnya cuma lo aja yang kepingin punya istri imut imut macam Faiha. Gue juga kepingin kali–"
"Dasar lo ya buaya darat, kalau dengar masalah cewek aja ngak perlah lupa. Yakin lo kepingin punya daun muda juga? Tapi, lo bakal punya saingan berat loh...sanggup lo menghadapi tu cowok?"
"Sumpah lo, Bi...jadi beneran daun muda ini nyata? Mau lah gue. Soal bersaing sih kecil, gue bakal menghadapinya dengan sportif. By the way...dimana gue bisa.bertemu dengan daun muda ini? Memang semuda apa sih ni cewek, berapa umurnya?"
"Baru mau 17 tahun dia."
"Whatt–? Aje gile...itu sih bukan daun muda lagi tapi, masih bocil kali Bi. Enggak ah, itu sih sama aja cari mati. Batal, gue ngak jadi tertarik." Ferdy sangat terkejut karena ternyata gadis yang dimaksud Abiseka masih dibawah umur. Bisa disangka pedofil dia.
Dan Abiseka tertawa mendengar Ferdy yang langsung mundur teratur karena tak akan sanggup menghadapi gadis remaja ababil.
Sepertinya si Ferdy takut akan cepat bertambah tua jika harus berhadapan dengan gadis itu yang tak diketahui Ferdy adalah si imut Hani adik dari Faiha.
"Okelah kalau begitu. Jadi beneran nyerah ni ya. Lo jangan berubah pikiran ya nanti kalau sudah ketemu sama ni daun muda. Nyesel nyesel deh lo, Fer."
Sepertinya si Abiseka mempunyai rencana untuk mengerjai dua sahabatnya yang masih betah melajang sama sepertinya dulu sebelum bertemu dengan Faiha yang kini sudah menjadi istrinya.
"So sorry ya...ngak bakal gue nyesel, kurang kerjaan banget kayak ngak ada cewek yang lebih dewas aja. Memangnya tu bocil ada dimana?"
"Ada deh, sebentar lagi juga lo bakal melihatnya dan bertemu langsung dengannya. Dia ada dirumah bulek Lastri."
"Hah, dirumah orang tuanya Faiha. Apa jangan-jangan yang dimaksud si Abi itu–?"
Bersambung
Nah loh si Abi mau bikin perkara lagi dia. Kali ini yang akan dijadikankorban adalah kedua sahabatnya sendiri. Yaitu dua jones yang sedang mencari daun muda seperti Faiha yang mereka kagumi.
oke guys, selamat membaca. Terima kasih masih setia mengikuti kisah Faiha dan Abiseka.
__ADS_1