Gadis 147 cm

Gadis 147 cm
13.Kedatangan Mama Malika


__ADS_3

Pukul 22.30 Faiha telah sampai di depan rumah, ia sungguh beruntung bertemu dengan orang baik seperti Andre. Laki-laki itu membuat Faiha merasa nyaman, mungkin karena Andre bukanlah tipe pria yang kaku dan dingin jauh berbeda dengan Abiseka.


"Terima kasih, Tuan Andre sudah menolong dan mengantarkan saya sampai rumah."


"iya, tidak usah sungkan. Sampai bertemu besok ya."


"Eh, besok–?"


Tanpa menjawab, hanya tersenyum dan melambaikan tangannya segera berlalu dari hadapan Faiha yang masih melongo menatap mobil Andre yang semakin menjauh.


Tok"


"Assalamuallaikum. Bulek, ini Faiha."


Ceklek


"Malam sekali,Fai. Kamu barusan di antar siapa? Bulek seperti mendengar suara mobil." Bulek Lastri melihat ke arah jalannan tapi ternyata sangat sepi.


"Oh, itu bulek Fai naik taksi online. Habis sudah terlalu malam lebih aman naik taksi." Lagi, Faiha berbohong.


"Belum tentu aman juga, nak. Ya sudah. Alhamdulillah kamu pulang dengan selamat. Cepat bersih-bersih dan segera istirahat. Kamu sudah makan malam?"


"Sudah bulek, tadi di kantor."


"Hemm..." Bulek Lastri pun tak bertanya-tanya lagi, wanita paru baya itu kembali masuk ke dalam kamarnya begitu Faiha.


Pagi yang cerah secarah wajah Faiha dan hatinya yang ceria. Sejak menginjakkan kaki di depan gedung Jayendra Group tak henti ia bersenandung riang sambil berlari-lari kecil.


"Selamat pagi, Pak Joko" Menyapa salah satu peyugas security yang tengah berjaga.


"Selamat pagi,neng Faiha...semangat sekali nih, lagi happy ya?"


"Ah–enggak, biasa saja.Dukuan ya Pak mau melaksanakan tugas negara dulu."


Setelah menyimpan tas nya kedalam loker, Faiha mengambil alat kebersihannya lalu segera naik kelantai 15 jam masih menunjukkan pukul 06.30. Faiha memang selalu datang paling pertama. Karena kalau terlalu siang ia malas bertemu dengan sang boss, ya meskipun nanti juga mereka tetap bertemu ketika Faiha mengantarkan kopi untuk Abiseka. Karena itu salah satu tugas Faiha.


Hari ini pekerjaan Faiha berjalan lancar. Dan yang membuat Faiha lebih bahagia adalah sang boss dingin belkm menampakkan batang hidungnya sejak pagi.Hal itu tentu saja membuatnya merasa lega tidak mendengar kecerewetan laki-laki itu.

__ADS_1


"Fai, makan siang yuk di warung makan depan, Mas Ardi traktir deh!" Seperti biasa si Ardi selalu mencari kesempatan untuk mendekati sang gadis pujaan.


"Wah, beneran Mas Ardi mau ntraktir saya." Wajah Faiha berbinar ketika mendengar kata traktir. lumayan lah bisa mengirit pengeluaran. Faiha pun menhangguk dan mereka pun segera keluar.


Namun, sungguh sial nasibnya si Faiha.Ketika mereka baru saja sampai di pelataran depan kantor munculah orang yang sangat ingin di hindarinya. Siapa lagi kalau bukan sang big boss Abiseka Jayendra dan yang membuat Faiha lebih terkejut lagi ternyata Abiseka datang bukan hanya bersama sang asisten namun, ada sosok pria lain dan dia adalah Andre Mendoza.


"Hei, mau kemana kamu?"


Langkah Faiha dan Ardi terhenti mendengar sapaan sang boss."


"Maaf, Tuan. Kami mau pergi..."


"Mau pergi makan siang, Tuan.Permisi." Baru saja Ardi ingin menjawab namun, Faiha sudah mendahuluinya.


Sedangkan Andre tersenyum simpul melihat keberanian Faiha pada Abiseka. Gadis ini memang beda, sangat spesial. Sekilas Faiha menatap ke arah Andre dan dadanya berdebar melihat laki-laki tampan itu juga tersenyum padanya. Oh, Faiha mulai oleng.


"Ehemm...Heru!"


Abiseka memanggil sang Asisten agar mendekat karena ia ingin mengatakan sesuatu.


"Bilang sama dia, setelah makan siang datang ke ruanganku!"


"Apa harus aku menjelaskan secara detail, Heru." Mulai kesal namun, matanya malah menatap tajam pada Faiha membuat gadis itu mengernyit penuh tanya.


Melihat arah pandang sang boss, ia pun langsung faham dan langsung mengangguk mengerti.


"Baik, boss saya mengerti."


"Nona Faiha, nanti setelah anda kembali tolong segera..."


"Iya iya, saya sudah tahu dan bahkan barusan mendengarnya langsung. Baik, pak boss. Kalau begitu kami permisi." Dengan cueknya Faiha langsung menarik tangan Ardi lalu melenggang pergi. Tentu saja Ardi serasa berbunga-bunga karena di sentuh oleh tangan sang gadis.


Berbeda dengan Abiseka dan Andre yang malah melongo melihat kepergian kedua orang tersebut.


"Dasar cewek centil, ngak malu pegang-pegangan di depan orang lain." Abiseka bencebik kesal.


"Apa boss?" Heru mendengar sekilas dan cukup jelas. Mengapa boss nya itu begitu kesal hanya karena Faiha bersama dengan laki-laki lain. Mencurigakan.

__ADS_1


Dua pria dewasa yang masih betah melajang kini tengah terlibat perbincangan santai. Setelah tadi bertemu dengan Faiha, Andre semakin tertarik dengan gadis muda itu.


Dari caranya berinteraksi dengan Abiseka sangat terlihat bahwa hubungan keduanya tidak terlalu baik. Entah memang sahabatnya yang kelewat dingin dan cuek, atau jangan-jangan si Abiseka itu ada kelainan. Tidak tertarik dengan lawan jenis, bahkan gadis semanis Faiha di acuhkannya.Membayangkannya saja membuat Andre bergidik ngeri.


"Bi, apa cewek yang lo maksud itu adalah Faiha? Tebakan gue benar,kan?"


"Hmm..." Abiseka hanya menjawab dengan berdehem ria.


Andre terdiam sejenak, ia tak menyangka kalau gadis yang di jadikan calon istri bohongan itu adalah Faiha. Gadis yang baru saja di kenalnya dan telah mencuri perhatiannya.


"Seandainya kalian nanti benar-benar terpaksa harus menikah,bagaimana? Secara umur lo kan ya di bilang sudah seharusnya berumah tangga dan bahkan memiliki beberapa anak. Mungkin orang tua lo takut alat tempur anaknya karatan dan tak bisa berfungsi sebagaimana mestinya." Andre terkekeh membayangkan sahabatnya itu akan menjadi jones.


"Si**an lo,Ndre. Sorry ya, seorang Abiseka Jayendra menjadi jones.Itu tidak akan pernah terjadi. Perempuan mana yang bisa menolak pesona gue,hah." Tidak terima dengan ejekan Andre.


"Hahaha–bercanda bro, jangan di masukkan ke hati lah. By the way. Kok, lama banget calon istri lo itu datang le sini. Jangan-jangan dia berubah pikiran lagi, Bi."


Ya, mereka sudah menunggu setengah jam lebih dan belum ada tanda-tanda akan kedatangan Faiha. Andre sampai melihat jam di pergelangan tangannya.


"Masih lama ngak ya? sebentar lagi gue ada meeting,nih. Eh–tapi, tafi lo belum jawab pertanyaan gue. Gimana kalau.seandainya lo bener-bener terpaksa harus menikahi gadis itu."


"Ya ngak gimana gimana, lanjut aja. Yang penting orang tua gue bahagia terutama Eyang Retno yang kepjngin banget lihat gue cepat menikah sebelum ajal menjemput katanya."


"Nj**r, kurang ajar lo,Bi. Do'ain Eyang lo sendiri cepet mati." Andre geleng-geleng kepala.


"Lah, memang Eyang Retno sendiri yang ngomong begitu, gue cuma nyampein aja ke elo.Kan, lo barusan nanya soal rencana pernikahan gue sama cewek kuntet itu."


"Siapa yang kamu bilang kuntet, Abiseka Jayendra. Berani sekali kamu menyebut calon menantu kesayangan mama cewek kuntet."


"Mama...Mau apa ke sini?"


Abiseka tersentak kaget tak ada angin dan tak ada hujan, tiba-tiba kedatangan sang mama. Bagaimana jika, mama nya itu sampai bertemu dengan Faiha yang juga akan datang ke ruangannya. Abiseka kelabakan sendiri.


"Eh, ada Andre. Kebetulan sekali. Tante mau tanya-tanya nih soal, Faiha. Dia benar kan bekerja di perusahaanmu?"


"Sebenarnya, itu–tante..."


"Itu Apa?"

__ADS_1


Bersambung


Hai-hai, saya kembali lagi dengan cerita terbaru semoga kalian suka ya. Jangan lupa like dan komennya . Terima kasih.


__ADS_2