
"Hai pengantin baru..."
"Eh–Tuan!?"
"Kenapa?Kaget ya? Atau terpesona dengan si tampan ini?" Menunjuk dirinya sensiri. Ya, siapa lagi yang super narsis dan terkenal akan kebawelannya kalau bukan si Ferdy Wirakusuma sahabat dari Abiseka.
"Tuan Ferdy. Anda datang ingin bertemu dengan Tuan Abiseka. Katanya beliau sudah ada di ruangannya.Kalau begitu saya permisi."
Dag dig dug
Degup jantung Faiha berdetak kencang, ia sangat gugup takut kalau rahasianya akan ketahuan. Tepatnya rahasia pernikahan sandiwara mereka.
"Aduh, bagaimana ini. Kenapa juga si ceriwis ini.datang tiba-tiba. Aku harus segera menghindar dan pergi dari hadapannya."
"Loh kok, kenapa bicaramu jadi formal begitu nona Faiha?Apa si kanebo garing itu memperlakukanku dengan tidak baik, sudah punya istri secantik dan seimut ini masih saja tidak berubah juga.ck...dasar si A–"
"Aaa–Tuan Ferdy!maaf, saya mau ke kamar kecil dulu ya.Permisi."
"Sial, mulutnya sangat berbahaya sekali." Faiha segera gerak cepat menghentikan celotehan Ferdy yang hampir saja menyebutkan nama suaminya. Abiseka Jayendra sang Ceo super dingin itu adalah suami sahnya.
"Nona Faiha mau kemana? Ayo masuk dan temani aku menemui sua–"
"Aaaaakh—aduh, pinggangku!?" Terpaksalah Faiha berakting ria supaya fokus Ferdy teralihkan dan tidak melanjutkan ucapannya lagi.
Laki-laki bertubuh tinggi dan kekar itu pun refleks menghampiri Faiha. Ferdy tampak khawatir.
"Apa pinggangmu yang keseleo belum sembuh? Kenapa malah keluyuran sih dan...eh, tunggu dulu!ini...?Pakaian.apa yang kamu pakai? Seperti seragam–?" Sepertinya Ferdy menyadari sesuatu saat melihat baju yang di kenakan oleh Faiha. Ya, seragam OG.Dan Pria itu tidak mengenalinya.
"Hah–Alhamdulillah sudah tidak sakit lagi. Tuan Ferdy, silahkan nikmati waktu anda.Maaf, saya harus pergi masih ada urusan.Mari,Tuan."
Ferdy terpaku menatap Faiha yang sudah melangkah cepat dengan kaki pendeknya.
"Itu seperti seragam apa ya?" Masih terus mencoba mengingat dan berpikir keras.Maklum si Ferdy lama tinggal di Spanyol jadi tidak tahu yang namanya seragam Office girl.
"Maaf, Tuan. Apa anda ada ada masalah dengan Faiha?"
Sekretaris Abiseka juga bingung melihat percakapan keduanya yang tidak begitu jelas karena Faiha selalu memotong ucapan Ferdy.
"Tidak ada. Apa boleh saya tahu, nona Faiha mengapa berpakaian seperti itu ya?"
"Faiha adalah salah satu karyawan di sini, dia bekerja sebagai Office girl. Apa Tuan mengenalnya?" Tanya sang sekretaris yang penasaran dengan sikap tak biasa tamu boss nya itu.
"Aneh–ini pasti ada yang tidak beres. Aku akan menanyakannya langsung pada Abi."
"Ah, tidak ada apa-apa. Apa boleh saya masuk sekarang, Abiseka ada di dalam,kan?" Tidak menjawab pertanyaan wanita itu.
"Baik, mari Tuan. Saya antar."
Tok"
"Permisi Tuan. Ada tamu untuk anda, Tuan Ferdy."
"Persilahkan dia masuk!"
"Hallo boss, sibuk banget kayaknya nih. Benar-benar pengusaha hebat sahabatku yang satu ini."
__ADS_1
Mendengar suara yang sangat di kenalnya, Abiseka mengangkat wajahnya yang sedari tadi tengah sibuk dengan berkas-berkas yang harus segera di tandatanganinya. Matanya memicing memandang Ferdy yang sudah duduk dengan santuy nya di atas sofa.
"Ada apa lo tiba-tiba datang?"
"Ya ampun. Apa ngak boleh mengunjungi sahabat terbaik gue sendiri.Udah ah lo selalu aja begitu.Dah ah, kebanyakan basa basi lo,Bi."
"Cih–bukannya lo yang selalu ngoceh ngak jelas dan ngak ada juntrungannya.Terbalik kali." Mulai beradu kata-kata.
"Dah sini lo! Ada yang ingin gue tanyain,penting."
Mengernyitkan dahinya, lalu bangkit dari kursi kebesarannya dan menghampiri Ferdy.
"Nih,gue udah duduk manis.Ada apa? Sok serius banget lo."
"Tadi gue ketemu Faiha,istri lo di depan."
Uhukk"
"Kenapa lo? Apa ada sesuatu yang sedang lo tutup-tutupi dari kami semua. Dan yang membuat gue curiga adalah Faiha yang memakai seragam OG. Maksudnya apa ini,Bi?Jelasin dan katakan yang sebenarnya."
Ferdy langsung bicara to the point tak sabar ingin mengetahui segala kebenarannya. Karena menurutnya ada yang tidak beres dengan sahabatnya itu.
"Oke, ini hanya kesalah pahaman saja. Ngak ada yang gue tutup-tutupi atau rahasia apapun dari kalian semua.Santailah bro, ini bukan seperti lo yang biasanya."
"Tapi, kenapa kali ini feeling gue mengatakan sebaliknya. Lo kayaknya lagi menyimpan suatu kebohongan besar. Apa perlu gue panggil Andre sekarang juga datang kesini agar lo mau berkata jujur?gimana?" Ferdy mengeluarkan ponselnya dan mulai mendial no kontak Andre.
Buru-buru Abiseka menyambar ponsel Ferdy dengan gerakan cepat. Namun, sudah terlambat karena sambungan pun telah di angkat dari seberang sana.
"Hallo, ada apa Fer?"
Ferdy kembali merebut ponselnya lembali dari tangan Abiseka.Dengan kesalnya ia langsung mengancam akan mencari tahu sendiri dengan menanyakannya langsung pada nyonya Malika.
"Gila lo, ngak usah bawa-bawa nyokap gue. Dia ngak tahu apa-apa. Bisa mati gue kalo mama tahu yang sebenarnya." Akhirnya abiseka keceplosan dan mengatakan dengan sendirinya bahwa memang ia mempunyai suatu rahasia.
"Nah kan,akhirnya lo ngaku juga.Ayo bilang ke gue, apa Andre juga tahu akan hal ini?Soalnya dari kemaren-kemarin gue sudah ada rasa curiga memperhatikan gerak gerik kalian yang aneh." Abiseka mengangguk mengiyakan pernyataan Ferdy.
"Oke, gue akan cerita yang sebenagnya tapi, lo harus janji dulu jangan sampai membocorkannya pada mama ataupun anggota keluarga gue yang lain."
"Hmm–gue ngerti, dah ceritakan aja ngak usah khawatir!"
"Kalau berurusan sama Ferdy kenapa ya rasanya gue ragu. Si mulut ember susah untuk di percaya. Gimana ya?" Masih ragu untuk menceritakannya.
"Woi–malah bengong.Ayo ngomong, gue dah nungguin sampe karatan begini."
"Cih, lebay lo.Baiklah. Jadi, begini–"
Setelah Abiseka menceritakan semuanya dari awal sampai akhir. Sontak membuat Ferdy tak percaya jika Abiseka bisa melakukan hal sepicik itu. Tak habis pikir, apalagi dengan Andre yang ternyata juga terlibat dalam permainan itu.
Benar-benar di luar nalar. Andre yang selalu berpikir realistis mau di ajak bekerja sama dalam hal kebohongan yang begitu besar.Ferdy sampai menggelengkan kepala.
drrtt drrrtt
"Ya, ada apa Ndre? Hmm...gue masih di kantornya Abi."
".........."
__ADS_1
"Gue udah tahu semuanya, Abi yang cerita."
"........."
"Ngak usah kesini! nanti malam saja kita ketemuan di tempat biasa."
"........"
"Oke, see you."
"Andre–nanti malam kita ketemuan dibtempat biasa, ajak istri lo sekalian! Gue balik sekarang."
Ferdy sangat kecewa dengan kedua sahabatnya yang bisa-bisanya berbuat hal yang tidak masuk di akal. Apalagi Abiseka, yang telah memanfaatkan kelemahan seorang gadis yang begitu baik seperti Faiha.
"Iya, gue pasti datang...dengan istri gue."
"Ck–istri ya?oke." Celetukan Ferdy bernada mengejek.
Setelah kepergian Ferdy, mood Abiseka berubah jelek. Ia langsung menghubungi sang asisten untuk memanggil Faiha ke ruangannya.
"Heru, panggil Faiha kesini sekarang juga!"
Beberapa menit kemudian
Tok"
"Masuk!"
"Permisi.Tuan memanggil saya?apa ada yang bisa saya bantu?"
"Duduk–!"
Tak menanggapi pertanyaan Faiha malah menyuruh gadis itu untuk duduk di sofa. Abiseka juga belum beranjak dari tempat duduknya sejak kepergian Ferdy.
"Heru, kamu boleh pergi!"
Heru pun mematuhi perintah boss nya itu lalu beranjak keluar.
"Ada apa ya, Tuan? Apa saya telah melakukan kesalahan."
"Apa kamu mengatakan sesuatu pada Ferdy?Dia bilang , bertemu denganmu secara tidak sengaja. Apa saja yang sudah kalian perbincangkan? Katakan padaku!"
"Maaf, saya tidak sempat untuk menghindar untuk tak bertegur sapa dengannya.Tuan Ferdy keburu mengenali saya jadi, saya tidak bisa mencegahnya." Faiha mengakui bahwa ia memang bertemu muka dengan Ferdy.
"Lalu, kamu bicara apa saja sampai dia tahu semuanya?"
"Maksud Tuan apa?"
"Iya, si Ferdy sekarang sudah tahu semua rahasia kita bertiga. Pokoknya nanti malam kamu harus ikut untuk bertemu dengan mereka."
Deg
Faiha langsung syok, masalah jadi bertambah rumit ketika Ferdy si mulut ember yang mengetahui segalanya.Mereka akan berada dalam bahaya jika sampai nyonya Malika mengetahuinya.
Pertemuan tak sengaja antara dirinya dan Ferdy akhirnya kembali menimbulkan masalah baru.
__ADS_1
Bersambung