
"Selamat malam, Tuan Abiseka Jayendra dan Nona Faiha."
"Eh–"
"Tu–tuan Andre!" Faiha begitu terkejut mendapati Andre Mendoza berada di tempat yang sama dengan mereka dan dia tidak sendirian ada seorang wanita cantik dan sexy bersamanya.
"Hi, apa kabarmu nona manis?" Mengulurkan tangannya mengajak Faiha untuk berjabat tangan dan tanpa ragu gadis itu pun menyambutnya dengan ramah. Membuat seseorang langsung panas.
"Ekhem–lo lagi ada di Paris juga, Ndre?" Abiseka berdehem memutus tautan tangan keduanya yang seakan tak ingin saling melepaskan diri.
"Oh, hi Bi. Iya lagi ada urusan disini. Sekalian jenguk mama yang baru liburan di tempat tante Wanda. Lah, kalian.sendiri dalam rangka apa datang ke kota Paris?"
"Tentu saja untuk honeymoon lah, mau apa lagi coba pasangan pengantin baru datang ke tempat romantis seperti kota Paris kalau bukan untuk itu. masa' masih tanya sih,lo." Jawab Abiseka ketus.
Andre hanya mengangguk dan tersenyum yang terlihat di paksakan. " O–bulan madu ya. Honeymoon bohongan, kan?"
"Jaga bicara lo, Ndre!" Ancam Abiseka pada Andre agar bisa menjaga omongannya yang sungguh tak terkontrol itu.
Baru saja berjumpa, kedua pria dewasa itu langsung bersitegang dan seperti biasa.hal itu di sebabkan oleh rasa cemburu Abiseka pada sahabatnya yang memiliki tampang bule dan sangat tampan tentunya.
"Sudah-sudah, Tuan berdua kenapa sih selalu saja seperti ini.Seperti anak kecil saja. Ayo, baikan. Ngak ngerti saya sama kalian.
Dan berhasil, kedua sahabat itu pun langsung bungkam tak lagi saling berbalas kata yang memicu pertengkaran.Entah ada apa dengan mereka.Faiha tidak kalau itu di sebabkan karena dirinya yang terlalu menarik di mata Andre.Padahal status Faiha saat ini adalah istri dari Abiseka Jayendra sang Ceo Jayendra Group.Dan sepertinya Andre tidak memperdulikan akan hal itu.
Sampai suara panggilan lembut seorang wanita yang sejak tadi berdiri tepat di belakang Andre.
"Maaf, apa aku sudah boleh berbicara?" Tanya wanita itu.
Sontak ketiganya beralih melihat ke arah wanita cantik tersebut dan Abiseka te4jengkit kaget ketika melihat sosok wanita yang sangat di kenalnya itu.
"Ziva–?kamu dengan Andre,ternyata kalian sekarang bersama." Abiseka mengira kalau Andre dan wanita bernama Ziva sedang menjalin hubungan.
"Oh, no. Kamu salah faham. Aku dan Andre tidak memiliki hubungan spesial. Kami tetap sebagai seorang sahabat ngak lebih. Tak akan berubah sama seperti dulu saat kita masih sma dulu, Kamu, Andre, ferdy dan aku. Kita akan tetap berteman, bukan. Meskipun kehidupan kita telah berubah. Seperti kamu misalnya, dia istri kamu ya? Aku.mendengar pembicaraan kalian.tadi. Jadi, kamu sudah menikah?"
Wanita yang bernama Ziva itu langsung berceloteh panjang lebar menceritakan tentang masa lalu mereka. Abiseka tak menanggapinya sama sekali karena fokusnya.saat ini hanya.pada istri mungilnya.
"Oh ya, apa kami boleh bergabung.dengan kalian?" Ziva.
"I–iya, tentu saja boleh.Silahkan nona.Ziva.Benar kan nama anda Ziva?" Faiha mempersilahkan.Ziva untuk duduk bergabung bersama mereka.
Suasana tampak hening dan canggung diantara mereka tak ada yang bersuara. Hingga Ziva memecah keheningan dengan berucap terlebih dahulu.
"Ehem–oh ya, kita belum berkenalan namaku Zivanya Atmaja. Aku adalah teman dari Abiseka dan Andre." Mengulurkan tangannya pada Faiha.
"Oh, iya. Saya Faiha Arsyana, istri mas Abi." Menoleh kesamping tersenyum pada sang suami. Andre hanya menatap Faiha diam tak ingin berkomentar. Begitu pun Abiseka membalas senyuman Faiha tak kalah manisnya sampai gadis itu tercengang.
"Mereka sedang berakting atau benar-benar sudah saling menyukai? " Andre mengamati interaksi pasangan suami istri baru itu.
Mereka berempat menikmati makan malam dalam suasana romantis di kota Paris dan terlihat seperti 2 pasangan kekasih yang tengah melakukan double date.
"By the way. Kamu menikah kenapa tidak mengabariku, Bi? Aku masih kamu anggap sebagai temanmu, kan. Kapan pernikahan kalian di langsungkan, kamu juga Ndre. Kenapa tidak memberitahuku sih?"
__ADS_1
"Dua minggu yang lalu." Menjawab singkat pertanyaan Zivanya. Dan wanita cantik itu hanya mengangguk tak bertanya macam-macam lagi karena sikap dingin Abiseka.
"Berapa lama kalian liburan di Paris?" Andre bertanya namun, tatapannya tak lepas dari Faiha. Abiseka melihatnya dan entah mengapa ia tidak menyukainya.
"Satu minggu dan kami bukan untuk berliburan tapi, honeymoon. Lo ngerti kan perbedaan antara berliburan dengan berbulan madu?" Faiha yang mendengar perkataan ambigu Abiseka pun mengernyit penuh tanya, apa maksud dari perkataan suaminya itu.
"Dia kenapa sih?kok, ngomongnya gitu?" Batin Faiha.
Seusai makan malam dan berbincang sebentar. Mereka memutusakan kembali ke kamar masing-masing. Dan tanpa di duga Andre dan Ziva pun menginap di hotel yang sama.
"Sampai jumpa, selamat menikmati bulan madu kalian.Sekali lagi selamat ya atas pernikahan kalian, semoga berbahagia selalu.Itu Zivanya yang mengatakan melambaikan tangan menatap kepergian pasangan suami istri baru tersebut. Andre pun demikian, menatap dalam diam.
Sesampainya di kamar hotel, Abiseka bersikap dingin pada Faiha.Bila di ajak bicara selalu bernada ketus.Faiha sendiri juga bingung akan tingkah laku Abiseka.
"Tuan, apa anda ingin mandi lagi sebelum tidur? Akan saya siapkan air hangatnya. Mencoba bersikap perhatian.
"Tidak usah, siapa juga yang mau mandi di tengah cuaca dingin seperti ini." jawabnya ketus.
"Oh, ya sudah. Kalau begitu saya izin pakai kamar mandi duluan ya,Tuan."
"Hemm–"
Faiha sudah tampak segar setelah mencuci wajahnya.Setelah itu seperti biasa sebelum beranjak tidur, Faiha memakai skincare nya. Abiseka tak tampak di dalam kamar. Namun, pintu yang mengarah ke balkon terbuka. Pastilah Abiseka berada di sana. Faiha tak berniat menghampirinya.
Drrrttt drrttt
"Hallo,Asslamuallaikum.Ya, Ma ada apa?"
"Di dalam koper? koper Faiha atau mas Abi?"
"..........."
"Harus malam ini juga ya,Ma? Apa boleh besok pagi atau malamnya saja?"
".............!"
"Iya Ma, habis ini Faiha akan buatkan."
"............"
"Mama, Faiha malu jangalah bicara seperti itu! Baiklah, sama-sama Ma.Selamat malam."
Abiseka masuk kembali kedalam kamar ketika mendengar oborolan Faiha via telepon dengan sang mama.
"Barusan Mama yang telepon?" Melangkah ke arah sofa dan menjatuhkan bokongnya disana.
Faiha sedang membongkar isi kopernya mencari sesuatu. Abiseka sesekali meliriknya. Laki-laki itu temgah asik dengan ponselnya.
"Ah ini dia, ketemu." Mengeluarkan sebuah bungkusan lalu membawanya ke pantry. Ya kamar yang mereka tempati terdapat ruang dapur bersih.
Faiha menyiapkan dua buah cangkir menuangkan sesuatu berbentuk bubuk sebelum itu ia memasak air untuk menyeduhnya. Abiseka mengamati gerak gerik sang istri yang tampak sibuk itu.
__ADS_1
"Ini Tuan, silahkan di minum." Menatap dua cangkir yang berisi suatu cairan berwarna kuning kecoklatan.
"Minuman apa itu?Jangan sembarangan membuat sesuatu yang tidak jelas asal usulnya. Dari mana kamu mendapatkannya, Apa kamu ingin meracuniku?" Menatap curiga.
"Astaqfirullah. Kenapa sih Tuan selalu saja menaruh curiga pada saya. Asal anda tahu ya, minuman in darii mama Malika."
"Mama–?"
Tiba-tiba feeling Abiseka semakin tak enak. Kalau sudah menyangkut sang mama.Pasti ada sesuatu yang tidak beres. Entah itu apa, yang pasti hal yang tidak baik.Itu yang ada di benak Abiseka yang mengerti bagaimana sifat mamanya.
"Aku tidak mau meminumnya. Buang saja!"
"Tapi, nanti kalau mama tahu bagaimana? Mama bisa marah sama saya, Tuan."
"Kalau kamu tidak bilang, mama juga tidak akan tahu. Kecuali, kamu memberitahukannya.Makannya jaga ucapanmu jika berbicara sama mama." Faiha tertunduk lesu.
Drrtt drrttt
"Mama video call, bagaimana ini Tuan?"
"Angkat!"
"Iya Ma ada apa?" Faiha memasang wajah cerianya tak ingin ibu mertuanya curiga.
"Suamimu mana,sayang?apa kalian sudah meminum jamunya?"
"Ada, Ma.Sebentar." Faiha pun mendekat pada Abiseka yang masih duduk santai di sofa. Kemudian Faiha pun ikut duduk di sebelah suaminya.
"Hmm--ada apa lagi ini, Ma?"
"Aduh, apa mama mengganggu kalian? Ehem...apa kalian sudah meminumnya?"
"Belum. Aku tidak mau. Suruh menantu mama saja yang meminumnya. Apa Mama sedang merencanakan sesuatu? Apa yang Mama taruh di minuman itu?Jangan aneh-aneh ya, Ma!" Abiseka langsung memberondong berbagai pertanyaan yang memojokkan sang Mama.
"Dasar anak kurang ajar. Bisa-bisanya menuduh mama-mu sendiri. Itu cuma jamu kesehatan, untuk menjaga stamina kalian selama di sana. Cuaca di Paris kan saat ini baru memasuki musim dingin. Maka dari itu minumlah demi kesehatan kalian. Ayo, cepat minum sekarang. Mama mau melihatnya langsung!"
"Abi ngak mau. Jangan memaksa."
"Ayo, cepat! Kalau tidak mau akan mama coret kamu dari pewaris keluarga Jayendra."
"Ish–bisanya mengancam. Iya...iya, kesinikan!" Abiseka menyuruh Faiha untuk mengambilkan cangkir yang berisi jamu.
"Ini, mas." Faiha mengubah panggilannya karena tengah di perhatikan mama Malika via video call.
Dan akhirnya keduanya meminum jamu tersebut secara berbarengan. Mama Malika tersenyum puas. "Bagus–sudah ya, Mama tutup sekarang. Selamat malam sayang-sayangnya mama.Muachhh–!"
Besambung
Pasti pada nunggu sesuatu ya? Apakah yang akan terjadi diantara mereka?
Terima kasih yang masih setia mengikuti kisah Abiseka dan Faiha. 🙏
__ADS_1