
"Nona Faiha..."
"Ya..."
Faiha menoleh ke belakang ketika mendengar suara seseorang yang menyapanya dan orang tersebut Heru sang asisten Ceo otoriter.
"Pak Heru. Apa ada yang bisa saya bantu pak?"
"Oh, bukan...bukan.Nanti seusai jam pulang kerja ada sesuatu hal yang ingin di bicarakan oleh Tuan Abiseka pada anda nona Faiha."
Deg
"Berbicara? Soal apa pak, bukankah tadi saya sudah meminta maaf dan bahkan saya sudah mendapatkan surat peringatan dari pak boss, eh...maksud saya Tuan Abiseka."
"Lagi dan lagi, ada apa sih dengan si tuan kanebo garing itu? Selalu saja mencari perkara. Apa belum cukup dia membalas demdamnya.sungguh menyebalkan sekali sih tu orang."
Kesabaran Faiha sepertinya tengah di uji kembali karena harus berurusan kembali dengan sang boss arogan.
"Kamu jangan negatif thinking dulu, kamu akan tahu jawabannya setelah bertemu dengan Tuan Abi nanti.Oke."
"Baik,Pak."
Tanpa terasa akhirnya jam kerja pun telah usai, seperti yang telah di janjikan bahwa Faiha harus menemui sang Ceo di ruangannya.Sebenarnya ia sungguh enggan bertwmu dengan Abiseka yang dalam pandangan Faiha adalah laki-laki yang menyebalkan, sombong dan suka bertindak seenaknya sendiri.
"Nona Faiha..." Heru yang baru saja juga akan menuju ke ruangan sang boss dan melihat keberadaan Faiha langsung mempersilahkan gadis itu untuk masuk bersamanya.
"Mari, silahkan masuk.Tuan Abiseka sudah menunggu anda."
__ADS_1
Faiha pun mengikuti langkah Heru bersama memasuki ruangan tersebut.Faiha merasa sedikit lega karena dia tidak sendiri ketika harus berhadapan dengan Abiseka yang sangat tak di sukainya.Tapi, mau bagaimana lagi ia hanya bisa pasrah apapun yang akan terjadi.Jika, akan di pecat pun ia sudah ikhlas menerimanya.
"Permisi Tuan, ini nona Faiha sudah datang."
Abiseka yang masih sibuk dengan ponselnya beralih menatap keduanya dan menatap dingin terutama pada Faiha. Gadis itu mencoba untuk bersikap tenang padahal dadanya sudah jedag jedug tak bisa diam.
"Duduk...!"
"Iya,Tuan." Perlahan Faiha pun mendudukkan bokongnya di salah satu sisi sofa mengikuti perintah dari Abiseka.
"Ehem...!" Mendapat kode dari sang boss agar ia keluar karena Abiseka ingin berbicara berdua saja dengan Faiha.Heru pun mengerti dan bergegas melangkah keluar sehingga membuat Faiha gusar. Bukannya takut berdua saja dengan Abiseka tapi, itu karena ia malas berhadapan dengan laki-laki egois dan selalu membuatnya kesal. Ia takut lepas kontrol dan berakhir di pecat.
"Baiklah, dengarkan perkataanku baik-baik!"
"Aku memanggilmu kesini karena ingin memberikan penawaran kerja sama yang tentunya akan sangat menguntungkan untukmu."
Abiseka meraih sebuah map lalu menyodorkannya tepat di hadapan gadis itu. Faiha bergeming, bingung entah apa maksud dari boss nya itu. Bukankah memang saat ini ia memang telah menjadi salah satu karyawan yang bekerja di Jayendra Group, lalu apa ini? Faiha menatap map itu dan ragu untuk membukanya. Membuat Abiseka tak sabar dan gemas terhadap gadis imut itu.
Dengan perlahan ia meraih dan membuka map itu lalu membacanya dengan seksama. Betapa terkejutnya ia dengan isinya. Di beberapa lembar kertas tersebut berisikan sebuah kontrak kerjasama antara sang boss dengan dirinya. Surat perjanjian kerjasama bahwa Faiha akan bekerja sebagai kekasih dan calon istri dari Abiseka Jayendra.
Dan kontrak tersebut akan berlangsung selama 6 bulan dan jika berlanjut sampai ke jenjang pernikahan maka, secara otomatis kontrak kerjasama akan di perpanjang selama 1 tahun. Sebagai konpensasi dari pekerjaan itu, Abiseka akan mengembalikan rumah keluarga bulek nya dengan menebus sertifikat rumah tersebut.
Satu hal lagi, Faiha akan tetap bekerja sebagai OG di Jayendra Group dan akan mendapatkan tambahan gaji di luar dari tugas utamanya di perusahaan itu.
"Da-dari mana anda tahu kalau keluarga kami sedang dalam kesulitan karena belum bisa menebus rumah kami? kenapa harus saya, bukankah maaih banyal di luaran sana gadis yang lebih baik dari diri saya. Maaf, Tuan. Sepertinya saya tidak bisa menerima penawaran anda dan saya akan resign dari perusahaan ini."
"Wow...mau resign ya? Tidak akan segampang itu, nona Faiha Arsyana." Tersenyum menyeringai
__ADS_1
"Apa maksud anda?"
"Heru...masuklah!"
Memanggil sang asisten yang memang sejak tadi tidak pergi kemanapun. Laki-laki itu masih setia menunggu di depan pintu ruangan sang boss.Heru pun bergegas masuk dan langaung melaksanakan apa yang telah di perintahkan oleh Abiseka.
"Terangkan dengan sejelas-jelasnya pada gadis keras kepala ini, Heru. Konsekuesi apa yang akan di terimanya jika ia mengundurkan diri dari perusahaan ini."
"Jika anda memutuskan kontrak kerja meakipun baru satu hari anda belerja maka, anda harus membayar denda 10 x lipat dari gaji yang anda terima. Apa anda sudah mengerti nona Faiha?"
Sontak Faiha terkejut mendenganya. Kemarin pada saat ia menandatangani kontrak kerja ia sama sekali tidak membaca ada point perjanjian seperti itu. Atau ia yang kurang teliti membaca keseluruhan isi dari kontrak tersebut. Oh...Faiha benar-benar sungguh ceroboh, ia terjebak dalam permainan dari Abiseka Jayendra.
"Jadi, aku harus membayar denda 50 juta? Dari mana aku bisa mendapatkan uang sebanyak itu.Kau sungguh bodoh Faiha. Bisa-bisanya masuk dalam perangkap pria menyebalkan itu.ish....!"
Faiha terdiam, memikirkan apa yang harus ia perbuat.Sepertinya ia memang tidak mempunyai pilihan yang lain.Demi keluarg tercintanya bulek Lestari, Anwar dan Hani.
"Bagaimana nona Faiha, apa keputusan anda?" Heru membuyarkan lamunan gadis itu.
Faiha menghela nafas panjang, setelah itu ia mantap menerimanya dengan keterpaksaan.
"Baiklah,Tuan.Saya menerima penawaran kerjasama dari anda. Lalu, kapan saya akan mulai bekerja?"
"Tolong tandatangani dulu surat perjanjiannya, nona!" Dan Faiha pun segera menandatangani surat kontrak yang berada di hadapannya.
"Malam ini kamu akan mulai bekerja menjadi kekasih dan calon istriku!"
"Ma-malam ini?"
__ADS_1
Bersambung
Hai-hai, saya kembali lagi dengan cerita terbaru semoga kalian suka ya. Jangan lupa like dan komennya . Terima kasih.