GADIS CACAT SANG KAISAR

GADIS CACAT SANG KAISAR
MataHari Foundation


__ADS_3

Pameran Karya Disabilitas


Bia tersenyum puas saat membaca banner dan beberapa karangan bunga yang memenuhi gedung pameran yang ia gagas untuk pada penyandang disabilitas. Sebagai mantan disabilitas, Bia paham betul bagaimana susahnya berkarya ditengah keterbatasan. Untuk itulah ia meneruskan impiannya dan Hari yang sempat tertunda sekian lama, mendirikan Yayasan Pendidikan dan Pembinaan untuk para penyandang Disabilitas.


Di dalam gedung, ada banyak karya anak asuhnya yang dipajang. Bia juga memajang beberapa hasil karyanya semasa buta dulu. Patung wajah Hari ia pajang di aula utama sebagai bentuk penghargaan Bia pada jasa-jasa adik iparnya itu. MataHari Foundation, adalah nama yayasan yang Sabia dirikan dengan sokongan dana dari Mahaputra Group.


"Bie, lima belas menit lagi kita mulai!"


Sabia menoleh pada asal suara yang memanggilnya. Seorang lelaki tinggi besar dengan wajah oriental sudah berdiri di belakangnya.

__ADS_1


"Oke, ayo kita masuk Zef!" cetus Bia sembari lebih dulu berjalan mendahului Zefco, tangan kanannya di Yayasan.


Selama hampir setahun ini bekerja sama dengan Zefco, Bia tak pernah sekalipun merasa tak puas dengan kinerja partnernya tersebut. Zefco sangat profesional, meski usianya lebih tua dari Bia namun ia tetap menghormati gadis itu sebagai atasannya.


Di dalam, beberapa tamu undangan telah memenuhi kursi tamu. Orang-orang kesayangan Sabia berada di jejeran terdepan. Semua datang, kecuali ... Kaisar. Padahal Bia sengaja mengumumkan acara pembukaan pameran ini di media agar Kaisar mengetahuinya, dan setidaknya datang meski hanya melihat dari jauh. Toh, pameran ini adalah impian Kaisar sejak dulu. Kaisar ingin semua orang tahu kelebihan istrinya.


MC pun memulai acara pembukaan dengan acara sambutan. Bia lebih dulu mengisi sambutan itu sebagai Ketua Yayasan MataHari Foundation. Meskipun gugup, ia berusaha untuk terlihat tenang karena setiap gerak-geriknya disorot oleh media.


"Tentunya, MataHari Foundation tidak akan bisa berdiri tanpa support dari Mahaputra Group yang selama ini telah banyak membantu kami dalam hal moral dan materiil. Terima kasih untuk Bapak Syailendra selaku CEO Mahaputra Group!"

__ADS_1


Tepuk tangan riuh membahana di seluruh gedung aula, Bia tersenyum dan membungkuk berterima kasih pada Papa mertuanya.


"Saya pribadi juga sangat berterima kasih pada mendiang adik ipar saya, Hari. Yang telah sangat berjasa dalam semua aspek kehidupan saya hingga bisa berdiri di depan anda semua seperti ini. Nama MataHari saya ambil dari gabungan Mata dan Hari, mata adalah panca indra yang menjadi jendela kita melihat dunia sedangkan Hari adalah nama mendiang adik ipar saya. Dan juga MataHari merupakan sumber kehidupan di muka bumi, saya ingin kelak MataHari Foundation bisa bersinar secerah Matahari bagi kaum disabilitas yang masih tersisihkan di antara manusia normal."


Tepuk tangan kembali riuh membahana membuat mata Bia mulai berkaca-kaca.


"Dan yang terakhir, untuk seseorang yang saat ini sangat saya rindukan, seseorang yang selama setahun ini menghilang dan pergi dari kehidupan saya, terima kasih banyak. Saya sudah mewujudkan mimpimu untuk memamerkan hasil karya saya pada seluruh dunia." Bia lekas menyeka air matanya yang menggenang agar tak tumpah.


"Terima kasih, selamat menikmati karya anak-anak asuh kami!"

__ADS_1


**************************


__ADS_2