
Dalam sebuah hubungan sepasang manusia, pernikahan adalah awal dari kehidupan yang sesungguhnya. Meskipun telah setahun lebih menikah, namun tak mengurangi kebahagiaan Kaisar dan Sabia dalam merayakan pesta kali ini secara besar-besaran. Hari ini pesta teragung bagi keturunan Mahaputra diadakan. Ballroom superbesar menampung ratusan tamu yang hadir. Sebagian besar adalah mereka yang bekerja di Mahaputra group karena Kaisar memang ingin merayakan pesta ini bersama mereka yang telah mengabdikan hidup mereka pada perusahaan keluarga. Sebagian lagi adalah anak-anak asuh Bia yang turut ia undang untuk hadir dan beberapa ikut serta mengisi acara.
Meskipun suasananya penuh kebahagiaan, namun tetap saja terasa ada yang kurang untuk Kaisar dan Sabia karena Hari tak ada bersama mereka. Bia sempat meneteskan air mata saat video surprise dari Kaisar diputar di sebuah layar besar. Divideo itu, Kaisar menceritakan kisah awal perjalanan cinta antara dia dan Sabia. Beberapa foto candid yang Kaisar abadikan ikut dipamerkan di video singkat yang membuat banyak orang ikut terharu.
"Dear, Sabia. Istri kecilku, gadis bocil milikku. Terima kasih sudah mau bertahan dan tetap mencintaiku hingga detik ini. Semoga semua pengorbanan dan peristiwa yang menyakitkan yang telah kita lewati menjadikan cinta kita semakin kuat. Aku mencintaimu, Bia. Sekarang dan dikehidupan yang akan datang!"
Suara penutup video dari Kaisar tak pelak membuat tangis Sabia semakin pecah. Ia memeluk suaminya itu dengan erat. Beberapa tamu bertepuk tangan menyaksikan keromantisan keduanya, beberapa bahkan ada yang ikut menangis tersedu-sedu.
Usai acara pemutaran video singkat itu, tiba-tiba Host memanggil Sabia dan memintanya bernyanyi. Kaisar mempersilahkan istrinya untuk unjuk suara karena ia yakin semua orang pasti juga akan jatuh cinta pada suara merdu istrinya.
Meskipun grogi, akhirnya Bia menerima mic dari Host dan meminta diputarkan lagu "Part of Your World" kesukaan Kaisar. Meski belum sempat berlatih, Bia tetap tampil memukau bak diva kenamaan. Nada tinggi bisa ia taklukkan dengan mudah, hingga begitu lagu usai semua tamu undangan sontak bertepuk tangan penuh kekaguman. Kaisar pun tak kalah kagum, ia mencium Sabia di depan ratusan pasang mata tanpa canggung dan malu. Ia begitu bangga karena Sabia adalah sosok yang sempurna.
"I love you to the moon and back, Baby!" bisik Kaisar lirih usai mereka berciuman
Bia tersipu dan melirik para tamu yang mengabadikan momen indah itu dengan ponsel masing-masing.
"I love you much more, My Prince!"
Suasana kembali kondusif setelah acara inti usai, para tamu undangan kembali sibuk dengan makanan yang tersaji melimpah di setiap sudut ruangan. Mulai dari western food, eastern hingga chinese food bisa mereka nikmati sepuasnya.
Sepulang dari acara resepsi, Bia dan Kaisar diantar oleh Diki menuju penthouse. Sayangnya di malam indah yang seharusnya mereka berdua habiskan dengan penuh gairah harus berlalu begitu saja karena Sabia sedang mensstruasi.
__ADS_1
"Kamu lelah?" tanya Kaisar saat mereka berdua telah berpelukan di ranjang dan bersiap untuk tidur.
Bia mengerjap sesekali menahan kantuk. "Sedikit. Tapi aku bahagia sekali hari ini."
Kaisar mempererat pelukannya dan mencium kening Sabia dengan lembut.
"Sama, akupun sangat bahagia hari ini. Akhirnya semua orang tahu bila kamu adalah istriku!"
"Besok kita ke makam Hari dan King, yuk! Aku sudah kangen sama mereka berdua," pinta Sabia mengiba.
Kaisar mengangguk. "Baiklah. Besok aku akan minta Diki untuk mengosongkan jadwalku sampai siang."
Bia tersenyum bahagia. Ini akan menjadi kali pertama ia mengunjungi makam Hari bersama Kaisar. Hari pasti sangat bahagia bila melihat mereka datang bersama.
"Kai, maafin aku, ya."
Kaisar reflek membuka matanya bingung. "Maaf untuk apa, Baby?"
Bia mencebik sedih. "Karena aku nggak bisa melayani kamu malam ini," sesalnya seraya merapatkan tubuhnya dan bersandar di dada hangat Kaisar.
"Bukankah aku sudah bilang jika itu tidak masalah. Selama kamu disisiku seperti ini, tidur berpelukan erat hingga besok pagi, aku tidak apa, Baby!" urai Kaisar memaklumi. "Tapi aku akan membalas dendam padamu saat kita honeymoon minggu depan!" bisiknya kemudian.
Bia terkekeh. Ia mencubit perut Kaisar dengan malu. "Siapkan staminamu dari sekarang, Kai. Orang tua biasanya cepat lelah!"
__ADS_1
Kaisar mengernyit kaget. "Orang tua katamu? Kamu lupa orang tua ini pernah menghajarmu di ranjang dan hampir di semua tempat di penthouse ini setiap malam selama seminggu penuh, huh?!"
Bia tertawa mendengar sindiran Kaisar. "Ya ya ya. Aku akui stamina anda sangat perkasa, Pak Tua!"
Mendengar Bia kembali menyebutnya tua, Kaisar sontak mencium bibir istrinya itu dengan penuh gairah. Bia yang merasa Kaisar mulai memancingnya sontak mendorong suaminya itu menjauh.
"Jangan menggodaku, Kai! Aku masih menss!!"
"Salah sendiri daritadi kamu meremehkanku!"
"Maaf! Udah stop! Ayo kita tidur!"
"Kamu sudah membangunkan macan yang sedang tertidur, Bia!" Kaisar kembali mendekat ke bibir istrinya namun dengan cepat Sabia menenggelamkan wajahnya di bantal.
Kaisar tergelak melihat perlawanan Bia yang menolak godaan darinya.
"Baiklah, mari kita tidur. Selamat malam, Baby!"
***********************
Happy Wedding Kaisar & Sabia ❤️🥹
Otor sedih karena nggak ada ayank Hari, padahal harusnya otor dateng sama ayank Hari ke resepsi pernikahan Kaisar 🥲
__ADS_1