
Ini adalah hari ke tiga Kaisar dirawat di Rumah Sakit. Bia yang telah dibelikan peralatan mematung oleh Hari tak lagi mempedulikan suaminya itu. Pikiran dan perhatiannya sudah teralihkan dengan mempelajari hal baru.
"Apakah kamu mau aku datangkan guru untuk mengajarimu mematung?" tawar Hari.
"Benarkah? Aku mauuuu!" seru Bia berbinar.
Sabia memiliki ruangan khusus untuk hobi barunya, terletak di sebelah tangga tak jauh dari kamarnya. Bia masih membiasakan diri untuk beradaptasi dengan tanah liat dan beberapa peralatannya. Tanah liat, alat butsir, meja putar, cetakan, sundip dan sebagainya tertata rapi di ruangan itu. Hari membelikan tanah liat khusus yang sudah bersih dan siap cetak.
...Credit pict : Pinterest...
"Sementara belajarlah membuat vas bunga atau pot dulu. Jangan neko-neko membuat wajah orang! Daripada nanti hasilnya malah jadi wajah hewan!" sindir Hari seraya mengamati Sabia yang asyik duduk di depan meja putar.
"Iya, baik, Bos! Nanti aku akan buatkan vas bunga agar bisa dipamerkan di meja kantormu!"
"Cih! Pede sekali. Pasti vas bungamu nanti akan memiliki bentuk yang aneh mirip botol kecap!" ejek Hari terkekeh.
Sabia mencibir. "Enak saja! Awas ya kalo nanti hasil karya pertamaku bagus! Aku akan menjualnya dengan harga mahal!"
"Boleh. Jual saja semahal-mahalnya, palingan nanti yang beli cuma aku!"
Bia merengut dan mencibir kesal mendengar perkataan Hari. Ia pun kembali fokus membentuk tanah liat yang lengket di tangannya.
"Itu terlalu lembek, Bia! Lihatlah sampai tanganmu belepotan seperti itu." Hari memperhatikan tangan Sabia yang penuh lumpur dengan geli.
"Hari, kemarilah!" Sabia tiba-tiba memiliki ide untuk mengerjai adik iparnya itu.
"Tidak. Kamu kotor dan belepotan lumpur!"
"Ahhh, ayolah, Hari. Kemarilah sebentar, ada yang ingin aku katakan!" rengek Sabia.
Hari mengernyit. "Ngomong aja dari situ. Untuk apa aku harus ke sana?!"
"Nggak mau, kemarilah cepat!" tukas Bia memaksa.
"Apasih!?" Hari bangkit dari kursi sofa di ujung ruangan dan menghampiri Sabia.
"Kemarilah, aku mau bisik-bisik!" Sabia mengkode dengan melirihkan suaranya.
"Apa sih, Bia? Ngomong aja di sini kan cuma ada aku dan kamu!"
"Nggak mauu, cepetan!"
__ADS_1
Hari menghela napas panjang, ia membungkuk di depan Sabia dan memposisikan telinganya di bibir gadis itu. "Bicaral-- ump!"
Belum sempat Hari menyelesaikan perintahnya, Sabia lebih dulu mengusapkan lumpur di wajah dan pakaian Hari.
"Biaaa!"
"Hahaha ..." tawa Sabia lepas.
Hari mendengus kesal, lumpur itu mengotori sebagian wajah dan T-shirt polonya.
"Bia, bajuku kotor!"
"Ah, dasar, Tuan steril! Tinggal ganti baju dan cuci muka saja apa susahnya!?" ejek Sabia mencibir.
"Awas ya kamu! Tunggu pembalasanku!"
Drtt .. drtttt ...
Ponsel di saku celana Hari bergetar, ia merogoh benda pipih itu dan memperhatikan nama yang muncul di layar.
Mama is calling ...
"Halo, Ma?" sapa Hari seraya menarik tisu di meja untuk membersihkan sisa lumpur di wajahnya.
..
..
Beberapa jam sebelumnya di Rumah Sakit tempat Kaisar dirawat.
Kondisi kesehatan Kaisar sudah membaik. Setiap hari Diki menemaninya dari pagi sampai petang karena Patricia tetap sibuk photoshoot seperti biasa. Mereka berdua bergantian menjaga Kaisar.
"Saya permisi pulang dulu, Pak!" Diki merapikan beberapa berkas yang telah ia periksa untuk kemudian ditandatangani oleh Bos-nya.
Patricia baru saja datang, ia langsung menghilang di kamar mandi untuk berganti pakaian dan menghapus make up-nya yang tebal.
"Diki, besok datanglah lebih pagi. Aku akan pulang besok!" perintah Kaisar sembari melepas kacamata bacanya.
"Baik, Pak!"
"Oh ya, jangan bilang pada siapapun bila aku akan pulang besok. Kamu mengerti?"
Diki mengangguk cepat. "Baik!" sahutnya.
__ADS_1
Kaisar mengangguk puas dan menyodorkan map berisi berkas yang sudah selesai ia tandatangani pada Diki. Dengan sigap, Sekretaris yang telah menemani Kaisar sejak ia pertama kali menginjakkan kakinya di Perusahaan Mahaputra Group itu, menerima berkas tadi dan memasukkannya ke dalam tas kerjanya.
"Saya permisi, Pak Kai. Sampai jumpa besok!" Diki membungkuk hormat sebelum kemudian berbalik dan keluar dari ruangan Kaisar.
Kaisar menoleh pada pintu kamar mandi yang dibuka dari dalam, Patricia muncul dengan senyum khasnya yang menggoda. Ia sengaja tak mengancing piyama tidurnya karena ingin membuat Kaisar tergoda. Belahan dada tanpa penutup itu membuat Kaisar menelan saliva. Ia memalingkan wajahnya yang seketika meremang.
"Don't you miss me?" bisik Pat lirih ditelinga Kaisar, sedikit meniupnya hingga Kai bergidik geli.
"Pat, jangan menggodaku."
"Why? Bukankah kamu sudah sehat?" Patricia kembali meniup telinga Kaisar.
Kaisar menghela napas panjang. Ia memang telah lama tak melakukannya bersama Pat, namun melakukan itu di Rumah Sakit juga bukanlah ide yang bagus!
"Bagaimana kalo Dokter tiba-tiba datang?"
"Ahhh, Honey!" Pat naik ke atas ranjang Kaisar dan duduk di atas tubuh lelaki perkasa itu. "I miss you!" bisiknya sembari mencium bibir Kaisar.
Bukankah rejeki tak boleh ditolak? Akhirnya Kaisar meladeni ciuman panas itu dengan brutal, tangan mulus Patricia mulai bergerilya dan menyusuri bagian bawah tubuh Kai yang telah menegang sempurna.
"Pat, sepertinya ini bukanlah ide yang bagus!" protes Kaisar saat dengan lihainya tangan itu bermain di bawah sana hingga Kai mulai terangsangg.
"Tenanglah, Honey! Kita akan melakukannya dengan cepat." Patricia merosot dari perut Kaisar dan turun ke bagian yang telah tegang itu lantas bersiap untuk mengullumnya.
Tit. Clik.
Kaisar tersentak, ia sontak menarik celananya yang dibuka oleh Pat sambil menoleh cepat ke arah pintu. Ada yang datang!
Patricia yang kaget pun segera merapatkan piyamanya. Ia menoleh ke pintu dengan syok.
Seorang wanita paruh baya muncul saat pintu perlahan terbuka, tak lama seorang lelaki menyusul masuk.
"P-Papa?"
Pat tercengang. Ia beringsut turun dari ranjang Kaisar dan mengancing piyamanya dengan tergesa-gesa.
Melihat ada yang tak beres, Mira hendak mengajak Syailendra untuk kembali namun sayangnya suaminya itu telah lebih dulu menengok ke ranjang putranya dan terbelalak kaget saat menyadari Kaisar bersama seorang wanita, namun bukan Sabia!
"Apa-apa'an ini, Kaisar!!"
********************
Astoge, sempet-sempetnya kau, Kaisar!😒
__ADS_1
Eh, iya kelupaan. Bestie jan lupa follow otor biar nanti kalo otor bikin cerita baru, kalian dapet notifikasi 🥰. Btw dah pada follow belum??