
Sementara itu di sebuah tempat yang gelap, seorang lelaki yang selama ini telah menghilang, baru saja terbangun dari tidurnya. Ia memperhatikan arloji yang menempel di pergelangan tangannya, jam 8 malam.
Begitulah siklus hidup seorang Kaisar Mahaputra berputar setiap hari. Ia akan terjaga di malam hari dan tidur saat matahari terbit.
Dengan tubuh yang masih lemas, ia berbalik dan mengangkat tubuhnya dari posisi berebah. Perutnya mulai keroncongan, ia lapar. Mau tak mau, akhirnya ia turun dari ranjang dan keluar menuju pantry. Ada sisa burger yang ia beli semalam, sepertinya ia hanya perlu menghabiskan burger itu sebelum nanti makan malam di tempat spesial.
Sambil menguyah roti burgernya, Kaisar mengecek ponsel dan sosial medianya. Ia mengganti semua gadget, nomor dan email yang sebelumnya ia gunakan. Kaisar benar-benar menghindar dari semua orang, kecuali dua orang yang sangat ia percaya.
Diki is calling ...
"Halo?" sapa Kaisar cepat.
"Oh, tumben anda sudah bangun, Pak?" puji Diki tak percaya.
"Ada apa, Diki!? Jangan membuang waktuku!"
"Besok adalah grand opening pameran istri anda, Pak. Apakah anda jadi datang?"
Kaisar menghela napasnya berat. "Entahlah. Lihat besok saja!"
"Tapi bukankah malam ini jadwal anda menemui Nyonya Cerewet?"
Kaisar tersenyum lirih, Nyonya cerewet.
"Iya. Nanti jam 10 aku akan menemuinya!"
"Baiklah. Semoga perjalanan anda lancar malam ini, Pak! Jangan lupa kabari saya jika besok jadi datang ke pameran."
__ADS_1
"Iya."
Tit.
Kaisar memutuskan sambungan telefonnya dan kembali memperhatikan layar ponselnya yang menampilkan foto terbaru dari sosmed milik Sabia. Sejak beberapa bulan yang lalu gadis itu rajin mengunggah aktifitasnya di aplikasi berlogo kamera polaroid ungu itu. Kaisar tak pernah kehilangan satu momenpun, ia rajin mencari tahu berita tentang istri kecil yang sangat ia rindukan itu setiap hari demi bisa melampiaskan rasa kangennya.
Usai menghabiskan burgernya, Kaisar bangkit dan memutuskan untuk mandi. Ia tak ingin datang telat malam ini, kegiatan sebulan sekali yang selalu ia nantikan.
Tepat jam 10 kurang lima menit, Kaisar tiba di sebuah rumah makan yang sudah tutup. Ia memperhatikan sekitar sebelum membuka helm yang ia kenalan. Saat dirasa sudah sepi dan aman, Kaisar melepas helm itu dan mengenakan masker untuk menutupi sebagian wajahnya.
...Credit Pict : Instagram...
Dok dok dok dok.
Kreeeet.
Pintu rolling door perlahan dibuka dari dalam. Seutas senyum yang hangat tersungging dari wajah yang selalu Kaisar rindukan.
"Kai, masuk!" perintah wanita itu cepat.
Kaisar mengangguk, ia lebih dulu menyalami wanita paruh baya itu dan lekas masuk ke dalam restoran itu. Suasana yang alami dan natural khas pedesaan menyambut kedatangan Kaisar malam ini.
"Mama sudah masakin makanan kesukaan kamu! Yuk, kita langsung makan. Mama juga belum makan daritadi nungguin kamu!" cerocos Bu Darma dengan semangat empat lima.
"Kenapa Mama tidak makan dulu saja? Lain kali tidak perlu menunggu saya!" protes Kaisar tak suka.
__ADS_1
Bu Darma terkekeh dan mengibaskan tangannya. Ia lantas membuka tudung saji, memamerkan menu masakan rumahan favorit menantunya.
"Ayo, makan! Mama ambilin nasi dulu! Kamu cuci tangan, gih!" Bu Darma menyentong dua porsi nasi ke piring dan lekas menyodorkannya pada Kaisar.
Kaisar menerima piring itu dan berlalu ke wastafel untuk mencuci tangannya. Ia lantas kembali ke meja di mana Bu Darma sudah mengambilkan banyak lauk untuknya.
"Mama pikir hari ini kamu nggak jadi datang kaya bulan kemarin! Mama kadung masak banyak pas itu."
Kaisar terkekeh, ia menyuap makanannya dengan penuh kenikmatan. Masakan mertuanya tak pernah gagal! Selalu membuat selera makannya menggila.
"Kamu sudah tahu belum kalo besok Sabia grand opening?" tanya Bu Darma hati-hati.
"Tahu. Tidak ada yang tidak saya ketahui tentang Bia, Ma! Tenang saja!"
"Huuu, sayangnya kamu pengecut! Selalu sembunyi-sembunyi kaya maling!"
Kaisar tertawa, ia memang tak pernah berani menampakkan batang hidungnya di depan Bia. Ia tak mengijinkan siapapun menunjukkan fotonya pada gadis itu. Kaisar juga menghapus semua akses menuju informasi dan berita mengenai dirinya. Ia melenyapkan identitas Kaisar Mahaputra agar Bia tak bisa menemukannya.
"Dasar, Nyonya cerewet!" cecar Kai kesal.
Bu Darma menjitak kepala menantunya itu dengan kesal.
"Dasar menantu maling!"
********************
Hai, Bestie!
__ADS_1
Jangan sedih lagi, ya! Pengorbanan Hari kemarin akan berbuah manis di akhir nanti. Jadi jangan kecewa dulu, okay?