
Seabourn Cruise.
Begitulah nama yang tercetak di badan kapal pesiar yang saat ini Kaisar dan Sabia naiki untuk honeymoon. Selama 14 hari ke depan, mereka berdua akan menghabiskan waktu di kapal pesiar dan keliling ke beberapa negara Eropa. Sengaja Kaisar memilih keliling Eropa karena ia tahu Sabia sangat menyukai cerita-cerita Disney yang rata-rata berlatar di sana.
Ini adalah pengalaman pertama bagi Sabia menaiki pesawat menuju Eropa lantas beralih naik kapal pesiar dan berkeliling ke beberapa negara. Ia sangat senang dan antusias selama diperjalanan. Beberapa kali gadis itu hampir hilang karena terlalu excited melihat berbagai hal yang baru pertama kali ia lihat. Kaisar tentu saja marah besar dan meminta Bia untuk selalu menggandeng tangannya bahkan ke toilet sekalipun!
...Credit pict : instagram...
"Kapalnya besar sekali, Kai!" jerit Bia tertahan saat mereka berdua tengah berjalan mengikuti petugas bagasi yang membawa barang-barang mereka menuju kamar Signature Suite.
Kaisar tak menyahut, ia sibuk menetralkan emosinya yang naik turun karena Bia hampir menghilang lagi untuk yang kelima kalinya seharian ini.
"Kai, lihat itu! Waaah, lautnya cantik sekali!" Bia menunjuk ke luar jendela yang menghamparkan pemandangan lautan Atlantik.
Kaisar melirik sekilas pada pemandangan itu, tangannya masih memegang erat pergelangan tangan Sabia seperti orang tua yang menggandeng balita.
__ADS_1
Merasa Kaisar tak merespon, Sabia mengawasi suaminya itu dengan penasaran.
"Kamu lapar? Daritadi kamu diem terus!"
"Aku lelah, Bia! Bisakah kamu diam dan berhenti mengoceh 10 menit saja?" keluh Kaisar.
Bia menutup bibirnya dengan rapat, ia menurut dan memilih untuk mengagumi setiap hal yang ia lihat di dalam hati. Sepertinya mood Kaisar memburuk setelah ia sempat menghilang tadi. Padahal Bia hanya ingin melihat patung selamat datang yang terpahat di luar bandara.
Tiba di Signature Suite 802 yang telah di booking oleh Diki sejak dua minggu yang lalu, petugas meletakkan koper dan barang-barang milik Kaisar dan Bia di lemari khusus. Ia lantas mengajak dua sejoli itu berkeliling kamar dan menjelaskan setiap detail serta jadwal makan dan ***** bengeknya.
Sabia kembali terpana takjub saat melihat ranjang yang telah dipenuhi oleh kelopak bunga mawar berbentuk hati. Juga ada sebuah cake Honeymoon yang sepertinya sangat lezat untuk dinikmati siang-siang begini. Tak berapa lama petugas pun pamit dan meninggalkan mereka berdua.
Begitu petugas tadi sudah tak nampak, Kaisar beringsut merebahkan tubuhnya di sofa. Ia sangat lelah seharian ini. Bepergian bersama Sabia ternyata tak ubahnya seperti bepergian dengan anak berusia 5 tahun. Kaisar mencoba memejamkan mata setelah memastikan keberadaan Sabia yang saat ini sedang menikmati pemandangan lautan samudra dari balkon. Sebentar saja, Kaisar ingin tidur setelah melalui puluhan jam dipesawat dengan perasaan tak tenang karena takut Sabia tiba-tiba menghilang.
Di balkon, Sabia menarik napasnya berulang kali. Udara yang sejuk di daratan Eropa ternyata rasanya sama saja dengan udara di Indonesia. Hanya saja iklim di Indonesia lebih panas, berbeda dengan iklim di Eropa yang mulai memasuki musim dingin.
__ADS_1
"Kai kamu nggak mau man--" Sabia menghentikan teriakannya saat ia melihat Kaisar tengah tertidur pulas di sofa.
Dengan iba, Sabia pun mendekat ke tempat suaminya dan menatap wajah lelah itu dengan perasaan campur aduk. Kaisar pasti sangat lelah, bahkan posisi tidurnya yang tak nyaman tak membuat pulasnya terganggu. Bia tersenyum lirih.
"I love you, Kai ..." lirih Bia sebelum kemudian mengecup bibir Kaisar dengan sangat perlahan khawatir membangunkannya.
Akhirnya Bia memutuskan untuk mandi seorang diri. Bathtub yang berada di sebuah ruangan dengan dinding kaca yang bisa terbuka membuat Bia penasaran untuk mencoba berendam di sana. Sepertinya lelahnya akan berkurang bila ia berelaksasi di bathtub mahal itu. Bia pun menanggalkan pakaiannya satu per satu dan mengisi bathtub dengan air hangat. Tak lupa Bia menaburkan garam mandi dan sabun aromatherapy agar ia bisa berendam busa kali ini. Ahh, sudah lama sekali sejak mensstruasi, Bia tak berendam dan menikmati busa-busa wangi itu.
"Kamu mau berendam tanpa mengajakku?"
"Oh!" Bia tersentak kaget.
Kaisar sudah terbangun dan sedang mengawasinya dari sofa. Mendengar suara kucuran air membuat tidurnya terganggu, beruntung ia membuka mata di waktu yang tepat. Melihat Sabia berdiri di depan bathtub tanpa sehelai benangpun mau tak mau membuat rasa lelah Kaisar lenyap saat itu juga.
"Kemarilah!" ajak Bia seraya mengerlingkan mata genit. "Kita berendam bersama!"
**************************
__ADS_1