
Tak langsung pulang, Kaisar malah membelokkan mobilnya ke sebuah pusat perbelanjaan terbesar di Jakarta. Tadi pagi dia sempat browsing untuk mencari box bayi dan katanya di mall ini ada store khusus bayi yang menjualnya.
Dengan langkah lebar, Kaisar masuk ke dalam mall dan mencari-cari store yang dimaksud. Dia menemukan store itu di lantai 3. Semua pernak-pernik bayi memenuhi setiap sudut store hingga membuat Kaisar senyum-senyum sendiri. Ia tak sabar ingin segera melihat janinnya lahir, pasti dia akan mirip dengan Sabia.
"Ada yang bisa kami bantu, Pak?" Seorang Pramuniaga cantik menghampiri Kaisar dan langsung terpana melihat kegantengannya.
"Saya sedang mencari box bayi!"
"Untuk bayi berusia berapa, Pak?" tanya Pramuniaga itu masih tak lepas memandang Kaisar dengan kagum.
"Hmmm, masih belum lahir, sih! Tapi saya harus segera membelinya hari ini juga."
"Baik, silahkan ikuti saya, Pak."
Pramuniaga itu berjalan lebih dulu dengan anggun, Kaisar memperhatikannya sekilas. Tidak ada yang buruk dari fisiknya, hanya saja Sabia jauh lebih sempurna!
Mereka tiba disebuah ruangan dengan box bayi berbagai macam bentuk dan warna memenuhi setiap sudutnya. Karena ia yakin bila janin yang dikandung Bia adalah seorang jagoan dan akan ia beri King, jadi Kaisar mencari box yang sesuai dengan dua tema itu. Sayangnya, ia tak juga menemukan yang cocok di hati.
"Apa di sini bisa custom?" tanya Kaisar pada Pramuniaga itu setelah lelah melihat-lihat.
"Tentu bisa, Pak! Akan tetapi kami memberlakukan biaya tambahan untuk setiap custom design yang diinginkan oleh customer."
"Tidak masalah! Berapapun akan saya bayar selama cocok untuk anak saya!"
Pramuniaga itu tersenyum. "Baik, mari ikut saya. Silahkan anda isi dulu form khusus untuk custom design baby crib!"
__ADS_1
Kaisar mengangguk setuju, ia pun mengekor di belakang Pramuniaga yang entah mengapa berjalan di depannya dengan melenggak lenggokkan pinggulnya. Kaisar tersenyum kecut, ia sudah pernah menjadi lelaki paling brengsek jadi sekarang ia tak akan mempan pada pesona wanita sejenis Patricia begini!
Usai berkonsultasi tentang desain custom yang ia inginkan dan mengisi form serta membayar full pembelian box bayi itu, Kaisar melenggang pulang. Ia lelah, ia butuh mandi dengan menggunakan sabun Sabia. Meskipun terasa aneh, tapi ia bisa merasakan kehadiran istrinya itu setiap kali mencium aroma strawberry. Sepertinya sedikit lagi Kaisar akan gila, ia terlihat sangat berbeda dari Kaisar setengah tahun yang lalu.
Di rumah, Kaisar yang tiba di jam makan malam, mulai merasa perutnya keroncongan. Dari kamarnya, ia bisa melihat Bik Yati tengah menata meja makan yang sudah terisi beberapa menu makanan. Kaisar urung masuk ke dalam kamar dan menghampiri meja itu dengan cepat. Baiknya ia akan makan dulu lalu mandi dan tidur!
"Pada ke mana kok masih sepi?"
"Eh, Ayam!" Bik Yati menoleh cepat. Ia menghembuskan napas berat sambil mengelus dada saat melihat Tuan Mudanya berdiri di depan kursinya.
"Anu, Tuan. Kalo Nyonya dan Tuan Besar masih di kamar. Tuan Hari lagi teleponan di belakang!"
Kaisar mengernyit heran. Entah mengapa ia jadi kepo, tumbenan Hari telefonan dengan seseorang di luar jam kantor? Biasanya adiknya itu terkenal cuek.
"Ayolah, Bia. Jangan keras kepala, kamu harus periksa!"
Kaisar menghentikan langkahnya cepat. Napasnya seketika tertahan saat nama yang paling ia rindukan itu disebut oleh Hari. Mau tak mau akhirnya Kaisar menguping dan bersembunyi di balik pintu menuju taman.
"Iya, aku tahu. Tapi Kak Kai juga pasti sedih kalo kamu menolak untuk memeriksakan lagi janinmu."
Kaisar tak bisa mendengar jawaban dari Sabia karena Hari tak menyaringkan suara telefon mereka berdua.
"Baiklah. Aku janji. Tapi kamu juga harus janji satu hal sama aku!"
Kaisar menahan napasnya gugup, debaran di dadanya mulai bergemuruh.
__ADS_1
"Berjanjilah di kehidupan berikutnya kamu akan lebih dulu bertemu denganku daripada dengan Kak Kai! Deal??"
Tanpa sadar kedua tangan Kaisar mengepal mendengar perkataan itu. Ia berbalik dan berlalu pergi tanpa menoleh lagi. Napasnya naik turun tak teratur, ia menyesal telah mendengar percakapan menggelikan ini!!
"Tuan, katanya mau makan?" tanya Bik Yati heran saat melihat Kaisar berjalan cepat dan lebar seolah menahan emosi.
Kaisar tak merespon, ia tetap fokus melangkah hingga tiba di depan kamarnya.
Brak.
"Eh, Ayam!" teriak Bik Yati terkejut. Ia memandangi pintu kamar Tuannya yang disiksa meski tak bersalah.
Di dalam kamar, Kaisar menatap nanar pada bantal Sabia yang teronggok di ranjang. Ia sengaja tak memperbolehkan Bik Yati mengganti sarung bantal itu hanya demi bisa mengais sisa-sisa wangi gadisnya yang tersisa di sana. Dan kini, ia membenci bantal itu!!
Dengan langkah lebar, Kaisar menarik bantal Sabia dan melemparnya ke pintu. Dasar gadis tak tahu malu! Berani sekali dia bertelefonan dengan Hari tanpa sepengetahuan Kaisar!! Dan dengan lancarnya mereka berjanji akan bertemu di kehidupan yang akan datang? Cih!
Kaisar melepas suitnya dan melemparnya ke segala arah. Masih dengan emosi yang menggebu-gebu, ia masuk ke dalam kamar mandi dan mengguyur tubuhnya yang masih mengenakan kemeja dan celana. Entahlah, Kaisar sangat cemburu mendengar perkataan Hari. Ia benci karena Sabia juga merespon adiknya itu tanpa memperdulikan perasaan Kaisar! Padahal sudah berulang kali ia memperingatkan Bia untuk menjauh dari Hari.
"Awas saja kamu, Bia. Aku tidak akan mengampunimu lagi."
**********************
Uuuuu, otor Takut Banget Loh, Kai!
kamu kalo lagi esmoni nakutin deh!
__ADS_1