GADIS CACAT SANG KAISAR

GADIS CACAT SANG KAISAR
Persiapan Pernikahan


__ADS_3

Semua kejadian pahit, menyakitkan, meresahkan dan menakutkan telah berlalu. Bagai cerita dongeng yang selalu Sabia baca semasa kecil, kisahnya pun berakhir bahagia bersama pangeran yang ia cintai.


Kaisar menemui orang tuanya keesokan hari bersama Sabia. Mereka saling bertangisan, saling memaafkan. Pada akhirnya Kaisar menyadari betapa Mira sangat menyayanginya seperti putranya sendiri, terlebih sekarang Hari telah tiada. Hanya Kaisarlah satu-satunya harapan bagi kelangsungan hidup keluarga Mahaputra.


"Jadi selama ini kamu bersembunyi di mana? Mengapa Papa tak bisa menemukanmu?"


Kaisar terkekeh. "Aku membeli Penthouse atas nama Diki dan bersembunyi di sana. Sebagian asetku juga atas nama Diki, Pa. Jadi kalian tak akan bisa mencium jejakku."


"Dasar anak nakal! Tidak tahukah kamu bila kami sangat khawatir?!" rutuk Syailendra marah.


"Tahu, kok. Setiap malam Diki selalu mengabarkan keadaan kalian semua padaku. Dia tetap mengawasi Papa dan Sabia dari jauh dan melaporkannya padaku!"


"Huuu, curang!" cibir Bia kesal sembari mencubit perut Kaisar.


Mira dan Syailendra tersenyum gemas melihat tingkah anak dan menantunya.


"Pa, sebenarnya kepulanganku kemari adalah untuk meminta doa restu dari sama Papa dan Mama untuk menikahi Sabia secara resmi minggu depan. Bukankah kami belum merayakan pesta pernikahan?"


Syailendra dan Mira saling bertatapan untuk sejenak. Mereka sedikit terkejut dengan keputusan Kaisar yang tiba-tiba.


"Kai, mempersiapkan acara pernikahan tidak bisa secepat itu, Nak. Apalagi dalam waktu satu minggu. Kita butuh mempersiapkan segala hal agar berjalan sempurna."


"Ma, pasti bisa! Kami akan mencetak undangan besok dan membagikannya lusa," elak Kaisar memaksa.


"Tapi, kita perlu mencari gedung sebelum mencetak undangan, Kai. Tidak bisa sesimpel itu."


"Aku sudah meminta Diki memboking salah satu hotel hari ini dan dia bilang ditanggal itu tidak ada yang menyewa ballroom. Jadi karena semua dilancarkan seperti ini, apa salahnya kita mempercepat segalanya!" jelas Kaisar lugas. Ia sudah sangat tak sabar untuk segera mengumumkan pada seluruh dunia bila Sabia adalah miliknya.


Mira akhirnya mengangguk pasrah. "Baiklah jika itu yang kalian inginkan. Kami akan lakukan sesuai yang kalian minta."


Kaisar tersenyum lega dan merangkul pundak Bia yang duduk di sampingnya. Ia mendekat ke telinga istri kecilnya itu perlahan.


"I love you!" bisik Kaisar mesra.


Wajah Sabia sontak meremang dan merona merah mendengar bisikan itu di telinganya. Kaisar begitu ekspresif disembarang tempat tanpa melihat sikon, membuat Bia jadi malu sendiri karena mertuanya mengawasi gerak-gerik mereka berdua.

__ADS_1


Dan hari-hari berikutnya, Kaisar sudah mulai ngantor di Perusahaan Mahaputra Group. Ia mengumumkan acara pernikahannya dan meminta semua stafnya datang tanpa terkecuali. Ia tak mengijinkan mereka membawa hadiah apapun, karena yang paling Kaisar butuhkan hanyalah doa tulus untuk masa depan keluarga kecilnya.


Bia pun mulai mencari gaun pengantin yang ready di butik langganan Mira. Ia memilih sebuah gaun yang cantik bak putri. Ia yakin Kaisar pasti menyukai gaun itu karena hampir semua selera gaun pilihan Sabia selalu disukai olehnya.


"Kamu lagi apa, Baby?" tanya Kaisar menyelidik saat ia mendengar suara berisik di belakang Sabia. Setiap siang Kaisar selalu menyempatkan menelefon Sabia dan menanyakan aktifitasnya.


"Aku lagi di butik sama Mama Mira. Hari ini fitting terakhir, Kai."


"Oh, pantas di belakangmu berisik sekali."


Bia mengedarkan pandangan ke sekelilingnya. Memang ada beberapa customer selain dirinya yang sedang melakukan fitting, suasananya cukup hectic dan berisik.


"Iya, lagi banyak orang di sini," jelas Bia lirih.


"Kamu langsung pulang, kan? Kamu sudah janji kita akan berendam di bathtub sore ini, Baby!"


Bia tertawa, sejak tahu enaknya berendam berdua, Kaisar jadi ketagihan menghabiskan waktu di dalam bathtub.


"Iyaaa, habis ini langsung pulang kok! Tenang aja, begitu kamu pulang nanti kita akan langsung berendam, oke?"


Bia terkekeh geli mendengar rengekan manja bayi besarnya.


"Sabar, 3 jam lagi kita ketemu."


"Hiks, 3 jam itu lama banget, Biii ..."


"Ih, kamu jadi manja banget deh sekarang!"


"Biarin! Manja juga sama istri sendiri!" sela Kaisar cuek.


"Hmmm, harusnya tuh aku yang manja! Kan usiaku jauh di bawah kamu!"


"Ya sudah kalo gitu aku mau manja sama Mama Asih aja lah! Manja sama anaknya terlalu banyak aturan!" sungut Kaisar pura-pura kesal.


"Ih, dasar tukang ngadu!"

__ADS_1


"Dasar istri jahat!"


"Hih, Kai! Awas ya kamu!"


"Oke, aku tunggu pembalasan darimu nanti sore, Baby! Sampai jumpa nanti, I love you!!"


Tit.


Bia melirik dua orang staf yang ternyata sejak tadi memperhatikannya yang berisik sendiri.


"Awas ya kamu, Kai. Kamu harus dihajar sampe tepar!"


*********************


Hai, Bestie!


Otor mau rekomendasikan karya otor yang baru, nih! Buat yang suka cerita tentang persahabatan yang perlahan berubah jadi cinta bisa banget baca karya otor yang judulnya "Sahabatku (bukan) Kekasihku"



Sinopsis :


Pernah diam-diam mencintai sahabat hingga terasa sesak di dada karena tak sanggup mengungkapkannya? Mungkin cerita ini cocok untukmu.


Ryan dan Elysia adalah sepasang sahabat yang tumbuh bersama di Panti Asuhan. Hidup tak pernah adil bagi seorang Ryan. Terlalu lama menghabiskan waktu sebagai sepasang sahabat membuat Ryan memendam cinta diam-diam pada Elysia. Cinta itu perlahan mulai tumbuh di saat salah satunya mulai menjauh.


Ryan dan Elysia ibarat tanah tandus yang bersua dengan hujan, ibarat siang dan matahari, keduanya saling melengkapi kekurangan masing-masing. Namun, hanya satu yang tak bisa Ryan berikan padanya, materi. Karena bagi seorang Elysia, kemewahan adalah kiblat hidupnya. Elysia benci hidup melarat, ia tidak suka hidup kekurangan. Maka dari itu ia selalu mencari lelaki kaya yang bisa memberinya apapun yang ia inginkan.


"Jangan ikut campur, Ryan! Aku benci hidup melarat bersamamu selama puluhan tahun! Jadi untuk kali ini, jangan pernah campuri urusanku kecuali kamu bisa lebih kaya dari Ken!" -Elysia-


"Aku tidak pernah menyesal hidup melarat bersamamu, El. Aku hanya menyesal mengapa tak sempat membuatmu bahagia." -Ryan-


************


Jan lupa mampir dan ramaikan juga ya, Bestie!

__ADS_1


__ADS_2