
Setelah Nando pergi kekantor, Tasya melihat kepada kedua putranya itu dan meminta Aira untuk pergi ke kamarnya. Tanpa menunggu lama Aira pun langsung pergi ke kamarnya. Saat dilihatnya Aira sudah tak terlihat lagi, Tasya mulai berbicara kepada kedua anaknya itu.
" Haiiiss... Apa kalian ragu dengan keputusan ayah kalian??." Tasya bertanya sembari menatap wajah kedua putranya.
"Re tidak ragu dengan keputusan Ayah, Bun. Tapiii..."
"Tapi, apaa?." Tanya Tasya.
"Apa Bunda yakin Aira adalah gadis yang baik?." Tanya Re.
"Tentu saja dia gadis yang baik. Dia terlahir dari keluarga baik-baik. Hanya saja dia bukan terlahir dari keluarga berada. Tapi bunda tidak mempermasalhkan itu, yang Bunda inginkan anak bunda mendapatkan pendamping hidup yang baik, yang bisa menjadi istri sekaligus Ibu dari anak-anak kalian nanti. Pastinya Bunda menginginkan wanita yang baik dan kalian harus tahu kalau Aira memiliki semua yang Bunda inginkan. Kalian paham!!." Begitulah penjelasan Tasya kepada kedua putranya.
"Apa Bunda yakin??. Kita belum mengenalnya Bunda. Siapa tahu saja dia bersikap baik hanya karna menginginkan harta kita. Bisa jadi juga dia bersikap baik kepada kita hanya untuk menarik perhatian Bunda. Mungkin saja dia punya maksud tertentu datang ke rumah kita." Sambung Ze.
"Kaloo begituu, kalian cobalah mengenal Aira lebih dekat lagi. Dia itu gadis yang polos. Apa kalian tahu!!. Aira baru saja lulus SMP. Jadi mana mungkin dia punya pemikiran seperti itu. Lagi pula jika dia mau, sejak awal pertemuan dengan Bunda dia pasti sudah melakukannya. Tapi sampai saat ini dia tidak pernah meminta apapun dari bunda, dia juga tidak pernah mau jika bunda beri uang, dia juga tidak pernah mau bunda ajak Shoping, dll. Dia bilang dari pada kita membung-buang waktu & membuang-buang uang untuk shoping, lebih baik uang & waktunya kita gunakan untuk hal-hal baik. Sekarang Bunda tanya, apa dijaman sekarang masih ada wanita seperti itu?? Bunda rasa kalian sudah tahu jawabannya." Begitulah penjeladan Tasya kepada kedua putranya.
"Baik lah Bun. Jika menurut Bunda Aira adalah wanita seperti yang bunda katakan Re siap untuk menikah dengannya." Mendengar perkataan Re, Ze langsung membulatkan matanya & Tasya tersenyum bahagia.
"Kau serius kak Re, mau menikah dengan anak yang masih dibawah umur??. Usia kakak dan Aira sangat jauh. Aira baru lulus SMP kak Re. Masih muda banget kalau harus menikah sekarang. Apa kak Re yakin dengan pernikahan ini. Kak Re jangan mengambil keputusan terburu-buru. Ze tidak mau hal yang sudah terulang lagi." Tegas Ze kepada Re, Re justru menanggapi adiknya itu dengan santai.
"Kau tidak perlu khawatir, itu tidak akan terjadi. Sudahlah jangan terlalu banyak yang dipikirkan, lebih baik kau pikirkan saja kuliah mu itu. Kau bilang, kau ingin menjadi Dokter!!." Ucap Re kepada Ze.
Kemudian Re mengacak-acak rambut Ze sambil berkata, "Huuu kau ini." Lalu Re membisikkan sesuatu ketelinga Ze, "Dizaman Era Modern seperti ini sangat sulit mencari wanita yang masih ting ting." Re langsung pergi meninggalkan Ze.
Ze berlari menyusulnya Re. Mereka berdua menuju kamar mereka untuk istirahat. Tasya yang melihat tingkah kedua anaknya itu tersenyum bahagia.
Sementara itu dikamar, Ze terus-terusan menggoda Re. Mengingat usia Re dan Ze sudah cukup dewasa tentu saja mereka bukan pria polos lagi. Ze sangat mengerti dengan apa yang dibisikkan oleh Re tadi. Kemudian Ze berkata, "Aku tidak menyangka, ternyata kakak ku benar-benar mesum. Hahaha..." Ze tertawa lepas.
__ADS_1
"Terus saja ketawa sepuas hati mu, aku ini normal. Tidak seperti mu!!."
"Apa maksud mu bicara seperti itu??. Apa kau pikir aku ini tidak normal??."
"Menurut mu!!."
"Kalau ngomong seenak jidat ya. Tidak pernah berubah. Menyebalkan😒."
"Ngambeek??. Katanya sudah dewasa!!. Begitu saja sudah ngambek."
"Haiiih, Ze bukan ngambek kakak. Ze hanya kesal."
"Sama saja Bedul. Oon banget adek ku hahaha.."
"Bodoo. Tapi apa kak Re yakin kalau gadis itu masih ting ting??."
"I don't know. Mana ku tempe Zein. Aku bukan Emaknya. Sudahlaah tidak usah membahas itu!!. Membuat suasana tegang saja kau ini. Kakak mau mandi dulu. Bye."
"Hmm.."
Sementara itu dikamar Aira sedang merebahkan diri dikasur. Aira sedang berfikir keras, "Ternyata yang difoto itu namanya Rein. Dia sangat tampan. Iiisssh... Apa siii, kenapa aku jadi mikirin dia ya??. Hehehe.. Sepertinya aku harus priksa kedokter besok." Aira bicara sendiri sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.
"Tapii.. Sebenernya apa ya yang mereka bicarakan. Bagaimana jika mereka tidak mau meniikah dengan ku??. ckh.. Aaahh.. Aku benar-benar dibuat bingung. Ya Tuhan, tolong bantu Aira, Aira mohon!!. Mudah-mudahan Rein Juga suka sama Aira. Semoga cinta Aira tak bertepuk sebelah tangan. Amiin." Aira bergumam sendiri.
Kemudian Aira senyum-senyum sendiri seperti orang yang dimabuk asmara. Ini baru pertama kalinya Aira merasakan jatuh cinta. Pastinya Aira benar-benar merasakan sesuatu yang aneh saat ini. Entah kenapa Aira benar-benar tergila-gila kepada Re. Hanya karna melihat fotonya saja Aira langsung jatuh cinta.
Usia Aira terbilang masih sangat muda sekitar 15 tahun. Sedangkan usia Rein 23 tahun & Usia Zean 20 tahun. Diusia yang masih muda Rein sudah berkecimpung didunia Bisnis. Rein sedang mengelola bisnis di Amerika. Bisnis yang dibangun oleh kakeknya & ayahnya itu sekarang sudah diwariskan kepada Rein.
__ADS_1
Awalnya perusahaan itu diberikan kepada Re & Ze tapi Ze menolaknya karna Ze tidak tertarik dalam dunia bisnis. Ze lebih tertarik dalam dunia kedokteran. Menjadi dokter adalah cita-cita dan impian Ze sejak kecil.
Saat ini Ze masih kuliah dan Sebentar lagi ia akan wisuda. Selama masa kuliah Ze benar-benar fokus dengan kuliahnya. Sampai- sampai dia tidak punya teman wanita. Padahal sangat banyak wanita yang menginginkan Ze untuk menjadi pacarnya. Namun Ze tidak ingin membuang-buang waktu dengan pacaran yang menurutnya itu tidak ada gunanya.
Saat ini Ze sedang berada di indonesia jadi Ze sudah mengambil cuti untuk beberapa minggu kedepan. Sedangkan Re menyerahkan semua pekerjaan kantornya kepada tangan kanannya & sekertarianya. Aira yang baru saja akan masuk ke Sekolah Menengah Atas sangat bahagia. Karna dia tidak menyangka bahwa dia bisa lanjut ke Sekolah Menengah Atas. Padahal selama ini Aira berfikir bahwa dia tidak akan mungkin bisa lanjut sekolah.
Pukul 15:00 Nando pulang dari kantor. Saat itu suasana rumah sangat sepi. Sepertinya orang-orang dirumah sedang pergi keluar.
"Assalamualaikum. Bunda, Ayah pulang."
"Waalaikumsalam Tuan. Maaf Tuan, Nyonya dan yang lainnya sedang tidak ada dirumah." Jawab Bi Inah.
"Memangnya mereka kemana Bi??."
"Saya tidak tahu Tuan, Nyonya tidak bilang apapun."
"Ya sudah kalau begitu. Bibi lanjutkan saja pekerjaan Bibi. Saya mau kekamar biar nanti saya yangmenelfon mereka."
"Baik Tuan." Bik Inah pergi dan melanjutkan pekerjaannya.
Sementara itu dikamar, Nando menelpon istrinya tapi tak kunjung diangkat. Menelpon Re & Ze juga tidak diangkat. Tidak ada pilihan lain Nando harus menelpon Aira kebetulan Aira sudah dibelikan ponsel baru oleh Tasya. Agar mereka lebih mudah jika ingin menghubungi Aira. Selama ini aira tidak pernah punya ponsel. Meskipun ini pertama kalinya Aira memiliki ponsel, Aira sudah pandai dalam menggunakan ponsel karna Tasya sebelumnya sudah mengajarkan Aira cara menggunakan ponsel.
Ponsel Aira berdering.
"Dreeet...Dreet...Dreet..." Tak terjawab.
"Dreet..Dreet..Dreet.." Tak terjawab
__ADS_1
"Dreet....Dreeet..Dreet.." Tak terjawab.
Nando Kesal Karna mereka semua ditelpon tidak ada yang menjawab. Nando tidak ada pilihan lain, selain menunggu mereka semua pulang.