
Kini Aira sudah tak bergantung lagi dengan Ze ataupun Re. Aira membuka usaha Butik yang lokasinya tidak jauh dari rumahnya. Aira menjahit sendiri baju-baju yang akan ia jual di butiknya. Diawal membuka butik Aira sering sekali mengalami kesulitan pelanggan. Ada beberapa pelanggan yang mengatakan bahwa jahitan Aira jelek dan tidak rapih. Tapi Ada juga beberapa orang yang suka dengan baju-baju yang dikeluarkan dibutiknya hingga akhirnya mereka menjadi pelanggan tetap Aira.
Dalam 3 bulan sampai 5 bulan ini Aira masih kesulitan mencari pelanggan tetap. Tapi Aira tidak menyerah, justru Aira menjadikan itu sebuah pecutan untuk bangkit. Aira yang sudah kebal dengan hinaan dan makian atau bahkan bullyan tidak akan pantang menyerah. Apa lagi saat ini Aira memiliki Leon dan Liam yang harus ia hidupi. Aira adalah wanita tangguh meski begitu banyak cobaan yang dia hadapi, dia berusaha tegar dan kuat demi anak-anaknya.
Hari-hari Aira di lewati dengan berbagai kesulitan dalam kelelahannya. Tapi ketika dia melihat Leon & Liam kelelahannya itu berubah menjadi kekuatannya. Kini Aira adalah orang tua tunggal untuk kedua anaknya. Aira akan selalu berusaha membahagiakan anak-anaknya. Tidak peduli seberapa besar cobaan atau rintangan, Aira yakin Allah sudah menyiapkan sesuatu yang indah didepan sana.
Dua tahun berlalu Aira menjalankan usaha Butiknya, kini butik Aira sudah menjadi butik terkenal dan terbesar di kota kecil itu. Desa terpencil tempat Aira dilahirkan dulu kini sudah dipenuhi oleh penduduk. Dulu desa ini adalah desa terpencil yang kumuh dan kotor tapi sekarang desa terpencil ini sudah menjadi kota kecil yang begitu padat penduduk. Dimana Butik Aira kini menjadi pusat perbelanjan baju mereka. Pelanggan Aira bahkan ada yang dari kota besar, mereka sangat suka dengan jahitan Aira yang rapih dan tentunya Aira memilih bahan yang berkualitas.
Baby Leon & Baby Liam kini sudah berusia 2 Tahun, mereka berdua tumbuh dan berkembang dengan Baik. Mereka sangat pintar dan cerdas, mereka sangat pandai berbicara. Meskipun masih ada beberapa kata yang belum bisa mereka ucapkan. Leon & Liam tinggal di rumah bersama Baby Sister yang Aira sewa namanya adalah Lisa. Saat Aira pulang dari butik, Aira langsung disambut oleh kedua putra itu.
"Mommy..!!" Leon dan Liam berlari menghampiri Aira yang baru saja masuk ke rumah.
"Heeeii, sayang mommy!!!. Kemari sayang peluk mommy" Aira memeluk Leon & Liam.
"Mommy dali mana caja??. Kenapa balu pulang Mom??. Leon kangen cama Mommy!!" ucap Leon.
"Liam juga kangen cama Mommy. Becok-becok kalo Mommy pelgi ajak Leon cama Liam ya!!"
"Oke sayang. Besok Mommy akan Ajak Leon dan Liam ke Butik. Mau??"
"Mau mau Mommy" jawab Leon dan Liam bersamaan.
__ADS_1
"Yeee Holee... Becok ikut Mommy ke Butik" ucap Leon.
"Yeeee Hollee.. Maciih Mommy" ucap Liam mencium pipi kiri Aira. Lalu Leon juga ikut mencium pipi kanan Aira. Aira memeluk Leon dan Liam.
"Kalian sudah makan apa belum ?" tanya Aira.
Leon dan Liam menggeleng-gelengkan kepalanya, Aira melihat anak-anaknya sambil memonyongkan bibirnya lalu melihat kearah Lisa.
"Lisa!!!" Aira menatap Lisa
"Maaf Nyona Aira, Leon dan Liam tidak mau makan. Saya sudah membujuk mereka tapi mereka masih tidak mau makan Nyona. Maafkan saya!!" ucap Lisa sambil menunduk.
Aira melihat tingkah anaknya yang begitu menggemaskan, tidak sanggup untuk marah. Akhirnya Aira memeluk Leon dan Liam. Leon & Liam sangat cerdas sehingga Aira sendiri terkadang kewalahan menghadapi si kembar. Aira berkata, "Baiklah, kalau begitu makan malam barsama Mommy saja!!"
"Oke Mommy" Leon dan Liam menggandeng tangan Aira dan menarik Aira ke meja makan.
"Lela, tolong siapkan makan malam kita" Pinta Aira kepada Asisten Rumah Tangganya.
"Baik Nyona" ucap Lela.
Lela melangkah menuju meja makan dan menyiapakan makan malam untuk Aira dan si kembar. Aira berkata kepada lisa, "Lisa, tolong kau siapkan tempat Leon dan Liam tidur ya!!. Oh ya, siapkan juga barang-barang mereka untuk dibawa ke Butik besok" ucap Aira.
__ADS_1
"Baik Nyona. Apa saya juga ikut ke Butik Nyona ?" tanya Lisa
"Iya, kau juga Ikut" ucap Aira.
Kemudian Aira menyuapi kedua anaknya hingga Leon dan Liam kenyang. Leon dan Liam sangat lahap makan dari suapan Aira.
"kenapa Mommy tidak makan ?" tanya Leon
"Mommy masih kenyang sayang, tadi Mommy makan diluar" jawab Aira
"Mommy bohong, Mommy pacti belum makan. Leon tahu Mommy belom makan, jadi Mommy jangan Bohong cama Leon" ucap Leon
Aira diam sejenak dalam Hati berkata, "Astaga, Bagaimana anak ini bisa tahu kalau aku belum makan"
"Aah, anak-anak Mommy memang pinter. Mommy tidak akan bisa bohong sama kalian" Aira tersenyum menatap Leon dan membelai kepala Leon.
"Sekalang Mommy makan ya, Liam cuapin!!" sambung Liam
"Okelah, jika bos leon memaksa, Mommy bisa apa." jawab Aira.
Leon dan Liam bergantian menyuapi Aira. Aira tidak menyangka bahwa dia akan memiliki anak sepintar dan secerdas Leon & Liam. Mereka seperti bukan Anak yang berusia 2 tahun melainkan seperti anak yang sudah berusia 6-7 tahun keatas. Kecerdasan mereka benar-benar seperti anak ajaib. Aira bahkan tak bisa menyamai kecerdasan yang mereka miliki. Wajah Leon dan Liam sangat mirip seperti Rein, begitu pun dengan kepintaran dan kecerdas yang dimiliki oleh mereka. Aira tidak menyangka bahwa anak-anaknya akan persis seperti Daddynya.
__ADS_1