Gadis Desa

Gadis Desa
SEASON 2..... PART 1


__ADS_3

Hai-hai ketemu lagi sama Author. Kita lanjutkan cerita yg sempat tertunda ya guys. Tentunya dengan tema baru dan cerita baru.


Terimakasih karna sudah menjadi pembaca setiaku. Terimakasih juga karna sudah memberi like, vote, komennya.


Jangan lupa di fav dan dibaca ya guys.


Terimakasih🥰


Semangaaaat💪💪.......


...****************...


...MY CHOSEN WOMAN...


Seorang gadis cantik terlihat sedang duduk termenung dimeja belajarnya, dia memikirkan hidupnya yang bahkan tidak tahu akan kemana arahnya. Dia tidak memiliki ayah dan dia juga tidak memiliki ibu, dia anak yatim piatu. apakah benar dia anak yatim piatu?? atau kedua orang tuanya sengaja membuangnya?? tidak-tidak!! itu tidak mungkin. Orang tua mana yang tega membuang anaknya.


Dia tinggal bersama Bu Rahma pemilik panti asuhan. Saat bu Rahma menemukan gadis cantik itu disana ada sebuah kalung yang melukiskan nama seseorang. Tanpa berfikir panjang bu Rahma langsung mengambil anak itu dan memberinya nama sesuai dengan apa yang dituliskan dikalung itu. Dan sekarang gadis kecil itu sudah tumbuh menjadi gadis yang cantik dan rupawan. Kulitnya yang putih, matanya yang indah, hidungnya yang mancung benar-benar membuat siapapun yang melihatnya akan terpesona oleh kecantikannya. Meskipun ia menggunakan hijab tetap saja tidak bosan memandangnya. Ia suka sekali memakai gamis syar'i, menurutnya baju itulah yang paling nyaman ia pakai.


Sejak kecil ia juga diajarkan hal-hal baik oleh Bu Rahma dan kini ia benar-benar tumbuh menjadi gadis yang baik. Tutur kata yang lembut dan sopan membuat siapapun yang mendengarnya langsung terfana dengan suara indahnya. Siapa ya gadis itu?? apakah gadis itu seorang bidadari yang turun dari langit?? Bagaimana mungkin??


"sayang!! ada apa?? kenapa kau melamun?? apa ada masalah di kampusmu??" tanya Bu Rahma.


"aah, ibu. Tidak ada, aku hanya teringat sesuatu dan itu bukan hal yang penting bu" jawab gadis itu.


"jangan berbohong sayang. Ibu sangat paham dengan putri ibu, kau berbohong pada ibu. Katakan yang sebenarnya, ada apa? " sambung bu Rahma.


"aku tidak berbohong bu" gadis itu lagi-lagi mengeles.

__ADS_1


"ya sudah, kalau kau tidak mau bercerita tidak masalah. Ibu akan mencari taunya sendiri!! " ucap Bu Rahma


Saat Bu Rahma berdiri ingin keluar dari kamar gadis itu tiba-tiba gadis itu langsung memeluknya erat-erat. Kemudian ia berkata, "Bu, aku hanya memikirkan ayah dan ibuku. Apakah mereka masih hidup atau mereka memang sudah tidak ada?? Ibu mengatakan kepada ku bahwa ibu menemukanku saat aku masih bayi. Disana tidak ada petunjuk lain selain kalung yang aku kenakan, aku ingin mencari mereka ibu. Banyak hal yang ingin aku tanyakan pada mereka. Kenapa mereka membuangku?? kenapa mereka begitu kejam sampai tega membuang bayi yang tidak berdosa?? apa kesalahanku ibu?? sehingga mereka sangat membenciku hiks, hiks, hiks...." Gadis itu menangis sambil memeluk bu Rahma, dia sangat membenci kedua orang tuanya tapi ia juga sangat merindukan mereka.


Mendengar ucapan putri kesayangannya, tanpa terasa air mata bu Rahma pun ikut mengalir. Tapi dengan sigap Bu Rahma langsung menyapu air matanya. Ia tidak ingin putrinya melihat ia menangis. Kemudian ia memeluk putrinya itu dengan sangat erat, layaknya pelukan seorang ibu yang sangat dirindukan oleh gadis itu.


"Sayang!! percayalah pada ibu, tidak ada orang tua yang ingin membuang anaknya. Mungkin ada suatu hal yang membuat mereka harus melakukan itu. Sayang!! Allah itu maha adil, ibu yakin kau pasti akan dipertemukan nanti dengan kedua orang tua mu jika betul mereka masih hidup. Percayalah!! Bu Rahma mencoba meyakinkan putri kesayangannya itu.


"apa ibu yakin??" tanya gadis itu.


"hm... Ibu yakin sekali, sayang. Suatu saat nanti kau pasti akan bertemu dengan kedua orang tua mu. Jadi kau tidak perlu mencarinya. Oke!! " Bu Rahma meyakinkan putrinya lagi.


"Baiklah, jika ibu berkata seperti itu maka aku tidak akan mencari mereka." ucap gadis itu.


"Okee... Ibu percaya pada mu sayang!! sekarang tidurlah, ini sudah malam" kata Bu Rahma sambil memegamg kedua pipi anaknya itu.


****


Pagi hari, Rahma sedang memasak makanan untuk anak-anak panti. Ia sudah menganggap anak-anak panti itu seperti anaknya sendiri. Karena baginya anak adalah titipan Allah, meskipun mereka semua bukanlah anak kandungnya tetapi ia menyayangi mereka seperti anak kandungnya sendiri.


Akhirnya Rahma pun selesai memasak, ia membangunkan semua anak-anak panti. Rahma masuk ke kamar anak-anak perempuan dan membangunkan mereka semua, "Zahra, Aura, Mauza, Azka. Bangun sayang, ayo sarapan!! ibu sudah bangun subuh memasak untuk kalian. Ayo bangun anak-anak!! "


"Hmm... "


"Hoaam.. "


"Masih ngantuk buuu!! "

__ADS_1


"Ayo bangun!! Mandi, biar seger. " ucap Bu Rahma


"Ya sudah.. Ayooo, kalian. Bangun!! kita mandi!! " ajak salah satu dari mereka.


Bu Rahma tersenyum melihat anak-anak kesayangannya sudah bangun. Bu Rahma Keluar dari kamar itu dan berpindah ke kamar anak laki-laki, "Anak-anak, bangun sayang!! Arkan, Yoga, Ayoo bangun!! ini sudah siang, waktunya mandi dan sarapan!! " ucap Bu Rahma dengan telaten ia membangunkan anak-anknya.


"Hmm.. "


"ini masih terlalu pagi Ibuuu"


"hmmm, bisakah lima menit lagi Bu?? "


"Tidak ada tawar-tawaran!! pokoknya harus bangun, mandi, kemudian sarapan. Ibu tunggu di meja makan ya!! " kata Bu Rahma


"Sudahlah. Ibu memang selalu begitu. tidak bisa membiarkan kita tidur dengan nyenyak!! Ayo Arkan, kita mandi!! ajak Yoga kepada Arkan.


Bu Rahma tersenyum gemas melihat kedua puttanya itu, "maaf ya sayang!! ibu melakukan ini agar kelak saat kalian dewasa, kalian bisa tetap menjadi anak baik" ucap bu Rahma.


Kedua putranya itu hanya diam dan berjalan ke kamar mandi tanpa memperdulikan ibu mereka.


Saat dimeja makan salah satu anaknya bertanya, "Bu, Kak Alea mana?? kenapa dia tidak keluar untuk sarapan?? "


"Nanti juga dia akan datang!! sudah, sudah, kalian makan saja dulu, nanti biar ibu yang memanggilnya" jawab Bu Rahma.


"Tidak, tidak, aku saja yang ke kamar kak Alea bu!! " timbal Zahra.


Bu Rahma hanya menganggukkan kepalanya tanda ia menyetujuinya. Diantara semua adik-adiknya itu Zahra yang paling dekat dengan Alea, tetapi bukan bearti yang lain tidak dekat. Hanya saja Zahra lebih sering bersama Alea dari pada yang lainnya. Meski mereka bukanlah adik kandung Alea tetapi Alea sudah menganggap mereka seperti adik kandungnya. Walaupun Zahra lebih dekat dengan Alea namun Alea tetap memperhatikan adik-adiknya yang lain. Alea sangat menyayangi mereka semua begitupun dengan mereka, mereka juga sangat menyayangi Alea.

__ADS_1


Siapa ya Alea?? apakah dia gadis cantik itu?? atau Alea adalah anak bu Rahma yang lain?? entahlah.. Aing tidak tau...


__ADS_2