
Aira yang sedang menonton drakor di ruang keluarga tiba-tiba merasakan lelah. Karena Aira merasa lelah, Aira pun tertidur di sofa yang ada di depan TV. Sementara itu Nando & Tasya baru saja tiba di rumah. Karna hari sudah siang dan waktunya makan siang Tasya membangunkan Aira yang sedang tidur di Sofa.
Tasya menggoyang-goyang tubuh Aira, "Aira. Bangun sayang. Kita makan siang dulu."
Aira membuka matanya perlahan, setelah pandangannya jelas, "Bunda!!. Bunda dan Ayah pergi kemana?. Kenapa tidak memberitahu Aira."
"Maafkan Bunda sayang. Tadi bunda menemani Ayahmu ke kantor. Lagi pula kau tadi masih tidur, bunda tidak ingin menganggu tidurmu."
"Ayah dimana??. Aira ingin bertemu Ayah!!."
Aira langsung beranjak dari sofa dan berlari menuju tangga tapi langkahnya terhenti saat Tasya mengatakan, "TUNGGU."
Aira pun menghentikan langkahnya. Tasya berjalan mendekati Aira dan berkata, "Ayahmu sedang tidur dan dia sangat lelah setelah pulang dari kantor. Jadi untuk beberapa hari ini jangan mengganggu Ayahmu dulu. Pekerjaan kantornya sangat banyak dan itu sangat melelahkan baginya. Jadi Bunda mohon jangan ganggu ayahmu untuk beberapa hari kedepan." Tegas Tasya
"Baiklah. Aira mau ke kamar dulu." Karena Aira tidak mau melawan Aira hanya menjawab seperlunya saja.
Dalam hati Aira berkata, "Aku juga tidak mau banyak bertanya Bun. karna itulah aku akan mencari tahu sendiri apa yang sebenarnya terjadi."
__ADS_1
"Kenapa kau melihat Bunda??. Sana pergi ke kamarmu katanya tadi mau ke kamar!!."
"Iya bun. Maaf". Aira langsung berlalu meninggalkan Tasya ke kamarnya.
Alasan Tasya mengapa dia melarang Aira untuk bertemu Nando adalah karna Tasya tidak mau semua masalah yang terjadi pada suaminya dicurigai oleh Aira. Tanpa disadari Tasya Aira sudah curiga sejak awal saat mereka pergi tanpa memberi tahu Aira.
Singkat cerita, dua minggu telah berlalu. Wajah Aira sangat murung karena suaminya tidak kunjung memberi kabar. Bahkan telpon dari Aira pun tidak dijawab oleh Re. Aira tetap berfikir positif untuk itu, Aira tidak ingin rumah tangganya hancur hanya karena masalah yang tidak jelas.
Sementara itu pekerjaan Re yang di Amerika sudah selesai. Bahkan perusahaan sudah berjalan normal seperti biasa. Re berencana akan pulang ke Indonesia untuk menemui Aira, tetapi Re sengaja tidak memberi tahu Aira. Re ingin memberikan kejutan kepada Aira. karena Ze harus magang di sebuah Rumah Sakit yang ada di Amerika membuat Ze tidak bisa ikut pulang ke Indonesia. Jadi kali ini Re pulang sendiri tanpa Ze.
Aira akan pergi ke sekolah diantar oleh Mang Ujang supir pribadinya Tasya. Aira sangat terburu-buru karena sudah kesiangan. Entah mengapa belakangan ini Aira suka sekali bangun siang. Aira jadi malas-malasan untuk mengerjakan pekerjaan rumah.
Aira terburu-buru karena sebenarnya Aira bukan ingin ke sekolah melainkan ingin pergi ke suatu tempat. Malam saat Nando dan Tasya sedang tertidur lelap, Aira masuk ke kamar mertuanya itu. Aira berjalan mengendap-endap seperti pencuri. Aira melihat ponsel Nando yang tergeletak di atas meja di samping nando tidur. Aira mengambil dan membuka ponsel itu, Aira menemukan alamat si penelfon itu di ponselnya Nando. Kemudian Aira mencatat alamat itu di ponsel aira. Aira juga membaca beberapa pesan bahwa akan ada pertemuan dengan si penelfon itu besok pagi.
Sampainya di depan gerbang sekolah, Aira berpira-pura berjalan masuk ke gerbanh sekolah. Setelah mobil yang mengantar Aira tak terlihat lagi, Aira langsung berlari menjauh dari gerbang sekolah dan mencari taxi. Setelah mendapat taxi Aira langsung memberikan alamat yang Aira tulis di ponselnya kepada supir taxi tersebut.
Supir taxi itu pun terkejut & berkata, "Apa Nona yakin akan pergi ke alamat itu?."
__ADS_1
"Iya betul. Memangnya kenapa Pak?. Kenapa Bapak terkejut dengan alamat ini??. Ada apa dengan alamat ini?." Tanya Aira yang semakin penasaran dengan tempat itu dan ingin segera mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Supir taxi itu pun tak menjawab, supir taxi itu hanya diam saja. Aira menjadi bingung terhadap supir itu.
Setelah 60Menit menempuh perjalanan, mobil taxi yang dikendarai Aira itu berhenti kira-kira berjarak 300 meter dari lokasi alamat itu. Supir taksi itu berkata, "Maaf Nona, saya tidak berani masuk. Saya hanya bisa mengantar Nona sampai disini saja."
"Tidak apa Pak!!. Ini ongkosnya. Tolong bapak tunggu di sini ya jangan pergi dulu. Bapak pinggirkan saja mobilnya ke sana agar lebih aman." Aira memberikan uang dan meminta sopir taxi itu untuk menunggu. Untuk berjaga-jaga jika nanti terjadi masalah. Aira bisa langsung pergi dengan taxi itu. Aira pun terus berjalan dan mendekati sebuah rumah tua yang sangat lusuh dan tidak terurus Ilitu. Di sana Aira melihat papan nama rumah itu dengan jelas alamat yang sama seperti yang tertulis di ponselnya Aira.
Sementara itu di rumah Wijaya, Nando bersiap akan pergi ke kantor. Tetapi nando bukannya ingin pergi ke kantor melainkan ingin pergi ke alamat yang si penelfon itu. Nando tidak tahu kalau Aira juga ada disana. Nando pergi tidak memberitahukan istri dan menantunya itu. karena nando tidak ingin melibatkan nereka dalam masalah ini. Tapi ternyata Aira jauh lebih cerdik dan sekatan dari pada Nando.
Saat Nando sedang dalam perjalanan menuju ke alamat tersebut, Aira sudah lebih dulu masuk ke dalam rumah tua itu. Pintu yang tidak terkunci, membuat Aira dengan sangat mudah masuk ke dalam rumah tua itu. Tetapi Aira tidak menemukan apapun di sana. Rumah itu benar-benar sepi seperti tidak berpenghuni. Aira terus menyusuri ruangan yang ada didalam rumah itu. Saat tiba di dapur rumah itu, Aira melihat ada seseorang sedang menelpon di halaman belakang.
Orang itu berpakaian rapi layaknya seorang pengusaha yang akan pergi ke kantor. Aira merasa aneh dan bertanya-tanya dalam hati, "Siapa orang itu??." Ingin rasanya Aira berbicara dengan orang itu, tetapi hati kecil Aira menolaknya. Akhirnya Aira memutuskan untuk bersembunyi & mengintai dari kejauhan.
Setelah orang itu selesai berbicara di telpon, orang tersebut masuk kembali ke dalam rumah lewat pintu belakang dan dia langsung membuka pintu rahasia menuju ruang bawah tanah. Aira yang melihat semua itu baru mengerti ternyata di rumah itu ada ruang bawah tanah. setelah orang itu pergi Aira mengecek pintu rahasia tersebut. Untuk membuka pintu rahasia itu Aira memencet tombol yang dipencet oleh pria tadi. Tetapi belum sempat Aira memencet tombolnya, dari kejauhan Aira melihat Nando yang sedang berjalan menuju pintu rahasia. Aira langsung berlari dan kembali bersembunyi.
Nando yang sudah geram dengan orang itu, tanpa berfikir lama Nando langsung membuka pintu rahasia itu dan masuk ke dalam. Setelah dirasa aman, Aira memencet tombol tersebut dan terbukalah pintu rahasia itu. Aira pun masuk ke dalam dan Aira sangat terkejut, begitu ramai orang-orang dengan pakaian hitam. Mereka adalah anak buah si penelpon itu. Sedangkan Nando datang sendirian tanpa anak buah tapi Nando sudah mempersiapkan segalanya. Nando memakai baju anti peluru begitu pun dengan Aira. Nando membawa beberapa pistol di balik Jasnya sedangakn Aira membawa puluhan pistol di dalam tasnya dan juga di balik jaketnya.
Aira yang melihat dari jauh langsung mengeluarkan ponselnya. Tak lupa Aira memode pesawatkan ponselnya agar tidak ada yang menelponnya. Aira ingin merekam semua pembicaraan mereka, karena jarak Aira yang terlalu jauh dengan lokasi Nando akhirnya Aira mencari tempat yang lebih dekat agar bisa merekam sempurna wajah mereka. Aira pun bergerak mencari lokasi yang lebih dekat, setelah dirasa aman dan menemukan tempat yang pas Aira mulai merekam pembicaraan mereka.
__ADS_1