
Pagi harinya, Re tersadar dari tidurnya. Re merasa pusing dan kepalanya sangat berat seperti berputar-putar. Re mencoba bangun tapi tidak bisa, karena badannya terasa pegal-pegal semua. Re merasakan sakit di sekujur tubuhnya seperti ada yang habis memukulinya. Re mencoba bangun dan tangannya mencoba untuk meraih sisi ranjang agar bisa berpegangan. Hingga akhirnya Re terduduk di kasurnya dan bertanya-tanya pada dirinya apa yang terjadi padanya.
"Ada apa dengan kepalaku??" ucap Re sambil memegang kepalanya. Kenapa kepalaku berat sekali dan sangat pusing??. Apa yang terjadi sebenarnya?" ucap Re sambil menahan rasa sakit di kepalanya.
Re mencoba mengingat apa yang terjadi kemarin, namun ia masih belum bisa mengingatnya. Karwna pengaruh Alkohol yang begitu banyak membuatnya tidak bisa mengingat apapun tentang peristiwa tadi malam, "Kenapa aku bisa tidur di lantai??. Ada apa ini?" ucap Re dalan kebingungan.
Karena di kamar itu ada kamar mandi akhirnya Re memutuskan untuk mandi terlebih dahulu sebelum pulang. Re berjalan perlahan menuju kamar mandi, Re langsung melepas semua bajunya. Saat dia berjalan melewati kaca, betapa terkejutnya ia melihat tubuhnya penuh dengan luka lebam.
"Apa yang terjadi dengan diriku??. Kenapa penuh dengan luka lebam seperti ini??. Apa ini??." Ucap Re di depan cermin.
Re mencoba mengingat dengan keras apa yang terjadi kemarin sambil melangkah masuk ke Bathtup. "Aaaahh, aku sama sekali tidak bisa mengingatnya." Gerutu Re kesal.
"Aku hanya ingat, kemarin aku ke Bar dan minum-minum. Saat aku ingin pulang aku benar-benar mabuk lalu terjatuh di depan pintu Bar. Setelah itu??. Setelah itu??. Aarrhh.. Sssstt.. Ckk.. Aku tidak ingat apa yang terjadi semalam. Sudahlah!!" ucap Re yang sedang bertempur dengan fikirannya itu.
Re melanjutkan ritual mandinya lalu bergegas memakai bajunya dan pergi dari kamar itu. Re keluar dan menyalakan mesin mobilnya, Re langsung pulang ke rumah. Sesampainya di rumah Re berteriak memanggil Aira, "AIRAA!!."
"AIRAAAAA!!." Namun tak ada jawaban dari Aira.
Tiba-tiba Bi Mia datang menghampiri Rein, "Maaf Tuan, Non Aira sedang tidak ada di rumah"
"PERGI KEMANA DIA??"
"Maaf Tuan Muda, Bibi tidak tahu. Non Aira tidak bilang akan pergi kemana"
Re langsung melangkah dengan cepat menuju kamarnya dan membuka lemari pakaian. Ternyata Pakaian Aira masih ada, Re mengecek satu persatu pakaian Aira ternyata masih lengkap. "Kemana Dia!!. Apa jangan-jangan dia menemui pria brengsek itu!!. Awas saja kau Aira. Jika sampai kau masih berani menemui pria mana pun. Aku akan menjadi mimpi burukmu kali ini!!." Gumam Re sambil mengepalkan kedua tangannya dengan tatapan yang penuh dengan kebencian dan amarah.
__ADS_1
Re mengganti bajunya dan meminta Bi Mia untuk menyiapkan makan siangnya. Re sengaja tidak keluar rumah karena menunggu Aira pulang. "Kemana dia??. Sudah siang begini dia belum pulang juga. Lihat saja kau saat pulang nanti, aku akan menyiksamu lebih baik dari kemarin!!" Gumam Re
"Ini Tuan Muda makan siangnya sudah Bibi siapkan" ucap Bi Mia
"Hm. Pargilah!!" Ucap Re dengan Wajah dinginnya.
Bi Mia pun pergi meninggalkan Re yang sedang makan, sambil berjalan Bi Mia bergumam dengan dirinya sendiri. "Ada apa dengan Tuan Muda Rein??. Kenapa dia sekarang benar-benar berubah seperti monster??."
Bi Mia melangkah keluar rumah, ternyata di luar Aira sudah pulang sedang memarkirkan mobilnya.
"Non Sudah pulang". Tanya bi Mia
"Eehh Bi Mia. Iya Bi. Tadi aku keluar ada urusan mendadak makanya aku tidak sempat memberitshu Bibi tadi pagi"
"Apa dia sudah pulang??" Aira langsung memotong kata-kata Bi Mia.
"Iya Non. Tuan sepertinya sangat marah besar, sejak tadi pagi Tuan mencari Non Aira"
"Ya sudah tidak apa bik. Biarkan saja. Saya masuk dulu ya Bi" jawab Aira tenang.
Saat Aira melangkah masuk ke dalam rumah, Re langsung menarik tangan Aira dengan kasar dan menarik Aira ke kamarnya dengan paksa. Aira yang sudah paham dengan sikap Re sehinggsma membuar Aira merasa biasa saja. Aira tetap tenang dan mengikuti Re meskipun Re menariknya dengan paksa. Sesampainya di kamar Re langsung melempar Aira hingga Aira tersungkur dan kepalanya terbentur meja. Lagi-lagi Aira tidak bisa menahan butiran-butiran kristalnya hingga butiran-butiran kristal itu berjatuhan ke lantai. Aira duduk dan berbalik menghadap Rein.
"Apa lagi yang aku perbuat hingga kau benar-benar murka kepadaku??" tanya Aira dengan tersedu-sedu.
"Semestinya kau tahu apa kesalahanmu Aira !!"
__ADS_1
"Aku benar-benar tidak tahu Re !!"
"Oowwh. Sekarang sudah berani memanggilku dengan namaku!!. PLAAAAK" Satu tamparan mendarat ke pipi cabhi Aira.
"Aaawwh. Apa yang kau lakukan Re??"
Re langsung menjambak rambut Aira dan mendekatkan wajah Aira kewajahnya.
"Aaawwhh. Sakit Re. Ini Sakit !!" lagi-lagi Aira merintih kesakitan.. "Aku mohon lepaskan!!" pinta Aira.
Tapi Re tidak menggubrisnya sama sekali, Re justru menjambak rambut Aira lebih kuat dan memegang kasaar wajah Aira dengan tangan satunya. Aira berusaha melepas tangan Re dengan sekuat tenaga tapi apalah daya tenaga Re jauh lebih kuat dibandingkan tenaga Aira. Aira hanya bisa menangis dan pasrah dengan apa yang dilakukan Re kepadanya.
"KAU DIAM-DIAM PERGI MENEMUI PRIA ITU. IYAA KAN??" Aira tidak menjawab, Aira hanya diam dan menangis.
"JAWAB AKU AIRA..!!!"
"AKU BUKAN PERGI UNTUK MENEMUI PRIA ITU !!. SUDAH BERAPA KALI AKU KATAKAN RE, KALAU AKU TIDAK PERNAH BERHUBUNGAN DENGAN PRIA MANAPUN!!" Jawab Aira dengan nada yang tinggi.
Aira Berdiri lalu menarik kerah baju Re dan mengatakan, "Harus berapa kali aku menjelaskan semua ini Re. Berulang kali bahkan ribuan kali aku mengatakan bahwa aku tidak pernah berhubungan dengan pria manapun. Dimana Re yang aku kenal dulu??. DIMANA?? HAH??."
Re langsung menyingkirkan tangan Aira dengan kasar dan mendorong Aira hingga Aira terduduk di tempat tidur. Buliran Air mata yangg sejak tadi mengalir tak henti-henti kini bertambah deras. Aira benar-benar kecewa dengan sikap suaminya yang semakin hari justru semakin membuat Aira menderita.
Re berkata, "Dengarkan aku baik-baik Aira!!. Jika kau berani mengulangi kesalahan yang kau lakukan kemarin. Kau akan menyesalinya seumur hidupmu. Ingat itu!!" Ancam Re
Kemudian Aira menjawab, "Kau yang akan menyesalinya, karena kau sudah menyia-nyiakan diriku dan cintaku yang tulus kepadamu. Ingat itu!!" Aira mengancam balik Re dan Re terdiam.
__ADS_1