Gadis Desa

Gadis Desa
Episode 15


__ADS_3

Satu minggu telah berlalu, tak terasa pernikahan Aira hanya tinggal menghitung hari. Mereka sengaja tidak ingin mengadakan acara pesta lamaran. Karena menurut Aira itu terlalu berlebihan. Meskipun nanti Aira sudah menjadi istri sahnya Re, Aira tetap hanya ingin hidup dalam kesederhanaan. Mungkin orang-orang diluar sana merasa iri kepada aira. Gadis yang berasal dari desa, miskin bahkan sangat miskin, tetapi bisa menikah dengan orang kaya seperti Re.


Apapun yang dimiliki oleh Re saat ini, itu merupakan hasil dari kerja keras ayah dan kakeknya selama ini. Jadi sangat tidak pantas jika generasi penerusnya hidup dalam berpoya-poya. Re merasa beruntung bisa memiliki Aira yang selalu mengingatkannya akan hal-hal baik. Bahkan hal-hal kecil sekalipun Aira selalu mengingatkannya.


Re yang sejak kecil hidup dalam kemewahan sama sekali tidak membuatnya menyombongkan diri. Menurutnya harta hanyalah titipan saja. Sejak kecil Re memang bercita-cita ingin menjadi seorang Pengusaha sukses seperti ayah dan kakeknya. Tetapi berbeda dengan Ze, Ze sendiri bahkan tidak tertarik dengan dunia bisnis. Sejak kecil Ze bercita-cita ingin menjadi seorang Dokter. Selain menjadi Dokter impian terbesar Ze adalah memiliki Rumah Sakit sendiri yang ia dapatkan dari hasil kerja kerasnya sendiri. Kini Ze sedang kuliah di Fakultas Ilmu Kedokteran Amerika.


Sedangkan disisi lain, nando justru ingin putra keduanya itu mengambil alih perusahaan kedua. Itu membuat Ze sangat bingung, Ze bahkan tidak tahu dan tidak mengerti tentang dunia bisnis. Lalu, bagaimana bisa Ze mengelola perusahaan kedua??. Ze bahkan tidak tahu, Bagaimana cara mengelolah perusahaan??. Bagaimana cara mendapat keuntungan??. Ze tidak mengerti apapun tentang bisnis. Karna itulah Nando tidak ingin memaksa Ze untuk terjun ke dunia bisnis, walaupun sebenarnya Nando sangat ingin. Tapi mau bagaimana lagi, Satu-satunya yang harus nando lakukan saat ini adalah mendukung apapun yang menjadi keinginan anak-anaknya.


Tak terasa waktu cepat berlalu, dimana hari ini adalah hari kebahagiaan keluarga Wijaya yaitu hari pernikahan Re & Aira. Nando sangat bahagia begitupun dengan Tasya & Ze, mereka semua sangat bahagia. Nando mengundang semua karyawan kantor untuk hadir di acara pernikahan putranya.


Sembari menunggu mempelai wanita, Ze melontarkan beberapa kalimat, "Waah, sepertinya kak Re sudah tidak sabar lagi ya, ingin segera menghalalkan Aira."


"Jangan sok tahu." Jawab Re ngasal.


"Siapa yang sok tahu??. Sejak tadi aku perhatikan lirikanmu selalu mengarah ke tangga. Memangnya ada apa di tangga??. Ada bidadari ya??." Ucap Ze Lagi.


"Apa urusanmu. Kau selalu saja ikut campur. Memangnya salah jika aku menunggu calon Istriku turun??."


"Tidak ada yang salah!!. Hanya saja kak Re terlihat seperti orang yang aneeh."


"Bodo amat. Mau aneh, mau apa, kalian bebas menilaiku hari ini. Karna aku sedang bahagia jadi aku tidak mau merusak kebahagiaan dan moodku." Re langsung mengalihkan pandangannya kearah lain. Sebenarnya Re sangat malu dengan apa yang dikatakan adiknya itu tetapi Re berusaha rilex.


"Baguslah kalau begitu." Ucap Ze.


Ze melihat kearah tangga ternyata Aira sudah datang dan akan menuruni tangga. Aira tampak begitu anggun dengan busana yang dikenakannya. Gaun berwarna putih dengan polesan pernak pernik aksesoris dan bunga yang dipegangnya, membuat kecantikan dan keanggunan Aira begitu sempurna. "Itu Aira kak." Ze menunjuk kearah Aira.

__ADS_1


Re yang saat itu sedang memandang keluar jendela langsung mengalihkan pandangannya tepat ke Aira yang sedang menuruni tangga. Kemudian Re berkata, "Masya Allah, dia sangat cantik seperti bidadari." Ucap Re melongo tanpa berkedip, seolah-olah terhipnotis karna kecantikan Aira. Mata Re tertuju pada Aira, Re hanya fokus memandangi Aira yang sedang berjalan menuju pelaminan. Semua orang yang melihatnya pun terkagum-kagum akan kecantikannya. Bahkan Ze sangat mengagumi kecantikan dan keanggunan Aira yang begitu sempurna.


Acara pernikahan pun berlangsung, kini Aira & Re resmi menjadi pasangan suami istri. Selesai akad nikah Re memasangkan kalung di leher Aira, Aira mencium punggung tangan Re dan Re mencium kening Aira. Semua para tamu undangan memberikan ucapan selamat kepada kedua mempelai.


Waktu berjalan begitu cepat, karena acara pernikahan sudah selesai jadi para tamu undangaan juga sudah pulang dan yang masih ada disana hanyalah keluarga besar Wijaya.


Ze Berkata, "Hari ini sangat melelahkan. Tapi aku sangat bahagia karena kakakku sudah tidak sendiri lagi. Ingatlah kak, kau harus menjaga Aira dengan baik."


"Kau tenang saja aku akan menjaga istriku dengan baik, kau tidak perlu khawatir." Jawab Re


"Hm. Baguslah." Ucap Ze


Ditengah pembicaraan mereka Tasya berkata, "Aira, Mari Bunda antar kau ke kamarmu!!. Kau pasti sangat lelah."


"Iya Bunda, hari ini benar-benar sangat melelahkan." Jawab Aira.


"Iya sayang, bunda akan istirahat. Selamat malam sayang."


"Malam Bunda." Jawab Aira


Sementara itu di bawah, Nando, Re, dan Ze masih mengobrol. Karena Nando sangat lelah akhirnya nando pun berpamitan untuk segera istirahat di kamarnya. Nando berkata, "Re. Ze. Ayah ke kamar dulu ya. Ayah mau istirahat. Kalian berdua juga jangan lupa istirahat ini sudah malam."


"Iya Ayah." Jawab Re dan Ze


"Kak. Jangan lupa!!. Malam ini kau harus berhasil gol." Ucap Ze menggoda Re tetapi Re hanya diam saja menatap ponselnya. Re sebenarnya tau maksud dari kata-kata Ze tetapi Re sangat fokus dengan ponselnya.

__ADS_1


karena merasa tidak ada respon dari Re, Ze mencoba dengan kata-kata lain, "Kalau kau tidak gol malam ini, itu artinya kau bukan pria sejati." Ucap Ze lagi. Tetapi Re berpura-pura tidak mendengar, Re terus fokus dengan ponselnya yang saat itu memang ada chat masuk dari sekertaris dan tangan kanannya di Amerika bahwa perusahaan sedang dalam masalah.


Karena Ze merasa tidak diperdulikan oleh Re, Ze kembali mencari ide konyol. Ze berkata, "Jika kau tidak memberi gol malam ini, maka besok aku yang akan memberinya gol." Ucap Ze mengerjai Re.


Mendengar kata-kata Ze, Re langsung berhenti menatap ponselnya. Re menatap tajam Ze dan berkata, "Apa kau sudah bosan hidup??."


Hanya dengan pertanyaan seperti itu, Re berhasil membuat Ze kikuk. Ze menelan selipahnya kemudian berkata, "Apa??. Apa kau akan memarahi ku??. Marahi saja, aku tidak takut!!. Lagi pula sejak tadi aku biacara dengan mu tetapi kau sangat asik dengan ponsel mu." Gerutu Ze


"Haaiiiss, aku mendengar semua yang kau katakan Ze. Hanya saja apa yang kau katakan itu adalah omong kosong. Itulah kenapa aku tidak merespon kata-kata mu. Lagi pula ponselku jauh lebih penting dari pada kata-katamu tadi." Ucap Re


Kemudian Re mendekatkan wajahnya ke telinga Ze dan membisikkan sesuatu, "Semua yang kau katakan tadi itu benar Ze. Aku harus gol malam ini. Tapi sebagai seorang pria untuk memberikan gol itu, aku juga butuh izin dari penjaga gawangnya. Itulah yang dinamakan pria sejati, kau mengerti!!."


"Begitu ya. Baiklah, sekarang kau harus pandai merayu pemilik gawangnya itu agar kau bisa menerobos masuk dan berhasil goooooooll." Sambung Ze


"Hahahaha..." Mereka berdua pun tertawa bersama-sama.


"Sudah, cukup!!. Sekarang pergilah ke kamarmu, ini sudah malam." Ucap Re menyuruh adiknya untuk segera tidur.


"Baiklah. Kau juga istirahatlah, temui istrimu."


"hm." Jawab Re.


Ze langsung pergi ke kamarnya, sampai di dalam kamar Ze membersihkan diri lalu tidur. Re juga pergi ke kamarnya karena Re juga sangat lelah dan dia juga merasa badannya sangat lengket. Sampai di kamar Re tidak menemukan keberadaan Aira.


"Dimana Dia." batin Re.

__ADS_1


"Sudahlah. Lebih baik aku mandi dulu, setelah itu aku akan mencarinya." Gumam Re.


Re menuju kamar mandi dan melihat pintu kamar mandi yang sedikit terbuka. Re berfikir tidak ada orang di dalamnya, tapi ternyataa ada Aira yang sedang berendam di dalam bathtup dan tertidur di dalam bathtub tersebut tanpa sehelai benang pun yang melekat di tubuhnya.


__ADS_2