Gadis Desa

Gadis Desa
Episode 44


__ADS_3

Beberapa menit kemudian suster itu masuk ke ruangan Aira dengan membawa semangkuk bubur. Suster memberikannya kepada Aira, karena keadaan Aira yang masih lemah jadi suster itu menyuapinya. Tiba-tiba Ze datang ke ruangan Aira setelah selesai menebus obat Aira.


"Suster". panggil Ze


Suster menoleh kesumber suara "Iya Dokter Senior"


"Berikan padaku. Biar aku yang menyuapinya"


Suster itu memberikan semangkuk bubur yang dipegangnya kepada Ze dan Ze menyuapai Aira sampai bubur itu habis. Zean dikenal sebagai dokter Senior karena keahlian bedahnya yang begitu hebat. Hingga tidak heran jika semua dokter-dokter biasa seperti Anna dan yang lain-lainnya sangat mengenal mama Zean Wijaya. Terkadang Ze juga dipanggil untuk melakukan operasi di berbagai rumah sakit terbesar di Amerika.


Bukan Hanya di Amerika saja, melainkan di London, Afrika, Australia, Ze sudah pernah melakukan operasi bedah di rumah sakit terbesar yang ada di negara-negara tersebut. Jadi Nama Zean Wijaya bukan hanya dikenal di Amerika saja, di negara-negara lain pun nama Zean Wijaya begitu banyak diperbincangkan. Karena keahlian bedahnya yang sangat luar biasa.


Setelah Aira menghabiskan buburnya, Ze memberikan obat kepada Aira dan Aira meminumnya. Karena Liam sudah tidur, dengan hati-hati Dokter Anna menaruhnya di ranjang bayi. Kemudian Dokter Anna pamit untuk melihat pasien yang lainnya, "Senior" panggil Anna.


"Hm. Ada apa??" Ze menoleh ke Anna


"Tidak ada saya hanya ingin mengatakan. Lanjutkan saja pacarannya, saya masih ada urusan dengan pasien lainnya. Bye Bye" Anna menggoda Ze yang sedang memberikan Obat kepada Aira.


"Hemm😑. Aku fikir apa tadi. Ada-ada saja si Anna itu" ucap Ze sambil geleng-geleng kepala.


Ze memberikan Obatnya kepada Aira dan Aira meminum obatnya. Aira bertanya, "Memangnya kau kenal Ze dengan Dokter tadi ?"


"Sebenarnya tidak kenal Ai. Berhubung namaku sangat banyak diperbincangkan, ya begitulah. Kebetulan Ahli bedahku mengalahkan dokter-dokter Senior sebelumnya makanya semua dokter umum sepwrti Anna dan para suster banyak yang memanggilku Dokter Senior"


"Oow begitu. Aku fikir kau mengenalnya"


"Sama sekali tidak mengenalnya"


"Oowwh" Aira tersenyum kepada Ze.


Setelah beberapa hari kemudian keadaan Aira kini telah kembali pulih. Dokter Anna sudah memperbolehkan Aira untuk pulang ke rumah. Aira sangat senang dan bahagia karena sudah bisa pulang ke rumah. Ze membereskan semua barang-barang Aira dan si kembar lalu membawa mereka pulang ke Apartemen.

__ADS_1


Setelah tiba di Apartemen Ze menelfon Nando & Tasya. Ze meminta Nando & Tasya untuk datang ke Amerika. Ditelfon Ze berkata, "Assalamualaikum Bunda"


"Waalaikumsalam Ze. Ada apa??. Tumben telfon Bunda!!"


"Ze ingin memberitahu kalau Aira sudah melahirkan. Bunda & Ayah ke sini ya, jengukin Aira dan bayinya Aira."


"Iya sudah. Besok Ayah & Bunda berangkat ke Amerika"


"Oke Bun. Kalau begitu Ze tutup telfonnya dulu, Assalamualaikum"


"Wa'alaikumsalam" Tasya memutuskam sambungannya.


Nando & Tasya sudah tahu bahwa Aira dan Re sudah berpisah. Meskipun Aira bukan istrinya Rein lagi, Nando dan Tasya tetap menganggapnya sebagai putrinya. Karena itulah Aira masih tinggal bersama Ze. Tasya & Nando juga sudah tahu jika Leon dan Liam adalah anaknya Rein.


FLASH BACK ON


Setelah sidang perpisahan Aira & Re, Ze menelfon Nando dan memberi kabar bahwa Aira sudah bercerai dari Re. Ze juga memberi tahu dan menceritakan semua yang terjadi kepada Aira di Amerika. Ze juga memberi tahukan bahwa Aira sedang mengandung anaknya Re.


"Haloo Ze. Ada apa telfon Ayah??. Ayah sedang banyak pekerjaan saat ini, Apakah ini penting ?"


"Ini sangat penting Yah. Ini masalah Aira dan kak Re"


"Ada apa dengan mereka??. Apa Ada masalah ?"


"Tepat sekali Yah. Mereka sedang dalam masalah besar"


"Masalah apa??"


Ze menceritakan dari awal retaknya hubungan Re dan Aira. "Ayah Tahu!! Saat ini Aira sedang hamil Yah. Ze harus bagaimana??. Aira meminta Ze untuk tidak memberitahu kak Re. Ze bingung harus melakukan Apa??. Tolong beritahu Ze yah, Apa yang harus Ze lakukan ?"


"Begini saja. Biarkan Aira tinggal di Apertemenmu. Demi menjaga nama baik Aira, jika ada bertanya siapa Aira, katakan saja bahwa dia adalah istrimu. betul kata Aira, jangan sampai Re tahu bahwa Aira sedang mengandung Anaknya. Ayah juga ingin memberi pelajaran kepada anak itu. Ayah ingin Re menyesali dan menyadari semua perbuatannya. Ayah tidak ingin anak-anak Ayah menjadi orang yang lebih mementingkan egonya"

__ADS_1


"Baiklah Yah. Ze akan melakuakn apa yang ayah katakan"


Jadi Ze melakukan semua itu atas izin dari Nando dan Juga Tasya. Nando dan tasya tidak ingin Aira terlantar karena ulah putranya.


FLASH BACK OF


Keesokan harinya, Ze mendapat kabar bahwa Nando dan Tasya sudah di rumah Besar. Ze membawa Aira dan si kembar ke rumah besar. Saat ini mereka dalam perjalanan menuju rumah besar. Rumah besar itu adalah rumah yang saat ini Re tempati.


Sementara itu Nando dan Tasya sudah tiba di rumah besar tetapi Re tidak mengetahui kedatangan orang tuanya itu. Re sedang asik bermesrahan diatas ranjang bersama Siska di dalam kamarnya Re. Semenjak Aira meninggalkannya Re selalu memghabiskan waktu di Bar ditemani dengan minum-minuman dan wanita-wanita jalang. Re seperti hilang akal karna kehilangan Aira, Re sangat mudah sekali marah dan menjadi pembangkang. Mungkin itu karena ia terlalu sering mengkonsumsi minuman beralkohol. Re dan Siska pun melakukan hubungan yang semestinya tidak mereka lakukan. Re tidak tahu jika Siska adalah sepupunya.


Sesampainya di rumah Besar Tasya langsung menuju kamarnya untuk membersihkan diri. Selesai mandi Tasya pergi menuju kamar Re. Tapi langkah Tasya terhenti di depan pintu kamar Re. Karena mendengar suara desahan dari dalam kamar Re. Tasya membuka sedikit pintu kamar Re dan mengintip kedalam ternyata Re sedang melakukan hubungan layaknya suami istri bersama Siska.


Tasya langsung mendorong pintu kamar Re hingga menimbulkan suara, "JELEDAAAAR"


Re terkejut dengan kehadiran Tasya di rumahnya dan langsung menghentikan aksinya. Re langsung mengambil pakaiannya dan mengenakannya, begitu pun dengan Siska. Setelaj Siska selesai memakai bajunya, Tasya langsung menghampiri Siska dan menampar Siska berkali-kali.


"PLAAAK. PLAAK. PLAAK. DASAR WANITA MURAHAN!!. TIDAK TAU MALU!!. KAU SUDAH MENGHANCURKAN RUMAH TANGGA ANAKKU. SEKARANG KAU BERANI MENGINJAKKAN KAKIMU DIRUMAHKU. PERGI KAU DARI SINI!!"


Nando yang berada di bawah mendengar suara Tasya yang begitu keras akhirnya Nando naik keatas untuk melihat apa yang terjadi. Nando berlari melangkah menuju kamar Re. Sampai di kamar Re, Nando langsung menghampiri Re kemudian berkata, "Apa yang kau lakukan bersama wanita jalang itu??. Hah??. Apa ini yang ayah ajarkan kepadamu??. Dasar anak kurang ajar. PLAAAAK". Nando menampar Re dengan keras hingga Re terjatuh ke lantai.


"Kau benar-benar Bajingan Re" Nando menarik kerah baju Re dan berkata, "Selama ini ayah tidak pernah marah kepadamu tapi kali ini Ayah sangat marah dan kecewa padamu" ucap Nando kesal kemudian melepas kerah baju Re dengan kasar hingga Re tersungkur.


Re mencoba bangun dan Berkata, "Ayah. Maafkan Re yah. Maafkan Re". Re berlutut memeluk kaki nando kemudian bergantian memeluk kaki Tasya, "Bunda. Tolong maafkan Re Bunda, Re mohon. Re mengaku Re salah, Re akan memeprbaiki semuanya Bunda"


"Apa??. Apa aku tidak salah dengar Re??. Kau ingin memeperbaiki semuanya!!!. Apa kau yakin??. Kau fikir memeprbaiki keadaan itu sangat mudah, hah!!. Tidak ada guna juga kau memeprbaikinya karena semuanya sudah terlambat. Hiks.. Hiks.." ucap Tasya.


"Re akan berusaha Bunda!!. Re akan berusaha memperbaiki semuanya!!"


Tapi Tasya justru menendang Re, "Jangan memanggilku dengan sebutan Bunda, kau tidak pantas menyebutnya dengan mulut kotormu itu!!. Dan jangan pernah meminta maaf kepadaku tapi minta maaflah kepada Aira orang yang sudah kau sakiti!!" ucap Tasya kesal.


"Dan kau wanita jalang, pergi dari sini dan jangan pernah kembali lagi. Jika kau sampai kembali lagi ke rumah ini atau aku melihat kau ada dihadapanku jangan salahkan aku jika aku pasti akan melenyapkanmu" Ancam Nando.

__ADS_1


__ADS_2