
Ze pulang ke Apartemnnya, dia menemukan Aira sedang memasak menyiapkan makan malam di dapur. Ze berjalan dengan kedua tangan yang dimasukkan ke dalam saku celananya dan melangkah menghampiri Aira. Ze menyapa Aira, "Hai bumil, kau sedang Apa ?"
"Hai Tuan Ze😊. Apa kau tidak lihat, aku sedang memasak makanan kesukaanmu. Apa kau ingin mencobanya?"
"Terimakasih. Untuk apa kau repot-repot memasak, kita bisa beli makanan di luar" ucap Ze.
"Jangan beli makanan di luar terus, tidak sehat. Oh iya,, kau dari mana Ze?. Aku fikir kau ada di rumah. Aku tidak tahu jika kau keluar"
"Tadi aku ingin membangunkanmu, tapi sepertinya kau tidur sangat nyenyak. Karena itulah aku pergi keluar tidak memberi tahumu. Maaf"
"Tidak apa. Kenapa kau jadi meminta maaf. Aku hanya bertanya saja Ze jadi jangan minta maaf kepadaku"
"Baiklah, kalau begitu aku akan mandi dulu. Setelah mandi aku akan turun untuk makan malam"
"Iya. Sana pergi!!"
Setelah selesai memasak dan menghidangkan makanan di meja makan. Aira pergi ke kamarnya untuk membersihkan diri dan segera shalat maghrieb. Selesai shalat maghrieb Aira turun dan makan malam berdua bersama Ze. Saat makan tidak ada satupun dari mereka yang berbicara. Hanya ada suara sendok dan garpu yang bertengkar.
Selesai makan mereka berdua duduk sebentar di Ruang TV, Ze berkata kepada Aira, "Ai. Aku sudah menemukan informasi tentang wanita jalang itu"
"Sudah aku katakan padamu, tidak usah mencari tahu tentang jalang itu. Apa lagi sekarang aku sudah tidak ada hubungan apapun dengan Pria itu"
__ADS_1
"Ai. Bagaimana pun juga Rein itu adalah kakakku. Aku tidak akan membiarkan dia terjebak dengan wanita itu. Meskipun sebenarnya aku sudah muak dengan tingkah lakunya tapi aku tidak bisa memutuskan hubungan persaudaraanku dengannya"
"Terserah kau saja!!. Aku juga mengerti, sebagai adik tentunya kau ingin yang terbaik untuk kakakmu. Lakukan saja apa yang menurutmu baik, aku akan mendukungmu"
"Trimakasih Aira"
"heem😊. Ze aku ke kamar dulu ya, waktunya shalat ishya. Badanku juga sudah pengen rebahan. Kau juga jangan lupa shalat ya. Good night Zean"
"Good night Aira. Tidur yang nyenyak dan mimpi indah"
Aira berjalan menuju kamarnya dan melangkah ke kamar mandi untuk mengambil Wudhu. Setelah selesai shalat isya Aira segera tidur, karena perutnya yang mulai membuncit membuat Aira mudah sekali kelelahan.
Aira pun bergegas turun ke bawah melakukan olah raga pagi dan memasak menyiapkan sarapan. Setelah semua makanan dihidangkan di meja, Aira membersihkan diri dan membangunkan Ze. Aira mengetuk pintu kamar Ze tapi tetap tidak ada jawaban. Bahkan Aira menggedor pintu kamar Ze tapi hasilnya nihil. Aira mencoba membuka pintu kamar Ze ternyata tidak terkunci. Aira langsung masuk ke kamar Ze, dilihatnya kamar Ze sudah rapi. Tapi Aira tidak menemukan keberadaan Ze. Aira menelfon Ze namun tidak ada jawaban. Aira mulai khawatir dengan Ze, "Pergi kemana dia!!. Dia selalu saja begini, pergi tidak memberi tahuku sama sekali. Awas saja jika terjadi sesuatu aku tidak akan peduli padanya"
Saat Aira ingin keluar dari kamar Ze, Aira melihat ada buku harian Ze tergeletak di atas Meja. Karena Aira penasaran, Aira melangkahkan kakinya menuju buku itu. Aira membuka setiap halaman buku itu. Aira membaca isi Deary itu, betapa terkejutnya Aira isi dari buku itu menceritakan semua tentangnya. Disana juga ada beberapa foto Aira yang ditempel di buku itu. Aira benar-benar tidak percaya bahwa Ze selama ini menyukainya.
"Apa-apa an Ini!!. Jadi selama ini Ze diam-diam menyukaiku. Apa karena itu Ze selalu menolak jika ayah dan bunda menyuruhnya untuk menikah. Jadi ini semua karena dia menyukai ku!!. Aku tidak akan membiarkan dia menungguku. Aku sudah memutuskan bahwa aku hanya akan membesarkan Anak-anakku saja. Aku sama sekali tidak tertarik untuk menikah lagi. Maafkan aku Ze, karena aku baru menyadarinya sekarang. Tapi ini belum terlambat, aku harus melakukan sesuatu" kata Aira bisacara sendiri.
Aira membawa buku itu dan menaruhnya di kamar Aira. Aira merenung duduk melamun di sofa kamarnya sambil melihat keluar ke arah jendela. Dalam Hati Aira berkata, "Ya tuhan. Apa ini, kenapa hidupku sangat rumit seperti ini. Jika aku tahu sejak dulu Ze menyukaiku maka aku tidak akan mau tinggal bersamanya. Aku sudah melakukan kesalahan dengan tinggal di sini. Aku harus bagaimana??. Tolong bantu aku ya allah, keluarkan aku dari masalah ini"
Aira masih duduk termenung di sofa kamarnya, Aira berkata "Kau orang Baik Ze, tapi maafkan aku karena aku tidak bisa membalas cintamu. Saat ini cinta dan kasih sayangku hanya untuk si kembar ini" Aira mengelus perutnya sambil tersenyum lebar. "Maafkan Aku Ze"
__ADS_1
Sedangkan Ze yang saat ini berada di rumah sakit, sedang melakukan tugasnya sebagai dokter rumah sakit itu. Ze melakukan Operasi jantung pada seorang pasien. Ze adalah Dokter bedah spesial, jadi Ze bisa menangani apapun kelihan terhadap pasien. Ze juga mempunyai keahlian dalam segala han tentang ilmu kedokteran.
Setelah selesai melakukan operasi terhadap Pasien, Ze langsung mengambil ponsel. Dilihatnya beberapa panggilan tak terjawab dari Aira, Ze langsung menelfon Aira tapi Aora tak menjawab panggilannya. Karena sudah waktunya makan siang, Ze memutuskan untuk pulang dan makan siang di rumah bersama Aira. Setibanya dirumah, Ze melihat Aira sedang duduk di ruang TV menonton film drakor kesukaannya. Ze sengaja masuk tanpa bersuara dan mengagetkan Aira. Ze berjalan pelan dan mengendap-endap seperti pencuri.
"Daaaarr"
"Astaghfirullahal'adzim. Zeee!!"
"Iya iya maaf. Pantas saja kau tidak menjawab telfonku, kau sedang asik dengan film drakornya."
"Memangnya kau dari menelfonku??"
"Iyaa. Aku melihat panggilan tak terjawab darimu karena itilah aku menelfonmu tapi tidak dijawab."
"Oowh, ponselku ada di kamar hehe"
"Pantas saja!!. Sudahlah, temani aku makan yuk!!. Aku lapar sekali Aira. Siang ini aku ada jadwal oprasi lagi di rumah sakit TZ".
"Aku belum lapar, aku masih ingin menonton. Kau makan saja sendiri. Lagi pula semua makanan sudah siap di meja"
"Hm😑 baiklaah😑"
__ADS_1