
Malam hari setelah Ze pulang dari rumah sakit, Ze tidak melihat keberadaan Aira. Ze berfikir mungkin Aira sudah tidur. Ze berjalan menuju kamarnya untuk membersihkan diri dan segera istirahat. Ze merebahkan dirinya di kasur dan mencoba memejamkan matanya tapi tak bisa tertidur. Akhirnya Ze keluar dari kamarnya menuju teras yang berada di kamarnya.
Ze sedang memandangi gelapmya langit malam yang dipenuhi bintang-bintang. Ze berkata, "Sungguh indaah". Ze tersenyum menatap indahnya langit malam.
Saat Ze sedang asik dengan pemandangan langit malam tiba-tiba ada yang memanggilnya dari arah samping. "Haii Zee!!"
Ze menoleh kesumber suara, "Airaa. Kau belum tidur??"
"Belum Ze"
"Tadi aku ingin mengetuk pintu kamarmu tapi aku takut kau sudah tidur. Ternyata kau belum tidur"
"Hehe belum Ze"
Ze melangkah menghampiri Aira, "Kau kenapa??. Sudah malam begini belum tidur??"
"Entah kenapa aku tidak bisa tidur Ze"
"Memangnya apa yang kau fikirkan Ai??"
Aira menatap wajah Ze sekejab dan langsung memalingkan wajahnya, "Tidak ada!!. Oh iya, aku ingin mengatakan sesuatu"
__ADS_1
"Apa??"
"Aku ingin mengembalikan buku Dearymu"
"Hah!!. Bagaimana bisa buku Dearyku ada padamu Aira ?"
"Tadi pagi aku masuk ke kamarmu, karena aku fikir kau belum bangun. Tapi saat aku masuk ke kamarmu kau tidak ada dan aku melihat ada buku di atas meja belajarmu. Aku sudah membaca semuanya. Maafkan aku jika aku lancang. Tapi aku tidak bisa membalas perasaanmu dan kau tahu apa alasanku menolak semua ini. Sekali lagi maafkan aku Ze. Aku tidak ingin kau berharap lebih Ze"
Ze terdiam mendengar semua kata-kata Aira kemudian membiarkan Aira enyah dari hadapannya. Ze sudah tahu akan jawaban Aira, jika Aira tahu tentang perasaannya Aira akan menolaknya dan alasan kenapa Aira menolak untuk menikah lagi Ze juga sudah tahu alasannya karena itulah Ze tetap diam. Ze sangat mengerti perasaan Aira saat ini, luka yang membekas di dalam hatinya masih belum hilang.
Aira trauma untuk menikah lagi karena pernikahan pertamanya yang begitu menyakitkan baginya membuat Aira tak sanggup untuk menikah dengan siapa pun lagi. Aira tidak mengetahui bahwa semua kesalah pahaman yang terjadi dalam pernikahannya adalah ulah siska. Siska sengaja menciptakan kesalah pahaman diantara mereka karena Siska ingin balas dendam kepada Aira.
Ze yang sudah mengetahui semua kebusukan Siska ingin sekali menjelaskannya kepada Aira. Tapi untuk saat ini percuma saja menjelaskannya kepada Aira. Aira pasti tidak akan percaya kepada Ze. Ze ingin membuktikan kepada Aira bahwa semua kesalah pahaman yang terjadi diantara Re dan Aira hanyalah rekayasa siska.
Aira yang berada di dalam kamar langsung segera tidur, begitu juga dengan Ze. Mereka tidur di kamar mereka masing-masing. Ditengah malam sekitar pukul 02:00 pagi, Aira mengalami mimpi buruk lalu terbangun dan langsung mengambil wudhu. Aira melakukan Shalat Tahajud. Aira juga berdoa kepada Allah agar semua masalah yang terjadi segera terselesaikan dan diberikan kelancaran dalam persalinannya nanti.
Tak terasa kehamilan Aira kini sudah 9 bulan, hanya tinggal menghitung hari saja si kembar akan lahir ke dunia ini. Aira sangat bahagia karena sebentar lagi Si kembar akan lahir ke dunia ini. Kebahagiaan yang tiada duanya bagi seorang ibu. Aira membeli semua perlengkapan bayi mulai dari kasur, baju dan kebutuhan bayi lainnya. Ze tetap bahagia dan tetap setia menemani Aira meski Aira sudah menolaknya sebelum Ze mengatakan apapun kepada Aira. Tapi itu tidak masalah bagi Ze, mungkin Aira bukanlah jodoh untuk Ze. Ze juga sangat paham dalam cinta butuh pengorbanan, cinta juga tidak harus memiliki.
keeesokan harinya, pagi-pagi sekali Ze pergi ke rumah sakit, karena banyak pasien yang harus dia tangani hari ini akhirnya Ze pulang terlambat. Kali ini Ze tidak bisa menemani Aira di Apartemen, Aira mencoba untuk menelfon Ze berkali-kali tapi Tak ada jawaban dari Ze.
"Huuuh!!!. Apakah Ze benar-benar sibuk, sehingga tidak bisa mengangkat telpon dariku" gumam Aira.
__ADS_1
"Ssstt.. Aawwh.. Perutku sudah mulai sakit. Bagaimana ini??" Aira meringis karena kesakitan dan sesekali Aira meneteskan air mata karena menahan perutnya yang sakit.
Karena Ze tidak kunjung menjawab telfonnya akhirnya Aira pergi sendiri ke rumah sakit dengan memesan taxi online. Setelah taxi onlinenya tiba di depan Apartemen Aira langsung naik taxi tersebut menuju rumah sakit terdekat. Karena kali ini sakit yang dirasakan di perutnya semakin parah, Aira pun sudah tidak bisa menahan rasa sakitnya. Aira tidak sanggup jika harus pergi ke rumah sakit tempat Ze bekerja. Aira sudah tidak sanggup lagi menahan sakit diprutnya akhirnya air ketubannya pecah di dalam mobil taxi itu. Aira meneteskan Air mata sedangkan supir taxi itu berusaha mengemudikan mobilnya dengan cepat. Aira berusaha menahan agar bayinya janganbkeluar tapi itupun gagal ia lakukan hingga Aira melahirkan kedua anaknya di dalam mobil taxi itu.
Aira berkata kepada supir taksi itu, "Tolong Pak. kurangi kecepatan mobilnya!!"
"Baik Nona!!"
Supir itupun mengurangi kecepatan mobilnya, Aira berusaha meraih kedua anaknya untuk ditaruh kepelukannya dengan tali pusat yang masih belum terpotong Aira memeluk kedua anaknya. Karena Aira merasa lemas dan kehilangan banyak tenaga akhirnya Aira tak sadarkan diri. Beberapa menit kemudian sampailah mereka di rumah sakit YH. Supir taksi itu langsung berlari masuk ke dalam rumah sakit YH untuk meminta pertolongan. Supir taksi itu meminta suster membawanya keruang bersalin untuk segera ditangani. Salah satu suster lainnya memanggil Dokter Anna karena hanya Dokter Anna yang bisa menangani persalinan. Dokter Anna pun segera melakukan pertolongan kepada Aira. Keadaan Aira benar-benar lemah dan kritis. Dokter Anna memberikan imfus kepada Aira dan segera membersihkan darah-darah yang masih melekat di tubuh Aira kemudian mengganti pakaian Aira dengan pakaian pasien.
Sementara itu ada beberapa suster yang lain membantu mengurus kedua anak Aira. Suster memandikan dan membersihkan bayi Aira dari kotoran yang melekat di tubuhnya. Keadaan bayi Aira sangat sehat dan baik-baik saja namun keadaan Aira sangat kritis hingga Aira mengalami Koma.
Karena tidak ada pihak keluarga yang menunggu Aira akhirmya Dokter Anna mencoba mencari sesuatu dalam tas Aira. Barangkali saja menemukan sesuatu, agar bisa menghubungi keluarganya tapi Dokter Anna tidak menemukan apapun.
Karena hari sudah mulai gelap, Dokter Anna meminta supir taxi yang mengantar Aira untuk memberi tahu keluarganya. Dokter ana berkata, "Pak supir, tolong kau hubungi keluarganya. Kasihan tidak ada yang menjaganya dan anak-anaknya!!"
"Maaf Dok, tapi bagaimana caranya saya memberi tahu keluaraganya??. Wanita ini tinggal di Apartemen. Saya bahkan tidak tahu di kamar mana dia tinggal" ucap supir itu.
"Kau coba datangi Apartemen itu!!. Mungkin kau akan menemukan informasi di sana" sambung dokter Anna.
"Baiklah Dok" ucap supir tersebut.
__ADS_1
"Hm.. Pergilah!!!"