Gadis Desa

Gadis Desa
Episode 74


__ADS_3

**Assalamualaikum**


Maaf ya Reading, beberapa hari kemarin Thor harus istirahat total dan tidak boleh terlalu lelah. Dikarenakan beberapa hari kemarin Thor sedang sakit. Jadi suami tidak mengizinkan Thor untuk begadang atau terlalu lelah. Sekali lagi Thor minta maaf ya karena ga Up beberapa hari kemarin tapi sekarang Thor udah baik-baik aja kok. Terimakasih karena kalian sudah setia menunggu dan menjadi pembaca setia gadis desa. Terimakasih juga untuk Fav, Like, Komen, Vote dan dukungan dari para Reading semua. Kita lanjut ke ceritanya ya Reading!!.


...****************...


...----------------...


Keesokan paginya, Saat Re membuka mata ia melihat suasana yang sangat ia rindukan selama ini. Re tersenyum lebar melihat Aira yang masih tertidur di atas dada bidangnya. Re sangat bahagia menyaksikan hal ini, karena sudah sangat lama ia merindukan sosok Aira di sampingnya. Re menyingkap rambut Aira yang menutupi matanya kamudian Re berkata sambil membelai wajah Aira, "Kau masih cantik seperti dulu, tidak ada yang berubah darimu Aira. Aku menyadari satu hal bahwa aku tidak bisa melupakanmu dan aku masih sangat mencintaimu. Maafkan aku, karena selama ini aku membiarkanmu mengurus anak-anak kita sendirian dan maafkan aku karena aku sudah membuatmu menderita. Kali ini aku tidak membiarkanmu menangis dan merasa sensiri lagi. Aku berjanji padamu!!"


Re merasa keram dibagian belakang tubuhnya, ia ingin sekali bangun tetapi ia tidak tega jika harus membangunkan Aira. Tidak ada yang bisa Re lakukan selain menahan rasa keramnya itu dan menunggu Aira terbangun sambil terus menatap wajah Aira dan mengelus-elus pipi Aira. Karena merasa seperti ada yang menyentuh pipinya akhirnya Aira terbangun. Saat Aira membuka mata ia melihat Re yang sudah terbangun dan sedang menatapnya. Saat mata bertemu mata Aira berkata tanpa ia sadari, "Re" kemudian Aira meletakkan kembali kepalanya di dada bidang Re dan memejamkan matanya lagi.


Re tersenyum bahagia melihat Aira lalu Re menyapa Aira, "Morning beby!!"


Aira kembali membuka matanya, sambil menatap wajah Re dengan tatapan berat khas bangun tidurnya. Aira berkata, "Hm... Morning to!!" jawab Aira dengan suara khas bangun tidurnya kemudian lagi-lagi Aira membaringkan kepalanya di dada bidang Re. Sepertinya Aira masih sangat mengantuk tetapi Re ingin sekali bangun karena sudah tidak tahan lagi menahan keram di punggungnya.


Re berkata, "Beby... Bisa bangun sebentar tidak??"


"Kenapa??. Tidak suka ya aku tidur di sini??" tanya Aira balik.


"Bukan begitu Beby, tapi punggungku sudah sangat keram. Sejak semalam kau tidur di atas dadaku dan aku tidak bisa bergerak" ucap Re.


Mendengar ucapan Re, Aira langsung mengangkat kepalanya kemudian membulatkan matanya dengan mulut ternganga. Mata Aira melihat kearah dada bidang Re kemudian beralih menatap wajah Re. Melihat Aira yang berekspresi seperti itu membuat Re merasa bingung. Re bangun dari tidurnya dalam posisi duduk kemudian Re bertanya, "Ai. Kau kenapa??" Aira hanya diam sambil menatap wajah Re kemudian melihat sekeliling kamar itu. Lagi-lagi Re bertanya kepada Aira, "Ada apa Aira?"


Namun Aira tidak menggubris pertanyaan Re tersebut. Setelah sadar bahwa ia sedang berada di kamar Re, Aira mengingat apa yang terjadi semalam. Setelah ia mengingat apa yang terjadi semalam, ia pun menepok jidatnya dan berkata dalam hati, "Astaga!!. Apa yang aku lakukan??. Aku ketiduran di kamar ini. Oooohh Tuhaaaan, ini sangat memalukan."


"Airaaa!!. Apa yang kau pikirkan??" ucap Re membuyarkan lamunan Aira.


"Haaa!!!. Tidak ada" jawab Aira sambil menggeleng-gelengkan


kepalanya.


kemudian Aira beranjak dari tempat tidur dan langsung berlari keluar kamar tanpa mengatakan apa pun. Re yang melihat tingkah Aira hanya tertawa kecil dan berkata sambil menggeleng-gelengkan kepalanya, "Dasar aneh" kemudian Re beranjak dari tempat tidur untuk segera mandi.


Begitupun dengan Aira, Aira berlari masuk ke dalam kamarnya dan segera mandi. Setelah rapi, Aira langsung turun ke lantai bawah dan menyiapkan sarapan. Sedangkan Re juga bersiap-siap merapikan diri karena ia harus pergi ke kantor. Re turun ke lantai bawah dan menuju meja makan, ia melihat makanan sudah dihidangkan di atas meja. Aira yang melihat kedatangan Re bersikap senormal mungkin seolah tidak terjadi sesuatu.


Saat di meja makan Re tidak melihat keberadaan Leon dan Liam. Kemudian Re bertanya kepada Aira, "Anak-anak dimana??. Apa mereka belum bangun??"


"Iya, mereka belum bangun. Lagi pula ini masih terlalu pagi Re. Kau sarapan saja dulu, aku akan membangunkan mereka" jawab Aira.

__ADS_1


"Tidak perlu membangunkan mereka!!. Masih ada kau di sini bukan??. Jadi kau saja yang menemaniku sarapan" ucap Re.


"Baiklah Tuan Mesum!!. Aku akan menemanimu sarapan!!" ucap Aira.


"Apa kau sedang menggodaku??"


"Diiihh.. Siapa yang menggodamu??. Kenyataannya memang seperti itu" ucap Aira lagi.


"Jangan memancingku, aku sedang sarapan Aira!!" ucap Re.


"Siapa yang memancing. Aku sedang tidak memancing!!" sambung Aira.


"Maksudku!!. Airaa sayang, berhentilah menggodaku. Jika aku berubah pikiran maka aku akan menggigitmu dan memakanmu dengan lahap!!. Kau mengerti apa yang aku maksud bukan??" ucap Re dengan nada manjanya dan menatap Aira dari atas sampai bawah.


Aira langsung terdiam dan menutupi dadanya dengan kedua tangannya, "Apa yang kau lihat??. Jangan menatapku seperti itu!!" ucap Aira.


"Memangnya kenapa??. Aku tidak boleh menatap kekasihku??. Lagi pula apa gunanya kau menutupi dadamu, bukankah dulu kita sudah sering melakukannya??. Dan sepertinya kau sangat menikmati permainannya??. Iya kan??" ucap Re.


"Reeee!!. Kenapa jadi bahas itu. Iiiiihh.. Nyebelin banget siih jadi orang.. Uuhhh!!" ucap Aira dengan kedua tangan melingkar diperutnya sambil memonyonkan bibirnya .


"Hahaha... Kenapa kau jadi kesal sayang??. Aku hanya mengingatkanku tentang hal itu jadi Berhentilah membuat ekspresi wajah seperti itu, aku jadi ingin menggigit bibirmu" ucap Re.


"Itu tadi, mukanya merah kenapa??. Hayooo!!!. Kau menyukai permainanku bukan??. Hayo Ngaku!!" ucap Re.


Lagi-lagi ucapan Re membuat Aira tersipu malu. Dengan wajahnya yang memerah seperti kepiting rebus Aira berkata, "Apaan siiih, gaje banget!!" Aira berlari pergi meninggalkan Re yang sedang menyantap sarapannya.


"Beby!!!. Aku suka melihat wajahmu yang memerah itu" ucap Re sambil sedikit berteriak dan tertawa kecil. Lagi-lagi Aira hanya tersenyum mendengar apa yang baru saja diucapkan oleh Re. Aira bergegas menuju kamar Leon dan Liam untuk menghindari Re. Re segera menghabiskan makanannya dan segera pergi ke kantor.


Sementara itu Aira yang sedang berada di kamar Leon dan Liam segera membangunkan kedua putranya itu. Tapi ternyata Leon dan Liam tidak ada. Aira sangat terkejut menemukan guling yang diturupi selimut di tempat tidur anaknya. Aira pun berteriak memanggil kedua putranya itu, "Leon!!. Liam!!. Kalian dimana sayang??" Aira mencoba membuka pintu kamar dan menuju ke teras kamar namun tak menemukan mereka. Aira juga mengecek kamar mandi lagi-lagi Aira juga tak menemukan mereka berdua. Aira yang sudah merasa panik kaluar dari kamar Leon dan Lian kemudian berteriak memanggil nama Leon dan Liam, "LEON!!. LIAM!!." Re yang baru saja ingin melangkah keluar pintu mendengar suara teriakan Aira. Spontan saja Re langsung berlari menuju sumber suara.


"Aira!!. Ada apa??. Kenapa kau berteriak??" tanya Re.


"Aku tidak menemukan Leon dan Liam Re. Aku ingin membangunkan mereka, aku pikir mereka masih tidur tapi saat aku membuka selimutnya ternyata aku hanya menemukan guling yang mereka taruh di tempat tidur" ucap Aira panik.


Mendengar ucapan Aira Re justru tertawa kecil. Aira yang melihat Re tertawa langsung berkata, "Apa maksudmu??. Kenapa kau tertawa??. Aku sedang panik Re, aku sedang tidak bercanda!!"


"Iya Aira Aku tahu kau sedang tidak bercanda. Apa kau sudah memeriksa seluruh ruangan??" ucap Re.


"Belum!!"

__ADS_1


"Haiiss... Ayoo!!" Re menggandeng tangan Aira dan berjalan beriringan, "Mereka pasti ada di kamar ayah" ucap Re.


Sambil berjalan mengikuti langkah Re, Aira berkata, "Bagaimana kau bisa yakin bahwa mereka ada di kamar Ayah??"


"Mereka juga sering melakukan ini padaku!!" jwb Re.


"Oohh astaga!!" Aira menepok jidatnya, "Itu artinya mereka sedang mengerjaiku" ucap Aira.


"Hm" ucap Re sambil tersenyum kepada Aira, "Tetapi kau tidak perlu memarahi mereka. Mereka masih anak-anak Aira" ucap Re.


"Hm😒... Baiklah😑.."


Tetapi dalam hati Aira berkata, "Awas saja mereka. Masih kecil sudah berani mengerjai orang tua. Jika terus-terusan dibiarkan mereka akan semakin ngelunjak. Tunggu saja sampai Daddy kalian pergi, habislah kalian!!"


"Apa yang kau pikirkan??" ucap Re membuyarkan pikiran Aira.


"Haaa!!. Tidak ada!!" jwb Aira.


"Jangan berfikir jika aku sudah berangkat ke kantor kau akan memarahi mereka nanti. Aku sudah memasang CCTV dan mata-mata di rumah ini. Jika sampai kau memarahi mereka, aku pasti akan menghukum mu nanti" ucap Re.


"Hm.. Anak sama bapak sama-sama menyebalkan😒!!" batin Aira.


"Kenapa??" tanya Re.


"Tidak apa. Hanya saja aku merasa seperti ******* dirumahku sendiri😑" ucap Aira dengan wajah datarnya.


Re menatap wajah Aira dan menahan tawa melihat ekspresi wajah Aira. Re hanya berkata bohong agar Aira tidak memarahi Leon dan Liam hingga akhirnya Re tertawa lepas karena tidak bisa menahannya lagi, "Hahaha... Aira, Aira!!. Mereka itu anak kecil sayang. Kau tidak perlu memarahi mereka, kau hanya perlu mendidik mereka dan mengajarkan mereka hal-hal yang positif. Kau mengerti apa yang aku katakan bukan??"


"Hm😑.." Jwb Aira dengan wajah datarnya.


Re dan Aira sudah berada didepan pintu kamar Nando kemudian Re membuka pintu kamar Nando. Benar saja Leon dan Liam pindah tidur di kamar Nando. Re berbisik ketelinga Aira dan membuat Aira merinding, "Sudahlah. Berhenti memasang mimik wajah seperti itu!!. Jika kau masih seperti itu aku akan menciummu dan ******* bibirmu itu"


Aira membelalakkan matanya dan senyum terpaksa, "Heemm☺..."


"Good beby" ucap Re tersenyum kepada Aira sambil mengacak-acak rambut Aira kemudian pergi berlalu meninggalkan Aira.


Sambil menatap tajam punggung Re yang semakin menjauh Aira berkata, "Dasar Mesum😒"


Aira langsung melangkahkan kakinya mendekati ranjang tempat tidur Nando. Aira terlebih dulu membangunkan Nando. Tak lupa Aira juga menanyakan keadaan Nando dan membantu Nando sampai Nando selesai mandi & sarapan. Aira hanya mengelap-lap saja dari bagian pinggang sampai atas dada dan kepala. Selebihnya Aira tidak berani untuk menyentuhnya karena yang biasa membantu membersihkan diri adalah Re. Selain dari pada itu Anaya lah yang mengurus dan merawat Nando sedangkan Re hanya memantaunya saja.

__ADS_1


__ADS_2