
hari yang sangat melelahkan bagi sebagian orang yang sedang melakukan aktivitas nya. tetapi tidak dengan Zia. Zia masih memiliki semangat 45 dalam bekerja. terkadang Zia lelah bekerja tetapi Zia ingat tanggungjawab nya saat ini. Zia harus mencari uang agar bisa memenuhi kebutuhan keluarganya, karena kalau cuma Ayahnya saja yang bekerja, itu tidak akan cukup. bagaimana tidak, Ayah dan Zia saja sudah bekerja sangat keras tetapi tetap saja segala kebutuhan mereka masih sulit di gapai. bahkan makan mereka terkadang tidak memiliki lauk. sangat sulit kehidupan mereka. Alex juga selalu bekerja setiap pulang sekolah, ia selalu membantu mengangkat barang-barang di pasar. Ayah dan Zia sudah melarang Alex untuk bekerja supaya Alex bisa lebih fokus belajar saja. tetapi Alex selalu keras kepala, ia tidak mau melihat keluarganya semakin sulit. ia berfikir dengan bekerja bisa mengurangi beban ayah dan kakaknya.
*
*
*
*
~dipasar
Zia "bi, Zia pulang dulu yaa😊.
bibi Nina " iya Zia. kamu hati-hati yaa😊
Zia "baik bibi😊😊😊😊
karena memang pasar tersebut buka dari jam 6 pagi sampai jam 6 sore dan kalau sudah jam 2 siang sampai jam 6 sore pasar tersebut sudah sepi dengan pembeli. jadi Zia bekerja kepada bibi Nina sampai jam 2 saja. karena bibi Nina bisa mengerjakannya atau melayani pembeli sendirian saja.
*
*
*
__ADS_1
Zia bergegas Pulang dari pasar menuju rumahnya karena sebelum berangkat kerja lagi Zia harus mandi terlebihdahulu .
taulah kan, Zia kerjanya di Pasar yang ramai akan penduduk pastinya sudah seperti bauk asem manis😁(bau apa itu? ikan asam manis kah???)
Oke Skippppp.......
Saat ini Zia Sudah berada di warung pak Slamet untuk melanjutkan pekerjaan paruh waktunya. ....
Author ~
Yappp Zia memang bekerja di Pasar dan Juga Warung Nasi.
~kenapa tidak kerja yang lain??? Zia kan punya Ijazah masa kerja begituan 😑aneh aja author ini. 🙄🙄
~walaupun di desa masa tidak ada minimarket sih? 🙄🙄
author menjawab 😁~ pernah gak sih kalian ke desa? author pernah ini pergi ke Desa, itu Desanya sama sekali tidak ada sekolah, Ramay*n*. jangan kan Ramay*n* minimarket, alfam*rt, ind*mar*t saja tidak ada.
terus kemana mereka belanja Thor???
kemana juga mereka sekolah?? author makin aneh-aneh saja.
yaaa mereka harus menelusuri jalan panjang ke Kota kecil saja bisa memakan waktu 2 jam perjalanan. di kota kecil itu baru ada minimarket, alfam*rt, ind*mar*t. tetapi tidak ada Ramay*n* yaaaa😁 di kota kecil Tersebut para penduduk Desa mengambil barang dagangan yang mau mereka jual kembali di desanya.
sedangkan sekolahan, adik-adik Zia harus menempuh perjalanan 1 jam dengan menggunakan Sepeda. Fantastis Bukan😁😁
__ADS_1
udah bisa di bayangkan Pelosoknya Desa tempat Zia dilahirkan dan di besarkan??
nah dari situ author bisa buat Novel ini.
karena Desa tersebut gambaran nya memang begitu.
udah ahhh kalian bayangin aja yaaa gimana desa itu.
tapi tenang aja disana ada mobil dan ada juga Motor, mobil dan motor hanya milik mereka yang Kaya tapi tidak seperti Raja😁.cuma orang yang Lumayan yang dapat memiliki kendaraan Tersebut(lumayan \= berkecukupan) . Zia aja yg terlalu miskin makanya Tidak punya mobil. jangankan Mobil Motor saja tidak punya. mereka hanya memiliki Sepeda Legendaris kesayangan mereka😁
udah yaaa. udah cukup gambaran desa nyaaa.
kita lanjut Ceritaa ajaaaaa yaa.
okeeee😁
salam dari aku☺
semoga kalian yang baca suka yaa ☺
maaf kalo ceritanya tidak menarik. ini asli karangan saya sendiri. menurut saya sendiri cerita ini menarik😁.makanya saya utarakan ke Novel ini. kalo menurut pembaca tidak menarik tidak apa-apa☺
saya akan lebih belajar lagi menghayal. agar mengutarakan cerita yang menarik untuk pembaca☺☺☺☺☺
Terimakasih
__ADS_1