
Pagi hari yng cerah, Aira membangunkan kedua putranya itu lalu mengajak mereka mandi hingga memakaikan baju Leon & Liam. Setelah Leon & Liam siap, Aira menyuruh Lisa untuk menyuapi si kembar.
"Lisa!!"
"Iya Nona"
"Tolong kau suapi Leon & Liam ya. Saya mau mandi dan bersiap dulu" ucap Aira
"Baik Nona"
Lisa membawa Leon dan Liam ke meja makan dan menyuapi mereka. Aira pergi ke kamarnya, mandi lalu bersiap untuk pergi ke Butik. Setelah Aira siap, Aira kembali kepada kedua anaknya. Aira berkata, "Lis!!"
"Iya Nona"
"Apakah Leon dan Liam sudah siap??" tanya Aira.
"Sudah Non"
"Ok. Ayo berangkat sekarang nanti kesiangan dan jalanan akan macet" ucap Aira.
"Baik Non"
Aira menggangdeng tangan Leon dan Liam kemudian mereka masuk ke mobil Aira dan pergi menuju Butik. Si kembar sangat suka dan betapa bahagianya mereka di dalam mobil. Leon dan Liam melompat-lompat seakan-akan mereka sedang berada di atas kasur.
"Yeeeyy. Yeeeey. Yeeeeh. Hali ini kita jalan-jalan" ucap Leon.
"Yeey. Hali ini Mommy ajak kita ke Butik. Mommy nanti beli Ec Kim ya!!" ucap Liam.
"Ok sayang. Nanti kita beli Ice Cream. Kita akan mampir ke Alfamart sebentar" ucap Aira.
Beberapa menit kemudian, sampai di depan sebuah Alfamart. Aira menghentikan mobilnya sejenak dan menyuruh Lisa untuk membeli Ice Cream. Aira berkata, "Lisa. Tolong kau keluar sebentar beli Ice Cream Ya. Ini uangnya!!"
"Baik Nona" sambung Lisa.
"Mba Lica. Ec kimnya laca tobeli ya" ucap Leon.
"Punya Liam, laca cokat ya" ucap Liam.
"Ok. Kalian tunggu ya Mba Lisa beli in Ice Creamnya dulu" jawab Lisa.
Leon dan Liam hanya tersenyum manis, menunggu Lisa membeli Ice Cream. Tak lama kemudian keluarlah Lisa dari Alfamart dengan membawa 2 buah Ice Cream.
"Yeeey. Ec Kim. Ec Kim. Ec Kim" ucap Leon sambil melompat-lompat di bangku mobil begitu pun dengan Liam.
__ADS_1
Lisa masuk ke dalam mobil dan memberikan Ice Cream kepada Leon dan Liam. Aira melajukan mobilnya menuju Butik. Karena waktu sudah menunjukkan pukul 07:30, Aira mempercepat laju mobilnya.
08:00 Aira sampai di Butiknya dan Aira memarkirkan mobilnya lalu mereka pun turun dari mobil. Aira, Leon, Liam dan Baby Sister Lisa berjalan masuk ke dalam Butik. Aira menggendong Liam dan Lisa menggendong Leon.
Aira membuka butiknya dan masuk ke ruangan kerjanya. Butik Aira buka mulai dari pukul 08:00 sampai pukul 22:00 WIB. Karyawan Aira mulai berdatangan dan seperti biasa setiap pagi semua karyawan absen, sementara itu Leon dan Liam sedang bermain bersama Baby Sisternya. Di dalam Butik Aira, Aira sengaja mengosongkan sebuah ruangan yang hanya di isi dengan banyak Mainan. Ruangan itu adalah ruangan khusus untuj anak-anaknya bermain.
Meskipun Aira begitu sibuk dengan Butiknya, tapi Aira tetap memperhatikan anak-anaknya. Aira tidak pernah lalai dalam menjaga anak-anaknya. Setiap 2 kali dalam seminggu Aira selalu mengajak anak-anaknya main ke butik. Agar Anak-anaknya tidak merasa jenuh atau bosan jika di rumah terus.
Pada suatu Hari, Nando datang ke Butik Aira untuk melihat keadaan Aira dan anak-anak Aira. Nando bertanya kepada karyawan di butik itu, "Permisi. Apa saya bisa bertemu dengan pemilik butik ini??" tanya Nando.
"Maaf bapak siapa??. Apa bapak sudah membuat janji dengan Nona??" tanya Desti karyawan Butik Aira.
"Saya Nando, Ayah angkat Aira" jawab Nando.
"Oow, maaf Tuan. Tunggu sebentar Tuan, saya keruangan Nona Aira dulu" ucap Desti.
"Baiklah" ucap Nando.
"Tok Tok Tok" Desti mengetuk pintu ruangan Aira.
"Masuk"
"Maaf nona mengganggu!!"
"Ada Apa Des ?"
"Baiklah. Katakan saya akan menemuinya"
Desti keluar dari ruangan Aira, diikuti Aira yang keluar dari ruangannya. Aira menelpon Lisa, "Haloo Lis"
"Halo Nona".
"Kau dimana ?"
"Saya sedang berada di taman sebrang Nona. Taman yang ada di depan Butik."
"Looh, bukannya kalian tadi kalian ada di ruang bermain. Kenapa bisa ada di taman??"
"Iya Nona. Maaf, tadi Tuan Muda Leon menangis jadi untuk membuat Tuan Muda Kecil berhenti menangis saya membawanya ke taman"
"Oowh, ya sudah. Cepat bawa Leon dan Liam pulang segera ya!!"
"Baik Nona. Saya segera pulang"
__ADS_1
Aira memutuskan sambungan telfonnya, dari jarak kejauhan Aira melihat Nando yang sedang duduk menunggu. Kudian aira menghampiri Nando dan menyapanya, "Ayaah!!"
"Airaa!!" ucap Nando langsung memeluk Aira. "Ayah sangat merindukan kalian. Kalian tidak pernah berkunjung ke rumah Ayah semenjak Bunda tidak ada"
"Maafkan Aira, ayah. Bukannya Aira tidak mau berkunjung tapi Aira tidak punya waktu senggang. Bahkan hari weeked pun Aira tetap ke butik." Ucap Aira.
"Ayah tidak menyangka ternyata anak ayah sudah menjadi wanita karir dan wanita yang hebat. Selain hebat kau adalah wanita tangguh dan kuat. Aira memang kebanggaan Ayah" ucap Nando sembari memeluk Aira.
"Trimakasih Ayah. Ayah Bisa sajaa!!. Ayah juga orang hebat bahkan lebih hebat dari Aira!!"
"Oooohh, Benarkah ??"
"Iya Ayah. Benar sekali. Mana mungkin Aira berbohong. Aira tidak akan berani berbohong terutama kepada Ayah"
"Iya, ayah tahu bahwa Airanya ayah tidak akan pernah berbohong karena itulah Ayah sangat menyayangi Aira dan ayah sangat percaya kepada Aira."
"Terimakasih Ayah, karena Ayah sangat percaya kepada Aira"
"Hm... Oh ya, dimana Leon dan Liam??. Mereka pasti sudah besar. Ayah baru sekali melihat mereka saat Leon dan Liam masih bayi"
"Mereka ada didepan Ayah, tunggu saja sebentar lagi mereka akan datang"
"Memangnya mereka ada di mana ?"
"Mereka ada di taman depan yah. Apa ayah tidak melihat mereka didepan saat ayah melintasi area butik ?"
"Ayah melihat banyak orang di sana. Jadi ayah tidak tahu kalau si kembar ada disana"
"Nah itu dia mereka datang!!" Ucap Aira sembari menunjuk kearah Leon dan Liam. Aira berkata, "Sini sayank" Aira membawa Leon dan Liam dekat kepada kakeknya "Kalian tahu tidak Oppa ini siapa ?"
"Leon tidak tahu Mom"
"Liam juga tidak tahu Mom"
"Mommy kasih tahu ya!!. Oppa ini adalah Oppa Nando Wijaya. Dia adalah ayah dari Daddy kalian, jadi pria yang ada dihadapan kalian ini adalah Oppa kalian"
"Oppa!!. Kita punya Oppa ya Mom. Leon dan Liam punya Oppa Mom??" tanya Leon seakan tidak percaya.
"Iya sayang Mommy!!" ucap Aira sembari mencium kening Leon.
"Yeeeey. Liam punya Oppa. Tapi kenapa Mommy tidak pelnah celita kalau Oppa macih ada"
"Oooowh, maafkan Mommy ya sayang. Mommy tidak pernah cerita apa pun tentang Oppa kalian. Sekarang salim Oppa dan peluk Oppa. Ok"
__ADS_1
"Ok Mom"
Leon dan Liam memeluk Nando dengan penuh cinta dan kasih sayang. Leon dan Liam sangat bahagia saat dalam pelukan oppanya nampakna mereka juga membutuhkan kasih sayang Oppanya. Terlebih lagi sejak lahir Leon dan Liam belum pernah merasakan sentuhan Daddynya. Leon dan Liam merasa tenang saat berada di dalam pelukan Nando, mereka seperti terhipnotis.